KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
LU SAN MELAYANI WU CHING


__ADS_3

Ying Ying selamat dalam pelukan suaminya, tiba-tiba pedang naga siluman semesta di tangannya bergetar hebat.


Pedang itu berputar cepat meronta lepas dari pegangan tangannya, kemudian melesat kearah punggung Lu San.


Menyatu kedalam tubuhnya, dalam posisi berdiri tegak.


Pedang itu menghilang begitu saja masuk kedalam tubuh Lu San.


Tubuh Lu San sesaat tersentak, kemudian mengeluarkan cahaya hijau yang sangat terang.


Kulit Lu San berubah jadi hijau penuh sisik, matanya merah muncul sepasang tanduk naga di kepala nya.


Sesaat kemudian semua itu lenyap tak berbekas.


Lu San kembali ke bentuk normalnya yang berpenampilan Lu Fan.


Ying Ying sempat terkejut dan cemas melihat anaknya berubah jadi monster.


Tapi sesaat kemudian dia pun bernafas lega kembali, melihat Lu San kembali ke bentuk manusia.


Hanya saja penampilan putranya kini berubah total, berganti bentuk menjadi Lu Fan.


Ying Ying awalnya sedikit kaget, tapi saat teringat kondisi Jin Bao yang berubah jadi Lu Sun, keadaan ayah dan anak ini kini mirip, diapun kembali tenang dalam pelukan lembut suaminya.


Lu Sun melepaskan energi pelindung Im Yang Sen Kung, sehingga tidak ada energi yang bisa melukai dia dan Ying Ying.


Lu Sun membawa Ying Ying mundur menjauhi arena pertarungan.


"Sayang kamu pulihkan kekuatan mu dulu, aku akan menjaga mu."


"Sambil menunggu Giok Lan kemari untuk berkumpul.'


ucap Lu Sun pelan.


Ying Ying mengangguk dia segera duduk bersila memulihkan tenaganya.


Sementara itu tebasan pedang merah biru yang terpental sudah berhasil di kendalikan oleh Wu Ching.


Dia menatap dengan tajam kearah Lu San sambil tertawa gembira.


Dia sangat senang karena sebentar lagi dia akan menghadapi lawan tanding yang sangat sesuai.


Pedang cahaya di tangan Lu San menurutnya sangat menarik dan pantas menjadi.lawan kedua pedangnya.


Sementara itu Lu San setelah pulih dia langsung berteriak


"Hei kodok hijau,.semua anak catak mu, di Jepang sudah ku habisi semua.."


"Kini giliran mu kodok tua.."


ucap Lu San sambil tersenyum mengejek.

__ADS_1


"Coba saja kalau mampu, kemarilah mari kita buktikan siapa lebih unggul..'


ucap Wu Ching tidak menanggapi ejekan Lu San.


Kedua nya sama sama melesat ke udara saling serang dengan jurus jurus mematikan yang mereka masing-masing kuasai dengan baik.


Mereka berubah menjadi dua gulung sinar keemasan dan gulungan sinar merah biru.


Saling berbenturan di udara berulang kali, menyatu berpisah kemudian menyatu lagi berulang kali tanpa ada yang berhasil menjatuhkan lawan mereka.


Setelah sebuah benturan dahsyat yang membuat mereka sama-sama terpental menjauh.


Wu Ching selanjutnya memilih mengontrol energinya dan kembali membuat lintasan elektron berikut perisai mantra kuno lingkaran biru dan merah menghiasi kubah cahaya merah biru yang membungkusnya.


"Katak pandai sembunyi, baiklah aku mau lihat kamu bisa bersembunyi hingga kapan.?"


ucap Lu San.


Kemudian dia mulai memainkan jurus pemusnah arahat miliknya yang suka menimbulkan bencana alam di sekitarnya.


Gelombang laut mulai naik tinggi, pulau kecil mulai bergetar hebat.


Awan gelap kembali datang kali ini di Sertai dengan hujan batu es.


Tapi tidak ada batu es yang berhasil mendekati Wu Ching yang di lindungi oleh kubah cahaya.


Juga Lu San dan Lu Sun mereka masing-masing terlindung oleh kekuatan mereka masing-masing.


Lu San setelah menyerap tenaga langit dan bumi cukup banyak dia akhirnya menebaskan Pedang cahayanya kearah Wu Ching.


