KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
PEMUDA MISTERIUS.


__ADS_3

Lu Sun berjalan meninggalkan area danau melanjutkan perjalanan nya.


Sambil berjalan Lu Sun menghirup udara segar di sekitarnya dan berkata,


"Tempat ini sungguh nyaman, aku jadi teringat masa-masa indah dulu tinggal di lembah."


Di depan Lu Sun kembali melihat hamparan bunga berwarna-warni, tempat ini pikir Lu Sun di dalam hati sangat indah dan misterius.


Apakah ini ciptaan alam semesta, atau ciptaan orang sakti.


Lu Sun terus melangkah memasuki hamparan bunga yang berwarna warni terlihat sangat indah.


Selain itu saat angin berhembus kearah Lu Sun menerpa wajahnya, aroma bunga yang wangi dan segar masuk kedalam penciuman nya, membuat pikiran nya menjadi lebih segar dan jernih.


Sambil tersenyum puas Lu Sun meneruskan langkahnya, melewati hamparan bunga di sekelilingnya.


Setelah melewati hamparan bunga Lu Sun menemukan sebuah hamparan tanah coklat kehitaman yang sangat luas seolah-olah tak bertepi.


tempat apalagi ini pikir Lu Sun di dalam hati dengan heran.


Tempat ini terbuka, tidak terlihat ada rumput pohon ataupun mahluk hidup apa pun di sana.


Sejauh mata memandang hanya hamparan tanah yang terlihat.


Lu Sun memutuskan terbang saja melewati tempat ini, Lu Sun khawatir kembali ada bahaya yang menghadangnya, bila dia berjalan diatas tanah tersebut.


Lu Sun baru terbang beberapa saat dari dalam tanah tiba-tiba Muncul seorang pemuda, yang memegang sebatang tongkat menghadang perjalanannya.


Lu Sun mencoba menghindarinya terbang ke kiri, tapi pemuda itu juga ikut menghadang ke kiri.


Lu Sun dengan sabar terbang ke kanan, pemuda itu juga terbang mengikutinya.


Lu Sun kini terbang tinggi ingin melewatinya, tapi pemuda itu menggerakkan tangannya keatas.


Maka tanah dibawahnya bergerak membentuk dinding tebal menghadang di hadapan Lu Sun.


Lu Sun kemudian mendarat ringan di hadapan pemuda itu dan berkata.


"Hai anak muda kenapa kamu menghalangi perjalanan ku ? apa mau mu sebenarnya ?"


Pemuda itu menatap tajam kearah Lu Sun dan berkata,


"Tuan sebaiknya anda segera tinggalkan tempat ini, tempat ini tidak ingin menerima kunjungan mu."

__ADS_1


Lu Sun sambil tersenyum berkata,


"Anak muda, kalau aku tetap ingin melewatinya, kamu bisa apa ?"


"Itu berarti anda emang sengaja datang untuk mencari keributan, maka jangan salahkan aku bila bersikap kasar."


ucap pemuda itu tenang tanpa ekspresi.


Lu Sun kembali tersenyum dan berkata,


"Kalau begitu kehendak mu, majulah aku akan menemani mu bermain-main sejenak."


Lu Sun memasang kuda-kuda bersiaga melepaskan serangan Kang Lung You Hui, kearah pemuda itu.


Tapi tiba-tiba tanah di bawahnya amblas kebawah, menyedot kedua kakinya kebawah.


Kini Lu Sun mengerti mengapa tanah disekitarnya terlihat agak aneh.


Rupanya tanah di sini dapat di gunakan untuk menjebak orang.


Lu Sun memukul sepasang tangannya ke bawah, kemudian tubuhnya melesat keatas.


Dari atas Lu Sun melepaskan jurus Fei Lung Cai Than.


Seekor Naga emas yang terbentuk dari cahaya energi yang dilepaskan Lu Sun meliuk-liuk, menerjang kearah pemuda itu.


Bergerak menerjang kearah Naga Emas yang sedang menuju kearahnya.


Tanah tersebut tidak berhasil meredam pergerakan Naga Emas yang terus mengejar kearah pemuda itu.


Pemuda itu kini menyambut serangan naga dengan hantaman tongkatnya, yang membawa pusaran dari tanah mengejar dan menyambut serangan Lu Sun yang berbentuk cahaya energi Naga Emas .


