KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
LU SUN MULAI SADAR


__ADS_3

Giok Lan terlihat pucat dengan kedua kaki sedikit, gemetar dia memungut pakaian nya yang berserakan diatas lantai.


Kemudian mengenakan nya kembali, Giok Lan menatap Lu Sun dengan mesra dan sedikit sedih.


Dia tahu apa yang dia lakukan tidak akan punya akhir yang baik buat mereka berdua.


Dia tidak berharap banyak, asal Lu Sun bisa sembuh pulih dan hidup kembali.


Dia sudah cukup puas, dia tidak akan menuntut tanggung jawab apapun dari Lu Sun.


Bahkan bila perlu Lu Sun tidak tahu apa yang telah terjadi di antara mereka itu malah lebih baik buat Lu Sun.


Biarlah Lu Sun kembali ke Nan Jing, setidaknya di sana masih ada satu istrinya yang lain yang akan mengobati luka di hatinya.


Aku sudah cukup puas bisa membantu mengobati luka fisiknya.


Setelah berpakaian lengkap kembali Xue Yen menatap Lu Sun yang kini luka di dadanya sudah tidak terlihat lagi.


Bahkan tidak terlihat ada bekas luka, nafasnya pun teratur seperti sedang tertidur pulas.


Wajahnya menyunggingkan senyum lembut.


Giok Lan menatap Lu Sun lekat-lekat, seakan-akan ini adalah tatapan terakhir mereka.


Tatapan yang akan menghantar perpisahan pertemuan terakhir mereka.


Sebutir air mata mengembang di matanya yang indah sebutir lagi sedang bergulir di pipinya yang halus.


Giok Lan menghapusnya kemudian berkata,


"Sun ke ke tahu kah kamu betapa inginnya aku mengucapkan kata-kata perpisahan secara langsung."


"Tapi aku takut diriku tidak kuat, untuk pergi meninggalkan mu, bila kamu sudah bangun."


Giok Lan berjalan sedikit tertatih-tatih menuju meja kerjanya,


Setelah duduk di sana, dia mengambil sebuah agenda merah jambu yang cantik dan wangi dari laci nya.


Kemudian Giok Lan merapikan dan mengikat rambut bagian depan dan samping kebelakang.


Baru dia menunduk dan mulai menulis sesuatu di kertas didalam agenda tersebut.


Beberapa waktu kemudian, terlihat Giok Lan menghembuskan nafas lega, menatap hasil tulisannya.


Kemudian dia berdiri dari tempat duduknya, berjalan pelan-pelan sambil memegangi bagian perut bawahnya yang terasa perih dan terus berkontraksi.


Giok Lan kembali menatap Lu Sun sekali lagi, setelah menghembuskan nafas panjang, Giok Lan mulai mengenakan pakaian baru koleksinya ke Lu Sun.

__ADS_1


Melihat Lu Sun sudah kembali rapi Giok Lan tersenyum puas.


Giok Lan membalikkan badannya berjalan pelan-pelan meninggalkan ruangan tersebut.


Tiba-tiba ponselnya berbunyi, melihat nama pemanggilnya, Giok Lan mengerutkan keningnya.


Tapi dia tetap mengangkatnya dan berkata,


"Haloo..."


Belum sempat terdengar suara Giok Lan berbicara lebih jauh, terlihat Giok Lan menutup mulutnya yang terbuka lebar.


Airmata pun jatuh bercucuran dengan wajah pucat sambil mengigit bibir bawahnya, dia mendengarkan ponselnya sambil sedikit berlari terburu-buru.


Dia menjawab,


"Baik aku segera kesana sekarang..."


Setelah itu sambungan telpon pun terputus, Giok Lan terus berlari sambil menghapus air mata nya.


Beberapa saat kemudian terlihat Giok Lan duduk di dalam pesawat jet pribadinya, menatap awan diluar jendela sambil sesekali menghapus air matanya yang runtuh.


Sementara itu ditempat yang sangat jauh di alam lain, alam para dewa-dewi.


Di mana terlihat sedang mengadakan pesta jamuan, para dewa -dewi semua terlihat tersenyum dan tertawa menikmati pesta jamuan tersebut.


Di bagian paling depan diatas tempat duduk yang letaknya lebih tinggi, terlihat di sana duduk kaisar langit dan permaisurinya.


