
Di dekat meja bartender terlihat David duduk sendirian sedang menatap gelas kosong yang berada ditangannya.
Lalu dia menggunakan tangan nya yang lain hendak mengambil sebotol JD yang terlihat masih penuh.
Dia bahkan tidak menoleh maupun memperdulikan siapa yang datang dan sedang berjalan menghampirinya.
David membuka tutup botol dan hendak menuang isi botol.kegelasnya.
Tapi gerakan nya terhenti diudara, sebuah lengan besar dan kekar menahan tangannya yang ingin menuang minuman JD ke gelasnya yang kosong.
David mengerutkan alisnya dan menoleh ke sebelah nya, tapi melihat yang berdiri di sampingnya dan sedang menahan pergerakannya adalah Lu Sun.
Respon yang ditunjukkan oleh David membuat Lu Sun sedikit terkejut, tapi juga kecewa.
David hanya menatap Lu Sun sekilas dan berkata,
"Oohh.kamu Boss.?.. duduklah...!"
"Mari kita minum bersama bila sedang tidak sibuk.."
"Michael tolong gelas kosong nya 2 buat mereka..!"
ucap David kepada penjaga bar, yang bernama Michael.
Bartender itu dengan gerakan cepat menaruh dua gelas kosong di hadapan Lu Sun, tapi Lu Sun memberi kode agar bartender tersebut, menyimpan kembali gelas yang dia taruh di meja
David ingin melanjutkan menuang botol yang dipegangnya.
Tapi bagaimana pun dia berusaha botol itu tetap tidak bisa digerakkan.
"David kembali mengerutkan alisnya menatap Lu Sun dengan emosi dan berkata,
"Bahkan teman ku pun datang-datang ingin menindas ku, apa mau kalian sebenarnya.!?"
"Bila kalian menginginkan nyawaku ambil saja, bagi ku hidup ini juga tidak ada bedanya dengan kematian..!"
Lu Sun mengerahkan sedikit tenaga es abadi, botol langsung membeku beserta isinya.
Tangan David yang tidak kuat menahan rasa dingin yang menusuk tajam dari botol yang dipegangnya.
Terpaksa melepaskan pegangan tangannya dari botol, botol jatuh kemeja menggelinding jatuh keatas lantai.
Tapi tidak pecah sama sekali, karena botol telah berubah menjadi sepotong es beku.
Bartender yang bernama Michael menatap dengan terkejut dan tidak percaya dengan apa yang dia lihat barusan.
Dia mengucek matanya berulang kali, tapi hasilnya tetap sama, sebotol JD nya, kini tergeletak dilantai menjadi sepotong es beku.
"Boss sebenarnya apa yang kamu inginkan dari ku ?"
tanya David tidak puas.
__ADS_1
Lu Sun menatap David dengan tajam dan berkata,
"Aku ingin David ku yang dulu, kembalikan dia pada ku.."
"David yang itu sudah mati dari 2 tahun yang lalu, dia mati setelah Viona nya direbut paksa darinya.."
ucap David kecewa dan putus asa.
"Apa dengan cara begini Viona bisa kembali ?"
"Apa dengan cara begini kamu merasa tidak bersalah dengan Viona yang mungkin sedang menunggu kamu datang menolongnya.?"
tanya Lu Sun sambil menatap David.
David memukul meja bar dengan keras dan berkata,
"Apa yang bisa aku lakukan...!"
"Aku tidak sesakti Boss, yang bisa kulakukan saat ini hanya menggunakan minuman setan ini untuk melupakan semua nya.!"
"David tidak ada yang bisa membantu mu, selain diri mu sendiri, kamu lupa yang ku alami dulu lebih parah dari mu ?"
"Kamu masih bisa bergerak dan punya uang untuk minum, sedangkan aku bukan hanya tidak punya uang bahkan bergerak pun tidak bisa."
"David ku katakan pada mu untuk terakhir kalinya, yang bisa menolong kamu dan Viona adalah kemauan untuk bangkit.."
