KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
MENDATANGI TEMPAT TINGGAL YAMADA YAMAMOTO


__ADS_3

Seekor Naga bersinar kebiruan melesat menyambut cahaya merah biru berbentuk tinju yang melesat kearah Lu Sun.


Naga biru membuka mulutnya menelan habis kedua cahaya biru dan merah di hadapannya.


Lalu menembus tubuh kedua orang pimpinan kelompok itu.


Tubuh kedua orang itu langsung tumbang terjengkang kebelakang, terkapar tak bergerak di atas tanah.


Begitu melihat pimpinan mereka sudah tewas, para anggota Yakuza itu dengan nekad langsung bergerak menyerang Lu Sun dari jarak dekat dengan pedang ditangan mereka.


Kilatan cahaya pedang berhamburan kearah Lu Sun,.tapi Lu Sun sudah menghilang dengan gesit.


Menyelinap diantara mereka, sambil melepaskan Liu Mai Sen Cien menyerang balik.


Dalam sekejap ratusan mayat jatuh bergelimpangan.


Lu Sun membantai seluruh anggota Genk Yakuza itu yang hampir mencapai 200 orang tanpa tersisa satu pun.


Setelah itu mereka pun bergerak menuju ke dermaga kedua, ketiga dan keempat melakukan hal yang sama hingga pagi menjelang baru tuntas.


Dari sana Lu Sun meminta John langsung mengantar mereka menuju markas pusat group Nagoya.


Yang terletak di sebuah gedung tinggi , di bagian bawah adalah Night club dan discotik terbesar di kota New York.


Sedangkan di paling atas gedung, adalah tempat tinggal si Yamada, dan kantor kantornya berada satu lantai di bawah tempat tinggal Yamada.


Di saat matahari mulai terbit, mobil John pun tiba di halaman parkir gedung hiburan malam dan casino terbesar di kota tersebut.


"Kalian tinggal saja di mobil, di sini biar aku sendirian saja yang mengurusnya."


ucap Lu Sun berpesan sebelum turun dari mobil John.


John dan Ying Ying mengangguk kecil, mereka berdua duduk santai di dalam mobil sambil dengar musik.


Seorang pria gendut berambut kuning dengan kaki kecil badan besar berjalan santai ingin masuk kedalam gedung tersebut.


Tapi langkahnya di hadang oleh dua pengawal yang bertugas jaga di depan pintu gerbang.


"Maaf tuan, anda sudah telat acara sudah selesai, kembalilah kemari jam 7 malam nanti.."


ucap salah satu penjaga sambil menahan bahu Lu Sun.


Tanpa banyak cakap Lu Sun memiringkan sedikit badannya, tangannya mencengkram tangan si pengawal menyentaknya, melewati depan tubuhnya.


Sambil menebaskan tangannya yang berisi Wu Xiang Cien Chi.

__ADS_1


Maka terlepas lah kepala pengawal yang berusaha menghalangi langkahnya itu.


Orang kedua yang melihat hal itu juga sangat terkejut, dia buru-buru mencabut pistolnya untuk diarahkan ke Lu Sun.


Tapi sebelum pistolnya meletus, lengan berikut pistol dan kepalanya sudah jatuh menggelinding di atas lantai.


Setelah menghabisi kedua penghadangnya, Lu Sun dengan santai melangkah masuk ke lobby gedung tersebut.


Beberapa pengawal bagian lobby gedung, begitu melihat Lu Sun melangkah masuk kedalam sana secara paksa.


Mereka segera mengeluarkan pedang mereka lalu sambil berteriak keras, mereka menyerang Lu Sun dengan katana di tangan mereka.


Serangan ayunan katana mereka sangat cepat dan terlatih.


Tapi tidak ada satupun yang mengenai sasaran.


Lu Sun dengan mudah berseliweran di antara mereka.


Sesaat kemudian 20 tubuh pengawal itu tumbang dengan darah berceceran dari leher mereka yang tidak memiliki kepala.


Lu Sun melangkah santai naik kelantai berikutnya menggunakan lift, tanpa menghiraukan CCTV gedung yang merekam semua aksinya.


