KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
MENGINTEROGASI AFEI


__ADS_3

Saat mereka berdua sedang saling bertatapan mesra, dan Lu Sun mulai ingin melanjutkan ke tahap berikutnya.


Tiba-tiba terdengar bunyi yang keras,


"Kriukkk...kriukkk...!"


Wajah Ying Ying langsung berubah merah padam, perutnya telah menghianati dirinya.


Lu Sun yang mendengarnya dengan jelas langsung tertawa, tapi Ying Ying buru-buru menutup mulut Lu Sun dengan telapak tangan nya yang halus lembut.


Sambil masih tetap dengan senyum menggoda, Lu Sun bangkit dari posisi tidurnya.


Dia memunggungi Ying Ying dan berkata,


"Naiklah kemari, aku akan membawamu makan ke Yi Hua restoran, restoran favorit mu itu."


"Ayo naiklah.."


"Yang benar sayang, tapi aku belum berganti dan merapikan diri.."


ucap Ying Ying ragu.


"Gak perlu lagi, kamu begitupun sudah sangat cantik, gak perlu dandan lagi."


Sambil tertawa gembira Ying Ying langsung merangkul leher Lu Sun dari arah belakang.


Tubuhnya menempel di punggung Lu Sun.


Kedua kakinya menggantung di pinggang Lu Sun.


Lu Sun langsung menggendong Ying Ying yang berada di punggungnya menuju lantai satu.


Mencari Giok Lan dan anak-anak nya.


Akhirnya Lu Sun menemukan mereka sedang bermain di taman samping rumah.


"Lan Lan..sayang...! anak anak...! Dan er Fei er dan kamu Afei tolong pergi beritahu San er, kita semua sekarang mau ke Yi Hua restoran."


"Dia mau ikut tidak,? kalau tidak nanti di bungkuskan saja untuk nya."


ucap Lu Sun.


"Tapi aku ganti dulu ya sayang ?"


tanya Giok Lan sambil berjalan mendekati Lu Sun.


Lu Sun memperhatikannya dari atas hingga kebawah dan berkata,


"Tidak perlu lagi sayang, kamu sudah sangat sempurna, bila berdandan lagi aku bisa bisa tidak jadi pergi makan.."


"Maksud mu..?"


tanya Giok Lan dengan alis sedikit berkerut.


Dia sebenarnya sedikit iri dan cemburu, melihat perhatian dan kasih sayang yang Lu Sun tunjukkan ke Ying Ying.


Tapi dia coba memakluminya, dengan alasan ini mungkin karena Ying Ying yang telah pergi selama 6 tahun akhirnya bisa hidup kembali dan berkumpul lagi dengan mereka.


Tapi kini mendengar kata-kata Lu Sun yang seolah-olah akan kehilangan selera makan, bila habis melihat nya berdandan.


Emosinya hampir saja meledak, apa maksudnya Lu Sun berkata begitu ? pikirnya dalam hati dengan sangat marah.

__ADS_1


Jelek' jelek gini dia adalah seorang putri kahyangan di atas langit sana, putrinya kaisar langit.


Sedangkan di dunia ini, dia adalah putri konglomerat dataran Amerika dan Eropa,.mana boleh Lu Sun melecehkannya seperti itu.


Ini sungguh kelewatan, apa salah ku hingga dia berkata yang menyakitkan seperti itu pada ku.


pikir Giok Lan kesal bercampur sedih.


Lu Sun sendiri tidak menyadari ucapan nya telah menyinggung Giok Lan.


Sambil tertawa lebar dia menurunkan Ying Ying yang di punggungnya, kemudian dengan cepat dia menggendong Ying Ying dengan tangan kiri dan Giok Lan dengan tangan kanan nya.


"Hei...kamu mau apa... turunkan aku..!"


teriak Giok Lan kaget.


Sambil tertawa Lu Sun berkata,


"Bila kalian berdua berdandan lagi, aku pasti tidak jadi pergi makan."


"Aku pasti akan membawa kedua bidadari ku ini kembali ke kamar."


"Lalu memakan kalian berdua bergantian sampai kalian minta ampun dan tertidur kelelahan."


Mendengar ucapan Lu Sun, kemarahan Giok Lan langsung hilang berganti dengan rasa malu dan bahagia.


