
Lu Sun tiba-tiba mendeteksi ada serangan dari balik punggung bagian bawah nya.
Lu Sun segera menangkisnya, ternyata serangan itu hanya lemparan sebuah batu.
Serangan sebenarnya datang menghantam, bagian Dan Tian pusat penyimpanan tenaga sakti Lu Sun.
Sehingga Lu Sun pun terpental jatuh dalam posisi berlutut.
Bagian Dan Tian adalah bagian yang sangat penting bagi seorang kultivator, tempat itu merupakan tempat pusat penyimpanan tenaga sakti.
Bila bagian itu terluka, ringan akan kehilangan sebagian tenaga dalam, bila berat bisa menjadi cacat selama nya tidak bisa mengumpulkan tenaga dalam lagi.
Karena wadah tempat penyimpanan tenaga dalam tersebut sudah rusak semua tenaga dalam yang terkumpul akan buyar hilang tak berbekas.
Lu Sun Dan Tian nya tidak sampai terluka karena Chi diseluruh tubuh nya bergerak otomatis melindunginya.
Dan Tian Lu Sun hanya sedikit tergetar, sehingga sirkulasi aliran tenaga dalam ditubuhnya sedikit kacau.
Dengan mengatur nafas beberapa kali, kondisi Lu Sun sudah pulih kembali.
Tapi sewaktu dia sedang mengatur nafas, akar-akar dan dahan pohon langsung bergerak menyerang dan melilit seluruh tubuhnya.
Kakek Baju Hijau dari tempat persembunyiannya juga bergerak menyerang dada kiri Lu Sun.
Saat Tongkat itu sudah mendekati dada Lu Sun, tiba-tiba Tongkat tercengkram oleh tangan Lu Sun dengan sangat kuat.
Bagaimana pun Kakek berbaju Hijau menarik tongkatnya
Tongkat tetap tidak bisa di gerakan dan tidak bisa ditarik kembali.
Lu Sun sebenarnya tidak apa-apa, dia hanya berpura-pura terluka agar lawannya mengira dirinya cedera.
Sehingga lengah dan berbuat kesalahan yang akan dia manfaatkan oleh Lu Sun, untuk mencuri kesempatan dan mengalahkan lawan yang merepotkan ini.
Kini seluruh tubuh Lu Sun di kelilingi oleh 30 matahari kecil yang berputar-putar disekitar tubuhnya.
Api biru terpancar dari seluruh tubuhnya, meledak membakar apa pun yang berada di dekat diri nya.
Seluruh akar yang sedang melilit tubuhnya langsung hangus menjadi abu, tersambar oleh si biru yang terpancar dari tubuh Lu Sun.
Sedangkan tongkat akar kayu hitam milik si kakek baju hijau, Kim di betot oleh Lu Sun dengan suatu tarikan kuat.
Tubuh kakak itu ikut tertarik keluar dari tempat persembunyiannya, lalu kepalanya disambut cakar tangan kiri Lu Sun, yang mengandung cakar tengkorak putih.
__ADS_1
Cakar Lu Sun mendarat di kepala kakek itu, sepasang mata kakek baju hijau mendelik kearah Lu Sun dengan tatapan kaget.
Sesaat kemudian matanya mendelik keatas, sepasang matanya yang terbuka hanya menampilkan bagian putihnya saja.
Karena nyawa kakek itu telah melayang meninggalkan tubuhnya.
Seluruh tengkorak kepala kakek itu hancur berikut isi otaknya.
Meski di sana ada dewa sekalipun, akan sulit menghidupkannya kembali.
Lu Sun kemudian melempar mayat kakek itu kearah bunga pemakan daging, yang langsung menyambut dan langsung mencaplok serta menelan mayatnya.
Setelah Kakek Baju Hijau mati tidak terlihat lagi ada pergerakan dari. pohon dan akar-akar di sekitar hutan tersebut.
Kini suasana menjadi hening, ada suara berkresakkan dahan dan daun akibat tertiup angin.
Lu Sun menancapkan akar kayu hitam itu diatas tanah, kemudian berjalan meninggalkan tempat tersebut.
Lu Sun berhasil keluar dari hutan tersebut tanpa ada yang menghadang perjalanannya.
Lu Sun akhirnya tiba di sebuah Padang gersang dan tandus
Sepanjang mata memandang hanya ada tanah tandus, dan bebatuan alam yang besar-besar.
