
"Ohh itu mudah kak, aku punya rekaman pengakuan semua rahasia penyimpanan harta dan kekayaan ke 6 tetua yang lainnya."
"Nanti kita bisa mengambilnya, hanya saja asset dan kekayaan bajingan tua ini, sekarang ada ditangan pemuda bajingan bernama Lu Sun."
"Pemuda itu sangat jahat kak, dia menipu ku dan memanfaatkan ku untuk berhadapan dengan ke 7 tetua, dia menjadikan ku sebagai umpan."
"Bila kakak tidak datang habislah aku tadi.."
ucap Cindy nyerocos bercerita kepada kakaknya.
Kakaknya hanya menanggapinya dengan tersenyum dan berkata,
"Bila urusan dengan mereka beres, aku pasti akan membantumu mencari nya."
Cindy tertawa senang dan berkata,
"Kakak memang yang terbaik."
"Kakak jangan pergi tinggalkan Cindy lagi kak.."
"Gak ada kakak banyak orang yang membully Cindy kak.."
Sambil tersenyum kakaknya berkata,
"Itu tidak bisa Cindy, kakak tidak mungkin selamanya bisa ada di samping mu."
"Kamu sudah besar, bila ketemu pasangan yang cocok kamu kan akan nikah dan punya anak."
"Kamu harus urus suami dan anak-anak mu, mana bisa kakak terus dengan tidak tahu malu, terus nempel dan menganggu kehidupan keluarga kalian."
"Benar tidak..?"
Cindy terlihat termenung dan berpikir kata-kata kakaknya sangat masuk akal.
Bukan hanya dia yang nantinya akan punya keluarga sendiri.
Kakaknya pun nanti punya keluarga sendiri, jadi dia tidak mungkin bisa dengan egois terus mengikat kakak nya terus berada disisinya.
Sambil menghela nafas panjang Cindy berkata,
"Ahh itu urusan yang masih sangat lama, kita pikirkan saja nanti."
"Yang jelas saat ini kan aku masih single kakak juga begitu, jadi buat apa berpikir terlalu jauh."
Jack mengangguk kemudian dia merangkul bahu Cindy sambil menenteng kerah baju kakek Xie, mereka berjalan menuju perahu karet milik Cindy yang terparkir di sana.
__ADS_1
Kemudian mereka meninggalkan pulau itu, menuju kapal pesiar pribadi Cindy yang terparkir ditengah laut.
Setelah kembali ke kapal pesiar pribadi milik Cindy, kapal pesiar pun bergerak mengantar Cindy kembali ke Nanjing.
Ditengah jalan saat berpapasan dengan kapal pesiar milik tetua Xie Lung, Cindy memerintahkan nahkoda Kapal itu mengikutinya Kembali ke Nan Jing.
Nahkoda kapal itu ingin membantah, tapi saat melihat kehadiran Jack kakak Cindy di kapal itu, dan sedang menatap dingin kearahnya, nahkoda kapal tidak berani banyak membantah.
Dia segera mengikuti Cindy kembali ke Nan Jing.
Tiba di pelabuhan Cindy dan Jack telah di sambut oleh beberapa mobil polisi yang menunggunya di dermaga.
Begitu kapal berlabuh, beberapa petugas kepolisian segera naik keatas kapal.
Mereka telah mendapatkan laporan lewat telpon dari Cindy, kini mereka datang untuk menangkap kakek Xie Ding Feng sebagai tersangka pembunuhan.
Cindy memberikan penjelasan dan memberikan barang bukti rekaman pembunuhan sadis yang dilakukan kakek Xie Ding Feng terhadap ke 6 orang rekan nya
Ketika polisi ingin memborgol tangan kakek Xie, kakek Xie meronta dan berkata,
"Kalian tidak bisa menahan ku, panggil pengacara ku kemari."
"Kejadian itu terjadi di pulau laut timur yang merupakan Zona bebas, hukum tidak berlaku ditempat itu."
Polisi yang maju ingin memborgol kakek Xie terlihat ragu, dia memandang kearah atasannya.
Cindy segera berkata,
"Tidak benar itu, pulau itu memang di timur laut, tapi pulau itu masih termasuk gugusan pulau didekat Shanghai."
