KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
MENYELESAIKAN MISI DI HOTAN


__ADS_3

pesawat yang di tumpangi Lu Sun mendarat dengan lancar di kota airport Hotan yang kurang lebih hampir mirip dengan Kasghar.


Saat Lu Sun mau turun dari pesawat, terdengar suara lembut dari belakang Lu Sun.


"Pak sebaiknya hati hati kota ini sangat anti.masyarakatnya dengan orang asing, terutama orang China seperti bapak.."


Lu Sun menoleh kebelakang menatap Vivi yang berwajah blasteran dan sangat cantik itu, sambil berkata,


"Terimakasih Vi,. atas perhatiannya aku akan berhati-hati sampai ketemu nanti.."


Setelah melambaikan tangannya, Lu Sun pun menghilang dari hadapan Vivi.


Lu Sun keluar dari bandara dan mencari ke beberapa tempat untuk merental mobil, ataupun taxi.


Tapi seperti kota Kasghar, Lu Sun tidak berhasil menemukan mobil rental maupun mobil taxi yang bersedia mengantarnya menuju Kale Tamaili.


Meski Lu Sun menyamar menjadi Al Fatah, tapi karena dia bertanya dan berbicara dengan bahasa Han.


Para penduduk yang di ajak nya berbicara menatap dirinya dengan curiga dan tidak bersahabat.


Hotan sedikit berbeda dengan kota Sin Jiang lainnya, di mana masih ada percampuran antara penduduk China dan penduduk lokal yang berwajah blasteran.


Di kota Hotan hampir mayoritas penduduk nya berwajah mirip orang Turki dan orang Afghanistan.


Orang China hanya terlihat pada polisi dan tentara yang sedang melakukan patroli dan menjaga keamanan bandara.


Tapi ada satu keunggulan yang cukup menarik, meski Ara pria nya rata rata terlihat galak dan memelihara jenggot.


Tapi anak kecil di sana terlihat sangat lucu dan menggemaskan, wajah mereka begitu cantik dan tampan hampir mirip boneka.


Ada yang bermata biru, abu abu ataupun hijau, rambut mereka juga ada sebagian yang sedikit pirang.


Para wanita di sana sangat cantik,, kecantikan mereka bahkan tidak kalah dengan Giok Lan istrinya.


Lu Sun yang merasa sedikit lapar, menyempatkan diri makan masakan sana, yang makanan pokoknya adalah roti bakar berbentuk gepeng dan sedikit lebar.


Di sajikan bersama gulai kambing yang beraroma rempah rempah yang menyengat.


Lu Sun yang tidak begitu suka dengan aroma gulainya yang terlalu menyengat.

__ADS_1


Dia hanya makan sedikit saja sekedar cicip saja.


Lu Sun lebih memilih, menghabiskan seekor bebek panggang yang ukurannya agak jumbo dari bebek normal biasa.


Setelah perut terisi Lu Sun baru kembali berubah menjadi seekor rajawali dan terbang menuju arah barat.


Tidak butuh waktu lama, Lu Sun dari udara sudah menemukan kota yang di tuju.


Tapi saat memandang situasi di perkampungan kecil itu, Lu Sun benar-benar sangat terkejut.


Semua pria sampai ke anak kecil, mereka semua rata rata memikul senjata api, yang di talikan di bahu ataupun di kalungkan di leher mereka.


Sekali lihat perkampungan kecil ini seperti sedang berada dalam situasi darurat militer.


Kota ini sudah sepenuhnya jatuh ke tangan ******* pikir Lu Sun, tidak ada yang bisa dia lakukan.


Tidak mungkin dia melakukan pembantaian terhadap seluruh penduduk yang ada di sini.


Lu Sun merubah wujudnya kembali menjadi Al Fatah.


Lalu berjalan membaur dengan penduduk di sana, dia mencari informasi tentang keberadaan Hakan Basir pemimpin kelompok yang berhubungan dengan berbagai aksi teror.


Lu Sun menyusuri perkampungan tersebut menuju sebuah rumah yang di kelilingi tembok pasir yang kasar.


