
"Saat mulai melakukan Riset, teman ayah yang bertugas mencari investor, tanpa sadar menerima investasi dari Xie Cooporate."
"Saat ayah tahu semua sudah terlambat, ayah yang ingin melakukan boikot, tidak mau menyelesaikan proyek itu buat Jack."
"Membuat Jack sangat marah, dia menangkap dan menjadikan aku sebagai Sandera untuk mengancam ayah."
"Karena tidak berdaya, ayah terpaksa membantunya menyelesaikan proyek tersebut."
"Saat uji coba robot manusia pertama di mulai, Ming Dao datang menghadiri acara tersebut."
"Saat dia melihat ku, dia langsung bercerita pada Jack , bahwa aku adalah kekasih mu."
"Sejak hari itu, aku mulai dijadikan obyek riset oleh mereka, aku tidak tahu apa yang mereka inginkan."
"Yang jelas mereka sering melakukan scan otak padaku, mungkin mereka ingin mengambil daya ingat ku."
"Selain itu, Jack dan Ming Dao juga menjadikan ku sebagai obyek... nafsu binatang mereka."
Xue Yen mulai terbata-bata dan menangis.
"Karena aku menggunakan celana pelindung, mereka kemudian hampir setiap malam... datang... melecehkan ku... dengan cara lain."
ucap Xue Yen ketakutan.
"Sudah cukup sayang jangan ceritakan lagi bagian tidak penting itu."
ucap Lu Sun memeluk Xue Yen mencoba menenangkannya.
Lu Sun terus membelai dan menciumi kepala Xue Yen dengan lembut.
"Sun ke ke aku...aku... tidak berharga lagi, untuk mu.. rasanya aku ingin mati saja.. bila teringat yang mereka lakukan pada ku.."
ucap Xue Yen sedih.
"Kamu tenanglah, jangan berpikir terlalu banyak, percayalah kamu akan baik-baik saja."
"Semua akan kembali seperti semula lagi, kamu harus percaya itu."
ucap Lu Sun lembut.
"Aku...aku... sengaja .. menolak makan dan minum..agar aku jadi jelek... sehingga mereka tidak menyukai ku lagi... atau lebih baik lagi kalau aku bisa mati..."
ucap Xue Yen yang masih sedih dan trauma.
Lu Sun terpaksa menekan syaraf di tengkuknya dan berkata,
"Maafkan aku sayang, aku terpaksa melakukan nya, ayo kita pulang percayalah semua akan baik-baik saja."
Lu Sun kemudian mengendong Xue Yen menuju lobby rumah sakit, di mana George dan Giok Lan terlihat sedang menunggu.
Melihat Lu Sun yang muncul sambil menggendong Xue Yen yang pingsan, Giok Lan buru-buru maju bertanya,
"Sun ke ke, apa yang terjadi ? kenapa dia?"
Lu Sun menghela nafas panjang dan berkata,
__ADS_1
"Ayo kita ke mobil nanti saya ceritakan dalam perjalanan,"
ucap Lu Sun sambil terus berjalan mengikuti George kearah mobil mereka.
Sambil berjalan Lu Sun berkata,
"Dia mengalami trauma berat, karena di siksa dengan kejam oleh Jack dan Ming Dao."
"Apa yang telah mereka lakukan pada nya,?" tanya Giok Lan hati-hati.
Setelah duduk dalam mobil Lu Sun baru berkata,
"Mereka melakukan semua hal yang paling ditakuti dan tidak di sukai oleh wanita."
"Jadi maksudnya dia telah... di... sama mereka ?"
tanya Giok Lan prihatin.
Lu Sun menggelengkan kepalanya dan menjawab,
"tidak sampai ke situ untungnya.."
Giok Lan menatap heran Kearah Lu Sun ingin mendengarkan penjelasan lebih lanjut.
Lu Sun tahu apa yang di pikirkan Giok Lan, tanpa menjawab dia melepaskan tali celana Xue Yen.
Melihat hal itu, Giok Lan terkejut dan bertanya dengan panik,
"Hei..! apa yang akan kamu lakukan ?"
Giok Lan sempat berteriak kaget, tapi kemudian dia terbelalak melihat apa yang Xue Yen kenakan.
