KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
BERBELANJA KE TOKO XING HUA


__ADS_3

"Kamu masih ingat nama marganya sayang ? menurut mu apa yang harus ku lakukan untuk orang ini ?"


tanya Lu Sun sambil menatap ekspresi wajah Ying Ying yang terlihat terkejut.


Ying Ying balas menatap Lu Sun dan berkata,


"Nama lengkap nya Ching Ming Dao, apa yang akan kamu perbuat dengan nya ? kamu tidak boleh melakukan perbuatan melanggar hukum, aku tidak mau kamu masuk penjara lagi.."


Lu Sun menoleh menatap Xue Yen dan berkata,


"Sekarang aku tahu siapa otak di balik perusahaan Groups Ching Ming.."


"Dia ingin bermain dengan ku, baik aku akan layani dia.."


"Seperti aku bilang dulu, bila aku masuk penjara, bangsat di balik layar itu pasti akan muncul.."


"Sekarang menjadi mudah kita tidak perlu repot mencarinya yang bersembunyi di kegelapan.."


"Sekarang justru aku di gelap dia yang di terang.."


"Paman Mao tolong kebebasan ku dari penjara di rahasiakan jangan ada yang tahu."


Paman Mao mengangguk dan berkata,


"Tuan Lu untungnya kita bukan lawan, kalau tidak negara ini akan dalam masalah besar.."


"Ahh paman ini bicara apa ? setelah masalah ku selesai, aku lebih suka hidup santai bersama mereka bertiga.."


"Buat apa aku mencari masalah tidak perlu dengan negara..."


"Ada Negara baru ada keluarga ada keluarga baru ada kita-kita, jadi buat apa kita menganggu negara.."


Paman Mao mengacungkan jempol kearah Lu Sun dan berkata,


"Luar biasa tuan Lu, kalau tidak mengenal mu aku tentu akan mengira kamu adalah anggota elite partai.."


Lu Sun Tersenyum dan berkata,


"Paman bisa aja, sebentar aku akan hubungi tema ku dulu.."


Lu Sun mengeluarkan HP nya menelpon,


"Halo kakak Sun ada apa ya ? tumben baru keluar langsung kangen.."


ucap suara di seberang sana.


"Jeff kamu tolong atur, agar masalah aku sudah bebas jangan sampai ada yang tahu."


"Carilah orang untuk menempati kamar ku seolah-olah aku masih di penjara, bisakan .?"


"Baik kakak Sun aku akan aturkan, anda tenang saja.."


ucap Jeff cepat.


"Ada lagi kakak' Sun..?"

__ADS_1


Lu Sun Tersenyum dan berkata,


"Cukup Jeff terimakasih banyak.."


"Nanti kalau masalah ku selesai, aku akan mengajak mu dan Monica berkunjung dan makan di rumah presiden Xi.."


"Ahh yang benar kakak Sun kamu jangan membual itu gak lucu.."


ucap Jeff terkejut dan kurang percaya.


Seorang residivis menawarkan dia, untuk makan di rumah presiden, ini sangat tidak masuk akal..


"Kamu belum pernah kan, ? Ha..ha..ha..ha.. ! kamu harus coba masakan ibu presiden di jamin kamu bakal ketagihan.."


"Kita lihat saja nanti,. ok. ? bye.."


ucap Lu Sun singkat.


Lu Sun pikir bila tiba waktunya, Jeff akan buktikan sendiri dia sedang bual atau nyata.


Lu Sun sendiri memang ketagihan dan ingin makan kesana, tapi kalau sendirian dia sedikit malu dan sungkan.


Tapi bila bersama ke 3 istrinya paman Mao Jeff dan Monica, suasana ramai akan hilangkan rasa canggungnya.


Lu Sun menoleh ke paman Mao dan berkata,


"Tolong sampaikan ke presiden Xi ya keinginan ku itu, aku janji akan bawakan hadiah layak untuknya."


Paman Mao tertawa terbahak-bahak dan berkata,


"Kenapa tidak daftar jadi menantunya ? Ha..ha..ha..ha..!"


ucap Paman Mao sambil tertawa.