Lu San langsung merubah pola pergerakannya memainkan jurus kedua.


Gelombang laut menjadi semakin tinggi dan mulai menyapu wilayah pantai.


Giok Lan yang berada di dekat pantai, lekas melepaskan 10 gelang berputaran mengelilinginya.


Dengan satu kali hentakan, cahaya keemasan bercampur petir, meledak keluar dari 10 gelang emas yang sedang berputaran.


Menimbulkan efek Kekuatan dahsyat yang merobohkan seluruh pengepungnya dengan satu kali hentakan.


Seluruh pengepung terpental oleh ledakan energi yang di kerahkan oleh Giok Lan.


Setelah itu pedang Xuan Yuan dengan mudah menembus tubuh seluruh pengepungnya yang terkapar di atas pasir.


Setelah memastikan seluruh pengepungnya sudah tewas tanpa sisa.


Giok Lan pun menarik kembali 10


gelang yang sedang berputaran di sekitarnya.


Dia juga menarik kembali ratusan cahaya energi pedang Xuan Yuan, menjadi satu pedang keemasan dalam genggaman tangannya.

__ADS_1


Lalu dia melesat secepatnya bagaikan terbang kearah Lu Sun dan Ying Ying pergi tadi.


Saat tiba di dekat lokasi pertempuran Lu Fan dan Wu Ching, Lu Sun segera menyedot dan menarik Giok Lan masuk kedalam Perisai pelindung nya.


Sehingga mereka bertiga kini aman dari efek pertempuran Lu Fan melawan Wu Ching.


Lu San sudah melepaskan tebasan keduanya kearah Wu Ching.


Seberkas cahaya emas kemerahan melesat kearah Wu Ching.


Wu Ching juga melakukan serangan balasan.


"Tebasan pemutus cinta..."


teriak Wu Ching sambil melepaskan sepasang Tebasan biru merah menyambut Tebasan cahaya emasnya Lu San.


Ledakan dahsyat pun terjadi, baik Lu San maupun Wu Ching sama sama terdorong mundur.


Wu Ching dengan cepat menyusulnya dengan Tebasan kedua.nya sambil berteriak,


"Tebasan Anti cinta..."


Sepasang tebasan biru merah dengan energi yang jauh lebih dahsyat bergulung-gulung menekan kearah Lu San.


Lu San belum sempat melepaskan jurus terakhirnya, karena belum sempat mengumpulkan energi.


Tapi Tebasan Wu Ching malah sudah muncul didepan mata.


Mau tidak mau Lu San menyambutnya dan menghisap kedua energi itu masuk kedalam tubuhnya.


Kedua energi dahsyat itu masuk kedalam tubuh Lu San meledak kan seluruh baju bagian atasnya.


Sehingga kini Lu San berada dalam posisi telanj*ng dada, seluruh bajunya meledak hancur, celana dan sepatu nya juga meledak compang camping.


Tapi tanpa memperdulikan itu semua Lu San terus menyerap energi apapun yang menghampiri diri nya.


Melihat hal ini, Wu Ching menghentikan serangannya, menggantikannya dengan menyerap energi positif negatip sebanyak-banyaknya untuk membuat pelindung pertahanan


Menghadapi serangan balasan dari Lu San yang kelihatannya tidak main main dan bakal jauh lebih mengerikan di banding sebelumnya.


Perisai dengan lingkaran tulisan kuno mengeluarkan cahaya gemilang untuk menahan serangan Lu San.


Garis lintasan elektron yang mengelilingi kubah juga bereaksi menahan serangan Lu San.


Kubah Perisai pelindung bergetar hebat oleh tekanan yang di lepaskan oleh Lu San.


Seberkas cahaya merah keemasan yang membentuk sebuah bola matahari raksasa datang menghantam kubah Perisai ciptaan Wu Ching.


Kubah bergetar hebat, lintasan elektron juga bergetar hebat, kemudian meledak hancur berkeping keping.


Kini tinggal kubah Perisai yang di lindungi lingkaran bertulisan huruf kuno yang berwarna merah dan biru.

__ADS_1


Perisai tersebut masih terus bertahan, meski mulai bergetar hebat oleh tekanan Lu San yang semakin lama semakin kuat.


Akhirnya terjadi ledakan dahsyat bagaikan ledakan bom nuklir.


__ADS_2