Dia mau tertawa takut menyinggung, tidak tertawa dia gak tahan melihatnya, akhirnya dia meringis sambil membuang muka melihat ke sisi lain.
Lu Sun tersenyum melihat tingkah Giok Lan yang lucu.
Lu Sun mengenakan kembali celana Xue Yen dan mengencangkan kembali tali celana Xue Yen seperti semula.
Lu Sun sambil tersenyum membelai kepala Giok Lan dan berkata,
"Kamu kalau ingin tertawa sekarang saatnya jangan di tahan, mumpung dia belum siuman."
"Tapi kalau dia sudah siuman, kamu tidak boleh melihat kearah bagian itu nya, apalagi sampai menertawainya."
"Itu pelecehan namanya, aku akan menghukum mu dengan berat kalau kamu melakukan nya."
Giok Lan menjebikan bibirnya dan berkata,
"Siapa juga yang mau menertawainya Kebagusan..."
Giok Lan sedikit BT mendengar ucapan Lu Sun yang begitu melindungi Xue Yen dan mau menghukumnya.
Lu Sun hanya bisa tersenyum menanggapi sikap Giok Lan.
Lu Sun mengulurkan tangannya ingin membelai rambut Giok Lan, tapi ditepis oleh Giok Lan dan berkata,
__ADS_1
"Tidak usah..urus saja dia.."
Lu Sun meleletkan lidahnya, tidak berani meneruskan nya, dia tahu kalau sedang BT gini
Kalau mendekati Giok Lan.
Hanya akan menjadi ular mencari pemukul, Lu Sun mendiamkannya pura-pura tidak tahu.
Lu Sun tahu kedepan nya, kehidupannya akan lebih gawat dari jamannya dulu.
Dia kini harus menghadapi tiga wanita sekaligus, sudah terbayang akan jadi apa, dia di masa depan.
Tapi itu resiko dan konsekwensinya, Lu Sun tidak akan pernah mundur dari nya.
Dia akan menjalankan semuanya penuh tanggungjawab.
Karena dia sangat mencintai dan menyayangi mereka bertiga.
Akhirnya mereka tiba di apartemen Giok Lan, Lu Sun turun dari mobil sambil tetap menggendong Xue Yen, sedangkan Giok Lan berjalan di belakangnya dengan bibir manyun.
Lu Sun meliriknya hampir tidak kuat menahan tawa, Lu Sun terbayang bibir Giok Lan yang manyun itu, bisa buat gantung tiga kilo daging.
Lu Sun hampir tertawa ngakak, tapi untuk menjaga perasaan Giok Lan dia terpaksa menelan semuanya.
Dia tidak mau membuat Giok Lan semakin marah karena ulahnya.
Terbayang Giok Lan yang jauh-jauh datang hanya ingin bertemu dengan nya, bahkan sampai meninggalkan urusan penting di sana.
Lu Sun menjadi tidak enak hati dan merasa bersalah, telah membuat Giok Lan marah dan kecewa.
Lu Sun kemudian merubah cara gendong Xue Yen yang dengan dua tangan menjadi satu tangan.
Seperti menggendong anak kecil dengan satu tangan, lalu dia memperlambat langkahnya, sampai berendengan dengan Giok Lan.
Kemudian dia dengan mesra merangkul pinggang Giok Lan sambil berjalan dia berbisik,
"Maafkan aku ya, sayang..i lope U.."
Mendengar ucapan Lu Sun yang kaku,
Giok Lan pun tertawa menutup mulutnya.
Seketika kemarahan dan kejengkelannya tadi lenyap bagai tersapu angin.
Giok Lan mencium pipi Lu Sun dengan sedikit melompat dan berkata,
"I Love U To.."
Giok Lan terpaksa sedikit melompat karena Lu Sun terlalu tinggi buatnya.
Meski berjinjit sekalipun, dia belum tentu bisa mencium pipi Lu Sun.
Lu Sun mengeratkan rangkulannya dan membalas dengan memberikan ciuman hangat di bibir Giok Lan, yang membuat Giok Lan sesaat terkejut dengan mata terbelalak.
Dari reaksi yang ditunjukkan oleh Giok Lan, Lu Sun yakin ini pasti first kiss nya.
__ADS_1