KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
KOKI BARU


__ADS_3

Afei mengucapkan hal itu sambil berusaha bangkit berdiri dari posisinya.


Lu Sun menoleh menatap kearah muridnya dan berkata,


"Kamu yakin ?"


Afei menganggukkan kepalanya dan berkata,


"Kami bertarung secara adil, apapun yang terjadi itu resiko pertarungan."


"Tidak ada yang perlu di salahkan dan di mintai tanggung jawab.."


Afei menatap kearah Michiko memberinya kode dengan kedipan mata, agar dia cepat pergi.


Lalu berkata,


"Aku tidak tertarik dengan mu, cepatlah pergi dari hadapan ku.."


Michiko mengerti maksud Afei, dia sedikit merasa tidak enak hati telah melukai Afei seperti itu.


Ada perasaan menyesal dan kagum terhadap sikap Afei, Afei adalah pria pertama yang telah berhasil mengalahkan diri nya dua kali secara berturut turut.


Afei sudah banyak mengalah padanya, hal ini bukannya dia tidak tahu.


Hanya saja dia yang keras kepala dan manja tidak bersedia mengakuinya, sehingga timbul masalah seperti ini.


Dari awal hingga akhir dia lah pembuat onar nya, tapi Afei masih berusaha mengalah dan melindunginya, juga tidak menyalahkannya sama sekali.


Dengan wajah sedikit tersipu, Michiko melemparkan senyum kepada Afei, lalu dia memutar badannya sambil berkata kepada ke 4 pamannya.


"Paman ayo kita pergi dari sini..."


Sebelum pergi gadis itu menoleh kembali kearah Afei dan berkata,


"Masalah kita belum selesai, aku pasti akan kembali mencari mu..!"


Lalu mereka berlima pun berjalan menghilang di dalam kegelapan.


Lu Sun tidak mencegah kepergian mereka, setelah mereka pergi.


Lu Sun pun berkata, sambil tertawa


"Bagaimana akting ku tadi ? kelihatannya guru mu telah sukses menanamkan rasa simpati gadis itu pada mu.."


"Ayo kita pulang sekarang,.."


ucap Lu Sun sambil menepuk-nepuk bahu Afei.

__ADS_1


dan melangkah melewati Afei menuju mobilnya.


Afei dan Lu San pun kini paham, mengapa ayah mereka bersikap aneh tadi.


Seolah-olah mau menang sendiri, bicara tidak pakai aturan, mentang mentang berada di atas angin.


Rupanya guru mereka hanya sedang memberi gertakan saja, untuk menakuti mereka dan memberikan kesempatan kepada Afei.


Hal ini Lu Sun lakukan karena dia terlalu yakin dengan sikap Afei, yang tidak suka mengambil keuntungan dari orang yang lemah.


Apalagi seorang gadis, Afei pasti dengan segala cara akan keluar untuk membantu dan membelanya.


Dengan demikian Michiko akan merasa berhutang Budi dan bersimpati pada Afei.


Ying Ying dan Giok Lan saling pandang, mereka sambil tersenyum berjalan menyusul Lu Sun masuk kedalam mobil yang pintunya sudah di buka kan oleh Lu Sun untuk mereka.


Tak lama kemudian mobil Lu Sun pun bergerak meninggalkan sekolah Kuang Ming, saat di jalan Lu Sun pun berkata,


"Sayang kalian sudah lihat sendiri kan calon lawan kita nanti. ini baru muridnya aku sudah kerepotan seperti ini.."


"Bagaimana bila berhadapan dengan guru mereka nanti ?"


"Lan Lan kita harus secepatnya pergi menemui Yu Se Thian Cun, mencari tahu mengenai terjemahan huruf-huruf kuno itu."


Giok Lan mengangguk dan berkata,


"Baiklah kita pulang dulu ke rumah, setelah itu aku akan mengajak mu pergi kesana."


ucap Giok Lan menjelaskan.


Lu Sun tersenyum dan berkata,


"Jauh bukan masalah aku punya Jin Tou Yun, tapi tata tertib dan peraturan di sana, aku harus mengandalkan mu.."


