KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
MELAWAN PA SHA


__ADS_3

Di bekas tebing yang melesak kedalam, di mana tubuh Pa Sha terbenam di sana dalam kondisi tak bernyawa.


Kini kembali bisa bergerak, wajahnya berubah menjadi kepala seekor Singa jantan purba.


Dengan sepasang taring panjang yang keluar dari kedua ujung bibirnya.


Matanya bersinar kehijauan tangan nya kini ada 6, masing masing memegang pedang golok tombak kapak palu dan sebuah Cakra.


Tebing di mana tubuhnya terbenam bergetar hebat, akhirnya setelah menimbulkan getaran hebat.


Terdengar suara hiruk pikuk debu pasir batu beterbangan karena tebing itu telah runtuh ke bawah.


Menjadi tumpukan longsoran batu tebing di bawah sana.


Setelah debu asap yang mengebul lenyap, kini terlihat sesosok manusia berkepala singa purba, dengan 6 tangan dan 6 macam jenis senjata dalam genggaman tangan nya.


Mahluk itu melayang mengambang di udara mengimbangi Lu San.


"Rasakan ini...!!"


teriak mahluk itu sambil mengayunkan palunya yang menimbulkan Sambaran petir kearah Lu San.


Lu San yang masih kaget dengan mahluk aneh jelmaan Pa Sha sedikit terlambat menghindar.


Sehingga tubuhnya terpental tersengat listrik yang di arahkan oleh mahluk aneh itu.


Tubuh Lu San baru berhenti setelah punggungnya menabrak tebing.


Mahluk berkepala singa itu, kembali mengayunkan palu petir nya untuk mengejar Lu San.


Tapi untuk serangan kedua dan seterusnya, Lu San sudah bisa bersikap tenang dan selalu berhasil menghindari serangan petir susulan itu.


melihat hal itu dengan geram mahluk tersebut melemparkan Cakra di tangannya untuk menyerang Lu San.


Cakra itu berputar cepat mengincar leher Lu San, kemanapun Lu San bergerak atau menangkis Cakra itu dengan kedua lengannya yang keras seperti baja.


Cakra itu akan kembali lagi menyerangnya dengan kekuatan yang lebih dahsyat.


Mahluk itu melihat Lu San masih selalu bisa menghindar dan menangkis.


Mahluk itu kini menebaskan kapak dan golok kearah Lu San.


Lalu sambil membaca mantra memunculkan lingkaran hijau bertulisan kuno.


Mahluk jelmaan Pa Sha melemparkan tombak dan pedang nya mengarah ke Lu San.


Tebasan golok dan kapak menimbulkan dua cahaya emas berbentuk golok dan kapak raksasa.


Menebas kearah Lu San dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


Melihat lawan nya mulai mengeluarkan berbagai kekuatan alat yang di peganginya.


Lu San akhirnya mengeluarkan pedang cahaya inti matahari menangkis semua serangan yang datang.


Setiap senjata yang berbenturan dengan pedang cahaya akan hangus lenyap tak berbekas.


Tidak ada senjata apapun di dunia ini mampu menahan panasnya tenaga inti matahari.


Semua senjata akan lumer begitu bersentuhan dengan pedang cahaya.


Tapi perlawanan mahluk jelmaan Pa Sha belum berakhir.


Dia seolah-olah memiliki senjata yang tiada habisnya.


Senjata yang satu hancur, di tangannya akan kembali muncul senjata lain untuk dilemparkan kearah Lu San.


Melihat hal ini Lu San menjadi kesal, dia menebaskan Pedang cahayanya kearah mahluk itu.


Tapi mahluk itu cukup licik, dia selalu berubah menjadi asap hijau dan menghilang dari posisinya, kemudian muncul ditempat lain.


Sambil kembali menyerang Lu San dengan keenam jenis senjata nya.


Lu San mencoba menyerang berulangkali setiap ada peluang dan kesempatan.


Sambil diam diam mempelajari pola pergerakan mahluk itu.


Semua tehnik bertempur ini Lu San dapatkan lewat arahan Lu Fan di dalam pikirannya.


