KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
AKHIR PERSETERUAN DENGAN BEBERAPA PENGUASA PENJARA.


__ADS_3

Lu Sun melihat gaya berkelahi dan pasangan kuda-kuda lawannya, dia tersenyum lebar.


Jaman modern ini sungguh ajaib, bisa-bisanya orang mempelajari jurus serangga seperti ini, bila jurus kalajengking, ular, bahkan ulat sutra seperti milik panglima Korea yang pernah dia hadapi.


itu masih masuk akal unik dan berbahaya, tapi yang jenis ini Lu Sun hanya tersenyum.


"Majulah mata empat jangan terus menari di sana aku tidak punya waktu nonton sirkus..!"


ucap Lu Sun sambil tersenyum.


Ucapan Lu Sun barusan mengundang gelak tawa ke tiga kepala Genk lainnya yang diikuti oleh anggotanya.


Meski mereka saat ini memiliki musuh yang sama yaitu Lu Sun.


Tapi mereka ber 4 tidak pernah akur karena masalah perebutan wilayah kekuasaan di dalam penjara.


Lu Sun kebetulan adalah penghuni baru wilayah timur, makanya yang maju duluan adalah si kaca mata yang merupakan ketua Genk wilayah timur.


Wajah si kacamata menjadi merah padam menahan rasa malu yang kemudian berubah menjadi kemarahan.


Dia pun berteriak kemudian melompat maju menyerang dengan kedua tangannya, menotok kearah mata dan telinga Lu Sun.


Lu Sun menghilang dari tempatnya,.dia menangkap kaki kiri si kacamata, mencengkram nya dengan erat, lalu menariknya dan menghempaskannya kelantai ke kiri ke kanan.


Seperti orang sedang membanting jemuran, alhasil si kacamata menjerit kesakitan sesaat kemudian diam tak bergerak dan bersuara lagi.


Lu Sun melempar tubuhnya yang tak berdaya kearah tumpukan anak buahnya yang tumpang tindih sedang berusaha bangun.


Tampi usaha mereka untuk bangun berdiri terhenti oleh tubuh ketua mereka yang datang menimpa mereka.


Kondisi si kacamata cukup mengenaskan dia terlihat pingsan tidak sadarkan diri, dengan hidung bibir berdarah, kacamatanya terlihat retak salah satu lensanya, dan tergantung di wajahnya dalam posisi miring


Melihat si kacamata telah di kalahkan secara mengenaskan, maka ketua Genk Utara dan Selatan yang merasa wilayah mereka yang bertetanggaan dengan wilayah timur akan segera terancam.


Mereka serentak bergerak maju menyerang Lu Sun dari berbagai arah, jumlah orang yang datang menyerang hampir mencapai 30 orang.


Lu Sun menyelinap diantara mereka sambil memberi tamparan dan tendangan, dalam waktu singkat hanya tersisa kedua pimpinan ketua Genk yang berdiri diam mengamati dari belakang belum bergerak.

__ADS_1


Ketua Genk wilayah Utara mengeluarkan jurus cakar harimau, sedangkan Ketut Genk daerah selatan mengeluarkan sepasang pisau kecil sederhana buatan sendiri.


Mereka serentak melompat menyerang Lu Sun dari dua arah sambil berteriak keras,


Ketua Genk Utara menggunakan kedua cakar depannya untuk menyerang leher dan perut Lu Sun.


Sedangkan ketua Genk selatan menyerang kearah Lu Sun, dengan kedua belati kecil ditangannya, yang mengeluarkan sinar putih menyilaukan mata.


Kedua belati bergerak cepat yang satu menusuk jantung yang satu lagi menusuk leher.


Semua serangan itu ditujukan untuk menghabisi nyawa lawan.


Tap yang mereka hadapi adalah Lu Sun, serangan mereka hanya mengenai tempat kosong.


Sebelum mereka menyadari apa yang terjadi kedua bokong mereka di tendang orang dari belakang hingga wajah mereka nyungsep mencium lantai yang keras.


Darah pun mengucur deras dari hidung dari mulut kedua orang penyerangnya itu.


Karena hidung mereka patah menghantam lantai, sedangkan mulut mereka berdarah karena gigi mereka banyak yang tanggal saat membentur lantai.


