KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
SERANGAN ULAR HIJAU KECIL


__ADS_3

Deborah dengan gembira akan menghabiskan waktu nya bersama ular hijau kecil kesayangannya, yang tadinya hanya seukuran sebesar jari kelingking, kini sudah berukuran sebesar lengan anak balita.


Deborah pagi itu seperti biasa, duduk di tepi sungai, sambil berjemur dia melempar potongan roti kearah ular hijau kesayangan nya.


Ular hijau kecil itu dengan lincah selalu menyambar potongan roti yang Deborah lempar kearahnya.


Deborah yang terlalu asyik bermain dengan ular hijau peliharaan nya, tidak menyadari bahaya sedang datang menghampirinya..


Ada 6 pria tanggung, mungkin usia mereka tidak berbeda jauh dengan Deborah, tapi karena pertumbuhan mereka yang pesat mereka terlihat sudah mendekati dewasa.


Keenam pria berambut emas itu, mereka memiliki wajah dan kulit yang hampir mirip dengan warna mata biru laut.


Kulit mereka terlihat kasar dan penuh bintik begitu pula dengan wajah mereka, mereka pada memiliki bulu halus kuning transparan di sekujur tubuh mereka.


Bahkan alis dan kumis tipis mereka pun berwarna kuning keemasan ( kurang lebih wajah mereka mirip teman Harry Potter yang bloon itu )



Ke 6 pemuda inilah yang melecehkan teman Deborah yang bernama Clara dulu hingga tidak berani' pergi sekolah.


Kini mereka secara tidak sengaja melihat Deborah, sambil tertawa cabul mereka berenam berjalan menghampiri Deborah.


"Halo Deborah apa kabar..lama tidak bertemu kamu kemana saja..?"


tegur pimpinan kelompok itu yang bernama Rooney.


Rooney dan Owen adalah dua kakak beradik yang orang tuanya masih termasuk kerabat keluarga besar kerajaan Inggris.


Memanfaatkan kekuasaan ini kedua orang ini memimpin kelompok Genk kecil mereka suka bertindak sewenang-wenang dan sangat rasis di sekolah.


Kini melihat Deborah yang cantik, mereka pun tergoda untuk menganggu nya.


Deborah menoleh kebelakang melihat siapa yang sedang menegur dirinya, saat dia tahu yang berdiri di belakangnya adalah para bajingan yang melecehkan Clara temannya.


Tentu saja Deborah langsung berdiri ketakutan menjauhi mereka, dia terus mundur menjauh, selangkah demi selangkah kebelakang.


Deborah menatap ke 6 orang itu dengan ketakutan, seperti seekor kelinci yang sedang terpojok.


Melihat Deborah melangkah mundur, mereka malah sambil tertawa terus melangkah maju..


"Manis kemarilah..jangan mundur terus nanti jatuh ke sungai..ayo kemarilah.."


ucap Rooney sambil tertawa membentangkan sepasang tangan nya lebar-lebar kesamping.


Deborah semakin pucat ketakutan mendengar ucapan Rooney yang mengandung arti A nonoh itu


Dari jauh paman Charles yang melihat ada yang tidak beres dengan Deborah, segera menitipkan restoran ke anak buahnya.


Lalu dengan tergesa-gesa dia berlari kearah tepi sungai di mana Deborah berada..


"Hei kalian berhenti...!!"


"Apa yang sedang kalian lakukan..!!"


"Jangan mengganggunya..!!"

__ADS_1


teriak Paman Charles sambil berlari menghampiri mereka.


Setelah tiba di sana paman Charles yang bertubuh tinggi besar, segera berdiri menghadang di depan Deborah.


Dengan wajah galak dia menunjuk kewajah ke 6 orang itu.


"Bajingan apa yang sedang kalian lakukan di sini !?"


"Cepat minggat..! jangan menguji kesabaran ku..atau aku akan melempar kalian semua kedalam sungai satu persatu...!"


ancam paman Charles marah.


"Ha..ha..ha.. paman Wow...wow...wow.. tahan dulu emosi mu..sabar sabar.."


ucap Rooney sambil tertawa lebar..


"Kami bukan musuh, juga bukan orang jahat,.. kami ini teman sekolah Deborah.."


"Harap tenangkan diri paman..kalau tidak percaya paman boleh bertanya pada Deborah.."


