KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
KEMBALI KE NANJING


__ADS_3

Dari Tubuh 8 orang itu semua pembuluh darah utamanya meledak, darah muncrat bagai air mancur.


Mereka ber 8 langsung tumbang dengan mata mendelik keatas, hal ini di sebabkan selain pembuluh darah yang meledak, yang paling fatal adalah energi di dalam tubuh mereka bergerak liar juga meledakkan jantung mereka.


Lu Sun sengaja melenyapkan mereka, karena orang orang ini bila di biarkan berkeliaran akan sangat berbahaya.


Lu Sun juga tahu siapa orang yang memberikan suplai kekuatan buat mereka ini.


Pangeran Ahmed Husein pasti menggunakan kekayaannya bertransaksi dengan Kakak ipar Black Panther, Si Ming Dao keparat itu.


Robot robot itu masih terus berusaha menjangkau Lu Sun dengan sekali tebasan memutar.


Robot-robot yang tinggal sebelah itu langsung berserakan diatas lantai dengan kaki dan tangan kini terpisah.


Lu Sun melangkah santai masuk kedalam ruangan tengah di mana terlihat Pangeran Ahmed, Husein sedang duduk di kursi kebesarannya sambil berteriak marah dan menunjuk kearah Lu Sun dengan bahasa yang tidak Lu Sun mengerti.


Para pengawal bersenjata yang berjaga ketat melindunginya, segera membentuk blokade dan terus menembaki Lu Sun dengan senjata mereka.


Tapi sampai semua peluru mereka habis, Lu Sun tetap saja terus melangkah mendekat kearah mereka.


Lu Sun melempar kembali peluru-peluru yang berhasil dia tangkap di dalam genggamannya kearah para pasukan itu.


Sebelum para pasukan pengawal sempat mengisi ulang senjata mereka yang kehabisan peluru.


Mereka semua langsung berjatuhan terkena peluru mereka sendiri yang di lemparkan oleh Lu Sun.


Sekali menjejakkan kaki nya keatas lantai, tubuh Lu Sun menghilang dari posisinya.


Tahu-tahu sudah muncul tepat di hadapan pangeran Ahmed Husein mencengkram kerah bajunya menyeretnya meninggalkan para pasukan pengawal nya yang sedang mengaduh kesakitan di lantai.


Lu Sun tidak memperdulikan teriakan dan makian pangeran Ahmed Husein, dia tetap menyeretnya keluar dari istana nya.


Tanpa ada yang bisa menghentikan nya, begitu tiba di depan rumah Lu Sun langsung terbang ke udara sambil menenteng pangeran Ahmed Husein yang kini diam tak bergerak dan tak bersuara.


Lu Sun sudah menotok jalan darah nya, agar tidak berisik.


Akhirnya Lu Sun tiba di halaman Istana raja Salman sambil menyeret pangeran Ahmed Husein masuk kedalam istana.


Para pengawal tidak ada yang menghalangi langkah Lu Sun masuk kedalam istana, mereka seolah-olah tidak terpengaruh oleh kedatangannya yang menyeret pangeran Ahmed Husein.

__ADS_1


Raja Salman yang sedang duduk di ruang baca sangat kaget ketika melihat Lu Sun begitu sudah kembali sambil menyeret keponakannya.


Lu Sun melempar tubuh Ahmed Husein seperti sebungkus sampah ke lantai, lalu memberi salam ke raja Salman sambil berkata,


"Selamat sore Raja Salman maaf mengganggu waktu istirahat mu.."


"Tugas yang anda berikan telah ku selesaikan semua harap anda memenuhi janji anda sebelumnya.."


Raja Salman menoleh kearah kedua pengawalnya memberi kode agar mereka mengurusnya.


Pengawal yang satu segera maju dan berteriak memanggil bawahannya datang mengurus pangeran pemberontak itu.


Sedangkan yang satu lagi dengan terburu-buru dia pergi meninggalkan ruangan tersebut.


Tak lama kemudian dia langsung kembali bersama Giok Lan, tanpa Giok Lan mereka tidak bisa berkomunikasi dengan Lu Sun.


