
Sesaat kemudian dari arah tangga, terlihat manajer Ferry berjalan di depan diikuti oleh Guru Ciu yang berjalan di belakangnya.
Guru Ciu terlihat sangat cantik dan seksi dalam balutan pakaian Cheong Sam yang ketat dengan belahan samping , menampilkan betis dan paha nya yang mulus.
Tapi dari ekspresi wajah nya, dia terlihat bingung, cemas dan penasaran.
Dia masih belum tahu siapa yang mengundangnya keruangan VVIP ini.
Manajer Ferry hanya mengatakan bahwa yang mengundangnya adalah bos Lu.
Tapi apa mungkin guru Lu sendiri yang mengundangnya, dia juga tidak tahu pasti.
Tapi bila melihat tempat yang di gunakan begitu mewah rasanya agak tidak masuk akal.
Seorang guru berapa lah gajinya, bisa datang ke restoran ini saja dengan menempati lantai satu.
Mereka mungkin akan menghabiskan gaji 2 bulan mereka untuk sekali makan.
Dia sendiri berani mengajak guru Lu makan di sini, karena menggunakan uang hasil memenangkan lomba matematika dan Robotika.
Lu Sun dan kedua Istrinya dari dalam ruangan bisa melihat dengan jelas kedatangan guru Ciu yang terlihat sangat cantik dan seksi.
Tapi yang membuat Giok Lan dan Xue Yen terkejut adalah wajah bentuk badan semua sama persis dengan Ying Ying.
Bahkan cara jalan dan gerak geriknya pun terlihat sama, yang beda hanya potongan rambut nya saja.
Guru Ciu rambutnya di sanggul keatas, sedang kan Ying Ying lebih suka di biarkan terurai.
Lu Sun sebenarnya juga sangat terpesona melihat kecantikan guru Ciu, tapi dia hanya bisa menyimpan dan menguburnya di dalam hati.
Dia memilih menundukkan kepalanya, pura-pura melihat HP nya.
Hingga pintu ruangan terbuka Manajer Ferry mempersilahkan guru Ciu untuk masuk kedalam ruangan.
Lu Sun baru mengangkat kepalanya menatap kearah guru Ciu sambil tersenyum dan berkata,
"Selamat datang guru Ciu.."
"Maaf guru Ciu aku telah membuat mu bingung dan repot.."
Guru Ciu berdiri mematung di sana, kehadiran Lu Sun di sana benar benar mengejutkan nya.
Penampilan Lu Sun yang jauh berbeda dan sangat berkharisma.
Juga sesaat membuat nya, terpesona, dan tidak tahu mau berkata apa.
Di tambah dengan kehadiran dua wanita cantik lainnya di sana, Guru Ciu di dalam hati sudah bisa menebak, inilah kedua istri Lu Sun yang lainnya.
Selain istri pertama yang berwajah mirip dengannya.
Di dalam hati guru Ciu harus akui, kedua wanita di samping Lu Sun sangatlah cantik dan elegan.
__ADS_1
Terutama yang sedang tersenyum lembut menatap dirinya, melihat wajah dan senyuman nya, guru Ciu sebagai wanita pun harus mengakui.
Bahwa wanita itu sangat menarik dan jauh lebih cantik dari nya.
Melihat sikap Guru Ciu yang canggung dan malah terlihat melamun karena kaget,
Lu Sun pun kembali berkata,
"Kemarilah guru Ciu.. silahkan duduk.."
"Jangan sungkan, mari ku perkenalkan mereka berdua ini, adalah istriku.."
"yang di sebelah kanan ku adalah Xue Yen, sedangkan yang disebelah kiri ku ini adalah Giok Lan."
Lalu Lu Sun menoleh ke arah Xue Yen dan Giok Lan secara bergantian dan berkata,
"Sayang di depan kita ini adalah
nona Ciu Li Ting, atau biasa di panggil guru Ciu."
"Beliau adalah guru robotika yang baru saja bergabung di sekolah Kuang Ming hari ini.."
ucap Lu Sun mencoba memperkenalkan kedua belah pihak.
