
Debby jatuh duduk bersimpuh di tepi sungai dengan tatapan kosong dan terus memandang kearah sungai yang berwarna biru kehijauan.
"San ke ke kamu meminta ku hidup dengan bahagia dan baik, bagaimana aku akan melanjutkan hidup ku tanpa dirimu di sisiku.."
"Kamu katakan pada ku, aku harus bagaimana melewati sisa hidup ku ini.."
"Mengapa kamu tidak biarkan aku melompat kedalam sungai menyusul mu."
"Aku lah wanita celaka yang hanya membawa petaka,.."
"Bahkan bila kamu memaafkan aku, aku tetap tidak akan pernah bisa memaafkan diri ku sendiri.."
Deborah terus menangis sedih di sana seorang diri.
Supir Deborah yang tiba di lokasi dan menemukan nona besarnya dalam keadaan baik-baik saja.
Tapi terus menangis sedih di tepi sungai, dia tidak berani menganggu nya.
Dengan buru-buru dia langsung menelpon nyonya besarnya Christtie Chung.
"Hallo nyonya, ada kejadian besar di wahana Lost eyes.."
"Harap nyonya bisa segera kemari..."
ucap supir Deborah panik.
"Apa yang terjadi ? bagaimana kondisi Deborah..anak ku...!!"
teriak nyonya christie Chung panik.
"Di sini terjadi keributan besar, wahana roboh ke sungai, tapi nyonya tenang saja, nona dalam keadaan baik baik saja.."
"Hanya nona terlihat stress, dia terus menangis dan berbicara sendirian di tepi sungai.."
"Aku tidak tahu bagaimana membujuknya, jadi harap nyonya bisa segera kemari.."
ucap Sopir Deborah mulai lancar bicara nya karena perlahan-lahan dia mulai tenang.
"Baiklah share lokasi kalian, aku segera kesana.."
ucap mama Deborah cepat lalu mematikan panggilan.
Dia buru-buru mengeluarkan mobil Mersi nya dari garasi, sambil meletakkan HP nya di dekat dashboard mobil dan mengenakan earphone wireless,
Mama Deborah langsung membawa mobilnya menuju lokasi, sesuai tempat yang di share oleh sopirnya.
Tak lama kemudian mama Deborah tiba di lokasi, setelah memarkirkan mobilnya.
Dia langsung keluar dari mobilnya dan berlari menghampiri putri tunggalnya yang sedang menangis sedih duduk di tepi sungai..
"Sayang kamu kenapa menangis ? apa yang terjadi..? ceritakan pada Mami jangan menangis ya.."
"Mami,.. hu..hu...hu...hu...hu..hu...!"
__ADS_1
melihat kedatangan mamanya meledak lah tangisan Deborah, dia langsung menubruk kedalam pelukan maminya
"Tenang lah...tenang lah..sayang mami di sini..sudah ..sudah .jangan menangis lagi.."
"Cerita kan pada mami pelan pelan, apa yang terjadi ? mana Donnie ? kenapa tidak terlihat..?"
"Jangan sebut nama bajingan itu,..aku membencinya...aku membencinya...dia lah penyebab semua nya...sumber dari semua malapetaka ini.."
"Aku benar benar sangatmembencinya...mamii....! hu...hu...hu...hu...!"
teriak Deborah histeris sambil menjambak Jambak rambutnya sendiri.
Kemudian dia kembali menangis tersedu-sedu dalam pelukan ibunya..
"Apa apa yang dia lakukan pada mu ? apa apa dia telah...?"
tanya mama Deborah sambil terbelalak sedih dan sedikit pucat.
"Tidak..bukan itu ibu...bukan.."
ucap Deborah sambil terisak-isak.
"Lalu apa bila bukan..? bicara yang jelas sayang..jangan bikin ibu jadi bingung.."
ucap Mama Deborah menegur anaknya.
Tapi dia sedikit jauh lebih tenang saat mendengar bantahan dari putrinya atas dugaan nya tadi.
"Mami..hu..hu..hu...! San ke ke..San ke..ke...demi menolong ku..dia telah mati mami...hu..hu..hu..!"
Deborah kembali menangis sedih.
