
Paman kenalkan ini Jeff Chang kepala sipir penjara Nanjing dan di sebelah nya istri beliau Dokter penjara Nanjing Dr Monica.
Jeff ini paman Mao orang kepercayaan nomor satu presiden Xi.
ucap Lu Sun membantu memperkenalkan kedua belah pihak.
Mereka pun saling bersalaman, sambil tertawa lebar paman Mao berkata,
"Jangan percaya, aku cuma pesuruh presiden Xi saja, tuan Lu suka melebih lebihkan.
Lu Sun sengaja tidak mau sebutkan paman Mao ketua biro rahasia.
Pertama demi kerahasiaan indentitas paman Mao.
Kedua agar Jeff Chang dan Monica istrinya tidak terkejut, dan mereka menjadi sungkan dan takut dengan paman Mao.
Bukannya baik malah menimbulkan kecanggungan hubungan mereka bertiga.
Setelah saling berkenalan, mereka berempat langsung berangkat menuju kediaman presiden Xi menggunakan mobil paman Mao.
Di belakang dan depan mobil Paman Mao dikawal dua mobil hitam lainnya'.
Ketika mobil itu melaju cepat membelah jalan bebas hambatan menuju kediaman presiden Xi.
Di setiap perempatan sudah ada polisi yang menggunakan motor besar berjaga di sana.
Sehingga mobil paman Mao bisa melaju dengan cepat tanpa hambatan.
Tidak butuh waktu lama, rombongan Paman Mao telah tiba di halaman depan rumah presiden Xi.
Lu Sun berjalan di depan berdampingan dengan Paman Mao, sedangkan Jeff Chang dan Monica mengikuti mereka dari belakang.
Kedatangan Lu Sun di sambut langsung oleh ibu presiden yang sambil tersenyum lebar menyalami Lu Sun dan berkata,
"Kamu kemana saja nak ? lama tidak bertemu.."
"Ayo mari masuk..Tante sudah siapkan makanan enak di dapur.."
"Mari ikut Tante ke dapur, paman mu belum pulang.."
"Mungkin sebentar lagi juga sampai.."
ucap ibu presiden dengan sangat ramah.
Lu Sun sambil tersenyum berkata,
"Kabar ku baik ibu presiden,.maaf kedatangan ku jadi merepotkan ibu.."
"Ibu presiden, maaf saya datang kemari membawa teman.."
__ADS_1
"Jeff Monica kenalkan, beliau ini ibu presiden kita..."
Jeff Chang dan Monica langsung maju menyalami ibu presiden dengan penuh hormat sambil memperkenalkan diri mereka masing-masing.
Istri presiden Xi tersenyum lebar menyalami mereka berdua dan berkata,
"Ayo silahkan ikut yuk, kita langsung ke dapur jangan sungkan.."
Mereka bertiga pun ikut dengan ibu presiden menuju dapur,
Hanya Paman Mao yang tidak ikut, dia masih berdiri didepan pintu masuk melakukan pembicaraan di telpon dengan presiden Xi.
Mengabarkan dia dan rombongan Lu Sun, sudah sampai di kediaman presiden Xi.Selesai memberi laporan Paman Mao mematikan telpon, berdiri di depan pintu menunggu kedatangan presiden Xi.
Tak lama kemudian mobil kepresidenan yang di kawal oleh pasukan keamanan presiden pun tiba.
Presiden Xi dengan akrab menggandeng tangan Mao untuk masuk kedalam rumahnya.
Presiden Xi langsung mengajak paman Mao menuju dapur.
Benar saja sesuai dugaan presiden Xi begitu dia tiba di dapur, di sana terlihat Lu Sun bersama Monica dan Jeff Chang sedang makan dengan lahap di temani ibu presiden.
Melihat kedatangan presiden Xi, Lu Sun buru-buru ingin berdiri memberi hormat.
Tapi presiden Xi sambil tersenyum lebar, memberi kode agar mereka meneruskan makannya.
Presiden Xi dan Mao ikut bergabung mereka makan sambil ngobrol dengan akrab.
