KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
8. Kehadiran Sang Raja


__ADS_3

Benua Bawah, Kekaisaran Bawah, Kerajaan Tengah, Istana Kerajaan Tengah, Di Aula Kerajaan.


Acara ulang tahun Wu Feng sudah berjalan selama sejam, dan para tamu sudah menunggu bintang tamu yang sangat spesial, yaitu Raja dari Kerajaan Tengah.


Tempat yang di sewa oleh Wu Liang adalah tempat yang biasa untuk pertemuan besar, tempat tersebut adalah Aula Kerajaan.


Bisa di bayangkan betapa lebar dan besarnya sebuah Aula, tempat tersebut sangat besar dan agak terlihat kuno.


Acara di adakan pada pagi hari menjelang siang, para tamu undangan semuanya sudah pada hadir, tinggal bintang tamu spesialnya.


*Karena penamaan di sini di awali dengan kata "Wu" yang artinya itu dari Keluarga Wu, jadi Author menamai semua yang masih termasuk atau terhubung dengan Raja Kerajaan Tengah di Kekaisaran Bawah Benua Bawah ini adalah Keluarga Wu.


Keluarga Wu adalah salah satu keluarga yang memegang mahkota kerajaan, Raja dari Kerajaan Tengah ini bernama depan Wu, jadi seluruh keluarga serta saudara yang masih sehubungan dengan Raja Kerajaan Tengah namanya berawalan Wu*.


Kembali ke cerita.


"Saudara Liang, beruntungnya dirimu karena akan di datangi oleh Sang Raja, anakmu pasti bangga memiliki ayah sepertimu". Kata seorang pria yang seumuran dengan Wu Liang yang hadir sebagai tamu undangan.


"Ah, Saudara Hong ini bisa aja. Ini berkat istri tercintaku yang telah mengundang Sang Raja untuk hadir di acara ulang tahun anak dari adik kandungnya, jadi Sang Raja menerima surat undangan tersebut". Balas Wu Liang pada Saudara Hong, sambil memuji istrinya yang ada di sebelahnya.


"Saudara Liang terlalu merendah, aku sendiri tau pekerjaan seorang Raja yang sangat banyak, sebuah kehormatan jika Sang Raja meluangkan waktunya untuk sebuah pesta ulang tahun dari anak Saudara Liang". Kata pria itu lagi.


"Mungkin Sang Raja ingin bersenang senang dengan meluangkan waktunya datang ke sini, aku hanya beruntung saja. Hehe....". Jawab Wu Liang sambil bercanda.


Selagi Wu Liang dan pria tersebut berbincang, dari arah pintu masuk datang seorang gadis yang memiliki keindahannya tersendiri, yang tak lain dia adalah Wu Lan adik dari Wu Feng.


Wu Lan masuk dengan wajah yang sangat kesal, dia segera duduk di tengah ibu dan ayahnya.


"Lan lan, kau kenapa?". Tanya Wu Yue, ibunya.


"Kakak Feng bikin aku kesal...!". Marah Wu Lan.


"Apa yang dia lakukan padamu, hingga semarah ini?". Tanya Wu Liang, ayahnya.


"Dia bilang, ingin menjodohkan aku sama pria lain. Aku gak mau di jodohin!!". Jawab Wu Lan dengan sangat kesal.


"Lan lan kau tau sendiri, kakakmu itu suka jahil. Dia mengatakan itu, hanya bercanda saja". Kata ibunya menenangkan anaknya yang menyender manja ke ibunya.


"Benarkah?". Tanya Wu Lan dengan wajah senang nya.


"Iya, benar kata ibumu. Lagian siapa yang mau sama anak perempuan yang galak?? Hahahaha.......". Jawab ayahnya sambil bercanda dan tertawa.


"Ayaaah......". Teriak Wu Lan yang semakin kesal akan tingkah ayahnya yang memalukan dirinya di depan orang yang ada di ruangan itu.


Semua orang yang ada di dalam ruangan itu hanyalah para orang orang penting yang dekat dengan Keluarga Wu Liang, mereka juga ikut tertawa karena hal di hadapan mereka juga sudah sering mereka lihat.

__ADS_1


Jadi semua yang ada di dalam ruangan itu memang hanya untuk orang orang yang sangat dekat dengan Wu Liang dan keluarganya, karena itu mereka tau sifat Wu Liang yang juga suka mengerjai Wu Lan anak perempuannya.


Di sampingnya, Wu Yue sang istri juga ikut tertawa. Hal itu membuat Wu Lan merasa malu serta kesal, tapi dia tau yang di katakan ayahnya memang benar dia sifatnya sangat pemarah dan manja.


