KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
AKSI PENYELAMATAN GIOK LAN


__ADS_3

Giok Lan yang buru-buru menuju ke rumah sakit Zhong Da sesuai pesan Lu Sun.


Baru saja dia keluar dari lingkungan sekolah.


Dia langsung menyadari ada dua mobil sedan hitam yang terus membuntutinya di belakang.


Dengan cerdik Giok Lan mengambil jalan raya yang ramai dan padat.


Dia tidak mau mengambil jalan bebas hambatan yang sepi dan lenggang, agar pihak penguntit tidak bisa melakukan aksinya.


Kendaraan yang di kendarai Giok Lan beberapa kali mengalami macet, tapi Giok Lan tidak ambil pusing.


Dia bersikap santai, apapun yang terjadi di rumah sakit Zhong Da, dia juga tidak bisa bantu banyak, yang penting saat ini adalah keselamatan Lu San dan dirinya.


Bila mereka terjadi sesuatu justru malah menambah beban baru buat Lu Sun.


Setelah beberapa kali menyalip sana sini akhirnya Giok Lan berhasil melewati pusat


kemacettan.


Tapi dua mobil hitam masih terus mengikuti kendaraan nya.


Giok Lan kali ini menancap gas mempercepat laju kendaraannya mengambil jalan berbelok-belok keluar masuk gang.


Mencoba kabur dari para penguntit yang terus membuntutinya.


Melihat Giok Lan mulai tancap gas, para penguntit sadar Giok Lan tentu sudah menyadari keberadaan mereka.


Jadi mereka kini tidak sungkan-sungkan lagi, bahkan dalam keramaian mereka tetap melepaskan tembakan kearah mobil Giok Lan.


Giok Lan terkejut saat menyadari mobil yang di kendarai nya mulai ditembaki dari belakang oleh para penguntitnya.


Giok Lan semakin panik saat menyadari mobil lapis baja dan kaca anti peluru nya ternyata bisa di tembus oleh peluru yang ditembakkan oleh para penguntitnya.


Sambil sedikit merunduk, Giok Lan menarik Lu San untuk berbaring kebawah.


Lalu dia melarikan mobilnya secara Zig Zag dan berbelok-belok menghindari tembakan yang datang dari arah belakang.


Tiba-tiba di depan jalan ada tempat makan yang di gelar sampai ke trotoar, sambil membunyikan klakson mobil.


Tiada pilihan lain Giok Lan menghajar tenda-tenda di pinggir jalan itu.

__ADS_1


Orang yang sedang makan buru-buru melarikan diri menghindar sambil mengumpat Giok Lan yang meluluh lantakkan tempat tersebut.


Saat orang-orang sedang berkerumun, dari arah belakang kembali muncul dua kendaraan lain yang juga menyusul melintasi tempat tersebut.


Memperparah keadaan yang sudah parah itu.


Setelah melakukan beberapa kelokan dalam keadaan buru-buru, Giok Lan masuk kedalam area parkir mall.


Giok Lan bahkan tidak sempat mengambil tiket parkir, dia langsung menabrak palang penghalang, yang hancur berantakan tertabrak oleh mobil Giok Lan.


Mobil melaju kencang terus berputar-putar di dalam area parkir kemudian menanjak keatas.


Dari arah belakang Giok Lan para penguntit masih terus melepaskan tembakan kearah mobil Giok Lan.


Para petugas keamanan mall yang melihat hal itu, hanya bisa menghubungi pihak berwajib.


Mereka tidak bisa mengatasi keadaan berbahaya yang di hadapi oleh Giok Lan.


Akhirnya mobil Giok Lan tiba di bagian paling puncak dari area parkir, dia menghadapi jalan buntu.


Tidak ada jalan lain , Giok Lan menarik rem tangan dan berputar arah hingga ban mobilnya berdecit-decit menimbulkan bekas yang membekas di lantai area parkir.


Begitu kopling di lepaskan mobilnya melaju seperti terbang melesat kearah mobil kedua penguntitnya.


Giok Lan memejamkan matanya tidak memperdulikan tembakan yang di lepaskan dari arah depan.


