
Lu Sun tentu tidak akan berkata,
Xue Yen yang menyuruhnya, kemari, bila dia berkata begitu itu hanya akan merusak suasana.
Dan Giok Lan kemungkinan besar akan ngambek dan mengusirnya Kembali.
Atau paling tidak dia akan di suruh tidur di sofa.
"Sayang.. Xue Xue waktu kebersamaan nya dengan ku, masih panjang."
"Paling cepat juga 3 bulan lagi, sambil menunggu masa berkabung mu selesai."
"Sedangkan kamu kan sangat sibuk, dan sekarang tinggal 2 hari lagi kamu di sini."
"Bila tidak di manfaatkan secara baik-baik, aku pasti nanti akan menyesalinya, bila kamu telah pergi."
"Soal Xue Xue tidak perlu khawatir, kamarnya kan cuma diseberang saja, kamu tenang saja dia tidak akan ada apa-apa."
"Dan Xue Xue juga mengerti dan paham dengan keinginan ku, dia tidak melarang kok."
"Kamu tenang saja..ok..?"
"Sambil menunggu kamu menyelesaikan semua kerjaan mu, waktu kami bersama akan sangat banyak."
"Siapa tahu Xue Xue saat itu juga sudah pulih total, kita bisa pulang ke Nan Jing sama-sama."
"Untuk melangsungkan pernikahan kita, bukankah itu sangat bagus.?"
Lu Sin kembali memeluk dan mencium Giok Lan, Giok Lan kembali menjerit manja.
"Sayang geli...! Ihhh..!"
Sambil tertawa manja, Giok Lan melepaskan diri dari pelukan Lu Sun dan melarikan diri kedalam kamar sambil tertawa.
Pintu kamar dia biarkan terbuka, Lu Sun yang tahu apa yang diinginkan Giok Lan.
Segera menyusul nya masuk kedalam kamar, Giok Lan bersandar di sandaran kasur dan menutupi tubuhnya dengan selimut.
Pura-pura bertanya,
"Sayang...kamu mau apa..?"
Lu Sun tanpa basa-basi lagi, dia langsung menerkam Giok Lan sambil tertawa-tawa dan berkata,
"Aku akan memakan mu, ha..ha..ha..ha..!"
__ADS_1
"Sun ke ke..aduh jangan...Sun ke ke.. pelan-pelan... aduh ..sakit... sayang..."
terdengar suara jeritan manja Giok Lan.
Keesokan paginya, Giok Lan terlihat tergolek lemas di atas kasur dengan posisi tengkurap.
Dengan bagian punggung sampai ke ujung kaki terbuka tanpa busana.
Beberapa tanda merah menghiasi punggungnya yang putih mulus.
Lu Sun yang bangun duluan, menarik selimut, menyelimutinya, kemudian bangun dari tempat tidur, berjalan ke arah kamar mandi tanpa mengenakan apa-apa.
Punggung dan dada Lu Sun yang lebar dan berotot juga dihiasi beberapa tanda merah yang di berikan Giok Lan sebagai kenang-kenangan.
Lu Sun menikmati mandi paginya, sambil tersenyum senyum dan berdendang kecil.
Lu Sun sangat puas dengan permainan semalam yang menghabiskan 5 ronde.
Lu Sun yakin Giok Lan pasti sangat kelelahan hari ini, jadi Lu Sun bermaksud menyiapkan sarapan buat Giok Lan.
Makanya dia bangun dan mandi duluan, tanpa membangunkan Giok Lan.
Lu Sun membatin dalam hati sambil menikmati air shower, ternyata Giok Lan dan Ying Ying memberikan sensasi yang berbeda.
Meski sama-sama cantik, tapi sensasi yang di berikan Giok Lan sangat berbeda dan lebih nikmat.
Atau malah lebih hebat dari Giok Lan, tapi Lu Sun sedikit ragu, dia memperkirakan kemungkinan masih di bawah Ying Ying.
Beberapa saat kemudian terlihat Lu Sun sudah menyiapkan nasi goreng, omlet telur, telur mata sapi dengan bagian kuning masih 1/2 matang, roti panggang selai kacang, dan juice jeruk.