"Tuan, tamu undangan spesial anda sudah datang". Tiba tiba dari arah pintu masuk ruangan, penjaga gerbang di Aula itu memberitahu bahwa orang yang di tunggu tunggu sudah hadir.


"Oke baik, cukup di sini dulu. Mari kita sambut Sang Raja kita yang terhormat". Kata Wu Liang yang langsung berdiri setelah pemberitahuan itu, dia juga menunda perbincangan yang hangat tadi untuk sementara karena mereka akan menyambut tamu kehormatan yang spesial.


Mereka yang berada di ruangan itu akhirnya keluar ruangan, Wu Yue dan Wu Lan juga keluar.


Karena Wu Yue adalah adik kandung dari Sang Raja, jadi dia yang menyambut Sang Raja di depan pintu masuk.


Semua tamu undangan yang tadinya bercanda dan tertawa riang sekarang diam semua, karena akan ikut menyambut Sang Raja.


Di depan pintu masuk Aula Kerajaan sekarang sudah ada Wu Feng, Wu Liang, Wu Yue dan Wu Lan sebagai pemilik acara.


Seluruh orang juga terdiam tanpa kata, mereka melihat Sang Raja dan Permaisuri nya serta kedua anaknya.


Wu Yue berjalan maju untuk menyambut kakaknya, "Kakak kau akhirnya hadir, terima kasih sudah meluangkan waktumu untuk ulang tahun ponakanmu". Sambut Wu Yue.


"Hahaha.... adik, kau seperti biasa. Memiliki sifat yang mulia dan baik, aku juga sedang tidak banyak kerjaan sekarang ini. Jadi aku ke sini saja sekalian untuk berpesta dengan semua yang ada di sini, semoga adik bisa menerima kehadiran kakak ini". Kata Sang Raja dengan segala kehormatannya.


"Kakak juga seperti biasa, setelah menjadi Raja sekalipun tetap saja rendah hati, maka dari itu seluruh rakyatmu patuh padamu. Dengan senang hati aku sebagai adikmu menerima kehadiran mu, walaupun agak telat". Canda Wu Yue.


"Hahaha...... Kau masih saja mengatakan hal hal yang lucu, adik". Sang Raja tertawa.


Semua pengawal Raja juga ada di dalam pesta, lalu setelah Sang Raja duduk dan menyuruh semua orang melanjutkan pesta, akhirnya pesta di lanjutkan dan semua orang bersenang senang.


Acara utama akan di mulai 30 menit lagi, di panggung utama sendiri telah duduk Keluarga Sang Raja dan Keluarga Wu Liang.


"Saudara Liang, pertama aku ucapkan selamat untuk putramu dan aku harap dia akan jadi orang yang baik dan tulus hatinya seperti orang tuanya". Kata Sang Raja pada Wu Liang.


"Sebuah kehormatan mendapat ucapan selamat untuk putraku, Kakak Raja juga harus selalu sehat sentosa ya". Jawab Wu Liang.


"Sudah kubilang berkali kali, jangan memanggilku Kakak Raja, Cukup Saudara Wu Yuan saja atau Saudara Yuan". Kata Sang Raja mengingatkan agar tak memanggilnya secara formal.


"Baik, Saudara Yuan". Jawab Wu Liang.


"Nah, begitu lebih baik. Ah iya aku belum mengucapkan duka cita untuk meninggalnya anakmu yang ke 3, pasti sangat berat kehilangan seorang anak yang masih usia 14 tahun"


"Maaf aku baru bisa mengucapkan sekarang padahal sudah 1 tahun berlalu, saat itu aku sedang dalam pekerjaan yang berat dan tidak bisa keluar istana, ketika aku mendengar keponakanku yang kecil itu hilang di Hutan Kematian, aku juga merasa sedih". Kata Wu Yuan Sang Raja, dia juga membahas tentang Wu Shen keponakan kecilnya.


"Kakak Yuan, terima kasih atas perhatiannya. Itu sudah terjadi sangat lama, lebih baik kita mendoakan nya agar mendapat tempat yang damai di sana". Wu Yue membuka suara karena mereka sekeluarga sudah merelakan kepergian Wu Shen.


Wu Feng dan Wu Lan yang mendengar orang tuanya dan Sang Raja membicarakan tentang adik kecilnya yang mereka jebak langsung teringat tentang kejadian di masa lalu, kedua saudara itu akhirnya sadar betapa buruknya sifat mereka saat itu.

__ADS_1


Mereka sungguh tak peduli pada Wu Shen dan tak merasa sedih atau kehilangan adik kecilnya pada saat itu, namun sekarang mereka berdua sudah berbeda.