Mereka berdua melompat bangun dengan wajah merah penuh darah menyeramkan, mereka berdua dengan emosi melompat menerkam kearah Lu Sun.


Berpindah ke tangan Lu Sun yang dengan gerakan sangat cepat memotong-motong pakaian kedua orang itu, dari ujung leher hingga ujung kaki mereka.


Kini pakaian mereka seperti loreng harimau karena bagian yang sobek dan bagian pakaian yang pakaian yang melekat ditubuh mereka berbeda warna.


Setelah menyelesaikan karya nya, Lu Sun berdiri tersenyum di tempat nya mengamati hasil karyanya sambil menganggukkan kepalanya.


Kedua orang ketua Genk itu masih tidak menyadari apa yang Lu Sun perbuat pada mereka.


Baru saat angin berhembus menerpa tubuh mereka, mereka merasa tubuh mereka yang tidak tertutup sedikit dingin.


Mereka dengan kompak menunduk melihat kearah pakaian mereka masing-masing, wajah mereka berdua menjadi pucat.


Kini mereka berdua sadar bila Lu Sun ingin mencelakai mereka, kini bukan pakaian mereka yang compang camping, tapi tubuh mereka lah yang akan di kulitii oleh Lu Sun hidup-hidup.


Kedua orang itu melangkah mundur ketakutan, tanpa malu-malu mereka kompak melarikan diri menjauhi Lu Sun.

__ADS_1


Kini sisa satu ketua Genk bagian barat semua anak buah di belakangnya mundur teratur.


Sehingga ketika dia ingin menggapai bawahan di belakangnya untuk maju.


Dia hanya menemukan tempat kosong, tidak ada siapapun di belakangnya.


Ketua Genk barat menelan ludahnya sendiri, tapi karena gengsi dia tetap maju menunjukkan kebolehannya bersilat dengan sepasang kepalan tinju nya.


Dia mengeluarkan gaya tinju Lo Han dari Shaolin Utara.


Tapi hanya gerakannya saja yang indah menurut pengamatan Lu Sun, hanya gerakan peniruan jurus yang berfungsi sebagai olahraga kesehatan saja.


Isi pukulan nya kosong karena tidak mengandung tenaga dalam, maupun tenaga luar yang terlatih dengan baik.


Lu Sun maju berjalan mendekati Si penguasa wilayah barat yang masih terus bersilat sendiri.


Ketika jarak mereka tinggal 2 meter, si ketua Genk wilayah barat maju menyerang Lu Sun dengan sepasang tinjunya yang secara serentak terarah ke wajah dan ulu hati Lu Sun.


Lu Sun tetap bergerak maju sambil menangkis dengan sebelah tangan nya ke atas dan kebawah.


Lalu membalasnya dengan sebuah tebasan telapak tangan terbuka ke bagian leher di dekat rahang.


Hanya dalam satu gebrakan cepat, ketua geng barat jatuh keok di lantai tak bisa bergerak .


Lu Sun menunjuk anak buahnya memberi kode agar ketua mereka di gotong pergi dari hadapannya.


Lu Sun menoleh kearah kepala sipir yang sedang menonton dari tempat tinggi, dia melambaikan tangannya memberi salam.


Lalu berjalan santai menuju tempat yang lebih teduh duduk bersandarkan tembok, Kemudian memejamkan matanya.


Kepala sipir sangat terkejut melihat kemampuan Lu Sun, bahkan Lu Sun menyadari dia sedang menonton Lu Sun dari tempat tinggi.


Kepala sipir penjara berbisik di dekat telinga bawahannya.


Bawahan nya mengangguk mengerti kemudian mereka bergegas pergi ke sebuah lorong bawah tanah.


Di mana tempat itu adalah tempat tahanan seumur hidup yang sangat berbahaya, mereka di isolasi di sana agar tidak mengganggu ketertiban umum.

__ADS_1


50 orang petugas sipir penjara mereka mengepung sebuah ruangan yang tertutup rapat oleh pintu besi tebal.


Di dalam ruangan tersebut terlihat seorang raksasa setinggi 3 meter lebih.


__ADS_2