
Ying Ying tersenyum dan menggelengkan kepalanya sambil berkata,
"Tidak perlu sayang.. makasih banyak sya sayang, sudah mengantar ku kekantor, "
Lu Sun mengeluarkan bekal roti dan juice dari dalam gelangnya, kemudian berikan pada Ying Ying sambil berkata,
"Masuklah kedalam, jangan lupa sarapan.."
Ying Ying mengangguk dan melemparkan tatapan mesra dan senyum manis, kemudian membalikkan badannya dengan menenteng bekal dari Lu Sun dia berjalan memasuki kantor nya.
Lu Sun memperhatikan sampai bayangan punggung Ying Ying menghilang, dia baru beranjak dari tempat itu.
Lu Sun sambil berjalan menuju lift dia menelpon Victor, begitu tersambung,
Lu Sun sambil berjalan menuju lift berkata,
"Vic jemput aku di kantor Ying Ying."
"Siap boss.."
Lu Sun berdiri santai di lobby gedung perkantoran di mana banyak orang berlalu lalang di sekitarnya.
Begitu melihat mobil Victor datang, Lu Sun segera berjalan keluar dari lobby kantor, masuk kedalam mobil Victor.
Mobil Victor pun terlihat melaju meninggalkan gedung perkantoran tersebut.
Sambil menyetir Victor bertanya,
"Kemana kita sekarang, boss ?"
"Cari tempat minum kopi yang santai tidak jauh dari tempat itu, ada minimarket yang menjual alat tulis."
Victor mengangguk dia berpikir sejenak kemudian dia membelokkan mobilnya ke kanan jalan sambil memberikan lampu lighting kanan.
Tak lama kemudian mereka parkir di seberang sebuah cafetaria yang disebelah nya persis ada mini market .
Lu Sun tersenyum dan berkata,
"Wah kamu benar-benar hebat Vic tempat seperti inipun bisa kamu temukan.."
Victor tertawa dan berkata,
"Kebetulan saja bos, dulu Chintya pernah kerja paruh waktu di minimarket ini sambil kuliah, dan aku sering menunggunya pulang kerja sambil duduk santai di cafe ini."
Lu Sun menepuk-nepuk bahu Victor dan berkata,
"Terimakasih banyak Vic, kamu tolong pesankan segelas susu cappucino untuk ku, aku mau ke minimarket itu dulu nanti baru menyusul mu."
__ADS_1
Lu Sun langsung menyeberang jalan dan masuk kedalam minimarket tersebut.
Lu Sun hanya membeli sebuah kertas note kecil dan sebatang pulpen, kemudian berjalan menuju kasir membayar nya.
Dengan kartu yang pernah diberikan oleh Ying Ying kepadanya.
Habis dari kasir dia pergi kesebuah mesin ATM mengambil sejumlah uang Yuan untuk keperluan nya.
Setelah itu dia baru berjalan memasuki cafetaria yang terletak disebelah minimarket tersebut.
Lu Sun langsung menghampiri Victor duduk di depan nya dan meletakkan Moyes kecil dan pulpen di meja.
Menyambar gelas di depan nya, lalu mulai minum dengan santai.
Setelah minum beberapa teguk dia mengeluarkan HP nya, membuka file foto.
Memperhatikan sebuah tanda tangan cukup lama, beberapa kali terlihat Lu Sun memperbesar gambar tanda tangan tersebut.
Beberapa saat kemudian Lu Sun mulai meniru tanda tangan tersebut diatas kertas note kecil yang dia beli.
Victor hanya melihat nya saja, tapi dia tidak bertanya apapun kepada Lu Sun.
Dia paham benar boss nya ini tidak pernah melakukan pekerjaan yang tanpa manfaat.
Victor hanya duduk santai menikmati kopi dan kue Pie susu didepan nya dan sepiring kentang goreng.
Tak lama kemudian Lu Sun sudah menemukan gaya tanda tangan tersebut sehingga dengan lancar dia berhasil meniru goresannya dengan sama persis.
Setelah berhasil dia baru hentikan aktivitas nya dan berkata,
"Vic tolong antarkan aku ke gedung kantor pusat groups Xie, sekarang."
tanpa banyak bertanya dan membantah Victor langsung jawab,
"Baik boss.."
