
Viona mengangguk dan berkata,
"Enghh,! pergilah mandi biar gak telat ke kantor."
Vicky mengangguk kemudian dengan senyum puas dia berjalan sambil bersiul riang masuk kekamar mandi.
Begitu terdengar bunyi pintu kamar mandi menutup.
Viona dengan sigap mengambil HP nya yang di samping kasur, sambil bersandar di bantal yang di letakkan di sandaran kasur.
Dia membuka HP nya menggunakan sandi, dia membuka sebuah file tersembunyi, begitu di buka.
Terlihat dengan jelas foto siapa yang terpampang di sana, itu adalah foto seorang pria berkacamata yang tampan sedang tersenyum lembut menatap kamera.
Benar, itu adalah foto David, Lu Sun yang penasaran dengan apa yang di lakukan Viona, dia merubah tubuhnya menjadi serangga kecil yang sangat halus lebih kecil dari nyamuk.
Dia hinggap di sandaran kasur diam-diam melihat apa yang sedang di lakukan oleh Viona.
Lu Sun terkejut melihat wajah yang sedang ditatap oleh Viona dengan sedih dan tak berdaya.
"David sayang maafkan aku, setelah kejadian yang menimpa ayah.."
"Aku tidak mungkin sanggup melihat dengan mata kepala ku sendiri, kamu di celakai oleh mereka."
"Sehingga bernasib sama seperti ayah ku,..aku tidak sanggup menyaksikan hal itu sekali lagi."
ucap Viona dengan airmata mulai bercucuran.
"Aku sangat mencintaimu, seumur hidup aku tidak akan pernah bisa melupakan mu."
"Tapi setelah kejadian ini, aku sangat kotor aku sudah tidak pantas kembali ke sisi mu dan mendampingi mu lagi.."
"Bukan aku tega dan tidak tahu penderitaan mu kehilangan diri ku, tapi kamu harus percaya ini semua demi kebaikan mu."
"Semoga kamu bisa hidup berbahagia dan melupakan ku, kita berjodoh bertemu tapi tidak ditakdirkan untuk bersama."
"Aku hanya bisa berdoa semoga di kehidupan berikutnya kita bisa berjumpa lebih awal dan bisa hidup bersama hingga tua."
"David sayang, di kehidupan ku ini hanya tersisa 3 orang yang paling ku sayang, pertama ibu ku yang malang, kedua kamu, ketiga anak kita Evan."
"Bagaimana pun dia adalah ayah kandung Evan, demi kamu demi Evan apalah artinya penderitaan jasmani dan rohani ku."
"David sekali lagi maaf, lupakan aku hidup dengan baik, agar pengorbanan ku ini menjadi layak.."
Tiba-tiba terdengar pintu kamar mandi terbuka.
Dengan buru-buru Viona berkata,
__ADS_1
"Udahan dulu ya sayang, kapan-kapan kita baru ngobrol lagi."
Viona keluar dari file tersembunyi menguncinya, dan mengembalikan HP kesamping tempat tidur sambil menghapus sisa airmatanya.
Lalu duduk bersandar menatap Vicky yang baru keluar dari kamar mandi dengan senyum tipis.
Lu Sun yang melihat dan mendengar ucapan Viona hatinya sangat terkejut, dia hampir salah paham semalam dengan wanita malang ini.
Ternyata pilihan David dan kepercayaan David kepadanya tidak salah lagi, gadis ini juga sangat mencintai David.
Bahkan dia mengorbankan dirinya dan perasaannya semata-mata hanya karena ingin melindungi David dari tangan kakak beradik Chu.
Aku harus membantunya dulu meninggalkan tempat ini, baru membereskan keluarga bangsat ini.
Batin Lu Sun dalam hati.
Tak lama kemudian setelah berpakaian rapi Vicky kembali memberikan ciuman di kening Viona yang sedang melihat-lihat majalah ditangannya.
Setelah itu Vicky baru keluar dari kamar dan berangkat ke kantor pergi kerja.
Lu Sun yang tadinya ingin mengikuti Vicky ke kantornya, kini merubah rencananya di tengah jalan.