Saat tiba di lantai dua kembali ada 30 pengawal yang muncul mengepung dan menyerangnya.


Lu Sun melakukan pembantaian satu lantai demi satu lantai hingga lantai 7.


Tapi di lantai 8 hingga ke lantai 48, di sana hanya terisi ruangan kantor dan ruangan kamar kamar kosong.


Tidak terlihat ada satu pun pengawal di sana, selain para pegawai dan para wanita penghibur yang tinggal di gedung tersebut.


Lu Sun melakukan penyisiran satu lantai demi satu lantai hingga akhirnya dia muncul di lantai 48.


di lantai tersebut, dia langsung di hadang oleh 10 orang, yang begitu pintu lift terbuka langsung menyerangnya dengan tinju dan tapak yang mengeluarkan cahaya merah dan biru.


Tapi semua serangan mereka tertahan di udara oleh perisai biru ciptaan Lu Sun.


Lu Sun melangkah santai, kemudian melepaskan tebasan horisontal kesamping yang mengeluarkan cahaya biru.


Ke 10 orang itu tubuhnya langsung terbelah dua jatuh keatas lantai, dengan darah berceceran.


Melihat pimpinan mereka roboh 50 orang penjaga di sana langsung melepaskan tembakan membabi buta dengan senapan mesin kearah Lu Sun.


Tapi tembakan yang mereka lepaskan, semuanya hanya menemui tempat kosong.


Sebelum mereka menyadari Lu Sun ada di mana, kepala mereka sudah terlepas dari tubuh mereka, terkena Tebasan Wu Xiang Cien Chi.

__ADS_1


Setelah membantai habis para pengepungnya, Lu Sun beralih kelantai 49.


Lagi lagi begitu pintu lift terbuka ada 20 orang yang sama kekuatan nya dengan si rambut merah biru.


Mereka langsung melepaskan pukulan dahsyat gabungan kearah Lu Sun.


Lu Sun tidak menghindar dia malah menyambutnya keras lawan keras dengan jurus Naga bertempur di alam liar.


Seekor Naga biru bergerak menyambut serangan mereka, lalu, naga biru itu meliuk liuk dengan cepat menembus tubuh ke 20 orang itu.


Ke 20 orang itu dalam sekejap mata kembali mati konyol di tangan si gendut yang bergaya nyeleneh itu.


Si gendut kini melanjutkan menyisir ke lantai 50 lantai terakhir.


Tapi setelah mencoba beberapa kali lift menuju ke lantai 50 ternyata tidak berfungsi.


Setelah Lu Sun memperhatikan lebih teliti, ternyata benar tidak bisa naik keatas karena harus ada sensor sidik jarinya.


Sambil menghela nafas kecewa Lu Sun terpaksa melanjutkan langkahnya dengan menggunakan tangga darurat.


Ternyata di tangga darurat inilah para gengster ini melakukan penjagaan dengan ketat.


Sehingga di lantai 49 Lu Sun hanya di hadang oleh 20 orang yang memiliki energi internal.


Seluruh anak tangga terlihat,


di penuhi oleh pengawal Genk Yakuza, yang mengenakan ikat kepala warna putih.


Mereka semua memegang sebilah katana panjang di tangan kanan katana pendek di tangan kiri.


Tubuh bagian atas di biarkan terbuka menunjukkan gambar tato yang memenuhi seluruh tubuh mereka..


"Kalian ini dasar tidak berotak, buat apa tubuh bagus bagus di rajam hingga seperti itu."


"Nambah kekuatan kagak nambah lelucon ma ya."


ucap Lu Sun sambil tertawa tidak perduli mereka mengerti atau pun tidak.


Orang orang itu pada menatap Lu Sun dengan heran, si gendut ini jelas jelas bule, kenapa saat bicara malah pakai bahasa China.


Tapi mereka tidak punya waktu untuk berpikir banyak, mulai dari dua orang penjaga anak tangga paling bawah.


Mereka sambil berteriak keras mengangkat pedang panjang mereka satu diatas kepala.satu melintang didepan dada.


Mereka bergerak gesit melancarkan serangan tebasan kilat kearah Lu Sun.

__ADS_1


__ADS_2