Karena saat Wu Shen masih ada, orang tuanya selalu mementingkan pekerjaannya dan pulang larut malam. Namun sekarang orang tua mereka tetap masih bekerja, tapi tak pulang malam melainkan sore hari.


Saat Wu Liang dan Wu Yue kehilangan 1 anak nya, mereka tak ingin kehilangan anaknya lagi. Karena itu mereka ingin dekat dengan anaknya yang sekarang, mereka ingin menjaga kedua anaknya saat ini.


Saat itulah, Wu Feng dan Wu Lan mendapat kasih sayang dari kedua orang tuanya, saat setahun berlalu dan mereka mendapat perhatian dari kedua orang tuanya.


Mereka sadar, bahwa yang paling butuh kasih sayang orang tua adalah adik mereka Wu Shen, karena Wu Shen dari kecil hingga umurnya yang ke 14 tahun hanya mendapat waktu sedikit dengan orang tuanya.


Saat itu juga hingga sekarang ini, kedua saudara itu merasa sangat bersalah dan merasa sangat kehilangan adik kecilnya.


Karena itu, setelah mereka sadar. Sifat mereka berubah drastis hingga 180°, sifat buruk yang mereka miliki sebelumnya sekarang sudah tak ada dan di ganti dengan sifat manja Wu Lan dan sifat bijaksana Wu Feng.


Kembali ke cerita.


Wu Yuan hanya bisa mendoakan keponakan nya yang di duga sudah meninggal di dalam Hutan Kematian, dia juga tak membahas tentang Wu Shen lagi.


Pesta menjadi sangat ramai dan meriah, karena kedatangan Sang Raja Kerajaan Tengah.


Pengawal Raja juga ikut berpesta dengan para tamu yang hadir di Aula Kerajaan ini, di pesta ini mereka semua minum, makan dan berbincang dengan sangat bahagia.


Di panggung utama, Sang Raja berbincang dengan Wu Liang sang penggelar pesta dan Permaisuri Sang Raja juga berbincang dengan Wu Yue, istri Wu Liang.


Kedua anak Sang Raja dan kedua anak Wu Liang hanya berdiam diri saja karena tak saling kenal, Wu Feng saat ini berusia 21 tahun dan Wu Lan saat ini berusia 19 tahun.


Kedua anak Sang Raja tersebut juga sangat pendiam, yang tertua berusia sama dengan Wu Feng yaitu 21 tahun, laki laki.


Satunya lagi berusia 15 tahun, usia yang sama seperti Wu Shen saat ini, perempuan.


Jika Wu Feng sekarang memiliki sikap yang bijaksana dan sifatnya juga baik, anak lelaki dari Sang Raja memiliki sikap yang loyal dan sifatnya juga adil.


Di sisi lain, Wu Lan memiliki sikap pendiam dan sifatnya yang manja menjadikan dirinya perempuan yang manis, sementara itu anak Sang Raja memiliki sikap yang manis dan baik namun sifat aslinya sangat manja pada kedua orang tuanya, mereka berdua memiliki sifat yang sama.


Seperti Wu Shen, Wu Feng sang kakak juga sangat ganteng dan idaman para wanita, Wu Lan juga memiliki wajah yang berseri dan indah, itu menjadikan banyak lelaki sangat ingin melindunginya.


Di sisi lain, anak lelaki Sang Raja memiliki perawakan pejantan sejati walaupun tak berotot besar namun wajahnya yang garang menjadikan kharisma yang beda dari pria lain.


Anak kedua Sang Raja yang perempuan, dia memiliki wajah seperti ibunya yang cantik dan manis di pandang, jika di bandingkan dengan Wu Lan yang kecantikannya juga mirip ibunya, itu sangat berbeda.


Semua remaja di pesta juga melihat 2 keindahan yang ada di atas panggung utama yang sama, mereka bisa membandingkan kecantikan Wu Lan masih kalah dengan wajah manisnya anak perempuan Sang Raja.


Bisa di ketahui, bahwa mereka beda kasta. Akan tetapi, keindahan mereka sangat terpancar di depan semua remaja di pesta itu.


Kakak mereka berdua juga masih sangat berpengaruh, karena ketampanan mereka yang hampir sama menjadikan panggung utama tersebut seperti kontes kecantikan dan ketampanan.

__ADS_1


Di tambah lagi Wu Liang dan Wu Yue lalu Wu Yuan Sang Raja dan Permaisurinya, mereka semua adalah keindahan yang pernah ada di Kerajaan Tengah ini.


__ADS_2