"Jadi itu masih termasuk wilayah kekuasaan negara China, kalau tidak percaya, ini koordinat pulaunya,."
"Pak polisi boleh mengecek kesana, di mana semua barang bukti dan mayat para korban masih ada di sana."
Mendengar penjelasan dari Cindy, kapten polisi itu memberi kode agar bawahan nya segera memborgol kakek Xie sambil menjelaskan hak hak dan hukuanan minimum yang bakal di terima kakek Xie.
Minimal penjara 25 tahun maximal seumur hidup, karena pembunuhan itu adalah pembunuhan terencana yang di lakukan dalam kondisi waras.
Kakek Xie menyadari dia telah ditipu oleh Cindy Yang telah membelokkan arah tujuan pulau yang harusnya berada di laut timur wilayah Zona bebas.
Menjadi pindah ke gugusan pulau yang masih terletak dalam batas wilayah China, dia yang kurang teliti, sehingga bisa dijebak oleh budak betina itu.
Kakek Xie menatap penuh kebencian kearah Cindy dan berkata,
"Bangsat betina murahan, kamu berani menjebak ku.?!"
__ADS_1
"Plakkk...plakkk...plakkk...!!"
Pipi kakek Xie Ding Feng ditampar oleh Jack langsung secara spontan, lalu dia berkata.
"Jaga ucapan mu ..!!"
"Pak polisi kalian lihat apa yang barusan dia lakukan pada ku."
teriak Kakek Xie Ding Feng mencari dukungan dari pihak kepolisian.
Tapi para polisi dengan kompak bersiul-siul melihat kearah lain dan berpura-pura tidak melihatnya.
Melihat hal ini Kakek Xie hanya bisa berteriak-teriak memaki-maki Jack Cindy dan para polisi yang menahannya.
Dia kemudian di giring oleh polisi meninggalkan kapal pesiar milik Cindy dengan kedua tangan di borgol.
Setelah Kakek Xie pergi, Jack dan Cindy langsung bergerak cepat mendatangi kantor Utama groups Xie.
Mereka berdua bergerak mengamankan semua asset dan kekayaan ke 6 tetua itu, yang kini ditarik kembali oleh Jack dan Cindy sebagai komisaris tertinggi digroup Xie.,
Setelah itu mereka berdua baru bergerak ke bank, ke rumah pribadi dan semua tempat rahasia dan cabang usaha yang mereka jalani.
Setelah membereskan semua usaha asset dan kekayaan ke 6 orang itu, yang di sita kembali oleh Jack dan Cindy.
Mereka baru menarget harta tetua Xie Lung yang sebagian besar dia simpan di luar negeri.
Xie Lung yang memilki beberapa asset simpanan di bank Prancis dan Swiss, Jack dan Cindy setelah mengurus selesai semua yang di dalam negeri.
Mereka berdua berangkat ke prancis dan Swis dengan kode pin rahasia yang mereka miliki serta berbagai bukti dan surat yang lengkap.
Meski bukan Xie Lung pribadi yang datang, mereka berdua berhasil menarik kembali semua asset itu.
Setelah beres mereka berdua pun pulang kembali ke Nan Jing.
Kini semua asset kekayaan groups Xie berada di tangan Jack kakak Cindy.
Jack membantu Cindy membenahi group Xie selama satu bulan penuh, setelah group tersebut berjalan stabil dan normal.
Jack kemudian mengalihkan 30% Dana tunai ke Cindy secara diam-diam.
Selain itu berbagai surat penting perusahaan dan saham perusahaan, Jack kembalikan 40% nya ke Cindy.
Setelah itu Jack pun menghilang, Jack pergi membawa sebagian besar kekayaan groups Xie dan 9 kunci emas rahasia yang selama ini menjadi perebutan oleh para tetua groups.
Meski Jack pergi membawa sebagian besar kekayaan groups Xie, tapi itu tidak sampai menimbulkan kesulitan bagi Cindy mengurus groups Xie.
__ADS_1
halo teman teman, disini ada judul karya baru.. kalau tertarik boleh dibaca. karyanya berjudul Istri Yang Tersakiti, oleh Anggeline. terima kasih atas perhatiannya