"Sayang Ying Ying boleh ikut dengan kita tidak ?"


tanya Lu Sun yang tidak ingin berjauhan dari Ying Ying.


Giok Lan tersenyum menatap Ying Ying dan berkata,


"Kalau aku bilang tidak, kakak pasti akan curiga dengan ku, ingin memanfaatkan kesempatan berduaan dengan mu.."


"Tentu saja kak Ying Ying bisa ikut, tapi hanya sampai istana langit saja, "


"Sedangkan istana San Cing Kuan, kak Ying Ying tidak bakal di ijinkan lewat oleh Panglima langit dewa 3 mata Er Lang Sen."


"Karena di dalam tubuh kak Ying Ying mengalir darah Siluman Naga Semesta."

__ADS_1


"Selain itu meski kita suami istri, di atas langit sana kamu harus jaga adat kesopanan, terutama darah genit dari ayah mu Lu Bu itu."


"Sun ke ke harus mengendalikan diri, tidak boleh seperti di dunia fana."


Lu Sun tersenyum dan berkata,


"Baiklah, kalau cuma sementara saja aku masih sanggup, tapi bila untuk selama hidup seperti kehidupan para dewa itu.."


"Aku lebih baik mati dan reinkarnasi kembali."


ucap Lu Sun sambil tertawa.


Giok Lan dan Ying Ying menutup mulut mereka menahan tawa, saat mendengar ucapan Lu Sun.


Sedangkan Afei dan Lu San mereka berdua duduk diam dan terus menatap keluar jendela, masing-masing larut dalam pikirannya masing-masing.


Lu San sedang berpikir bagaimana cara dia cepat-cepat meningkatkan kemampuan nya menyusul atau bahkan mengungguli Afei.


Sedangkan Afei sendiri sedang melamun membayangkan senyum dan pesan Michiko sebelum pergi.


"Kapan aku bisa bertemu dengan nya lagi,? bila dia langsung kembali ke Jepang bersama pamannya itu, aku tidak bakal punya kesempatan berjumpa dengan nya lagi .."


"Apa maksud dari kata-kata terakhirnya sebelum pergi, apa dia mau kembali menemui ku, atau mau kembali balas dendam dengan ku..?"


"Ahh sungguh bikin pusing tak mengerti dan sangat merepotkan."


pikir Afei dalam hati.


Setelah sampai di rumah, mereka berlima langsung menuju dapur melihat masakan apa yang di siapkan oleh koki baru, yang Giok Lan rekrut untuk mengurus dapur mereka.


Setelah Xue Yen tiada, urusan perut Lu Sun dan ketiga anaknya memang adalah problem besar buat Giok Lan dan Ying Ying yang kurang pandai masak.


Kalau masakan ala barat Giok Lan bisa, tapi Lu Sun dan anak anaknya kurang suka.


Sedangkan masakan China Giok Lan tidak menguasainya.


Tapi itu setidaknya lebih baik dari Ying Ying yang untuk goreng telur pun tidak bisa, paling hebat cuma bikin mie instan.


Makanya Giok Lan merekrut koki mantan restoran Yi Hua yang sempat bekerja di restoran di dekat komplek perumahan mereka.


Kebetulan koki tersebut kini sedang menganggur, karena restoran baru itu kini sudah tutup.


Kalah bersaing dengan makanan cepat saji yang muncul di sekitar kompleks mereka.


Masakan cepat saji itu sangat cocok dengan pasangan muda yang tinggal di sekitar kompleks perumahan itu.


Karena alasan mobilitas waktu kerja yang tinggi, makanan cepat saji adalah pilihan yang paling praktis cepat dan harganya pun lebih terjangkau.

__ADS_1


Lu Sun cukup puas dengan masakan tersebut, meski dia masih lebih merindukan rasa masakan Xue Yen, begitu pula dengan anak anak terutama Lu Dan dan Lu Fei.


Mereka terbiasa di manja dengan masakan Xue Yen yang teliti, sehingga selera makan mereka sangat tinggi.


__ADS_2