Lu Sun memperhatikan susunan bebatuan tersebut untuk memastikan apakah ada jebakan formasi menyesatkan di dalam nya.
Setelah memastikan wilayah itu aman untuk di lalui, Lu Sun pun mulai melangkah memasuki wilayah itu dengan pelan-pelan.
Lu Sun terus berjalan selangkah demi selangkah sambil memperhatikan bebatuan di sekitarnya.
Akhirnya Lu Sun tiba di bagian tengah dari area bebatuan tersebut.
Lu Sun melihat ada seorang pria berkepala botak di bagian tengahnya, sedang kan bagian pinggirnya ditumbuhi rambut putih panjang sampai ke punggungnya di biarkan terurai.
Di tinjau dari penampilannya, pria itu paling berusia 40 tahun, jenggot dan kumis nya terpelihara dengan rapi.
Badannya kekar berotot, kulitnya berwarna kecoklatan, Tubuh bagian atas pusarnya di biarkan terbuka, dia hanya memakai celana saja, tanpa mengenakan baju.
Kkedatangan Lu Sun, membuatnya membuka sepasang matanya yang sedang terpejam.
Sepasang matanya menyorotkan sinar tajam seperti mengeluarkan cahaya api dikedua pupil matanya.
Orang aneh apa lagi yang akan dia hadapi saat ini, dari hawa yang terpancar dari tubuh orang ini, Lu Sun yakin orang ini menyimpan kekuatan tenaga inti api yang sangat dahsyat.
__ADS_1
Pria itu berdiri dari duduknya dengan ujung jempol kaki sebagai tumpuan nya buat berdiri.
Pria itu mengawasi Lu Sun dari atas hingga ke bawah kemudian berkata,
"Apa yang sedang kamu cari di sini ?"
Lu Sun tersenyum dan memberi hormat,
"Maaf menganggu ketenangan senior berlatih, saya kebetulan numpang lewat saja.."
"Ha..ha..ha..ha..! numpang lewat sampai datang ketempat ini, kamu jelas tidak berbicara jujur."
"Tapi sudahlah tidak apa-apa, semua itu bukan masalah."
"Kedatangan mu sangat kebetulan sehingga aku bisa menguji, beberapa ilmu yang baru saja rampung kuciptakan ."
Pria itu pun mulai memasang ancang-ancang, kemudian dia melesat menyerang Lu Sun dengan sepasang telapak tangan terbuka yang mengeluarkan sinar kemerahan, menyelimuti sepasang tangannya.
Tangan kanan terarah ke bagian wajah menutupi pandangan Lu Sun, kemudian tangan kiri menyusul datang dengan cepat kearah dada kiri, yang terarah tepat ke jantung Lu Sun.
Suatu serangan yang cepat dan telengas, bertujuan ingin menghabisi nyawa Lu Sun, secepat mungkin.
Padahal di antara mereka tidak ada dendam sama sekali, bahkan nama pun mereka tidak saling tahu.
Ini menunjukkan bahwa pria ini adalah seseorang yang ringan tangan dalam melenyapkan nyawa musuh-musuh nya.
Lu Sun bersikap tenang, dengan menggeser mundur satu langkah, kemudian bergerak kesamping Lu Sun pun membalasnya dengan sepasang tapak yang mengeluarkan uap biru yang berhawa dingin.
Pukulan Lu Sun yang datang dari samping bertujuan melumpuhkan bahu dan pinggang pria itu.
Dengan memutar tubuhnya, sepasang telapak tangannya, menyambut sepasang telapak tangan Lu Sun.
"Cesss..!"
"Banggg...!"
Sepasang tapak berhawa dingin dan panas berbenturan diudara, menimbulkan bunyi seperti Api bertemu Es.
Getaran Pertemuan pertama ini, membuat Lu Sun dan pria itu sama-sama terdorong mundur sebanyak 3 langkah kebelakang.
Ini menunjukkan kekuatan mereka cukup berimbang, kalaupun ada selisih pun itu hanya selisih tipis.
Setelah sama-sama terpental mundur pria itu, menendang tanah di bawahnya, kemudian tubuhnya melesat dengan sangat cepat seperti terbang.
__ADS_1
Menyerang kearah Lu Sun dengan sebuah cahaya bola Api berwarna biru yang terarah ke Lu Sun.