KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
MELAWAN PENGUASA DANAU


__ADS_3

Lu Sun ingin meronta tapi tumbuhan rambat yang datang mengikat kaki tangannya semakin banyak.


Bahkan mulai ada yang merambat mencekik lehernya.


Lu Sun mengerahkan seluruh tenaga miliknya meronta, tapi pergerakan di dalam air, tentu tidak seleluasa di daratan.


Semakin keras Lu Sun meronta semakin kuat akar-akar itu mengikat dan berusaha menarik nya kebawah.


Tanaman hidup itu ingin membuat Lu Sun kehabisan nafas dan tenaga.


Sentakan sekuat tenaga Lu Sun banyak membuat tanaman rambat itu yang putus.


Tapi yang datang menggantikan yang putus melilit Lu Sun semakin banyak.


Lu Sun sedikit panik, bila terus begini dia pasti akan kehabisan nafas dan tenaga.


Lu Sun sambil berusaha bertahan, otaknya berputar berpikir cara diri nya agar bisa melepaskan diri dan menjauhi danau yang cantik tapi berbahaya ini.


Lu Sun teringat dengan Wu Xiang Sen Kung miliknya dia segera mengerahkan nya.


Tangan dan kakinya memanjang dan terus memanjang hingga akhirnya tubuh dan kepala nya muncul di permukaan air mengambil nafas.


Sambil terus memanjang dan terbang diatas air, baru Lu Sun membuat kaki tangannya menyusut menjadi setipis kertas secara tiba-tiba.


Meloloskan diri dari belitan akar yang mengunci kaki dan tangan nya.


Begitu lolos tangan dan kaki Lu Sun pun memendek kembali ke asal nya.


Rumput rambat yang terus mengejarnya keatas air, terkena tebasan energi pedang tak berwujud.


Yang dilepaskan oleh Lu Sun, semua putus berhamburan, tapi tanaman itu seperti tiada habisnya terus mengejar Lu Sun yang sedang melayang diudara.


Tapi setelah Lu Sun berada di ketinggian tanaman ini sudah bukan bahaya lagi bagi Lu Sun.


Lu Sun terbang semakin tinggi menghindari kejaran tanaman sambil melepaskan energi pedang tanpa wujud nya yang bergerak bagaikan Sambaran angin yang tak terlihat.


Tanaman yang mengejarnya pun putus berhamburan mengambang diatas danau, kemudian perlahan-lahan tenggelam kembali ke dasar danau.


Tanaman rambat itu seperti memiliki akal dan pikiran, setelah merasa tidak bisa lagi menangkap Lu Sun.


Mereka pun secepatnya menarik diri mundur kesasar danau kembali ketempat masing-masing.


Lu Sun sambil melayang berpikir, sungguh berbahaya tempat ini, tadi hampir saja dia terjebak dan mati di dasar danau.

__ADS_1


Lu Sun sedikit terkejut melihat sebuah kepala tiba-tiba muncul dari dalam air.


Perlahan-lahan kepala itu keluar dari dalam air dan terus naik kepermukaan air hingga kini sosok tersebut berdiri ringan diatas air.


Ketika kepalanya mendongak menatap kearah Lu Sun, Lu Sun langsung terpesona dengan kecantikan wajah gadis itu.


Mata lebar dan jeli, pupil matanya bersinar kehijauan, mirip pupil mata kucing disaat berada ditempat gelap, terlihat sangat indah.


Sepasang alis dan bulu mata nya yang lentik menambah kesempurnaan kecantikan pada bagian matanya.


Hidungnya kecil tipis dan mancung, bibirnya kemerahan berbentuk gendewa sangat menggemaskan dan menggoda orang untuk menciumnya.


Kulit wajahnya putih kemerahan sangat halus.


berbentuk bulat telur, rambutnya panjang hitam lebat dan tebal, memanjang sampai menutupi sepasang bukitnya yang tinggi menjulang.


pusatnya kecil dan dipasangi giwang emas, bagian bawah pusarnya hanya tertutup oleh rumput-rumput rambat yang hanya menutupinya sampai diatas lutut.


Memamerkan sepasang pahanya yang putih mulus dan panjang, begitu pula dengan betisnya.