Tapi tertawanya menjadi lenyap saat Giok Lan menoleh menatapnya dengan tajam dan berkata,


"Apa maksud paman ? kulit sudah gatal ya ? mau ku telpon Bibi Ciu sekarang...?"


Bibi Ciu adalah istri Paman Mao, kalau di luar Paman Mao seperti seekor harimau, tapi bila kembali kerumah dia berubah menjadi seekor kucing.


Giok Lan tahu persis hal itu, karena dia cukup akrab dengan istri paman Mao.


Mendengar ancaman Giok Lan, wajah paman Mao menjadi pucat, dia langsung menelan ludah hingga terdengar bunyi,


"Gleekkk...!"


"Lan er maaf Paman kelewat banyak bicara, tolong..jangan main-main dengan bibi mu...atau paman benar-benar tidak punya pintu masuk kerumah.."


Giok Lan tersenyum penuh kemenangan.


"Baiklah sekali ini saya maafkan, tapi lain kali bila berani bicara sembarangan dan mengajarkan yang jelek-jelek ke dia, paman akan tahu rasa.."


ucap Giok Lan sambil mendengus lalu dia kembali hadap kedepan.


Ying Ying tersenyum lebar, sedangkan Xue Yen menutupi mulutnya menahan tawa.

__ADS_1


Lu Sun menepuk bahu paman Mao sebagai ungkapan simpatinya atas nasib tragis paman Mao.


Paman Mao tersenyum canggung menatap Lu Sun.


Ying Ying terlebih dahulu mengantar Pama Mao sampai depan gedung istana negara, karena kantor Paman Mao bergabung di sana.


Setelah berpisah dari paman Mao, Ying Ying pun bertanya,


"Sekarang kita mau kemana ?"


Lu Sun Tersenyum dan berkata,


"Sayang kita mampir sebentar ke toko minuman keras Xing Hua... aku mau beli sedikit oleh-oleh.."


Ying Ying mengangguk lalu dia mengendarai mobilnya menuju toko Xing Hua yang letaknya kebetulan tidak jauh dari sana.


Ying Ying memarkirkan mobilnya tepat di seberang toko Minuman keras Xing Hua.


Lalu mereka berempat turun dari mobil bersama sama masuk ke toko Xing Hua merupakan toko minuman keras terbesar di kota Nan Jing.


Begitu masuk kedalam toko tersebut, aroma wewangian aromaterapi memenuhi ruangan tersebut.


Ini agar tamu-tamu yang datang tidak sampai pusing terkena bau aroma minuman keras yang terkadang bisa bikin pusing pengunjung yang tidak biasa minum.


Segala macam merk dan jenis minuman keras tersusun dengan rapi berjejer di rak yang di buat menempel ke dinding tembok.


Ruangan itu terdiri dari 1 lantai setengah, minuman yang elite dan mahal di letakkan di lantai dua.


Semakin di depan semakin murah harganya, semakin ke dalam semakin mahal.


Seorang pelayan cantik berpakaian Cheongsam yang ketat dan pas ditubuhnya yang semampai menghampiri Lu Sun dan ke 3 istrinya.


"Selamat datang Tuan dan nona-nona, selamat berkunjung ke Xin Hua Ciu Tian."


"Ada yang bisa saya bantu ?"


"Tolong ambilkan Spiritus Vodka satu yang original dan kualitas 1 ya jangan Kw."


ucap Lu Sun sambil mengedarkan pandangannya menatap sekelilingnya.


"Baik siap tuan, ada yang lain lagi tuan ?"


tanya pelayan itu semangat..


Dari pesanan Lu Sun dia langsung tahu, Lu Sun adalah pelanggan tajir.


Lu Sun Tersenyum dan berkata,


"Kamu tolong bungkuskan yang rapi, setelah itu bawa saya ketempat champagne yang kualitas tinggi."


Pelayan itu mengangguk penuh semangat, dia hari ini ketiban rejeki.


Bila berhasil melayani Lu Sun dengan baik komisinya hari ini mungkin bisa mengalahkan penghasilan 2 bulan gajinya.


Tak lama kemudian pelayan tersebut kembali dengan sebuah bungkusan rapi dengan kantung yang unik dan ada merk toko Xing Hua nya.

__ADS_1


__ADS_2