Dia akan membantu Viona dan anaknya keluar dari tempat ini, kemudian baru pergi mengeluarkan ibu Viona dari RS jiwa, yang tentu di awasi oleh orang-orang Vicky.
Setengah jam setelah Vicky pergi, Lu Sun merubah dirinya menjadi Vicky di kamar mandi.
Melihat kemunculan Vicky yang tiba-tiba Viona gelagapan tidak sempat keluar dari file tersembunyi nya dan mengunci HP nya.
Dia hanya bisa buru-buru menyembunyikan HP nya di bawah bantal, tapi gerakan tersebut percuma saja.
Karena Vicky palsu yang di kiranya Vicky asli sudah melihat semuanya.
Viona menatap Vicky dengan wajah pucat ketakutan, dengan suara gugup dia bertanya,
"Ke..ke.. kenapa kamu pulang lagi..?"
Lu Sun tidak ingin banyak buang waktu, dia tidak menjawab pertanyaan Viona.
"Ambil semua pakaian dan barang-barang mu, sekarang juga, bawa yang punya Evan juga."
"Kamu dan Evan segera menyusul ku di garasi mobil, aku tunggu kalian di sana."
"Ku beri waktu 5 menit terhitung dari sekarang..!"
ucap Lu Sun tegas dan dingin kemudian langsung berjalan meninggalkan kamar.
Viona terlihat syok dengan sedih dia membuka HP nya melihat foto David sekali lagi dan berkata,
__ADS_1
"Maafkan aku Vid, selamat tinggal .."
Lalu dia bergegas bangun berpakaian seadanya dengan buru-buru, mengambil tas mengisi semua barang pentingnya ke dalam dan beberapa pakaian kesayangan nya.
Yang semuanya adalah pemberian dari David untuknya, setelah selesai dia bergegas membawa tasnya pergi ke kamar anaknya.
Evan yang sedang bermain seorang diri di kamarnya, sedikit terkejut melihat sikap ibu nya yang terburu-buru.
"Ibu kenapa..?"
tanya anak itu bingung.
"Tidak apa-apa nak, bersiap-siaplah ayah mau ajak kita pergi."
ucap Viona sambil memasukkan barang-barang dan pakaian Evan kedalam tas anaknya.
"Ayah mau ajak kita kemana Bu ?"
tanya Evan polos.
'Viona menghentikan gerakannya sejenak menatap anaknya dan berkata,
"Ibu tidak tahu nak, jangan banyak tanya lagi, ayo cepat bersiap-siap, ayah menunggu kita di garasi."
"Baik Bu.."
jawab Evan kemudian cepat berdiri mengambil jaket topi sepatu memakainya.
Viona memikul tas Evan di punggung, menenteng tasnya di tangan kanan, tangan kiri menggandeng tangan Evan berjalan terburu-buru menuju garasi.
Para pelayan dan pengurus rumah yang berpapasan dengan Viona dan Evan sedikit heran.
Tapi mereka tidak berani bertanya, karena mereka tadi melihat tuan mereka sedang berada di garasi mobil.
Sesaat kemudian sebuah mobil mewah bergerak meninggalkan garasi membawa Viona dan Evan keluar dari rumah mewah Vicky.
Tidak ada pengawal maupun petugas keamanan yang berani menghentikan dan banyak bertanya dengan kepergian mobil itu.
Petugas penjaga gerbang sebenarnya sangat heran, tadi pagi mereka baru melihat tuan mereka meninggalkan rumah dengan mobil Roll Royce miliknya.
Kenapa kini tuannya kembali terlihat pergi dengan mobil Maybach nya.
Tapi itu bukan urusan mereka, mereka memilih pura-pura tidak tahu daripada nanti kena marah.
Mobil yang di bawa Lu Sun bergerak cepat memasuki jalan raya.
"Di mana letak Rumah Sakit jiwa, di mana ibu mu di rawat ? tunjukkan jalannya .."
__ADS_1
ucap Lu Sun singkat sambil terus menyetir.