"Bila kamu sendiri tidak punya kemauan dan keyakinan diri untuk bangkit, maka siapapun tidak bisa menolong mu keluar dari masalah ini."
"David kamu dengarkan aku, posisi Direktur Marketing groups Lu kini kosong, aku menunggu mu kembali.."
"Semua keputusan ada ditangan mu sendiri."
ucap Lu Sun sambil menepuk bahu David.
Lu Sun kemudian bangkit dari tempat duduknya melangkah keluar dari bar meninggalkan David yang masih duduk terpekur seorang diri
Tepukan Lu Sun tadi bukan tepukan biasa, itu adalah tepukan Im Yang Sen Kung, yang langsung menghancurkan semua alkohol yang mempengaruhi pikiran akal sehat David.
David seperti tersiram air es yang sangat dingin di kepala nya sehingga pikiran nya menjadi terang dan pulih kembali.
David kembali memukul meja bar dengan keras, menggertakkan gigi nya, kemudian dia berdiri dari duduknya dan berlari mengejar Lu Sun dan Viktor.
Begitu pintu bar terbuka lebar dari dalam dan David melangkah keluar dari dalam bar dengan terburu-buru.
Mata David sedikit silau oleh cahaya matahari di luar sana, dia secara otomatis mengangkat tangannya untuk menghalau cahaya yang menyilaukan matanya.
Setelah sedikit mulai terbiasa, David melihat Lu Sun dan Viktor masih berdiri di lapangan parkir bersandar pada mobil Viktor.
Mereka berdua tersenyum lebar membentangkan sepasang tangan mereka menyambut kedatangan nya.
David tersenyum lebar hatinya di penuhi keharuan, ternyata mereka selalu ada untuknya, justru dia lah yang telah lama berpaling dari mereka.
__ADS_1
Kini David mulai menyadari kelemahan dan kesalahan dirinya.
David menghampiri mereka sambil tertawa, ini adalah tertawa lepas nya yang pertama kali,
sejak dia kehilangan Viona .
David kemudian memeluk Lu Sun dan Viktor secara bergantian dan berkata,
"Terimakasih banyak teman-teman.."
Lu Sun dan Viktor membalas pelukan David sambil menepuk-nepuk punggung David sambil tertawa senang.
Mereka bertiga kemudian berjalan kaki menuju Apartemen David, begitu pintu apartemen kamar David di buka bau alkohol dan sampah makanan yang berserakan langsung menyebar.
David tersenyum malu menatap kedua temannya sambil berkata,
"Maaf.."
Lu Sun dan Viktor menepuk pundak David dan berkata,
"Tidak apa-apa santai aja.."
"Vic tolong panggil itu petugas bersih-bersih online datang aja."
"Vid kamu masuk bawa barang-barang berharga mu, sisanya biarkan petugas online itu saja yang urus."
"Kamu mandi dulu, habis itu susul kami di cafe lantai dasar.."
ucap Lu Sun tenang, seperti kebiasaan dirinya membagi-bagi tugas kebasahannya.
Aura pemimpin yang kental dan sulit di bantah keluar begitu saja secara otomatis.
David dan Viktor yang sudah lama mengenal Lu Sun mereka langsung menjalankan nya tanpa banyak bersuara.
Lu Sun dan Viktor terlihat duduk santai di cafetaria yang terletak di lantai dasar, tak lama kemudian terlihat David yang sudah rapi datang menyusul dan ikut bergabung.
"Gimana Vik kapan petugas itu sampai ?"
Viktor melihat HP nya dan berkata,
"Sudah sampai bentar lagi juga tiba.."
Baru saja Viktor selesai bicara, seorang pria yang memakai seragam petugas kebersihan online, berjalan menghampiri meja mereka bertiga.
"Maaf pak apakah bapak-bapak yang memesan jasa pembersih online lewat aplikasi GC..?
ucap pria itu sopan.
David segera mengangguk kemudian memberikan kunci apartemen nya kepada petugas tersebut sambil berkata,
"Tolong ya .."
__ADS_1
"Siap pak.."
jawab petugas itu sambil menerima kunci dari David dengan tubuh sedikit membungkuk.