KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
MENYIAPKAN MAKAN PAGI


__ADS_3

Lu Sun menggendong Ying Ying dengan mesra melayang melalui balkon masuk kedalam kamar mereka.


Lu Sun lebih nyaman menggunakan jalur itu, karena terasa lebih bebas dan tidak menjadi pusat perhatian orang di dalam rumah.


Apalagi saat ini Xue Yen lagi mengambil cemburu, bila dia menunjukkan kemesraannya bersama Ying Ying didepan nya.


Lu Sun khawatir bibirnya bisa semakin panjang seperti ikan tembakang.


Ying Ying menikmati pijatan Lu Sun sambil berendam bersama Lu Sun, saking nikmatnya dia sampai tertidur dalam pelukan Lu Sun.


Lu Sun menjaga airnya tetap hangat agar Ying Ying merasa nyaman berendam nya.


Ying Ying baru bangun saat merasa kebelet ingin pipis.


Ying Ying sangat terkejut saat menyadari Lu Sun masih menjaganya selama dia tertidur tadi


"Sayang kenapa tidak membangunkan atau memindahkan ku ke kasur ?"


"Kamu pasti pegal ya duduk tidak bergerak menopang tubuhku dari tadi ?"


ucap Ying Ying merasa tidak enak sambil membelai wajah suaminya.


Lu Sun tersenyum dan berkata


tenang saja aku sudah biasa berkultivasi sambil duduk tidak bergerak-gerak selama berminggu-minggu kadang sampai berbulan-bulan."


"Jadi ini cuma masalah kecil saja."


Ucap Lu Sun memegang tangan Ying Ying dengan lembut, dan berkata,


"Kamu pasti sangat lelah sepulang kerja, jadi aku ingin kamu rileks dan tidur sepuasnya tanpa terganggu."


"Gimana sekarang udah lebih segar kan ?"


Ying Ying tersenyum aneh sambil memegang **** * nya.


"Ya sudah jauh lebih segar sekarang, tapi maaf sayang aku sedang kebelet pipis."


Lu Sun tersenyum lebar mendengar penjelasan Ying Ying.


Lu Sun membantu Ying Ying berdiri dan keluar dari bathtub yang licin dengan hati-hati.


Lu Sun menyusul bangun dan membuang air bekas mereka berendam tadi.

__ADS_1


Lu Sun membilas tubuhnya dengan air pancuran, sambil menunggu Ying Ying selesai pipis.


Lu Sun menggendong Ying Ying ke kasur mereka dan berkata,


"Sayang aku boleh..?"


Ying Ying tidak menunggu Lu Sun menyelesaikan kalimatnya dia menarik belakang leher suaminya dengan melingkarkan kedua tangannya.


Lalu memberikan ciuman mesra, hasrat terpendam Lu Sun langsung meledak dengan penuh semangat dia menikmati kehangatan pelayanan dari istrinya yang sangat lembut dan cantik.


Tapi Lu Sun membatasi diri hanya bertempur dua ronde saja, setelah memuaskan hasratnya dan memuaskan Ying Ying hingga tertidur pulas kembali.


Lu Sun langsung berpakaian rapi dan melesat pergi ke dermaga Xie.


Lu Sun memantau dari Udara dermaga tersebut masih sepi, tidak terlihat ada aktivitas.


Lu Sun melihat jam ditangannya menunjukkan pukul 3 pagi.


Kenapa masih sepi atau mereka merubah jadwal dan lokasinya, setelah semua kejadian tadi siang dimana ke 5 pembunuh bayaran mereka ditangkap polisi.


Di saat Lu Sun sedang meragu terlihat lampu tembak dari arah laut berkedip-kedip 5 kali.


Tak lama kemudian lampu suar dari dermaga juga membalas dengan kedipan 3 kali.


Aktivitas di dermaga mulai sibuk, menjelang kedatangan kapal-kapal dari tengah laut hendak merapat.


Orang-orang yang bekerja sebagai buruh pelabuhan mulai bermunculan.


Di samping itu bawahan kakek Sie yang bersenjata lengkap menjaga keamanan dan mengatur truk kosong untuk muat kontainer yang berada diatas kapal-kapal itu mulai sibuk memundurkan buntut mobil mereka kepinggir pelabuhan.