Tetapi kaisar langit tiba-tiba melihat ke istrinya, begitu pula permaisuri kaisar langit juga secara kebetulan sedang menatap suaminya.


Mereka saling bertatapan dan saling mengangguk.


Tak lama kemudian kaisar langit mengucapkan permintaan maaf kesemua yang hadir, bahwa dia dan istrinya harus pamit duluan karena ada urusan mendadak.


Para dewa-dewi memakluminya, mereka tetap meneruskan pesta tersebut.


Sedangkan kaisar langit dan Permaisurinya setelah pamit langsung kembali kekamar mereka.


Kaisar langit mengaktifkan sebuah cermin dimensi, sehingga dia dan istrinya bisa melihat kejadian apapun, di tiga alam yang ingin mereka lihat.


Di dalam cermin terlihat apa yang sedang di lakukan oleh Giok Lan ke Lu Sun dalam proses menolong Lu Sun.


Permaisuri menutup mulutnya yang terbuka dengan tatapan terkejut, melihat kejadian yang muncul di dalam cermin.


Sedangkan Kaisar langit dengan marah, mematikan siaran tersebut dan berkata,


"Akh benar-benar kelewatan dia, bukannya berubah dan memperbaiki diri, dia kini malah terjerumus semakin dalam."

__ADS_1


"Entah apa yang merasuki pikiran anak itu ? sehingga dia sampai bisa melakukan hal itu."


"Apa dia tidak tahu hal itu bisa menghapus semua kekuatan dan haknya untuk kembali menjadi seorang Dewi."


Permaisuri tidak tahu mau bicara apa, dia hanya merasa sedih dan menghela nafas panjang.


Kaisar langit terlihat mengeleng-gelengkan kepalanya dengan kecewa.


Permaisuri menatap Kaisar langit kemudian berkata,


"Yang Mulia, apa tidak punya cara lain, ? untuk mengembalikan kekuatan dan keabadian Giok Lan, agar bisa kembali ke kahyangan dan kembali berkumpul dengan kita."


Kaisar langit menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Itu sangat sulit tapi bukan tidak mungkin, bila dia bisa bertapa 10.000 tahun atau bereinkarnasi dan melakukan perbuatan baik sebayak 1000 kali, ada kemungkinan bisa kembali.


"Atau menempa diri dengan keras melalui latihan dan sumber daya buah dewa, seperti Wu Kung dan muridnya mungkin bisa, tapi itu akan jauh lebih sulit."


ucap Kaisar langit menjelaskan.


"Aihh...! anak itu, mengapa begitu bodoh, orang lain bersusah payah mengejar keabadian,."


"Dia yang sudah di berikan keabadian., malah melepaskan nya begitu saja dan pergi mengejar dunia fana ."


"Sungguh sulit dipercaya..."


"Lebih parahnya lagi, pengorbanan ini dia lakukan demi menolong pria yang tidak pernah mencintainya ."


"Aduh benar-benar bikin pusing anak kita satu ini.."


ucap kaisar langit sedikit sedih kecewa, menyesali pilihan yang dilakukan Giok Lan putri ke 8 mereka.


Lu Sun membuka kembali matanya, dia merasa tubuhnya kini sangat ringan dan segar.


Lu Sun teringat kejadian sebelumnya, dengan cepat dia meraba dadanya, kemudian bangun untuk duduk dan melihat nya.


Tapi semua baik-baik saja, Lu Sun membuka kancing bajunya, melihat luka di dadanya.


Tapi dadanya baik-baik saja bahkan bekas luka pun tidak ada.


Apa aku sedang mimpi, batin Lu Sun, tapi Lu Sun membantahnya sendiri, tidak mungkin.


Yang ku alami itu nyata, tidak mungkin mimpi, aku sangat yakin dengan hal itu.


Di saat dipenuhi kebingungan Lu Sun mulai mengedarkan pandangannya melihat sekitarnya.


Yang pertama dia lihat adalah, ada sedikit noda darah di sprei kasurnya, Lu Sun menciumnya.

__ADS_1


Samar-samar dia mencium bau cairan kewanitaan dan pria yang bercampur, juga ada wangi khas Giok Lan.


Lu Sun mulai terkejut dan sadar, jangan-jangan dia dan Giok Lan sudah...?


__ADS_2