KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
BERBARING DI BAHU DONNIE YEN


__ADS_3

"Nak Donnie sering ke London, nak Donnie rencana nginap di mana..?"


tanya mama Deborah kembali.


"Ini yang pertama Tante, tempat nginap Donnie belum tahu Tante, paling paling nanti Donnie cari hotel atau losmen yang murah tapi bersih, "


"Cuma di pakai untuk istirahat saja, bukan masalah besar.."


ucap Donnie Yen santai.


"Begini saja rumah Tante cukup besar dan luas banyak kamar kosong, nak Donnie bila tidak keberatan, bisa nginap di rumah Tante saja selama di London.."


"Soal tempat jalan jalan, nanti biar Debby saja yang temani nak Donnie keliling keliling."


"Gimana ?"


tanya mami Deborah sambil tersenyum.


Donnie Yen melirik kearah Deborah, setelah mendapatkan anggukan kecil dari Deborah.


Donnie Yen sambil tersenyum gembira berkata,


"Terimakasih banyak Tante, kalau begitu Donnie tidak akan bersungkan lagi."


Mama Deborah tersenyum lebar, tidak memperdulikan respon suaminya yang sedikit kurang setuju.


Papa Deborah kurang setuju, pertama dia mempertimbangkan Donnie Yen adalah orang asing yang baru bertemu, meski sempat menjadi kenalan dan pernah menolong istrinya.


Tapi itu dulu, dan sudah lama sekali, mereka tidak pernah saling kontak, dan tidak tahu perkembangan Masing-masing.


Adalah sangat beresiko menawarkan seorang pria asing menginap di rumah mereka.


Apalagi mereka punya anak gadis, ini sangat beresiko.


Kedua istrinya tanpa pikir panjang menyuruh anak gadisnya menemani pria asing itu jalan jalan, kalau terjadi sesuatu bagaimana baiknya.


ini adalah resiko yang sangat besar.


Ketiga putrinya ini kini statusnya adalah kekasih Lu San, bila sampai Lu San tahu entah apa yang akan di lakukan oleh anak itu.


Membayangkan nya saja papa Deborah tidak berani.


Belum lagi bila sampai menyinggung Sandra Gunman, entah akan jadi seperti apa bisnis mereka kedepannya.


Papa tahu dengan jelas berapa akrabnya Sandra dengan sang ratu penguasa di tanah Britania.


Menyinggung orang penting seperti itu, sama saja mereka tidak ingin lagi tinggal di London.


Bahkan Eropa Amerika dan Canada sekalipun tidak akan terlepas dari kuasa Sandra.

__ADS_1


Sedangkan di China kekuasaan keluarga Lu, tidak perlu lagi di pertanyakan lagi.


Semakin berpikir ayah Deborah semakin ngeri dan dia memilih tidak memikirkan kemungkinan terburuk tersebut.


Dia hanya bisa menunggu untuk berbicara dengan istrinya berdua, bila ada kesempatan.


Lu San yang bersembunyi di dalam rambut Deborah tentu sangat mendongkol dengan keputusan sepihak mami Deborah.


Tapi dia bisa apa, selain menelan rasa dongkol ini dihatinya.


Kini dia hanya bisa diam melihat perkembangan situasi yang terjadi, semua pilihan ada di tangan Deborah.


Bila Deborah memilih Donnie, meski hatinya hancur dia hanya bisa memilih mundur menjauh dari mereka.


Mungkin ini jalan bagi dirinya untuk bisa fokus dan konsen membantu urusan orang tuanya.


pikir Lu San menghibur diri.


Saat berada di dalam pesawat secara kebetulan Deborah dan Donnie duduk bersebelahan sesuai nomer check in mereka.


Sedangkan Kedua orang tua Deborah dua di bagian depan sedikit menjauh dari mereka berdua.


Saat duduk berdua papa Deborah baru buka suara menceritakan pemikirannya.


Setelah mendengar ucapan suaminya mama Deborah pun sangat terkejut dan berkata,


"Pa maafin mama ya,..mama terlalu gegabah,"


"Ini..ini.. bagaimana baiknya sekarang..?"


tanya mama Deborah mulai panik.


