
Tapi di belakangnya terlihat 4 orang polisi bersenjata lengkap ikut masuk kedalam ruangan tersebut.
Di paling belakang terlihat 2 orang satpam tadi mengikuti di belakang ke 4 petugas kepolisian.
Melihat kedatangan polisi kakek Xie langsung berdiri dari tempat duduknya dan berkata,
"Apa-apaan ini ? apa maksud mu manajer Chen ?"
Manager Chen adalah kepala cabang Bank yang barusan menengahi masalah ViVi dan Kakek Xie.
Sambil tersenyum dingin manajer Chen berkata,,
"Maaf kakek Xie, sebagai nasabah dan pelanggan penting di bank kami."
"Kami tentu sangat menghormati anda, tapi bank kami juga punya peraturan yang tidak bisa di langgar begitu saja."
Dengan emosi kakek Xie langsung menyela,
"Kapan saya pernah meminta anda melanggar peraturan ? kamu bicara yang jelas jangan mutar-mutar dan membalik fakta."
"Uang saya saya titipkan di kalian itu juga bukan gratis, ada biaya yang saya harus bayarkan."
"Dan saya tidak pernah menolak potongan biaya dari anda, tapi kini uang saya yang saya titipkan di kalian hilang.."
"Hilang karena kelalaian kalian, terus dari mana kamu bisa bilang saya melanggar peraturan."
"Apa peraturan kalian adalah menghilang kan uang nasabah termasuk hak kalian ? "
"Kalau memang itu peraturan kalian, tolong umumkan saja di semua media, agar orang semua tahu begitu tanggung jawab kalian terhadap uang nasabah."
ucap Kakek Xie berentet penuh emosi.
"Maaf pak lebih baik anda ikut kami ke kantor dan menjelaskan semuanya di sana.."
ucap salah seorang polisi sopan sambil memberi tanda mempersilahkan kakek Xie keluar dari ruangan tersebut ikut dengan mereka.
Kakek Xie menjadi berang dan berkata,
"Pak polisi kamu tidak bisa menahan saya, yang jadi korban sekarang adalah saya, kenapa kamu malah menahan saya."
Tapi polisi itu tidak mau tahu dia memberi kode agar dua temannya maju menelikung kedua tangan kakek Xie ke belakang punggungnya.
Kemudian kakek Xie di giring keluar dari bank tersebut dan di bawa menuju kantor polisi.
Kakek Xie yang memiliki ilmu beladiri sebagai salah satu tetua keluarga Xie, mudah saja baginya bila dia mau melawan 4 orang polisi.
__ADS_1
Biar 20 polisi sekalipun bukan masalah buatnya, hanya saja dia sedikit banyak juga mengerti hukum.
Tentu saja dia tidak begitu bodoh pergi melawan polisi, sebaliknya dia harus bekerjasama dengan polisi agar pelaku pencuri uang nya dari bank bisa ditemukan.
Tadi dia sengaja ribut-ribut di sana tujuan nya cuma satu, menggertak pihak bank agar mengembalikan uang nya, atau minimal membantunya menarik uangnya kembali dari nomor rekening yang diberikan oleh pemalsu dirinya.
Tapi di luar prediksi nya, manajer Chen yang biasanya sangat akrab dan selalu sangat menghormati dirinya, malah menelpon polisi untuk menangkap dirinya.
Kakek Xie tahu percuma dia melakukan perlawanan, lebih baik dia ikut ke kantor polisi, kemudian menelpon pengacaranya untuk membantunya mengurus masalah ini.
Sesampai di kantor polisi sebelum dirinya di interogasi oleh pihak kepolisian.
Dia meminta agar di ijinkan menelpon pengacaranya, karena itu adalah haknya.
Polisi tidak berhak menolak ataupun melarang nya, sehingga kakek Xie pun di ijinkan menggunakan telpon di kantor polisi untuk menelpon pengacaranya.
Kakek Xie cuma berbicara sebentar ditelpon dengan pengacaranya.
Karena Kakek Xie menolak memberi keterangan sebelum.pengacaranya hadir, polisi pun tidak bisa memaksa.
