
Tapi pancaran energi Chi dari pohon Bodhi tua yang berbuah tunggal, berhasil meredam efek benturan dahsyat tersebut.
Setelah beberapa kali benturan akhirnya nenek Lu berjumplitan menjauh dari Ying Ying dan menatap nya dengan kagum.
"Ini sungguh tidak adil, bocah ini tidak pernah berlatih, kenapa begitu hidup kembali jadi se sakti ini..?"
"Bahkan langsung melampaui ku.."
ucap Nenek Lu penasaran.
Ying Ying tersenyum lebar, lalu berlari maju memeluk Nenek Lu dan berkata dengan manja,
"Tapi aku tetap Ying Ying cucu mantu mu yang malas berlatih, doyan makan, dan tidak bisa masak nek.."
Nenek Lu tersenyum lebar sambil membelai kepala Ying Ying dengan lembut, dia berkata.
"Syukurlah kamu sudah kembali, bila tidak besok besok cucu ku yang sinting itu gak tahu mau jadi apalagi.."
"Benar benar bikin orang khawatir, kini kamu sudah kembali aku jadi lebih tenang.."
"Emangnya Sun ke ke kenapa nek ? saat aku tidak ada.."
tanya Ying Ying manja.
Dari tiga cucu menantu memang Ying Ying lah yang paling akrab dengan nenek Lu
"Dia bisa apa ? selain tiap hari kemari menganggu nenek berlatih.. dengan suara keluh kesahnya tangisannya yang berisik sambil minum arak.."
"Lihat itu botol kosong yang di sana itu, itu hasil karyanya selama 6 tahun ini..'
"Yang paling menjengkelkan, dia pergi jadi guru dan hampir saja dia selingkuh dengan guru muda yang wajahnya mirip kamu."
"Untung saja sebelum niatnya kesampaian keburu ketahuan sama Xue Yen."
"Kalau tidak, saat kamu kembali sekarang, aku sungguh mau lihat dia bagaimana memberikan penjelasan kepada mu.."
ucap nenek Lu melepaskan kejengkelannya.
Lu Sun hanya tersenyum Canggung tidak berani bersuara.
"Masih berdiri di sana, ayo kemari minta maaf sama nenek.."
ucap Ying Ying pura-pura galak sambil tersenyum nakal.
Lu Sun menghampiri nenek dan berkata,
"Ya...ya..nek Sun Er minta maaf, apa begini cukup..?"
"Atau nenek mau apa ? tinggal bilang aja mau Billy Teng atau kakek Huang cucu mu akan berangkat melamar mereka untuk mu.."
ucap Lu Sun sambil tertawa.
__ADS_1
"Kamu lihat, pantes saja San er putra mu, di didik sampai jadi seperti itu, ini bapaknya gak pernah kasih contoh baik.'
ucap nenek sewot.
"Emang nya San er salah apa nek ? kok jadi di libatkan.."
"Ibu Giok kamu harus jadi saksi ke ibu, San er gak pernah nakal.."
ucap Lu San manja sambil menarik tangan Giok Lan.
"Ya...ya... San er anak baik gak nakal.."
ucap Giok Lan sambil membelai kepala Lu San dengan penuh kasih sayang.
"Kamu lihat kan sendiri, kenapa bapaknya bisa mabuk dan mendekati wanita lain sesuka hati..?"
"Sedangkan anak mu yang katanya baik itu, tiap hari kerja nya cuma main HP Gonta ganti pacar, sejak ada Afei dia semakin gawat.."
"Semua PR kasih ke Afei untuk kerjakan, di sekolah bikin keributan Afei juga yang selesaikan.."
"Aku sungguh tidak tahu kelak mau jadi apa anak ini.."
ucap nenek Lu curhat ke Ying Ying.
"Syukurlah kamu sudah kembali, Lan Lan tidak sanggup nangani ayah dan anak itu.."
"Lan Lan terlalu baik dan terlalu memanjakan mereka, apapun yang mereka lakukan pasti benar semua di mata Lan Lan.."
"Bukan begitu Lan Lan,..? nenek tidak mengada ada kan..?"