Di depan gerbang di jaga oleh 4 orang pria berjanggut tebal yang memakai topi.putih di kepala mereka.


Di tangan mereka masing-masing terlihat senjata Hk 416 dan M 416.


Tanpa banyak tanya Lu Sun langsung melepaskan aura Naga nya, kemudian menebas leher keempat orang itu.


Setelah itu Lu Sun pun melewati mayat keempat orang yang bergelimpangan di depan pintu tanpa kepala.


Begitu Lu Sun masuk kedalam halaman dia kembali melihat puluhan orang yang sedang duduk santai memegang senjata di tangan.


Mereka semua menatap kearah Lu Sun dengan tajam, tapi tidak ada di antara mereka yang bisa menggerakkan anggota tubuh nya.


Sebelum mereka bisa bergerak Lu Sun dengan cepat sudah menebaskan tangannya kearah leher puluhan orang itu.


Setelah melewati halaman depan, puluhan orang di ruang tengah melepaskan tembakan senjata mereka kearah Lu Sun.

__ADS_1


Di belakang mereka terlihat ada 3 orang berjenggot dan berjubah hitam dan putih sedang mengobrol santai sambil duduk.


Di belakang masing-masing pria itu terlihat 4 orang wanita yang mukanya tertutup habis menyisakan sepasang mata dan alis nya yang indah yang terlihat.


Sisanya tertutup semua bahkan tangan dan kakinya juga mengenakan sarung tangan dan kaos kaki.


Mereka terlihat berdiri patuh di belakang masing-masing 3 pria berjenggot tebal dan mengenakan sorban di kepala.


Lu Sun kembali melepaskan aura Naga, tembakan pun terhenti, dengan Wu Xiang Cien Chi, dalam sekejap puluhan orang itu tewas dengan tubuh tanpa kepala.


Pendengaran Lu Sun yang tajam menangkap, ada suara langkah kaki yang sangat ramai sedang menuju tempat itu.


Suara tembakan kearah Lu Sun tadi yang mengundang kedatangan orang orang itu.


Karena tidak ingin terlibat pembantaian massal, Lu Sun bersiap menghabisi ketiga orang yang duduk di sana, mereka bertiga sedang menatap kearahnya dengan tatapan ngeri.


Baru saja Lu Sun ingin menyerang mereka, terlihat 4 anak kecil laki laki yang berusia sekitar 7 sd 8 tahun.


Mereka berempat menerjang dan memegangi kaki Lu Sun sambil berteriak dengan bahasa yang Lu Sun tidak mengerti.


Masing masing dari keempat wanita di belakang ketiga pria itu berteriak histeris ketakutan sambil mengulurkan tangannya kedepan.


Seolah-olah ingin mencegah anak anak itu mendekati Lu Sun.


Tapi teriakan mereka sudah terlambat, tertutup dengan ledakan bom bunuh diri yang menggetarkan seluruh bangunan rumah di sekitarnya.


Saat debu tebal masih mengepul ke 12 wanita itu berteriak histeris sambil menangis menghambur kearah Lu Sun.


Dari balik debu dan pasir yang berhamburan melesat 3 buah sinar golok menebas kearah 3 pria itu, yang salah satu diantara mereka adalah Hatan basir.


Ketiga orang itu langsung roboh terjengkang dengan tubuh tanpa kepala, sebelum mereka sempat berteriak atau menyadarinya.


Seekor rajawali terbang meninggalkan kediaman tersebut.


Menyisakan.ke 12 wanita yang menangis histeris memanggil nama putra dan keponakan mereka yang telah tewas.


dengan potongan tubuh berhamburan kemana mana, akibat ledakan bom bunuh diri jenis C4 yang memiliki daya ledak cukup dahsyat.


Lu Sun sudah pergi jauh meninggalkan tempat tersebut, saat seluruh penduduk perkampungan itu, tiba di lokasi kejadian.

__ADS_1


Saat kembali ke pesawat kedua pramugari Lu Sun terlihat sangat terkejut melihat kondisi Lu Sun.


__ADS_2