KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
KENALAN BARU DEBORAH


__ADS_3

Ama Deborah tidak marah, sambil tersenyum dia membelai rambut anak nya dan berkata,


"Ini karena kamu jauh dari mama, mama kesepian sehingga menjadikan mereka sebagai teman buat mama.."


"Mama janji nanti kamu pulang, rumah bagian samping, akan jadi tempat privasi mu."


"Tidak akan ada di antara mereka yang boleh masuk ketempat mu.."


Deborah tersenyum senang dan berkata,


"Makasih ya ma ? maafin Deborah ya ma..tai Deborah benar benar tidak betah sekolah di London.."


"Di sana mama tahu sendiri lah, para bule itu suka membully orang Asia, "


" Mama tentu juga tahu bagaimana nasib teman Debby si Clara sampai tidak berani kesekolah setelah di lecehkan beramai ramai oleh para bule itu."


"Dan polisi juga lepas tangan karena di antara mereka ada dua orang yang punya koneksi dengan keluarga kerajaan.."


ucap Deborah mengingat masa lalunya, sebelum dia memutuskan pindah ke Nanjing.


Lu San mengepalkan tangannya dia sangat geram karena mendengar cerita kekasihnya.


Dia lupa saat ini dia sedang menjelma menjadi seekor kutu rambut.


Saat dia marah dan mengepalkan tangannya dengan geram tentu rambut Deborah yang ditariknya.


"Auwww...!"


jerit Deborah kesakitan, lalu dia menggunakan jarinya untuk menggaruk kulit kepalanya yang terasa sakit dan gatal.


Lu San baru menyadari ulahnya, setelah mendengar Deborah menjerit kecil, tapi saat jari Deborah tiba ingin menggaruk kepalanya.


Lu San buru buru melompat pindah ketempat lain nya, agar tidak sampai terpencet oleh jari tangan Deborah.


"Kamu kenapa sayang.."


tanya mama Deborah heran melihat tingkah anaknya.


"Gak tahu nih ma, kulit kepala Deborah tiba tiba terasa gatal dan sakit, sampai di rumah Debby harus segera keramas nih ma ."


ucap Deborah.


Sebaliknya Lu San berbaring nyaman di kepala kekasihnya.


Demi keamanan Deborah, setelah kejadian Hei Pai Suang Kui, Lu San bermaksud mampir sebentar ke London.


Untuk memastikan keamanan kekasihnya, bila semua dalam keadaan baik-baik saja, dia baru menuju ke jepang.


Bagi Lu San keselamatan kekasihnya lebih penting, soal ayah ibunya dia gak terlalu khawatir karena dia percaya dengan kemampuan ketiga orang tuanya.


Deborah dan kedua orang tuanya setelah melakukan check-in, dan melewati pemeriksaan.


Mereka diijinkan oleh petugas keamanan bandara untuk masuk ke ruang tunggu.


Saat memasuki ruang tunggu Deborah mengedarkan pandangannya, dia melihat ada sebuah tempat duduk yang agak pojok dan sepi.

__ADS_1


"Ma aku duduk disana ya, di depan terlalu ramai.."


ucap Debby sambil berjalan kearah dia pilih.


Mama dan papa Deborah hanya membalas dendam anggukan kepala.


lalu mereka berdua berjalan ke bagian depan.


Deborah dengan santai duduk di sana, mengeluarkan earphone nya, lalu terlihat asyik sendiri duduk sambil dengar musik dan main HP.


Sedangkan kedua orang tuanya memilih duduk di bagian depan dekat gerbang masuk menuju pesawat.


Kedua orang tua Deborah khawatir bila ada panggilan masuk kedalam pesawat, mereka tidak mendengarnya.


Sehingga mereka memilih duduk agak kedekat pintu masuk, berkumpul bersama penumpang lain yang pada duduk di sana.


Sehingga tempat itu terlihat agak sesak penuh orang kurang menyenangkan.


Tidak lama Deborah duduk di pojok sendirian, terlihat seorang pria yang sangat tampan dengan bentuk badan atletis tinggi tegap.


Dia terlihat mengenakan topi kacamata hitam, kaos jaket, celana panjang olahraga dengan sepatu joging.