Ting Ting terpaksa dengan segan maju menyalami Xue Yen dan Giok Lan secara bergantian sambil berkata,
"panggil saja saya Ting Ting .."
ucap Ting Ting tidak enak hati.
"Tidak apa-apa silahkan duduk guru Ciu..jangan sungkan.."
ucap Giok Lan tersenyum ramah.
Sedangkan Xue Yen hanya tersenyum tipis dan mengangguk kecil, tanda menyetujui ucapan Giok Lan.
Setelah guru Ciu duduk, pelayan pelayan restoran pun secara bergantian berdatangan mengantar berbagai masakan Seafood terbaik dari restoran mereka .
Dan mulai mengisi meja besar di hadapan mereka.
Makan malam itu berjalan lancar, Lu Sun sendiri tidak terlalu banyak bicara begitu pula dengan Xue Yen.
Lu Sun juga makan tidak begitu banyak, dia hanya sibuk mengupaskan Seafood untuk mengisi piring ketiga wanita itu.
Dia sendiri, lebih banyak menegak arak Hang Zhou daripada makan.
Hanya Giok Lan dan Guru Ciu yang lebih sering terlibat percakapan.
Setelah acara makan malam usai, meja sudah di bereskan mereka tinggal mengobrol santai.
Lu Sun baru berkata,
__ADS_1
"Guru Ciu makan malam ini tadinya adalah kamu ingin menjamu ku, tapi aku merubahnya menjadi kebalikan.."
"Untuk itu aku sekali lagi mohon maaf.."
"Tapi aku melakukannya bukan tanpa alasan.."
"Terus terang saja nona Ciu, kamu pernah bertanya pada ku, apakah aku mengenal Lu Cin Bao.."
"Maaf bila waktu itu aku berbohong pada mu, aku adalah Lu Cin Bao dan Lu Sun adalah nama panggilan ku."
Guru Ciu sangat terkejut mendengar pengakuan dari Lu Sun, sepasang matanya membelalak indah.
Mulutnya yang terbuka ditutupi dengan tangannya.
Lu Sun tidak ambil pusing dengan keterkejutan guru Ciu, dia melanjutkan berkata,
"Guru Ciu mulai besok aku tidak akan pergi mengajar lagi, perusahaan ada sedikit masalah jadi aku harus kembali mengurusnya."
ucap Lu Sun sedikit berbohong.
"Anggap saja malam ini adalah jamuan perpisahan dari ku.."
ucap Lu Sun sambil tersenyum lembut menatap Guru Ciu yang masih terlihat kaget.
Saat ini perasaan guru Ciu benar-benar kacau, dia yang mulai menyukai dan menaruh harapan pada Lu Sun.
Ternyata semua kini buyar seperti mimpi, ternyata rumor Lu Sun beristri tiga adalah benar adanya.
Di tambah kenyataan Lu Sun adalah pemilik Groups Lu yang kaya raya, sehingga kesenjangan kehidupan mereka berdua begitu.jauh.
Hal ini semakin membuyarkan harapan dan impian guru Ciu, sebelum dia datang ke restoran ini.
Ada perasaan sedih malu dan kecewa memenuhi dadanya, tapi tentu saja dia hanya bisa menyimpan semua perasaan nya di dalam hati.
Setelah berhasil menekan guncangan di dalam hati nya, guru Ciu baru berkata dengan pelan.
"Guru Lu apakah keputusan anda untuk meninggalkan sekolah sudah bulat, apakah tidak ada jalan lain ?"
Lu Sun tersenyum dan berkata,
"Aku sudah memikirkan nya dengan matang, keputusan ku sudah bulat."
"Besok pagi pun aku akan mengurus pengunduran diri ku dan berpamitan dengan pak Ma dan semua guru serta murid-murid di sekolah."
"Pak Lu semua terjadi dengan serba cepat dan mendadak, apakah keputusan ini ada kaitannya dengan kehadiran ku disekolah Kuang Ming..?"
tanya guru Ciu hati hati.
Lu Sun buru buru menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Ini tidak ada hubungannya dengan kehadiran guru Ciu, Guru Ciu tidak boleh berpikir seperti itu.."
__ADS_1