Bila sampai terjadi salah paham karena perbedaan bahasa mereka semua akan menjadi konyol di tangan Lu Sun.


Dan yang paling mengerikan mereka akan menjadi bahan tertawaan dunia, reputasi kerajaan mereka yang ribuan tahun bisa hancur karena nya.


Melihat suaminya masih berdiri di sana, Giok Lan sambil tersenyum segera merangkul lengan suaminya.


Sedangkan Lu Sun dari awal mereka bertemu hanya bertanya dua hal saja..


"Gimana keadaan kalian semua ?"


"Ying Ying dan Lu San di mana sekarang ?"


Setelah mendengar penjelasan dari Giok Lan bahwa mereka semua baik-baik saja dan mendapatkan pelayanan yang terbaik di istana.


Lu Sun pun tidak banyak bertanya lagi.


Sikap Lu Sun ini wajar, karena di jamannya dulu, dia seringkali harus menelan pil pahit bila harus berurusan dengan pihak istana.


Apalagi bila pihak istana tahu bahwa kelemahan terbesarnya adalah keluarganya, Lu Sun takut mereka akan menggunakan anak istrinya untuk mencoba menekannya.


Jadi meski bersikap hormat tapi dia tetap bersikap was-was terhadap pihak raja Salman.


Bila terbukti mereka punya niat buruk, Lu Sun bahkan tidak akan segan-segan melenyapkan kerajaan ini dari muka bumi.

__ADS_1


Meskipun harus ribut dengan seluruh dunia, demi keluarganya, dia tidak akan mundur selangkah pun bila menyangkut masalah ini.


Untungnya setelah Giok Lan datang, semua kecurigaan Lu Sun berhasil di hilangkan.


Setelah Giok Lan menandatangani kontrak kerjasama dengan Raja Salman yang mewakili pihak kerajaan.


Lu Sun dan seluruh keluarganya malah di undang ke jamuan makan malam bersama yang super mewah.


Di acara perjamuan inilah Raja mengungkapkan rasa terimakasih sebesar-besarnya kepada Lu Sun.


Yang di akhiri dengan saling bersulang dan minum bersama.


Di penghujung acara Lu Sun dan keluarganya pun di antar oleh pasukan pengawal kembali ke hotel mewah tempat mereka menginap.


Karena kehadiran mereka di sana sudah terkait kan dengan urusan politik kerajaan, demi keamanan keluarganya.


Pagi harinya setelah menikmati sarapan pagi, Lu Sun setelah berunding dengan ketiga istrinya memutuskan untuk langsung kembali ke Nanjing hari itu juga.


Setelah kembali ke Nan Jing Lu Sun mulai konsentrasi mengurus Groups Lu seorang diri, tanpa kehadiran David, Lu Sun menjadi lebih sibuk.


Lu Sun sudah berusaha mencari pengganti David, tapi dia belum bisa menemukan orang yang tepat dalam waktu singkat.


Jason pernah di beri kesempatan mencobanya, tapi karena faktor bakat marketing dan jiwa kepemimpinan nya yang kurang.


Akhirnya Jason di kembalikan lagi ke bagian kepala produksi.di pabrik.


Untuk sementara waktu posisi David masih dirangkap sendiri oleh Lu Sun, sehingga dia menjadi extra sibuk.


Sedangkan Ying Ying setelah melakukan pembicaraan dengan Giok Lan, akhirnya dia menjual saham San San Coorporate miliknya kepasar bebas di bantu sama Giok Lan.


Dia hanya menahan 30% saham perusahaan dan bertindak sebagai pemegang saham pasif dan tidak perlu ikut mencampuri urusan perusahaan lagi.


Sepenuhnya di serahkan ke profesional yang mengurusnya.


Kini Ying Ying mengikuti jejak Xue Yen menjadi wakil direktur Group Lu, mereka berdua bekerja sama membantu Lu Sun mengurus bagian internal perusahaan.


Sedangkan eksternal perusahaan di tangani oleh Lu Sun sendiri.


Hanya Giok Lan yang tidak bisa di perbantukan membantu Lu Sun, karena urusan perusahaan ayahnya juga tidak kalah rumit dengan group Lu.

__ADS_1


__ADS_2