"Sebenarnya apa yang terjadi, kamu tenanglah sayang.."
ucap Ibu Deborah penuh kesabaran..
Dia akhirnya membiarkan putri nya menangis hingga puas setelah tangis putri nya mereda, dia baru berkata,
"Sayang bukankah San er sedang ke Jepang ? kenapa kamu bisa bilang dia telah...?"
"Mami San ke ke tidak pernah pergi, dia memilih mengikuti kita secara diam-diam, karena tidak tenang dengan keselamatan ku.."
"Mami ingat saat di bandara, tiba-tiba muncul anjing kecil mendekati ku..?"
"Itu jelmaan San Ke ke,.. mami, tapi aku dengan kejam malah menendang dan menyiksa nya.."
ucap Deborah sedih, dan airmatanya kembali mulai mengucur deras.
Setelah agak tenang Deborah baru melanjutkan kembali cerita nya.
"San ke ke merubah dirinya menjadi seekor kutu rambut, dan dia terus menempel di kepala ku."
"Dia menyaksikan semua nya, dari awal hingga akhir.."
__ADS_1
"Saat aku terlena oleh tipuan bajingan itu dan ..dan..aku berciuman dengan nya.."
"San ke ke baru muncul .."
"Si bajingan itu kemudian menggunakan diri ku dan memperdaya ku untuk mencelakai San ke ke."
"San ke ke..dia demi menyelamatkan aku.. akhirnya tewas jatuh kedalam sungai..hu..hu...hu..hu..!"
"Mami aku sungguh jahat,.. aku menghianati dan mencelakai orang yang tulus menyayangi ku.."
"Aku benar benar bukan manusia mami,..hu..hu..hu..!"
Dari cerita putrinya yang meski terputus putus, kini mengertilah mana Deborah.
Apa yang terjadi dengan Lu San ditempat ini.
Diam diam mama Deborah sangat ketakutan, bila hal ini sampai terdengar oleh keluarga Lu, terutama Sandra Giok Lan yang sangat menyayangi Lu San.
Habislah mereka, dia pasti akan memberikan balasan 100 kali lipat untuk mencuci bersih kebencian di dalam hati nya.
Tapi tentu dia tidak akan pernah berani cerita ke putri nya yang sedang bersedih dan stress, Karena menjadi penyebab kematian Lu San.
Akhirnya dengan pelan pelan, menggunakan pesan terakhir Lu San sebagai alasan, mama Deborah berhasil membujuk putrinya kembali kerumah.
Tapi setelah pulang kerumah Deborah sudah tidak pernah terlihat sama lagi, dia selalu murung bersedih dan lebih banyak mengurung diri menangis sendirian di dalam kamar.
Tubuhnya perlahan-lahan mulai kurus dan lemah, karena dia sering menolak untuk makan.
Karena khawatir Ibu Deborah, berpikir satunya cara adalah mencoba membujuk anak nya untuk kembali semangat menjalani kehidupan kedepannya.
Adalah dengan cara menggunakan pesan terakhir Lu San
Siang itu mama Deborah mencoba mendatangi kamar anaknya,
"Tok..! Tok..! Tok...!
Sayang boleh ibu masuk..?!"
"Masuklah ma..pintu tidak di kunci.."
jawab Deborah dari dalam dengan suara lemah.
Ibu Deborah berjalan masuk kedalam kamar, melihat kondisi dan keadaan anaknya saat ini.
Sebagai seorang ibu yang mengandung dan membesarkan nya dengan susah payah,
Dia sudah tidak dapat menahan diri untuk mengalirkan air mata.
Deborah terlihat sedang duduk di dekat jendela kamarnya, yang secara kebetulan menghadap kearah sungai Thames.
Sungai yang telah membawa Lu San pergi selama nya dari sisinya.
Dan semua ini adalah kesalahan dirinya yang mudah tergoda sama wajah tampan dan mulut manis dari Donnie Yen.
__ADS_1
Dia terlambat menyadari Donnie Yen adalah seekor serigala berbulu domba, yang datang mendekati dirinya punya maksud dan tujuan khusus yang sangat jahat ingin mencelakai Lu San dengan cara yang sangat licik lewat dirinya.