Kemudian mereka berdua berjalan keluar dari cafetaria tersebut, sesaat kemudian mobil Victor sudah kembali meluncur di jalan menuju kantor pusat groups Xie.
"Vic soal David kemaren ceritanya baru setengah jalan, coba lanjutkan lagi."
"Kemaren kalau gak salah sampai gadis itu mengandung anak kakak iparnya."
Victor mengangguk dan berkata,
"Viona awalnya berpacaran dengan pemuda anak orang kaya yang bernama Samuel Chu."
"Samuel Chu adalah tuan muda kedua dari keluarga Chu yang terkenal kaya raya dan memilikinya kekuasaan dan kekuatan besar di seluruh China."
__ADS_1
Lu Sun mengangguk dia sudah mendengar nya dan sudah tahu, keluarga ini pun bakal jadi targetnya setelah membereskan keluarga Xie.
Victor yang melihat Lu Sun terlihat tidak terkejut, dia pun kembali melanjutkan ceritanya.
"Viona bukan dari keluarga orang kaya, ayahnya hanya kontraktor perumahan usaha skala kecil."
"Bila di bandingkan orang biasa, keluarga Viona termasuk berkecukupan, tapi bila dibandingkan keluarga Chu ya tentu sangat jauh berbeda."
"Tapi karena Samuel Chu tergila-gila dengan kecantikan gadis itu, dia pun melamar Viona untuk menjadi istrinya."
"Viona dan keluarganya tidak menolak, begitupun dengan keluarga Chu."
"Kedua orang tua Samuel Chu, menerima Viona dengan sangat baik dan ramah."
"Di acara keluarga itulah Viona berkenalan dengan kakak Samuel Chu yang bernama Vicky Chu."
"Begitu diperkenalkan Vicky Chu langsung jatuh hati dengan Viona, tapi karena Viona adalah calon adik iparnya dia pun tidak bisa apa-apa."
"Tak lama kemudian menikahlah Viona dengan Samuel Chu, pesta pernikahan diselenggarakan dengan meriah."
"Selesai pesta Viona dan Samuel Chu yang membuka kamar di hotel tempat pesta di selenggarakan pun kembali ke kamar mereka."
"Tapi ketika Viona sedang mandi, Ibunya Samuel menelpon mengatakan bahwa ayahnya sedang mabuk berat, supir mereka sedang keluar semua mengantar tamu dan saudara mereka.
"Sedangkan kakaknya Vicky tidak bisa dihubungi karena HP nya tidak aktip.'
"Jadi Samuel di minta mengantar ayah dan ibunya pulang sebentar."
"Samuel kemudian memberitahu Viona yang sedang berada di kamar mandi, Viona menyetujuinya tanpa pikir panjang."
"Vicky Chu yang sedang di cari-cari oleh ibunya ternyata nginap di hotel yang sama, karena besok pagi dia harus berangkat ke Korea, sedangkan dari rumahnya perjalanan terlalu jauh."
"Dengan pertimbangan hotel ini lebih dekat ke bandara, jadi dia pun membuka kamar di sana."
"Vicky Chu yang sedang patah hati karena gadis yang disukainya malah menikah dengan adiknya, malam itu minum sangat banyak."
"Dalam keadaan mabuk dia malah secara tidak sengaja nyasar ke kamar Viona dan Samuel."
"Viona yang mendengar pintu sedang berusaha di buka oleh orang dari luar, mengira itu Samuel yang pulang tapi tidak bisa masuk."
"Viona berpikir mungkin Samuel terburu-buru sehingga tidak membawa kunci kamar, jadi Viona yang baru habis selesai mandi berbalut handuk langsung membuka pintu tanpa mengintip lebih dahulu dari lubang pintu."
"Begitu pintu terbuka, Vicky yang mabuk langsung menerkam Viona dan memperkosa nya dalam keadaan mabuk."
"Setelah itu dia pun pergi begitu saja meninggalkan Viona yang dalam kondisi tidak sadarkan diri."
"Begitu Samuel pulang melihat kondisi Viona, dia menjadi sangat marah."
__ADS_1