Mereka hanya bisa memasukkan kakek Xie keruangan interogasi, membiarkan dia duduk menunggu di sana.
tak berapa lama kemudian pengacara kakek Xie datang, setelah melakukan pembicaraan tertutup dengan pengacaranya.
Tak lama kemudian kakek Xie pun ikut bersama pengacaranya meninggalkan kantor kepolisian.
Di dalam mobil pengacara kakek Xie menjelaskan dan memberikan salinan sejumlah barang bukti dari pihak bank yang diserahkan kepada kepolisian.
Sehingga polisi mengambil tindakan penahanan terhadap dirinya.
Kakek Xie bisa menyaksikan rekaman CCTV bank lewat HP pengacaranya, bahwa yang datang melakukan perintah transfer adalah dirinya sendiri.
Selain itu pengacaranya juga menjelaskan segepok buku rekening yang dia bawa ke bank semuanya adalah buku rekening palsu.
Pengacaranya juga memberikan 6 data rekening yang dia minta ke pihak bank untuk melakukan transfer dana.
Ke 6 nomor rekening itu adalah nomor rekening ke 6 saudaranya sendir,i sesama tetua groups Xie.
Hal inilah yang menjadi dasar bagi bank dan pihak kepolisian menganggap dirinya ingin membuat onar karena pikun.
"Tapi paman Xie tenang saja, semua masalah sudah beres."
"Hanya saja selama sebulan ini setiap minggu sekali, paman Xie wajib lapor ke kantor polisi itu saja sudah cukup."
ucap pengacara kakek Xie sambil terus menyetir mengantar paman Xie yang ingin kembali ke kantornya.
__ADS_1
Paman Xie mengangguk dan berkata,
"Baik terimakasih banyak.."
Sepasang mata kakek Xie berkilat, sepasang tangannya terkepal erat-erat.
Dia sangat marah kepada ke 6 saudaranya yang menikam dia dari belakang.
Sepertinya ke 6 saudaranya ingin menyingkirkan dirinya dari group Xie, dengan cara licik.
Kakek Xie sangat marah, dia menghubungkan semua kejadian yang menimpa bisnisnya, semuanya pasti ulah ke 6 saudaranya itu.
Begitu tiba di gedung kantor group Xie, kakek Xie langsung kembali ke ruang kerjanya.
Kakek Xie duduk melamun di balik meja memikirkan rencana untuk membalas dan menyingkir ke 6 saudaranya itu.
Tiba-tiba kakek Xie kepikiran Cindy dia segera mengeluarkan ponselnya dan menelpon Cindy.
Di tempat lain Cindy yang baru habis dari salon bersama instruktur senam nya Maya, mereka berdua terlihat sedang duduk santai di sebuah tempat makan di mall .
"Mereka sedang ngobrol santai sambil makan salads.
Tiba-tiba HP Cindy yang dia letakkan diatas meja berbunyi.
Cindy sedikit terkejut saat melihat siapa yang sedang melakukan panggilan ke HP nya.
Dengan hati-hati dia mengangkat telpon tersebut, sambil memberi kode agar Maya jangan bersuara.
"Halo..ya kakek Xie ada apa ?"
tanya Cindy berusaha tetap tenang.
"Cindy apakah kita bisa berbicara saat ini ?"
tanya kakek Xie sebelum memulai pembicaraan.
"Tentu saja kek, Katakan saja apa yang bisa Cindy bantu.?"
Kakek Xie terdiam sejenak, kemudian dia mulai bercerita kepada Cindy,.dia kemudian menutup ceritanya dengan menawarkan kerjasama kepada Cindy.
Setelah mendengar semua cerita kakek Xie, hati Cindy tentu sangat gembira, kelihatannya Lu Sun sudah mulai beraksi pikir Cindy.
Tapi di mulut tentu Cindy tidak mengatakan apa yang sedang dia pikirkan.
Cindy sambil pura-pura menghela nafas kemudian berkata,
__ADS_1
"Kita semua masih saudara, kenapa harus saling mencelakai seperti ini ?"
"Sungguh patut di sayangkan, bila sebagai sesama bagian dari keluarga Xie kita harus saling mencelakai."