
"Aku katakan sekali lagi pada mu Peter, keselamatan kedua istri ku ini, bahkan lebih penting dari seluruh harta dan nyawa ku sendiri."
"Jadi kamu pikirkan dan renungkan sendiri dengan baik-baik.."
"Nah sekarang masalah sudah berlalu, mari lupakan saja, yang penting jangan mengulanginya lagi.."
"Ayo kita sarapan bersama.."
ucap Lu Sun dengan hangat sambil merangkul bahu Peter dan David mengajak mereka keruang makan.
Xue Yen berjalan mengikuti mereka bertiga dari belakang.
Tiba-tiba Giok Lan muncul menyusul dari belakang menggandeng tangan Xue Yen dan berkata,
"Kak sepertinya aku telat ya ? menonton keramaian..?"
Xue Yen tersenyum sambil berbisik dia berkata,
"Tidak ada yang penting, cuma tadi membujuk Aliu untuk bekerja pada kita."
"Lalu Sun ke ke menegur Peter yang kasihan itu, gak da yang penting sih.. lupakan saja.."
ucap Xue Yen menutup penjelasan dengan suara tertahan.
Perlahan-lahan suasana canggung antara Peter david dengan Lu Sun mulai mencair, setelah Lu Sun dengan ramah mengobrol bercanda tertawa sambil sarapan.
Peter sendiri kini menyadari kesalahannya, kesalahan terbesarnya adalah dia sibuk mengurusi uang kembalian yang tidak seberapa.
Mengabaikan tugas utama yang jauh lebih penting, itulah kesalahan terbesarnya.
Peter berjanji dalam hati, dia akan berusaha lebih teliti lagi, saat menjalankan tugas mengawal kedua istri bosnya itu.
Lu Sun sendiri juga menyadari kesalahannya, harusnya dia mendidik dan merekrut satu orang lagi buat partner Peter.
Makanya Lu Sun dengan segala cara berusaha merekrut Aliu untuk menjadi asistennya.
Lu Sun berencana dalam tempo secepatnya, dia akan mendidik Aliu hingga memiliki kemampuan yang sama dengan Peter.
Setelah selesai sarapan Lu Sun mengajak David dan Peter berbicara bertiga di taman samping yang menghadap ke makam Ying Ying.
"Vid bagaimana keadaan di kantor, apakah semua masih terkendali ? apa ada kesulitan yang tidak mampu kalian selesaikan ?"
tanya Lu Sun sambil menyajikan teh buat David dan Peter.
David terlihat termenung beberapa saat, sebelum kemudian menjawab,
"Rasanya belum ada Boss semua baik-baik saja."
"Peter masalah keamanan apa ada kendala ?"
tanya Lu Sun sambil menatap kearah Peter.
"Semua aman bos, kecuali insiden di pasar akibat kecerobohan ku itu.."
ucap Peter terlihat penuh sesal.
Lu Sun tersenyum menepuk bahu Peter dan berkata,
__ADS_1
"Sudah hal yang sudah lewat lupakan saja, jadikan pelajaran berharga.."
"Tahu letak kesalahan dan memperbaikinya, itu baru sikap orang bijak.."
"Ayo semangat..! aku mengandalkan kalian.."
"Mungkin mulai hari ini, kalian akan semakin jarang bisa bertemu dengan ku.."
"Bila ada urusan penting, kalian sebaiknya rundingkan dengan Giok Lan, dia lebih tenang dan cerdik dalam mengambil keputusan."
"Aku sendiri akan lebih sering berada di ruang rahasia melatih anak angkat ku Afei."
"Peter kalau kamu bertemu dengan Si golok cepat, Tan Kee Lok.
Sebaiknya kamu kabur menjauhinya, saat ini kamu bukan lawan orang itu.."
ucap Lu Sun memberi pesan.
"Siap boss, kecuali saat sedang bertugas menjaga kedua nyonya, di luar itu aku pasti akan menjauhinya."
ucap Peter .
Lu Sun mengangguk senang, sesaat kemudian dia berkata,
"Aku setelah pertemuan ku melawan Tan Kee Lok, akhir-akhir ini aku selalu merasa tidak tenang.."
"Seperti akan muncul masalah besar yang sedang menunggu ku.."