Lu San yang minim pengalaman pasti bukan lawan Mahluk jelmaan Pa Sha yang sarat pengalaman bertarung ini.


Setelah cukup lama mempelajari pola pergerakan mahluk itu saat menghilang dan muncul.


Akhirnya Lu San menemukan pola pergerakannya.


Begitu mahluk itu menghilang sehabis di serang, Lu San pun ikut menghilang dan berteriak,


"Mampus...!"


Sesuai perkiraan Lu San, mahluk itu tidak sadar pola gerakannya sudah terbaca.


Begitu dirinya muncul, sebuah Tebasan cahaya gelombang panas mengerikan menyambutnya.


Ingin menghindar sudah terlambat, tubuh mahluk itu seketika lenyap hangus terbakar tanpa sisa.


Setelah memastikan dengan mata langitnya, bahwa mahluk itu telah benar-benar musnah.


Lu San pun terbang meninggalkan tempat tersebut, melewati sederetan pegunungan dan bukit batu terjal.


Lu San dari udara sedikit kagum dengan tempat persembunyian itu.

__ADS_1


Bila dia tidak datang menguntit Mike Li secara diam-diam.


Sampai kapanpun dia tetap akan kesulitan menemukan lokasi persembunyian mereka.


Dari udara sekalipun tempat itu akan sulit di lacak, karena tersembunyi di balik deretan tebing.


Selain itu juga tertutup oleh pepohonan besar yang tumbuh di tebing-tebing di sekitar sana.


Lu San terbang kembali ke tempat tinggal Mike Li untuk mencari informasi lebih tentang posisi Takeshi.


Karena sampai saat ini Lu San masih belum menemukan lokasi otak pimpinan kelompok Yakuza yang sedang di incarnya itu.


Lu San mendarat ringan di depan gerbang perkampungan Yakuza yang tadinya di jaga dengan sangat ketat.


Tapi kini malah terlihat renggang dan sepi, tidak terlihat ada satupun penjaga yang menjaga pintu gerbang.


Dengan santai Lu San bergerak menyusuri satu persatu jalan di sekitar perkampungan itu.


Lu San juga menggunakan pendengaran dan penglihatan nya, yang super tajam, untuk mendeteksi apakah ada anggota Genk itu yang masih bersembunyi di tempat ini.


Setelah berkeliling di seluruh perkampungan hingga kembali kedepan kediaman Mike Li.


Lu San tetap tidak berhasil mendeteksi ada penghuni perkampungan Yakuza ini yang tertinggal.


Lu San berdiri di depan kediaman Mike Li, sambil memejamkan sepasang matanya.


Dia mencoba mendengarkan dengan lebih teliti, akhirnya dia menangkap suara tangisan wanita yang sangat pelan.


Lu San pun mengikuti petunjuk suara tersebut hingga memasuki kembali halaman rumah Mike Li.


Akhirnya Lu San menemukan asal suara samar samar berasal dari bawah tanah di halaman belakang rumah Mike Li.


Setelah menemukan asal suara, Lu San mencoba mencari Pintu rahasia untuk mencapai tempat itu.


Lu San mengedarkan pandangannya mencari cari tempat mencurigakan yang mungkin menjadi gerbang rahasia mencapai tempat itu


Pandangan Lu San berhenti pada,


Segerombolan daun penghias taman yang bergelantungan lebat menutupi tembok.


Dengan penuh curiga Lu San menyingkap daun daun lek


Setelah di singkap oleh Lu San akhirnya dia menemukan pintu gerbang batu tebal yang sedang di carinya.


Lu San beberapa kali menyarangkan sepasang tinju nya di arahkan ke tembok tebal itu.


Tembok itu bergetar hebat kemudian roboh meninggalkan sebuah lubang pintu berbentuk setengah lingkaran.


Suara tangisan wanita semakin jelas terdengar, setelah tembok tersebut runtuh.

__ADS_1


Lu San dengan hati hati mencoba melangkah masuk kedalam lorong yang gelap gulita.


Lu San bersikap waspada menggunakan Ye Ming Cu, sebagai penerangan untuk menelusuri lebih dalam sambil terus melangkah masuk kedalam terowongan rahasia yang terus menurun ke bawah.


__ADS_2