"Debby kami benarkan teman satu sekolah mu dulu..?!"


tanya Rooney sambil tertawa.


Paman Charles menoleh kearah Debby dan berkata,


"Benar Debby yang mereka katakan..?"


Deborah mengangguk kecil dan berkata,


"Tapi mereka..."


teriak Deborah kaget.


Karena saat paman Charles menoleh kearahnya dan kurang waspada.


Rooney dan Owen masing-masing menggunakan belati tajam menikam kearah perut paman Charles yang buncit.


Sehingga darah pun langsung menyembur dan menetes netes di atas lantai.


Paman Charles melangkah mundur terhuyung-huyung kebelakang, sambil melihat dua lubang di kiri kanan perutnya dengan wajah tak percaya.


"Kalian...!"


ucap Paman Charles sambil menunjuk kearah Rooney dan Owen dengan wajah geram..


Lalu tubuhnya jatuh terduduk lemas diatas tanah.


Rooney dan Owen tertawa senang dan berkata,


"Dasar pak tua tidak tahu diri, berani menganggu kesenangan tuan muda mu."


"Mampus saja kamu peiii..!"


ucap Rooney sambil meludah ke wajah Paman Charles yang terduduk di atas lantai tak berdaya.

__ADS_1


Deborah langsung menghambur berjongkok di dekat paman Charles dengan cemas bertanya.


"Paman...paman..ohh tidak paman...luka mu...ahh tidak .. tidak..paman bertahan lah paman.."


Deborah menjerit ketakutan melihat luka di perut paman Charles yang meski sudah di tutupi dengan kedua telapak tangan pamannya.


Tapi darah masih terus mengucur deras dari sela sela jari nya.


Deborah menoleh kearah Ke 6 orang itu, sambil berlinang air mata dia berteriak,


"Kalian binatang biadab, lihat apa yang kalian lakukan...aku membenci kalian...!!"


"Biadab..bajingan...!!"


"Tolong ..! tolong...! tolong...!"


teriak Deborah ketakutan.


.


Karena masih pagi lokasi itu masih sepi, orang yang lewat pun masih jarang jarang.


Ada beberapa orang yang sempat melihat dari jauh.


Tapi orang orang itu hanya melihat dari jarak jauh tidak ada yang berani mendekat.


Rooney dan Owen beserta keenam temannya tertawa tawa, merespon sikap Deborah.


Mereka bukannya takut dan pergi, mereka malah maju melangkah mendekati Deborah sambil tertawa tawa.


Deborah yang ketakutan hanya bisa merangkak mundur sambil duduk, berusaha menjauhi mereka sambil berteriak-teriak meminta tolong.


Deborah benar benar ketakutan dan terlihat tak berdaya,


akhirnya dia hanya bisa bergumam,


"San ke ke tolong aku,..tolong aku...San ke ke aku takut.."


Rooney sambil tertawa sudah maju menerkam kearah Deborah dan menindihnya sambil berusaha menciumi gadis itu yang meronta ronta dan berteriak ketakutan.


"Ahh jangan...bajingan..biadab..minggir...ahh lepaskan...!"


Tapi Deborah semakin tak berdaya saat ke 5 orang lainnya ikut maju memegangi kedua kaki dan tangannya.


Dia hanya bisa mengeleng gelengkan kepalanya kekiri kekanan dengan jijik dan berteriak sekuat tenaga meminta tolong.


Ular hijau kecil yang berada tidak jauh dari lokasi, tiba tiba melesat kearah Rooney dengan mulut terpentang ingin mengigit lehernya.


Tapi usaha si hijau kecil gagal, karena keburu di tepis oleh Owen dengan tapak sepatunya.


Lalu dengan sadis Owen menginjak kepala mahluk malang itu hingga gepeng dan terlihat berkelonjotan tak berdaya.


"Mampus kamu.."


teriak Owen sambil menambah sekali lagi injakan kaki nya, hingga mahluk malang itu diam tidak bergerak lagi.

__ADS_1


Memanfaatkan kelengahan yang lain, karena tertegun dengan aksi Owen dan serangan ular hijau kecil yang sangat mendadak.


Deborah meronta sekuat tenaga melepaskan diri, lalu dia buru-buru merangkak kearah ular hijau kecil nya.


__ADS_2