Telapak kaki yang berpijak di atas air juga tidak kalah menariknya berukuran sedikit kecil dengan jari-jari kaki yang halus dan putih kemerahan, dipergelangan kakinya di hiasi gelang kaki yang dipasangi lonceng-lonceng kecil.


Gadis cantik itu menunjuk Lu Sun dengan jari telunjuk nya yang lentik sambil berkata,


"Apa yang sedang kamu cari dan inginkan ?"


Lu Sun sedikit canggung dengan keadaan dirinya sendiri yang tidak berbusana.


Lebih parahnya lagi, karena melihat kecantikan dan kemolekan bentuk tubuh gadis didepannya.


Tongkat Lu Sun berdiri tegak dan mengangguk-angguk seperti orang Jepang memberi salam.


Melihat Lu Sun hanya cengar-cengir tidak menjawab pertanyaannya, secara tidak sengaja gadis itu melihat tongkat Lu Sun yang sedang mengangguk-angguk kepadanya.


Dia langsung menjerit kecil dan mengumpat sambil kembali menunjuk Lu Sun dengan gemas,


"Ihh...! bangsat cabul memalukan...m*niac...!!"


Lu Sun menjadi semakin malu dengan kedua tangannya dia menutup bagian bawah perutnya sambil berkata,


"Maafkan aku..kita harus bertemu dalam keadaan seperti ini..."


"Nama ku Lu Sun, aku datang kemari dalam rangka menyelidiki tempat ini."

__ADS_1


"Kalau boleh aku tahu nona siapa ?"


"Cihh..! tidak tahu malu..cowok brengsek..! aku tidak Sudi berkenalan dengan mu..!"


"Lupakan saja..! cepat tinggalkan tempat ini..!"


Lu Sun mengulurkan tangannya dengan Chi nya dia menyedot celananya yang dia geletakan ditepi danau.


Kemudian mengenakan nya kembali sambil berkata,


"Kalau aku tidak mau, kamu mau apa ?'


"Kalau begitu tidak usah banyak bacot..! rasakan..!"


Gadis itu tiba-tiba mengangkat kedua tangannya kedepan, empat pilar air menerjang kearah Lu Sun ingin menjerat kaki dan tangan Lu Sun.


Mirip dengan tanaman rambat tadi, hanya kini yang bergerak seperti bernyawa adalah air danau.


Yang dikendalikan oleh gadis itu, untuk menyerang dan menangkap Lu Sun.


Lu Sun tentu tidak tinggal diam dan Mandah membiarkan gadis itu menangkap dirinya.


Dia segera menghilang dari tempatnya kemudian dia membalas menyerang gadis itu dengan 18 tapak Penahluk Naga .


Seekor naga yang terbentuk dari air menerjang punggung gadis itu.


Gadis itu menendang kakinya keatas air kemudian tubuhnya melayang menjauhi, tempat dia berdiri tadi.


Muncul sebuah dinding es menghalangi pergerakan naga air ciptaan Lu Sun.


Naga air ciptaan Lu Sun membentur dinding es yang di ciptakan gadis itu hancur buyar tak berbekas.


Dinding es itu kini maju kedepan hendak menabrak Lu Sun, hal ini karena gadis itu sedang mendorong es itu dari belakang.


Di balik dinding mengikuti 4 pilar yang siaga untuk mengikat sepasang kaki dan tangan Lu Sun, bila Lu Sun menyambut dan menghancurkan dinding es ini dengan kedua tangannya.


Dinding es benar saja di hancurkan oleh Lu Sun dengan kedua telapak tangannya yang diangkat kedepan.


Tapi begitu dinding es runtuh 4 pilar air bergerak dengan sangat cepat ingin melilit kaki dan tangan Lu Sun.


Tapi Lu Sun menyambut serangan dadakan itu dengan Qian Kun Ta Lo Ih Sin Fa, pilar air itu kini mengikuti putaran tangan Lu Sun, yang kemudian dihempaskan kembali kearah gadis itu.


Gadis itu menggerakkan kedua tangannya dari bawah keatas, muncullah dua pusaran air raksasa yang berputar-putar seperti angin topan.

__ADS_1


Menelan keempat pilar air yang di kembalikan oleh Lu Sun dan terus bergerak menerjang kearah Lu Sun.


__ADS_2