KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
42. Seseorang Menghadang 2: Kekhawatiran Guru Li


__ADS_3

Benua Bawah, Kekaisaran Bawah, Kerajaan Atas, Kota Zong, dekat Wilayah Hutan Kematian, Di Pertengahan jalan menuju Kediaman Li Guan.


Chu Ning, Xuan Hu, Shen Long dan Yu Zuan terpaksa harus menghadapi pria berambut kuning dengan ke 24 pasukannya itu.


Xuan Hu yang sudah naik pitam karena ia sudah mengantuk dengan cepat mengeluarkan jurus andalannya.


"Elemen Tanah: Pukulan Mematikan!!". Xuan Hu memukul tanah yang dia injak saat ini, dan gempa pun terjadi.


Karena tempat perkelahian tersebut di dekat Hutan Kematian dan itu jauh dari pemukiman warga, jadi gempa yang di hasilkan walaupun agak besar tapi tak sampai ke pemukiman warga.


Xuan Hu mengerahkan hampir seluruh tenaganya untuk jurusnya saat ini, tanah bergelombang tercipta saat tangan nya menyentuh tanah.


Serangan tersebut di tujukan pada ke 25 musuh yang ada di hadapannya, tapi dalam sekejap gelombang tanah itu berhenti secara tiba tiba.


"Hah? Apa yang terjadi?". Xuan Hu merasa heran dengan yang di lihatnya.


"Hahaha.... Apa kau pengguna Elemen Tanah?? Aku juga pengguna Elemen Tanah, lebih baik kau tak usah menggunakan jurus murahan seperti itu, tak ada gunanya!". Kata pria rambut kuning itu.


Xuan Hu menggigit bagian bawah bibirnya karena merasa di rendahkan, pasalnya dia menggunakan hampir seluruh tenaganya hanya untuk jurus yang tadi, tapi pria rambut kuning tersebut dengan gampang nya mematahkan jurus itu.


"Kalau begitu, bagaimana dengan ini??"


"Elemen Petir: 1000 Jarum Petir!!". Yu Zuan yang melihat Kakak Seniornya di rendahkan mengeluarkan jurusnya, ia agak marah karena hal itu.


"Elemen Tanah: Dinding Absolut!!". Pria rambut kuning itu mengangkat tangannya di iringi dengan munculnya dinding pembatas yang melindunginya dari serangan Yu Zuan, hingga serangan tersebut habis dan hanya menggoreskan dinding itu saja tanpa ada satupun jarum yang menembus dinding itu.


"Sangat kuat...". Puji Yu Zuan yang melihat kejadian itu.


"Yah, kau benar. Itu lebih kokoh dari Jurus dinding elemen tanah yang kupunya, apakah kita bisa melawannya?". Ekspresi keragu raguan di tunjukan oleh Xuan Hu.


"Aku tanya sekali lagi, apa tujuanmu menghadang kami??". Chu Ning yang geram akan tingkah laku pria rambut kuning itu, akhirnya mengajukan pertanyaan itu lagi.

__ADS_1


"Sudah kubilang sebelumnya, aku hanya ingin memberi kalian pelajaran, itu saja". Dengan nada yang santai, pria rambut kuning itu menjawab.


"Senior, lebih baik kita serang saja mereka!!". Kata bawahannya yang ada di sampingnya.


"Yah kau benar, lebih cepat lebih baik! Kalian..... Serang mereka!!". Dengan arahan dari si senior itu, ke 24 bawahannya maju menyerang.


"Haah.... Padahal aku sudah mengantuk, ah sudahlah....". Keluh Shen Long dengan malas.


"Kalian berhati hati lah, 3 dari mereka ada di Tingkat Kultivasi Tahapan Awal Tingkat Kristal Bintang 3, sisa nya ada di Tingkat Kristal Bintang 1, lalu si pria rambut kuning itu ada di Tingkat Kristal Bintang 5, 2 langkah di atas mu Adik Zuan". Jelas Chu Ning dengan pengamatannya.


"Aku mengerti, Kakak Pertama....". Jawab Yu Zuan singkat.


"Baiklah, ayo kita selesaikan ini dengan cepat! Aku sudah ngantuk...". Kata Shen Long dengan malas lagi.