Dia teringat dengan kekuatan dan kemampuan yang di tunjukkan oleh Lu San saat menolong mereka.


Mama Deborah sedikit bergidik, membayangkan akibat yang bisa di timbulkan oleh pemuda itu bila marah.


Sambil menghela nafas panjang, dan berkata,


"Kini semua sudah terjadi, kita hanya bisa melihat keputusan dari anak kita sendiri."


"Semoga saja Lu San berjiwa lapang dan tidak berpikiran sempit, sebagai pria sejati dia bisa menerima juga bisa melepaskan dan merelakan apa yang bukan menjadi miliknya lagi.."


Lu San bisa mendengarkan dengan jelas pembicaraan kedua orang tua Deborah, di dalam hati dia sangat hormat dan kagum dengan papa Deborah.


"Papa Deborah benar,.. buat apa memaksakan cinta pada orang yang tidak lagi mencintai mu, melepaskan dan merelakan kepergiannya adalah hal yang terbaik ."


"Tidak ada yang perlu di sesali.."


gumam Lu San mengingatkan dirinya sendiri di dalam hati.

__ADS_1


Lu San memilih berbaring santai sambil mengikuti pembicaraan Deborah dan Donnie Yen.


"Bagaimana ceritanya kamu bisa mengenal mama ku..?"


tanya Deborah setelah duduk dan memasang sabuk pengamannya.


"Ohh itu, waktu itu mama mu bermain ke Hawai bersama teman temannya, mama mu adalah pelanggan setia hotel dan restoran orang tua ku."


"Sehingga hubungan kami cukup akrab dan aku cukup mengenali mama mu."


"Hari itu mama mu bersama teman temannya sedang asyik bermain air di pantai, sedangkan aku kebetulan sedang memperbaiki selancar ku yang rusak di tepi pantai sana.."


"Tiba-tiba ada gelombang besar yang tiba-tiba datang menggulung mama mu, yang kebetulan sedang berdiri memunggungi kearah laut."


"Sehingga sama sekali tidak menyadari saat gelombang besar itu tiba, saat mama menyadarinya, semua sudah terlambat."


"Tubuhnya sudah terseret tenggelam ke dasar Palung laut yang dalam ."


"Aku yang melihat mama mu di gulung oleh gelombang dan tidak muncul lagi, segera berlari kesana, lalu berenang dan menyelam ke Palung laut mencari mama mu."


"Aku kemudian berhasil membawa mu ke darat, setelah di tolong oleh petugas pantai, mama mu akhirnya berhasil di selamatkan.. begitulah ceritanya.."


ucap Donnie Yen sambil tersenyum.


Deborah tidak berani menatap kearah Donnie Yen yang sedang tersenyum, dia takut dirinya akan kembali terpesona dan terbawa suasana .


"Kamu rencananya di London mau main kemana saja ?"


tanya Deborah sambil melihat-lihat buku katalog wisata di hadapannya.


Donnie Yen menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Terserah kamu mau bawa aku kemana, tadinya aku berencana sampai di sana akan mencari rental taxi, yang akan membantu memandu ku ke berbagai tempat wisata."


"Deborah tidak bertanya lagi, dia melih duduk memasang earphone sambil mendengarkan musik dan memejamkan matanya.


Melihat hal itu, Donnie Yen juga tidak ingin menganggu nya, dia membiarkan Deborah menikmati kebebasan nya menikmati musik.


Saking asyiknya menikmati musik akhirnya Deborah tanpa sadar tertidur, perlahan-lahan miring kearah Donnie Yen.


Lalu dia pun tertidur bersandar di bahu Donnie Yen, Donnie Yen mendiamkannya.


Dia kemudian berinisiatif mengambil selimut, lalu menyelimuti Tubuh Deborah.


Karena merasa nyaman sambil bergumam tidak jelas, Deborah memiringkan tubuhnya merangkul lengan Donnie Yen kedalam pelukannya.


Lu San tentu melihat semuanya, tapi dia hanya bisa tersenyum pahit, dan bergumam di dalam hati.


"inilah karma ku, dulu aku suka mempermainkan para gadis dengan kekayaan ayah ibu.

__ADS_1


"Kini di saat aku serius dan tulus, aku harus menebus nya."


__ADS_2