
"Baiklah senang bertemu dengan anda, selamat bergabung."
"Saya permisi dulu.."
ucap Pak Ken sambil menganggukkan kepalanya kearah Pak Ma dan Lu Sun.
Lalu dia berlari kembali ke tempat muridnya yang sedang berlatih.
"Maaf tuan Lu sikap pak Ken yang agak..ya seperti itulah.."
ucap Pak Ma tidak enak hati.
Lu Sun tersenyum dan berkata,
"Tidak apa-apa pak Ma, sifat setiap orang beda-beda."
"Kita tidak bisa memaksakan dia harus sesuai dengan kita, kita hanya bisa memakluminya saja.."
Pak Ma tersenyum dan berkata,
"Mari tuan Lu kita lihat lihat ke bagian lain."
Setelah berkeliling melihat lingkungan sekolah, Pak Ma membawa Lu Sun ke ruangan para guru sekolah Kuang Ming.
"Tuan Lu silahkan masuk ini adalah ruangan kantor para guru."
ucap Pak Ma kemudian berjalan masuk kedalam kantor tersebut.
Melihat kedatangan pak Ma, para guru pun berdiri dari tempat duduk mereka, dan memberi hormat sambil berkata,
"Selamat siang Pak Ma.."
Pak Ma tersenyum dan berkata,
"Siang semuanya, hari ini aku membawa rekan baru untuk di perkenalkan kepada kalian semua."
"Tuan Lu ini mulai besok akan menempati posisi sebagai guru olahraga di sekolah kita."
"Tuan Lu meja kerja Anda ada di dekat jendela sana, mulai besok anda sudah boleh menempatinya."
"Bila anda membutuhkan sesuatu sampaikan saja ke sekretaris ku tadi,. dia bisa membantu mu mendapatkan nya."
ucap Pak Ma sambil menoleh kearah Lu Sun.
Lu Sun menganggukkan kepalanya, menanggapi yang di sampaikan pak Ma barusan.
"Tuan Lu apa ada yang ingin anda sampaikan ke rekan baru anda di sini ?"
tanya pak Ma.
Lu Sun membungkukkan badannya kearah guru-guru yang ada di sana sambil berkata,
"Aku orang baru di sini, mohon nasehat dan bimbingan nya nanti, terimakasih.."
Para guru membalas penghormatan Lu Sun dan berkata,
"Selamat bergabung pak guru Lu."
"Semoga betah.."
Pak Ma kemudian mengajak Lu Sun berkeliling dan memperkenalkannya satu persatu ke setiap kelas.
Setelah semua selesai, Pak Ma mengajak Lu Sun ikut ke ruang kerjanya.
__ADS_1
Pak Ma memberikan beberapa draft perjanjian yang harus di tanda tangani oleh Lu Sun.
Sebelum besok dia sudah boleh mulai bekerja.
Setelah menandatangani berkas kontrak kerja, Lu Sun mengucapkan terima kasih, lalu dia pun berlalu dari sana.
Lu Sun melihat jam di tangannya, lalu bergumam sendiri.
Ternyata baru jam 10.30, anak anak pulang hampir jam 2 nanti."
"Masih ada waktu cukup lama, lebih baik aku pergi cari makan saja."
Kemana ya kira-kira yang enak. pikir Lu Sun sambil membawa kendaraan nya membelah jalan raya.
Sambil berpikir mobil Lu Sun terus melaju, tanpa sadar, mobilnya akhirnya tiba di lapangan parkir yang menghadap kearah laut.
Saat Lu Sun sadar, sambil tersenyum pahit, dia mematikan mesin mobilnya, mencabut kunci kontak.
Lalu keluar dari dalam mobil, di hadapan Lu Sun ada sebuah restoran besar bercat warna merah.
Bangunan restoran ini terdiri dari 5 puncak pagoda yang saling terhubung dengan unik
"Restoran Pagoda lima, aku kembali datang kesini.."
"Semua terlihat masih sama, tidak banyak berubah."
"Yang berubah adalah pengunjungnya, dulu kita datang bersama bergandengan mesra."
"Kini hanya tersisa aku seorang diri saja.."
gumam Lu Sun sambil menatap bangunan restoran di hadapannya.