Lu Sun sendiri mencari tempat yang gelap dan tinggi bersembunyi di sana mengawasi situasi kesibukan yang sedang terjadi di dermaga.


Lu Sun memperhatikan menghitung jumlah pengawal bersenjata di sana tidak kurang dari 50 orang.


Dermaga itu cukup besar, sehingga 3 kapal besar bisa merapat sekaligus, sedangkan dua kapal yang lainnya masih menunggu ditengah laut.


Setelah kapal merapat dan tali pengikat antara kapal dan dermaga sudah terikat rapi.


Kontainer yang berisi gadis muda mulai dipindahkan dari atas kapal menggunakan alat berat menuju mobil truk yang berjajar rapi di sana menunggu muatan.


Sebelum mobil bermuatan itu berangkat, Lu Sun mulai beraksi melumpuhkan ban mobil truk itu dengan Liu Mai Sen Cien miliknya.


Lalu dia sendiri mulai berkelebatan seperti seekor burung raksasa menyerang para pengawal bersenjata dengan totokan energi jari matahari.

__ADS_1


Suara tembakan menggema di mana-mana dilepaskan oleh para pengawal kakek Xie yang panik.


Suasana di pelabuhan menjadi kacau, para buruh berlari berhamburan sambil memegangi kepala mereka


Takut terkena peluru nyasar, tapi peluru yang mereka tembakkan ke udara tidak ada satupun yang berhasil mengenai Lu Sun.


Sebaliknya mereka satu persatu mulai berdiri mematung tidak bisa bergerak.


Selesai membereskan para pengawal di pelabuhan, Lu Sun mulai beralih menyerang dan melumpuhkan satu persatu awak kapal yang juga bersenjata dan bersiaga menyerangnya dengan berondongan senapan mesin ditangan mereka.


Tapi sama seperti para pengawal di pelabuhan satu persatu mereka roboh dalam keadaan tertotok tidak bisa bergerak.


Lu Sun selesai membereskan Ketiga kapal yang berlabuh.


Dia segera terbang menyusul kearah dua kapal lainnya yang belum sempat merapat.


Melihat ada situasi yang tidak beres, mereka segera memutar kapal mereka berusaha melarikan diri.


Tapi mereka tidak bisa lolos dari kejaran Lu Sun yang bisa terbang melayang di udara dengan kecepatan tinggi.


Satu persatu seluruh awak kapal yang bersenjata termasuk kapten kapal berhasil Lu Sun lumpuhkan dengan jari matahari.


Setelah melumpuhkan para penjahat itu, Lu Sun kembali ke dermaga, menggunakan telpon dari salah satu pimpinan kepercayaan Kakek Xie.


Menelpon kantor polisi, sambil menelpon Lu Sun membebaskan satu persatu gerbong kontainer yang mengurung gadis-gadis yang di jadikan traffic king.


Para gadis itu terlihat berdiri bingung menatap pemuda tampan bertubuh tinggi besar, yang melepaskan mereka dari kurungan kontainer.


Setelah melepaskan semua tahanan yang ada di pelabuhan Lu Sun langsung pergi meninggalkan tempat tersebut saat terdengar sirene mobil polisi yang datang.


Lu Sun tidak langsung pulang tapi dia terlihat muncul di pasar pelelangan ikan dan hasil laut yang letaknya tidak berjauhan dengan dermaga Xie.


Di sana Lu Sun berbelanja ikan udang cumi kepiting, kemudian dia menggunakan taksi pergi ke pasar di dekat rumahnya.


Di sana Lu Sun membeli berbagai jenis sayuran dan daging serta bahan-bahan untuk memasak.


Sampai dirumah hari masih pagi rumah masih sepi, melirik jamnya sekilas baru jam 5 pagi.


Lu Sun langsung menuju dapur membersihkan dan menyiapkan semua bahan masak yang dibelinya.


Setengah jam kemudian beberapa pembantu yang biasanya bangun pagi terkejut melihat kehadiran tuan mereka pagi-pagi di dapur.


Mereka buru-buru membantu Lu Sun menyiapkan bahan-bahan yang Lu Sun perlukan.

__ADS_1


Mendapat bantuan dari mereka pekerjaan Lu Sun menjadi lebih cepat.


__ADS_2