Lu Sun tidak hapal sarapan pagi yang disukai Giok Lan, makanya dia membuat beberapa macam sarapan, agar Giok Lan bisa memilih yang dia sukai.
Lu Sun membawa segelas kopi susu, duduk santai di sofa ruang tengah, dia menyalakan TV LED 75 inch edisi terbaru.
Begitu TV nyala, Lu Sun sedikit terkejut melihat gambar yang di tayangkan di TV yang sedang menyiarkan berita kemunculan monster di Rocky mountain.
Hanya saja Lu Sun yang tidak mengerti bahasa yang mereka gunakan, dia hanya menegakkan badannya menatap kearah TV dengan ekspresi serius dan ingin tahu.
Lu Sun tadi nya berpikir akan memanggil Giok Lan untuk membantunya menerjemahkan, apa yang sedang mereka bicarakan.
Tapi teringat kondisi Giok Lan Lu Sun tidak tega, sehingga dia hanya bisa berusaha menebak apa yang mereka bicarakan.
Kebetulan Giok Lan berjalan keluar dari kamar sambil menguap, dia terlihat semakin cantik dan menawan dengan penampilan alaminya Yang baru bangun tidur.
Giok Lan mengenakan kembali pakaian tidurnya semalam, kakinya memakai sendal berbentuk kelinci berwarna pink yang lucu.
__ADS_1
Bila tidak sedang serius karena berita di TV Lu Sun pasti akan terpesona dengan kecantikan dan penampilan Giok Lan.
Bahkan ada kemungkinan dia akan kembali menggiring Giok Lan kembali ke kamar, tapi karena berita penting ini.
Lu Sun sejenak melupakan hal-hal lainnya, hanya fokus dengan berita menghebohkan di siaran TV.
Lu Sun langsung melambaikan tangan kearahnya dan berkata,
"Sayang kemarilah...! bantu aku terjemahkan apa yang sedang mereka bahas saat ini di televisi.."
Giok Lan bergerak dengan sedikit malas-malasan sambil menguap, berjalan menghampiri Lu Sun dengan sepasang mata setengah tertutup.
Tapi saat mendengar apa yang sedang di bahas dan di tayangkan di TV, ngantuk Giok Lan langsung hilang.
Dia berdiri terbelalak di sebelah Lu Sun, menatap TV didepan mereka.
Apalagi saat melihat tayangan wawancara eksklusif Nicole di siaran TV, Giok Lan semakin kaget.
Karena Nicole adalah putri pamannya, berbeda dengan Giok Lan yang ayahnya blasteran China Amerika dan ibunya China asli.
Nicole saudara sepupunya ini, ibunya asli Amerika, hanya ayahnya yang blasteran China Amerika.
Sehingga wajah Nicole, full bule, tidak terlihat sedikitpun campuran Asianya.
Saat Lu Sun datang kerumah duka, paman Giok Lan istrinya dan Nicole sepupunya belum tiba.
Mereka agak sedikit terlambat datangnya, sehingga belum sempat berkenalan dengan Lu Sun.
Melihat ekspresi wajah Giok Lan, Lu Sun semakin penasaran dia pun kembali bertanya,
"Sayang apa yang terjadi ? apa yang sedang mereka bicarakan..?"
Giok Lan yang sudah menangkap inti laporan berita tersebut.
Dia segera menceritakan nya pada Lu Sun, termasuk menceritakan bahwa saksi mata yang sedang berada di rumah sakit itu, masih termasuk sepupunya.
Giok Lan buru-buru ke kamar mandi dan berkata,
"Sayang bersiap-siaplah temani aku kerumah sakit, untuk menjenguk sepupu ku."
"Sekalian mencari informasi tentang mahluk itu dari mulut sepupuku langsung."
Lu Sun mengangguk dia segera mengeluarkan satu stel pakaian formal dari gelangnya, dan langsung memakannya.
Sambil menunggu Giok Lan, yang sedang mandi dan bersiap-siap, Lu Sun memasukkan beberapa jenis sarapan, yang dia siapkan tadi kedalam tempat bekal makanan.
__ADS_1
Agar Giok Lan bisa sarapan dalam perjalanan mereka menuju rumah sakit.