KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
BERTEMU KAISAR LANGIT.


__ADS_3

Mereka juga pura-pura tidak tahu, mereka bila bisa memilih tentu mereka sangat malas berurusan dengan orang yang berhubungan dengan kera sialan, yang masih suka menjadikan mereka sebagai olok olok itu.


Bahkan setelah menjadi Buddha sekalipun, kera itu setiap ada kesempatan pasti akan datang mengolok olok mereka.


Kera itu hanya akan menjadi alim bila ada Buddha Sakyamuni, Dewi Kwan Im, Budhisatva Ulat emas (Cing Can Ce) atau di dunia fana terkenal sebagai biksu Tang San Chang .


Lu Sun dan kedua Istrinya mengikuti Dewa bintang, bergerak menuju Ling Xiao Bao Tian, sebuah istana Nan megah yang melayang di tengah udara.


Tanpa menghadapi kesulitan akhirnya mereka bertiga tiba di ruangan belairung istana yang megah.


Kaisar dan ratu langit terlihat duduk di atas singgasana yang letaknya agak tinggi.


Di belakang ratu langit berdiri berjejer 7 Dewi langit yang merupakan kakak Giok Lan.


Mereka menatap kearah Giok Lan dengan tatapan penuh kerinduan.


Di bagian bawahnya turun 3 undakan tangga, ada dewa Dewi tingkat tinggi.


Semakin kebawah tingkatan dewa dewi nya semakin rendah.


Lu Sun yang datang bersama Dewa bintang mereka ada di posisi paling bawah, yang di kiri kanan mereka terlihat dewa Dewi kelas paling bawah.


Dewa Bintang sudah kembali ke posisinya di undakan tangga kedua, setelah memberikan laporan ke kaisar langit.


Melihat kaisar langit dan ratu langit di atas sana, Giok Lan langsung menjatuhkan diri berlutut dengan kepala tertunduk, melihat hal ini, Lu Sun dan Ying Ying pun mengikutinya.


"Putri ku Giok Lan, akhirnya kamu kembali juga, apa kamu sudah sadar dosa mu dan siap menerima hukuman..?"


ucap Kaisar Langit sambil menunjuk kearah Giok Lan.


Giok Lan hanya bisa menundukkan kepalanya dalam dalam, tidak berani menjawab, tubuhnya sedikit gemetar.


Melihat hal ini Lu Sun pun merasa kasihan, dia menyentuh bahu Giok Lan dengan lembut dan berkata,


"Jangan takut sayang, selama aku masih hidup, langit runtuh sekali pun, aku akan menyangganya untuk mu.."


"Ayo berdirilah,"


ucap Lu Sun sambil membantu Giok Lan berdiri di belakangnya.


Setelah itu Lu Sun pun menghadap kearah Kaisar Langit dan berkata,


"Giok Lan adalah putri Yu Di dan Wang Mu Niang Niang, maka aku sebagai suaminya sebagai tata Krama wajib memberikan penghormatan kepada kalian berdua."

__ADS_1


"Kini Giok Lan adalah istri ku, segala dosanya baik saat ini maupun masa lampau adalah tanggung jawab ku.."


"Aku akan menanggung untuk nya, harap Yu Di dan Wang Mu Niang Niang bisa memaafkan nya."


"Mohon agar dia di beri kesempatan menjalani kehidupannya sebagai manusia hingga selesai, setelah itu dia akan kembali berkumpul di sisi kalian.."


"Bila waktu itu tiba, saya mohon Yu Di dan Wang Mu Niang Niang Sudi menerima nya kembali tanpa memberinya hukuman lagi."


Giok Lan langsung bereaksi menarik lengan baju Lu Sun sambil menggelengkan kepalanya.


Dia menatap Lu Sun dengan sepasang mata basah dengan tatapan penuh haru.


Lu Sun menoleh kearahnya sekilas dan tersenyum lembut padanya.


Kemudian dia kembali menatap kearah Yu Di dan Wang Mu Niang Niang dengan sikap tenang.