Dengan manja dia memukul lembut lengan Lu Sun dan berkata,


"Dasar tidak tahu malu, di sini banyak anak anak bicara sembarangan, nanti kalau terdengar nenek.."


"Dia pasti akan menyalahkan ku lagi, yang terlalu memanjakan mu.."


ucap Giok Lan beralasan menutupi rasa jengah dan bahagia nya.


Di mana mobil mereka terparkir di sana.


"Aku kalau malu malu terus sama kalian berdua,, bagaimana bisa muncul mereka mereka ini..?"


Ying Ying dan Giok Lan saling pandang, kemudian mereka dengan kompak menjewer telinga Lu Sun dan berkata,


"Masih berani sembarangan dan tidak tahu malu..hah..!"


"Aduh...duh...duh...ampun sayang.."


ucap Lu Sun pura-pura kesakitan untuk menyenangkan hati kedua istrinya.


Baru saja Lu Sun menurunkan kedua istrinya,.lalu membuka pintu mobil buat mereka.


Afei sudah muncul di hadapan Lu Sun dan berkata,


"Kakak San bilang di bungkus saja, ayah.."


"Ya sudah biarkan saja, suka suka dia lah..ayo kita berangkat sekarang.."


"Nenek gak di ajak ?"


tanya Ying Ying berdiri di samping pintu mobil yang sedang terbuka.


"Setelah melihat tarian pedang mu, si maniak ilmu bela diri itu, mana ada selera buat makan..'


"Nanti kita bungkus aja sama seperti San er.."

__ADS_1


ucap Lu Sun santai.


Lalu dia sendiri berjalan kearah pengendara mobil, Lu Sun membuka pintu mobil kemudian duduk di depan sebagai supir, bagi kedua anak istri nya.


Sedangkan Afei duduk di sebelah Lu Sun menemaninya di depan.


"Afei apa yang sedang di lakukan oleh San er di kamarnya.."


tanya Ying Ying tiba tiba, sebelum Lu Sun menyalakan mobilnya.


"Ini....."


ucap Afei yang terlihat ragu.


Lu Sun pun berkata tanpa menoleh,


"Katakan saja terus terang, gak perlu ragu.."


"Kakak San...kakak San ..dia sedang video call dengan Alicia.."


"Siapa itu Alicia ?"


tanya Ying Ying curiga.


"Alicia teman sekelas ku, "


jawab Afei polos..


"Kamu dan kakak mu bukannya selisih hampir 4 tingkat, kenapa dia bisa kenal dengan teman sekelas mu.."


Afei terlihat semakin ragu dan sulit menjawabnya


"Jawab saja dengan jujur Afei, jangan takut."


ucay Lu Sun sambil menyetir mobil meninggalkan rumah kediamannya.


"Alicia dia teman sebangku dengan ku, dia sering menelpon ataupun menghubungi ku lewat video call di laptop menanyakan tugas sekolah.."


"Suatu hari saat kami sedang belajar bersama lewat laptop, kebetulan kakak San melihat nya."


"Sejak saat itu kak San meminjam HP dan laptopku untuk berhubungan dengan Alicia.."


"Kenapa bisa begitu,? kan San er punya HP dan laptop sendiri, dia kan bisa menghubungi Alicia sendiri, kenapa harus pake yang punya kamu ?"


tanya Lu Sun heran.


Sekali ini Afei tidak bisa menjawabnya, dia tertunduk dengan wajah merah.


Sebaliknya dari arah belakang Lu Dan yang menjawab ayahnya.


"Itu karena kakak Dan tidak sekeren kak Afei ayah.."


"Kakak Alicia cuma menyukai kak Afei sama seperti cewek cewek lain di sekolah."


"Kakak Alicia sama sekali tidak suka dengan kakak San, sehingga kakak maksa gunakan HP dan laptop kakak Afei, untuk ngobrol dengan kak Alicia."


ucap Lu Dan dengan polos dan jujur.


Afei semakin menundukkan kepalanya dalam dalam, tidak berani mengangkat kepalanya sama sekali.


Sekali ini Lu Sun menepuk jidatnya sendiri.

__ADS_1


Kalau ada waktu lebih jangan lupa baca AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU, ceritanya cukup keren sudah 100 bab lebih jamin gak ngecewain.


Ayo dukung author, agar aku semangat melanjutkan cerita yang ini.. terimakasih banyak teman-teman semua


__ADS_2