Lu Sun meneruskan langkahnya memasuki restoran halal tersebut.
"Selamat datang Tuan, maaf tuan sudah reservasi atau belum ?"
tanya pegawai tersebut ramah.
"Belum, kenapa penuh ya ?"
tanya Lu Sun sedikit kecewa.
"Belum tuan masih banyak kok tempat kosong, saya hanya memastikan agar tamu yang sudah reservasi tempat, tidak salah tempat."
jawab pegawai restoran memberi penjelasan.
"Ohh begitu..lantai 3 ruangan tertutup yang menghadap laut masih ada yang kosong ?"
tanya Lu Sun.
Pegawai tersebut mengecek daftar yang ada di komputernya, lalu sambil tersenyum dia berkata,
"Ada tuan masih ada, tuan mau pesan untuk berapa orang ?"
"Dua orang.."
jawab Lu Sun sambil tersenyum.
Lu Sun terpaksa berbohong, dia tidak mungkin bilang untuk satu orang, akan terlihat janggal di mata pegawai tersebut.
"Harap tunggu sebentar ya tuan.."
ucap pegawai tersebut, lalu dia mengangkat telpon menghubungi temannya yang bertugas di bagian dalam.
__ADS_1
Tak lama kemudian seorang gadis cantik yang berpakaian seragam Cheongsam datang menghampiri Lu Sun dan berkata dengan ramah.
"Silahkan ikut saya tuan mari ku antar ke ruangan."
"Lu Sun tersenyum dan berkata,
"Baik terimakasih..."
Sambil berjalan menuju lantai tiga, gadis itu bertanya,
"Tuan datang sendirian, mana temannya yang satu lagi."
Lu Sun menghela nafas dan berkata,
"Dia belum datang mungkin bentar lagi sampai."
Lu Sun tidak biasa berbohong, dia menjadi sedikit canggung saat harus membohongi pelayan tersebut.
Untungnya pelayan itu hanya mengangguk kecil dan tidak bertanya lagi.
Mereka berdua berjalan dalam diam, hanya terdengar langkah kaki yang timbul karena sepatu membentur lantai di bawahnya.
Masing-masing larut dalam pikirannya sendiri sendiri.
Gadis pelayan itu, diam-diam memikirkan Lu Sun yang begitu muda dan tampan, tapi kenapa rambutnya putih semua dan di biarkan panjang terurai seperti wanita.
Tapi meski demikian, Lu Sun tetap terlihat cantik menarik dan menawan.
Kira-kira seperti apa ya ? temannya Lu Sun yang belum datang itu.
Apa seorang gadis cantik, ? atau seorang pria tampan yang sama seperti Lu Sun ya ?
Batin si gadis pelayan tersebut di dalam hati.
Akhirnya mereka tiba di sebuah ruangan, yang kebetulan adalah ruangan yang sama persis dengan ruangan yang Lu Sun dan Ying Ying tempati dulu.
Lu Sun setelah masuk kedalam ruangan, dia duduk bersandarkan pagar pembatas, lalu memesan beberapa macam masakan, yang sama persis dengan dulu di pesan oleh Ying Ying dan beberapa botol arak Hang Zhou.
Setelah pelayan tersebut pergi, Lu Sun duduk menyamping menatap kearah laut.
Dia duduk termenung seorang diri sambil menatap langit dan bergumam.
"Sayang kamu di atas sana bila mendengar nya, datang lah kemari, aku menunggu mu datang menemani ku makan."
"Aku memesan semua menu yang pernah kamu pesan buat kita, ruangan dan semuanya masih sama.."
"Ayo datanglah, kini hanya satu yang kurang."
"Bila kamu bisa hadir di sini, tentu tidak akan ada yang kurang lagi."
ucap Lu Sun sambil menahan airmata nya yang runtuh.
"Tok..tok..tok..!"
"Masuk..!"
ucap Lu Sun buru-buru kembali duduk dan menghapus airmata di pipinya.
Pelayan cantik tadi masuk bersama dua rekannya, kemudian sambil tersenyum ramah, mereka mulai menata semua masakan di atas meja.
"Temannya belum juga datang tuan ?"
tanya pelayan itu.
__ADS_1