"Tidak tahu ini perasaanku saja, atau memang benar-benar akan terjadi.."
"Oleh karena itu dalam bulan bulan ini, lebih baik kalian berhati-hati saja.."
jawab David dan Peter serentak.
Lalu mereka bertiga terlihat larut dalam keheningan pikiran mereka masing-masing.
Sambil termenung Lu Sun berpikir
di dalam hatinya,
Perasaan ini sangat mirip dengan perasaan ku, saat akan berhadapan dengan monster hijau itu, di kehidupan ku sebelumnya.
pikir Lu Sun dalam hati.
"Semoga saja aku salah.."
gumam Lu Sun dalam hati.
"Sudahlah mungkin ini cuma firasat berlebihan dari ku saja, teh mulai dingin."
"Ayo kita minum habiskan tehnya, setelah itu kalian berdua bisa kembali ke kantor."
Setelah David dan Peter pergi, Lu Sun kembali keruang tengah di mana kedua istrinya ada di sana.
Lu Sun duduk di tengah-tengah, kemudian merangkul kedua istrinya di kiri dan kanan.
"Sayang setelah ini, untuk beberapa waktu, aku akan habis kan waktu melatih Afei di taman rahasia."
__ADS_1
"Kalau ada perlu apa-apa, kalian bell ke HP ku saja."
Meski tidak rela, tapi Xue Yen dan Giok Lan mencoba untuk mengerti, dan mendukung keputusan suami mereka.
Setelah hampir seharian itu, Lu Sun menggunakan waktunya menemani kedua istrinya hingga tengah malam.
Saat mereka tertidur kelelahan dengan wajah puas, Lu Sun pun kembali keruang rahasia, untuk memantau perkembangan latihan Afei.
Saat Lu Sun kembali keruang rahasia, Lu Sun tersenyum puas melihat Afei yang ternyata sudah berhasil mencapai level 6.
Dalam 3 hari kedepan Lu Sun tidak pernah keluar dari ruangan taman rahasia.
Waktunya hanya di habiskan fokus melatih Afei, dan berbicara seorang diri dengan Ying Ying sambil minum arak.
Tepat hari ke tujuh Afei pun akhirnya berhasil menembus level ke 9.
Tepat sesaat setelah Afei berhasil menembus level ke 9, tiba-tiba HP Lu Sun berbunyi.
Lu Sun buru-buru mengangkatnya dan berkata,
"Ya halo..ada apa sayang..?"
"Sun Ke ke ada tamu tak di undang yang datang ke rumah kita, kini sedang di tahan oleh Peter.."
ucap Giok Lan dengan suara cemas.
"Baik sayang...aku segera keluar melihatnya, sebaiknya kalian berdua, bawa anak-anak bersembunyi di ruang rahasia bersama nenek dan Afei.."
ucap Lu Sun sambil melesat keluar dari dalam ruangan rahasia.
Begitu keluar dari kamar rahasia, Lu Sun sudah melihat Xue Yen Giok Lan Dan er dan Fei er menunggunya di sana.
"San er mana ?"
tanya Lu Sun saat tidak melihat Lu San anak pertamanya.
"San er masih di sekolah belum pulang..hari ini dia ada karya wisata, mungkin 3 hari lagi baru pulang."
ucap Giok Lan menjelaskan.
Lu Sun mengangguk dan berkata,
"Baiklah kalau begitu, segera kalian masuk kedalam."
"Nanti bila sudah membereskan penyusup itu, aku akan menghubungi kalian.."
Giok Lan dan Xue Yen mengangguk kompak, sebelum masuk kedalam ruangan rahasia, Xue Yen maju memeluk Lu Sun dan berkata,
"Sun ke ke berhati-hati lah, ingat janji mu kemaren.."
Lu Sun tersenyum dan berkata,
"Tenanglah..aku akan selalu mengingatnya.."
Setelah melihat istri dan anak nya sudah masuk Lu Sun pun menutup ruang rahasia tersebut dan melesat kedepan halaman rumah.
Sampai di sana Lu Sun melihat seseorang yang sangat di kenal nya, sedang berhadapan dengan Peter .
__ADS_1
Peter terlihat agak terdesak oleh serangan, yang di lancarkan penyusup itu.