Berjalan masuk kedalam ruangan dengan gaya cuek, dia mengedarkan pandangannya sekilas.


Lalu sambil tersenyum dia berjalan menuju tempat duduk Deborah.


"Permisi,.. apa saya boleh duduk di sini..?"


tanya pria itu saat berdiri di samping Deborah.


Sepasang alisnya yang hitam tebal melindungi sepasang matanya yang tajam, sangat kontras dengan wajahnya yang putih mulus, sungguh perpaduan yang teramat sempurna.


Bahkan Lu San yang berbaring di dalam rambut kekasihnya pun diam diam harus akui pria ini memang sangat tampan.


Deborah yang sedang asyik mendengar lagu di ear phone nya, tidak mendengar ucapan pemuda itu.


Dia baru sadar saat melihat di sampingnya tiba-tiba muncul sepasang sepatu joging putih yang keren.


Deborah mengagkat wajahnya melihat dari arah bawah keatas, hingga akhirnya jatuh pada wajah tampan yang sedang tersenyum ramah padanya.


Dengan wajah sedikit merah dan grogi Deborah melepaskan earphone nya dan berkata,


"Maaf aku tidak mendengar ucapan anda tadi, ada apa ya ?"


Seumur hidup baru sekali ini Deborah bertemu langsung dengan pria setampan ini.


Biasanya pria pria seperti ini hanya muncul di layar kaca saja seperti aktor-aktor film drama Korea.


Pria itu kembali tersenyum dan berkata,


"Tidak apa-apa, maaf menganggu mu, aku tadi hanya bertanya, apakah aku boleh duduk di sini. ?"


Deborah menatap wajah tampan di depan mata nya hingga tidak berkedip, saat pria itu tersenyum bagaikan ada magnet yang menarik mata nya untuk melekat di sana sulit dialihkan dari nya.


Melihat hal ini tentu saja Lu San merasa cemburu dan kurang senang, tapi dia tidak bisa apa-apa karena ini adalah hak nya Deborah.

__ADS_1


Sama seperti dirinya bila melihat gadis yang sangat cantik di hadapannya kemungkinan dia juga akan bereaksi seperti Deborah.


Jadi ini termasuk hal yang wajar dan tidak perlu di cemburui dengan sikap yang kurang dewasa.


Melihat Deborah menatapnya hingga melongo, pria itu sambil tersenyum lembar, dia menggoyangkan tangannya di depan wajah Deborah dan berkata,


"Helloo..!


Deborah segera tersadar, dia buru-buru menunduk dengan wajah merah padam dan sikapnya terlihat grogi.


Deborah berkata,


"Silahkan saja..bebas.."


Deborah menggunakan tangannya untuk membenahi rambutnya yang sedikit jatuh menutupi wajahnya, untuk mengurangi rasa groginya.


Pria itu sambil tersenyum mengulurkan tangannya kearah Deborah dan berkata,


Kenalkan nama ku Donnie Yen, "


Deborah dengan canggung mengulurkan tangannya menyambut uluran tangan pria itu.


dan berkata dengan kepala sedikit tertunduk.


"Debby.."


Setelah bersalaman sejenak, pria itu meletakkan tas ransel kecil yang di pikulnya.diatas bangku kosong, kemudian dia duduk disebelah Deborah dan berkata,


"Debby mau berangkat kemana ?"


Deborah kembali menggunakan tangannya membenahi rambutnya untuk menutupi rasa grogi dan deg degan di hatinya


Setelah itu Debby baru menjawabnya.


"Ke London.."


"Kebetulan banget aku juga mau ke London pesawat jam berapa ?"


tanya pria itu bersemangat.


"Jam 2 ini, sebentar lagi."


ucap Debby sedikit merasa suprise.


Pria itu sambil tersenyum berkata,


"Kebetulan banget nih Boarding pass ku.."


"Kamu berangkat sendirian..?"


tanya Pria itu kembali sambil menyimpan boarding pass yang tadi di tunjukkan ke Deborah.


"Deborah menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Enggak aku bersama kedua orang tua ku, mereka duduk di depan sana.

__ADS_1


__ADS_2