Kaisar langit menatap Lu Sun sambil tersenyum lembut dia berkata,


"Anak muda, dahulu aku pernah menawarkan mu menjadi menantu ku, tapi kamu menolaknya."


"Kini setelah timbul begitu banyak kekacauan akibat ulah Giok Lan, yang mengacaukan aturan dan hukum langit, kamu malah muncul sebagai suaminya."


"Dan ingin menanggung semua dosanya, tapi apa kamu tahu dosanya itu sangat besar dan tidak main-main.."


"Apa kamu mengerti dan memahami nya..?""


ucap kaisar langit sambil tersenyum lembut penuh welas asih.


Lu Sun memberi hormat kepada kaisar langit, kemudian dia baru berkata,


"Yu Di apapun hukumannya aku siap menjalani untuknya.."


"Tapi kedatangan ku kali ini kemari bukan untuk mengungkit Budi dan dosa Giok Lan istri ku, tapi adalah hal yang lebih penting yang ingin ku bahas."


"Dan untuk itu aku membutuhkan bantuan dari Yu Di."


"Sedangkan urusan Giok Lan harap Yu Di menangguhkannya dulu, nanti setelah semua urusan ini selesai."


"Aku berjanji akan kembali kemari untuk menanggung semua hukuman nya sesuai peraturan langit yang berlaku.'


"Ohh apa itu, ? coba kamu jelas kan.."


tanya Kaisar Langit sambil menatap serius kearah Lu Sun.

__ADS_1


"Di laut timur telah muncul saudara seperguruan guru ku Wu Ming Lao Jen, yang telah menyegel adik seperguruannya itu selama 300 juta tahun yang lampau."


"Dan kini masanya telah berakhir, segel sudah terlepas kecapi iblis saudara seperguruan ku guru ku telah muncul kembali kedunia.."


"Dia memiliki kemampuan merusak tiga alam,


dunia langit dan neraka."


"Untuk itu saya mohon agar Yu Di bisa memberi ku ijin untuk menemui Yu Se Thian Cun, aku memerlukan sedikit petunjuk dari nya, agar bisa menghadapi kecapi iblis."


Kaisar langit terlihat terkejut mendengar penjelasan Lu Sun, dia lalu menghitung hitung dengan ujung jari nya, begitupula dengan beberapa dewa di tangga kedua.


Mereka semua sama seperti kaisar langit , wajah dan ekspresi mereka terlihat terkejut dan agak pucat.


Kaisar langit akhirnya menghela nafas panjang dan berkata,


"Akhirnya petaka yang sempat di ramalkan oleh Thian Cun mulai datang menghampiri kita dan menjadi kenyataan.."


"Pantas saja akhir akhir ini, aku selalu merasa sangat tidak tenang, seolah olah ada hal besar yang akan datang menghampiri ku."


"Tadinya aku mengira hal ini ada hubungannya dengan mu dan diri putri ku Giok Lan."


"Tapi ternyata ada hal lain yang jauh lebih besar dari hebat."


"Baiklah aku akan mengantar mu pergi menemui Thian Cun.."


"Tapi aku hanya bisa membawa mu seorang, Giok Lan dan dia tidak bisa ikut.."


"Mereka berdua bisa ikut dengan Wang Mu Niang Niang dan ke tujuh putri ku yang lain, untuk beristirahat di taman buah persik."


Lu Sun mengangguk dan berkata,


"Terimakasih banyak Yu Di, kalau begitu aku akan sedikit merepotkan Wang Mu Niang Niang."


"Niang Niang maaf merepotkan anda, di sini aku Lu Sun mengucapkan banyak terimakasih pada mu.."


ucap Lu Sun sambil sekali lagi memberi hormat ke Yu Di dan Wang Mu Niang Niang.


Wang Mu Niang Niang tersenyum lembut dan berkata,


"Tidak masalah, aku malah senang bisa berkumpul dengan Lan Lan putri ku."


"Lan Lan dan kamu siapa namanya ? ikutlah denganku.."

__ADS_1


ucap Wang Mu Niang Niang melambaikan tangannya sambil melangkah meninggalkan Ling Siao Bao Tian, yang di ikuti oleh ke 7 putrinya.


__ADS_2