Presiden Xi menyambut hangat kedatangan mereka, dan mereka sempat terlibat pembicaraan serius, mengenai keadaan penjara Nanjing dan berbagai kendala dan masalah di sana.
Saat presiden Xi dan Paman Mao hendak masuk ke topik utama pembicaraan serius dengan Lu Sun.
Lu Sun memberi kode agar mereka berdua menahan diri.
"Ibu presiden terima kasih jamuannya, saya sudah cukup kenyang, Jeff Monica kalian teruskan bersama ibu presiden."
"Saya permisi sebentar , ada yang perlu di bicarakan dengan pak presiden dan paman Mao."
ucap Lu Sun sambil menoleh kearah ibu presiden dan Jeff Chang serta istrinya monica.
Ibu presiden Tersenyum dan berkata,
"Nak nanti selesai meeting, jangan lupa kembali ke dapur ambil bungkusan makanannya ya.."
"Ok siap ibu presiden, makasih banyak.."
ucap Lu Sun sambil tersenyum lebar.
"Pak presiden Xi ini yang paling ku sukai, bila bekerja sama dengan anda adalah ini nih, datang tangan kosong pulang bawa makanan yang paling lezat sedunia.."
__ADS_1
ucap Lu Sun sambil tertawa.
"Akhhh..nak Lu Sun bisa aja..."
"Perjamuan makan ini sudah sewajarnya, di bandingkan kontribusi mu terhadap negara, makanan sederhana ini mana ada artinya."
ucap pak presiden sambil tertawa.
Lu Sun menatap presiden Xi dengan serius dan berkata,
"Negara... politik dan segala urusannya aku gak tertarik, Seandainya presiden nya bukan presiden Xi lagi, aku pasti tidak Sudi terlibat."
Presiden Xi dan Paman Mao saling pandang mereka sedikit kecewa dengan jiwa patriot Lu Sun, tapi mereka tidak bisa apa-apa.
Memang begitulah orang hebat, mereka sangat sulit di tebak, banyak yang aneh-aneh, tidak bisa di paksa mereka punya pemikiran sendiri.
Presiden Xi dan Paman Mao tentu saja tidak tahu Lu Sun yang sudah begitu banyak melalui berbagai pengalaman hidup dalam beberapa jaman.
Dia sudah terlalu kenyang dan tawar terhadap yang namanya politik negara.
Saat anda diperlukan anda akan di angkat setinggi langit, saat tidak di butuhkan lagi anda dengan mudah akan di depak ke bawah.
Lebih para lagi, bila anda di rasakan bisa membahayakan posisi mereka di atas Anda akan dikejar untuk di binasakan.
Sama persis seperti yang pernah di alami oleh Black Panther.
Dirinya dulu membantu Sun Quan pun bernasib hampir sama.
"Sudahlah pak presiden, bukankah ini hal yang baik, selama ada masakan Bu presiden, asset negara ini tidak akan pergi kemana-mana."
ucap Paman Mao mencairkan suasana sambil tersenyum.
"Ha..ha...ha...kamu benar A Mao, pemilihan berikutnya dewan juga akan lebih hati-hati, tanpa kita berdua asset ini juga akan lepas..."
ucap presiden Xi ikut tertawa.
"Tidak pak bukan kita berdua, tapi ibu yang di sana itu, kalau pak presiden bikin dia ngambek, tuan lu juga akan ikut ngambek.."
ucap Paman Mao sambil tertawa.
Semua yang ada di sana pun ikut tertawa.
ibu presiden Tersenyum gembira mendengar pujian pujian tidak langsung yang terarah ke diri nya.
"Sudahlah kalian ada urusan penting pergilah, jangan ganggu orang yang sedang makan.."
ucap Bu presiden sambil tersenyum.
"Ayo ayo mari kita ke ruang baca, jangan mengganggu di sini.."
__ADS_1
ucap presiden Xi lalu mengajak Lu Sun dan paman Mao ikut dengan nya menuju ruang baca.
Begitu masuk kedalam ruang baca presiden Xi Lu Sun langsung mengeluarkan satu persatu bukti yang dia kumpulkan dan daftar nama anggota ******* yang berhasil dia kumpulkan.