Perkataan Shen Long membuat kedua kakak seniornya bingung, karena Shen Long sendiri ada di Tingkat Emas Bintang 5, Tingkat Kultivasinya yang terlemah di kelompok ini, namun ia dengan beraninya mengatakan hal seperti itu.


"Hahaha.... Bagus!! Itu baru Junior dari Perguruan Berbintang!". Ucap Xuan Hu dengan bangga dan menepuk punggung Shen Long.


~


Di Kediaman Li Guan.


"Sayang, kenapa anak anak itu belum juga kembali??". Tanya si istri pada Li Guan.


"Baru saja jam segini, biarkan saja mereka menikmati suasana malam hari di kota...". Jawab santai Li Guan.


"Tapi ini sudah sangat malam, dan hampir tengah malam...". Cemas sang istri.


Li Guan terdiam sejenak dan meresapi perkataan istrinya.


"Kau benar juga, baiklah aku akan mencarinya. Kau di rumah saja jangan kemana mana, mengerti?". Li Guan sekali lagi melihat keadaan langit yang memang hampir mendekati tengah malam, ia juga akan mencari keempat muridnya yang keluar dari sebelum tengah hari tadi.

__ADS_1


"Ya aku mengerti suamiku, kau juga berhati hatilah. Banyak orang yang mengincar mu di luar sana, aku takut kau akan kenapa napa". Jawab gelisah si istri.


"Aku akan berhati hati, baiklah aku akan mencari mereka....". Li Guan pergi dari tempatnya menuju ke luar, ia akan mencari keempat muridnya.


~


Sementara itu, di tengah perjalanan.


Pertempuran yang sengit di tunjukan kedua belah pihak, walaupun dari Perguruan Berbintang hanya 4 orang saja namun perlawanan yang di berikan sangat seimbang.


Saat ini Chu Ning, Xuan Hu dan Yu Zuan melawan 7 orang, sedangkan Shen Long melawan 3 orang karena ia yang terlemah di kelompoknya.


Tentunya musuh yang ada di Tingkat Kristal Bintang 3 melawan Chu Ning, Xuan Hu dan Yu Zuan. Shen Long hanya melawan yang ada di Tingkat Kristal Bintang 1 saja, pria berambut kuning hanya memerhatikan pertempuran itu dan tidak tertarik untuk ikut bertempur.


Sudah sekitar 30 menit berlalu, setiap detik Kelompok dari Chu Ning selalu mengungguli pertempuran.


"Elemen Api: Semburan Naga Api!!". Chu Ning mengeluarkan Api dari mulutnya, Api tersebut berubah menjadi naga yang menyerang musuhnya.


Ke 6 musuh yang ada di Tingkat Kristal Bintang 1 semuanya tak ada yang bisa menghadang serangan itu, tapi 1 orang yang ada di Tingkat Kristal Bintang 3 bisa menghadangnya, itu 1 langkah di atas Chu Ning dan Xuan Hu.


Xuan Hu juga mengeluarkan jurus andalan miliknya, hingga menyisakan 1 orang juga, yaitu yang di Tingkat Kristal Bintang 3.


Di sisi lain, Yu Zuan memiliki musuh yang lebih unggul daripada dirinya, walaupun Tingkat Kultivasi nya sama namun Tenaga yang di hasilkan musuhnya lebih banyak daripada dirinya.


Sedangkan Shen Long, ia hanya bermain main saja dengan ketiga musuhnya, ia tau kapan harus menyerang dan bertahan, tentunya dengan main main.


Shen Long sengaja membuat dirinya ada di posisi bertahan, bukannya ia tak cukup kuat untuk mengalahkan musuhnya, namun ia hanya terlalu malas saja karena baru saja selesai makan dan di tengah jalan ada orang yang menghadangnya, itu membuatnya agak kesal tapi malas mengeluarkan energi nya.


"Ini... Bagaimana ini bisa terjadi?". Pria rambut kuning itu melihat ketiga dari keempat musuhnya yang mengungguli pertandingan, sedangkan saat ia melihat Shen Long ia merasa masih bisa lega karena 1 musuh nya ada yang lemah.


"Kurasa, ini saat nya aku turun tangan untuk membantu Juniorku....". Pria rambut kuning itu memasang wajah yang menyeramkan sambil melihat ke arah Shen Long.

__ADS_1


__ADS_2