Dia juga tidak perduli dengan dua mobil yang melaju kearahnya, dimana mobil mereka bisa bertabrakan bila dia terus melaju.


Tapi saat mobil Giok Lan dan para penguntitnya hampir bertabrakan, secara reflek kedua mobil penguntitnya membanting stir mereka ke kiri dan ke kanan menghindari benturan.


Lalu mereka menarik rem darurat berputar arah dan melanjutkan pengejaran.


Sementara itu mobil Giok Lan sudah mulai melaju menuruni area parkir, ingin meninggalkan mal tersebut.


Saat mobil Giok Lan berada di lantai 4 sebuah mobil hammer berwarna putih, tiba-tiba melaju kencang menabrak mobil yang sedang menguntit Giok Lan dari belakang.


Mobil yang terkena tabrakan dari arah samping itu, terseret kesamping dan terus melaju menuju pembatas gedung parkir.


Setelah menabrak hancur tembok pembatas parkir mobil penjahat yang menguntit mobil Giok Lan langsung meluncur terjun dari lantai 4 jatuh kelantai satu.


Begitu mobil hitam itu mendarat di lantai satu mobil tersebut langsung meledak menimbulkan suara hiruk pikuk yang menggetarkan seluruh gedung area mall.

__ADS_1


Mobil hammer itu setelah berhasil menghancurkan salah satu mobil penguntit Giok Lan.


Dia segera bergerak mundur memutar arah melaju mengejar kearah mobil penguntit yang satu lagi yang masih terus mengejar mobil Giok Lan.


Mobil hammer putih tertinggal beda satu lantai di banding mobil penguntit dan mobil Giok Lan.


Setelah melakukan perhitungan baik-baik mobil hammer putih meluncur dari lantai 3 melewati pembatas dan langsung menghantam mobil penguntit dari arah samping atas.


"Brakkk...!!"


Mobil Hammer putih dan mobil penguntit itu terjun dari gedung lantai dua mendarat di lantai satu menimbulkan suara hiruk pikuk.


Sebelum mobil putih jatuh kelantai satu dari dalam mobil melayang keluar sesosok manusia berpakaian jas putih bertubuh tinggi besar dengan rambut menutupi sebagian wajahnya yang tampan.


Sosok itu melayang ringan keluar dari mobilnya dan mendarat tidak jauh dari mobil hitam yang jatuh kelantai satu.


Begitu melihat dari dalam mobil keluar 4 sosok berjas hitam, tanpa basa-basi pemuda itu melepaskan pukulan yang mendatangkan 4 cahaya emas yang membentuk 4 ekor naga emas yang meliuk-liuk menghantam ke 4 orang yang baru keluar dari mobil.


Keempat orang itu sangat terkejut, mereka tidak sempat menghindar hanya bisa sekuat tenaga menggunakan tangan mereka menahan benturan.


"Bannggg .!!"


Keempat sosok itu hancur berantakan dengan potongan tubuh berserakan tidak kuat menahan serangan pemuda itu yang sangat dahsyat dan keras.


Tapi setelah memperhatikan potongan tubuh yang berserakan pemuda itu mengerutkan alisnya yang tebal.


Dia berjongkok meraih potongan tangan di hadapannya yang tidak berdarah, hanya ada kabel-kabel bergelantungan dan mengeluarkan Sambaran listrik kecil-kecil seperti ada korsleting listrik.


Mobil Giok Lan yang baru mencapai lantai satu berhenti sejenak membuka kaca jendela.


"Kamu tidak apa-apa Peter..?!"


Pemuda itu tersenyum menganggukkan kepalanya sambil memberi tanda jempol kearah Giok Lan dan berkata,


"Nyonya silahkan duluan, masalah di sini serahkan ke saya.."


Giok Lan menganggukkan kepalanya menutup kaca jendela mobil, lalu mobilnya pun melaju meninggalkan tempat tersebut.


Setelah bayangan mobil Giok Lan menghilang, pemuda itu baru berjalan menghampiri mobil hammer putih nya yang dalam keadaan terbalik.


Dengan sekali dorong mobil yang sedikit penyok itu sudah di kembalikan ke posisi semula.

__ADS_1


__ADS_2