"Aku bisa apa nek, yang satu pria yang sangat ku cintai, yang satu lagi putranya yang juga sangat ku sayangi."
"Setiap melihat tatapan mata San er yang sangat mirip Sun ke ke, aku benar-benar gak berdaya nek.."
ucap Lan Lan mencoba memberi penjelasan.
Ying Ying menjewer telinga Lu Sun dan anaknya Lu San lalu berkata,
"Kalian berdua mulai sekarang dalam pengawasan ku, cepat minta maaf ke nenek.."
"Mulai besok yang besar harus kembali ke kantor, yang kecil harus fokus sekolah dengan benar bila tidak awas kalian.."
Lu Sun dan Lu San dengan patuh meminta maaf ke nenek.
Lalu mereka semua hendak keluar dari taman rahasia.
"Sun er..tunggu..!"
teriak nenek.
"Ya nek,.."
__ADS_1
ucap Lu Sun sambil menoleh ke belakang dan menghentikan langkahnya.
"Sun er kamu belum jelaskan kenapa Ying Ying, bisa tiba-tiba kembali, dengan kekuatan yang begitu dahsyat..?"
"Ohh ini berkat airmata Siau Yu nek, Siau Yu adalah bintang peliharaan manusia sakti."
"Sedangkan kekuatan Ying Ying ini memang kekuatan bawaan aslinya dari jaman dulu nek."
"Ying Ying aslinya dulu adalah setengah siluman setengah manusia nek, makanya mempunyai kekuatan spesial tidak di bawah Xue Yen."
"Apalagi setelah mendapat pelatihan dari Giok Yen dengan tarian selendang bidadari, kemampuan Ying Ying dan Xue Yen hanya beda tipis nek di jaman lalu nya."
ucap Lu Sun sambil melirik kearah Giok Lan, karena Giok Yen yang menjadi ibu guru Lu Sun,
masih adiknya Giok Lan.
Giok Lan pura-pura tidak tahu, karena dia malas di ungkit ungkit, soal urusan yang berhubungan dengan silsilah keluarga nya.
Lu Sun teringat sesuatu setelah berbicara tentang asal usul Ying Ying.
Lu Sun mengeluarkan pedang naga siluman semesta yang kini tersegel dan kehilangan kekuatannya.
Berubah menjadi sebuah besi tua karatan, saat di cabut dari sarungnya oleh Lu Sun.
Lu Sun memegang pedang itu sambil berkata,
"Sayang pedang ini ada hubungannya dengan leluhur mu, Lu Fan sempat menggunakan nya."
"Pedang ini bisa menyatu dengan Lu Fan dengan sangat baik."
"Coba bila kamu yang pegang, siapa tahu pedang ini cocok untuk mu.."
ucap Lu Sun sambil menyerahkan nya ke Ying Ying.
Begitu pedang itu di genggam oleh Ying Ying, pedang itu kembali bersinar kehijauan dan mengeluarkan suara raungan dahsyat.
Segel yang mengikatnya pun terlepas, tapi dia tidak berusaha menguasai Ying Ying dan bergerak liar.
Sesaat Ying Ying berdiri diam tidak bergerak menatap lurus ke depan.
Karena di depan matanya, muncul bayangan orang sedang bersilat memainkan ke 12 jurus pedang Naga Siluman Semesta.
Perlahan-lahan Ying Ying mulai bersilat mengikuti bayangan yang muncul di depan matanya.
Efek mengerikan mulai timbul,.tapi semua berhasil di redam oleh hawa murni yang keluar dari pohon bodhi tua berbuah tunggal.
Ying Ying hanya berlatih jurusnya saja, sedangkan energi dan kekuatan nya dia simpan, yang keluar hanya sedikit rembesan nya saja.
Setelah menyelesaikan kedua belas jurus itu, Ying Ying menyimpan kembali pedang nya kedalam sarung.
Setelah itu Ying Ying baru menyimpan pedang mengerikan itu kedalam cincinnya.
__ADS_1
Nenek terbengong di buatnya kali ini, saat melihat kemampuan Ying Ying yang menjadi tambah mengerikan, dengan adanya pedang itu di tangannya.
.