Benturan keras terjadi si pemuda terseret mundur 3 meter, sedangkan Cahaya energi yang Lu Sun lepaskan, kini hilang tak berbekas.


Lu Sun berpikir dalam hati, Pemuda ini hampir mirip dengan Shinta Dewi kekuatan nya.


Hanya saja Shinta Dewi ahli mengendalikan air sebagai senjata sedangkan pemuda ini ahli mengendalikan tanah sebagai senjata.


Mereka berdua sama-sama sangat bahaya dari memiliki ilmu yang aneh dia harus waspada.


Terutama jangan pernah terseret ke bawah tanah, sekali terseret ke bawah mampuslah dirinya.


Lu Sun mengeluarkan senjata Hua Ci miliknya dia mulai memainkan tombaknya menyerang kepala dada dan perut pemuda itu dari udara

__ADS_1


Ujung tombak tergetar menjadi tiga bayangan yang menyerang ke tiga titik.


Pemuda itu dengan gerakan tenang menggunakan tongkatnya menangkis serangan dari Lu Sun.


Tapi dia menjadi terkejut saat menangkis tusukan Hua Ci tongkatnya patah menjadi 3 potong dan dia terpental mundur.


Pemuda itu memejamkan matanya sambil menggerak-gerakkan tangannya, secara ajaib Hua Ci ditangan Lu Sun, tidak menuruti perintahnya.


Hua Ci bergerak-gerak sendiri, kemudian meluncur ke tangan pemuda itu.


Tapi sewaktu pemuda itu ingin menyambut Hua Ci tersebut, dia tidak kuat menerimanya.


Sehingga melepaskan pegangannya membiarkan Hua Ci terjatuh didepan kakinya.


Lu Sun sangat terkejut saat melihat Hua Ci nya tidak menuruti perintah nya, dan malah melayang kearah pemuda itu.


Untungnya Hua Ci terlalu berat pemuda itu tidak berhasil menggunakannya, selain ayahnya Lu Bu, dirinya dan Lu Fan tidak ada yang sanggup dan mau menggunakan senjata berat itu.


Melihat senjata itu tergeletak begitu saja, Lu Sun pun tersenyum melihatnya.


Tapi hanya sesaat, sesaat kemudian senjata itu bergerak terbang menyerang dirinya, sesuai kontrol yang di lakukan dari jarak jauh oleh pemuda itu.


Lu Sun terpaksa mengeluarkan senjata legendarisnya untuk menangkis serangan Hua Ci terbang.


Pemuda itu sempat mencoba ingin mengontrol senjata Dewa itu, tapi tidak berhasil, malah kini senjata itu bergerak sendiri seperti kesurupan mengejar dan menyerangnya.


Pemuda itu sempat masuk kedalam tanah, tapi senjata Dewa Lu Sun terus mengejarnya, sampai kedalam tanah sekalipun.


Ketika dia sedang sibuk, kontrolnya terhadap Hua Ci pun hilang, Lu Sun menggunakan kesempatan itu menyembunyikan Hua Ci miliknya.


Karena di dalam tanah pun senjata Dewa itu terus mengejarnya, akhirnya Pemuda itu terpaksa kembali muncul diatas tanah.


Lu Sun tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan didepan mata, dia segera membelah diri menjadi 8.


Nenggunakan jurus cakar naga meradang di tangan kanan dan cakar tengkorak putih ditangan kiri, menekan pergerakan pemuda itu.


Tubuh Lu Sun kini berubah menjadi 8 orang yang menyerang dari delapan arah mata angin.


Pemuda itu memang terdesak, tapi dia belum menyerah, dengan tehniknya, dia membentuk 10 manusia tanah menyerang kearah 8 bayangan tubuh Lu Sun.


10 manusia tanah bergerak menghadapi 8 bayangan tubuh Lu Sun dan Senjata Dewa yang bergerak sendiri.


Sedangkan pemuda itu mengontrol dari jarak jauh, manusia tanah itu bila dirusak dia akan kembali pulih

__ADS_1


Seakan-akan adalah mahluk aneh yang tidak bisa di bunuh dan di hancurkan, tidak mengenal kata sakit dan takut.


Terus bergerak maju menyerang sesuai kontrol jarak jauh dari pemuda itu.


__ADS_2