KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
KAKEK TUA BERBAJU HIJAU


__ADS_3

Ibu...! Ayah...!


ucap Lu Sun penuh perasaan.


Dia menangis dalam pelukan kedua orang tuanya yang sebenarnya hanya permainan pikirannya sendiri.


Lu Sun merasa pelukan kedua orang tua nya semakin erat seakan-akan takut dirinya terlepas dari pelukan mereka.


Tubuh Lu Sun terlilit oleh akar tumbuhan yang semakin banyak, hingga tubuhnya hampir tidak terlihat lagi.


Kini yang masih terlihat hanya bagian leher dan kepala nya, hampir menjadi incaran Bunga pemakan daging yang ukurannya paling besar.


Kelihatannya bunga tersebut adalah pemimpin dari ketiga bunga lainnya, yang hanya bersiaga ditempatnya.


Tidak berani bergerak berebut dengan bunga berukuran terbesar tersebut.


Di saat posisi bunga itu sudah sangat dekat dengan kepala Lu Sun.


Insting Lu Sun bergerak sendiri, mengerahkan tenaga bulan dan matahari melindungi seluruh tubuhnya .


Pergerakan ini menyadarkan Lu Sun, dari ilusi yang ditebarkan oleh racun bunga Ilusi.


Lu Sun segera meronta melepaskan tenaga api abadi, sehingga membakar semua tanaman yang melilit tubuhnya .


Juga menyerang beberapa taman yang berada di sekitarnya.


Merasakan adanya bahaya secara insting, bunga pemakan daging menarik diri menjauh, begitu pula dengan akar-akar tanaman yang melilit Tubuh Lu Sun.


Sebelum mereka hangus terbakar, mereka cepat-cepat mundur menjauhkan diri dari Lu Sun.


Lu Sun pun lolos dari lilitan, dan melompat mundur menjauh sambil memperhatikan tanaman akar yang bergerak-gerak seperti hidup.


"Berani mempermainkan ku, jangan salahkan aku bila ku hanguskan kalian semua.


Lu Sun mulai melepaskan pukulannya kearah akar pohon yang bergerak-gerak .


Api menyambar-nyambar ganas dari telapak tangan Lu Sun, dalam waktu singkat tempat itu mulai terbakar menjadi lautan api.


Api terus menjalar dan membakar sebagian besar pepohonan dan akar-akar yang berada disekitar sana.


"Berani kamu merusak tanaman peliharaan ku, nyali mu sungguh besar,? siapa kamu ? apa tujuan mu datang kemari ?"


ucap seorang kakek berpakaian hijau, memegang sebatang tongkat akar pohon berwarna hitam.


Kakek itu muncul dan mengibaskan tangannya kearah pohon-pohon dan akar-akar yang sedang terbakar.


Api segera padam tak berbekas, tersapu oleh angin pukulan nya yang mengandung uap air.

__ADS_1


Lu Sun memberi hormat dan berkata,


"Aku adalah orang yang kebetulan lewat sini, adalah tanaman hutan ini yang menyerang ku lebih dahulu, nama ku Lu Sun."


"Ini hanya soal bela diri dan membalas perbuatan mereka tadi."


"Lancang kamu!! , bagaimana mungkin tanaman peliharaan ku ini bisa menyerang mu bila kamu tidak memasuki area ini.!"


ucap Kakek itu kurang senang.


Lu Sun mengerutkan kening, dia sudah bersikap baik dan hormat adalah kakek ini yang datang-datang terus mencari masalah dengan nya.


"Melihat usia mu juga tidak muda lagi, seharusnya kamu bisa bersikap tenang dan bisa mengontrol emosi."


"Bila kamu terus memaksa, saya hanya bisa berkata, Apa mau mu ?"


Mendengar ucapan yang di lontarkan oleh Lu Sun muka kakek itu menjadi merah.


Tanpa banyak bicara lagi dia segera memutar tongkat di tangannya untuk memukul 8 titik berbahaya di tubuh Lu Sun.


Mulai dari mata telinga leher dada punggung pundak perut dan lutut.


Pergerakan tongkatnya sangat cepat dan lincah terlihat kontras dengan bentuk tubuhnya yang sudah tua dan lemah.


Setiap pukulannya, malah sangat keras kuat cepat dan akurat.


Selamanya akan sulit untuk pulih dan bisa jadi ahli silat lagi..


Lu Sun menggeser langkah kakinya, sehingga semua serangan kakek itu tidak ada satupun yang berhasil mengenainya


Tapi kini seluruh akar pohon yang ada di sekitarnya bergerak menyerangnya, bahkan dahan pohon-pohon bergerak ikut terulur kebawah menyerang Lu Sun.


Ranting kayu dan daun kini mengikuti ayunan tongkat kakek itu melesat menyerang Wu Song.


Ranting dan batang kayu yang berserakan bergerak seperti Pedang terbang yang mengejar Lu Sun.


Sedangkan dedaunan yang tertuju ketubuhnya mirip dengan senjata rahasia yang di lontarkan kearahnya.


Lu Sun membalas menyerang kearah akar-akar tanaman dan pohon-pohon dengan tapak api abadi berwarna biru.


Yang memaksa tidak ada pohon dan akar yang berani mendekati Lu Sun.


Selain itu Lu Sun juga bergerak dengan lincah menghindar sambil membalas serangan kakek itu.


Dengan 18 tapak Penahluk Naga, untuk mencegah serangan kakek itu berkembang sesuai keinginannya.


Tapi Kakek tersebut juga masih pantang menyerah, dia mendorong ujung tongkat kayu hitamnya kedepan sambil berteriak,

__ADS_1


"Mampuslah kamu...!"


Lu Sun mengulurkan tangan kanannya untuk menyambut serangan kakek tua itu, Telapak tangan Lu Sun menangkap ujung tongkat yang sedang menusuk kearah dirinya.


Benturan dahsyat terjadi,


"Baammm...!!"


Kakek itu terdorong mundur dengan tubuh terhuyung-huyung kebelakang.


Sedangkan Lu Sun masih tetap berdiri di posisinya dengan senyum mengejek.


Lu Sun tadi melepaskan jurus ke 13 Naga mengejar mutiara, dari 18 Tapak Penahluk Naga.


Tepat menyambut ujung tongkat kakek itu dan mendorong nya mundur ke belakang.


Kakek tersebut kini sedikit terkejut melihat kekuatan yang Lu Sun tunjukkan.


Dengan memejamkan matanya berkomat-kamit membaca mantra tiba-tiba tubuhnya menghilang dari hadapan Lu Sun.


Tipuan apalagi ini pikir Lu Sun, dia segera meningkatkan kewaspadaan nya.


Tiba-tiba dia mendengar suara desir yang sangat halus di belakang tubuhnya.


Tanpa memutar badan kedua tangan Lu Sun bergerak kebelakang menangkisnya, seperti tangan Lu Sun tidak memiliki sambungan, dengan lentur dan bebas bergerak kemana pun dia suka.


Begitu tertangkis Tongkat kembali menghilang, kini di dukung oleh pergerakan akar yang masih terus berusaha menyerangnya.


Tongkat itu selalu muncul dari berbagai tempat membokong Lu Sun.


Beberapa kali karena sibuk menghadapi serangan akar, yang terus berusaha mengincar dirinya.


Lu Sun terkena hantaman tongkat akar hitam milik kakek itu, sehingga tubuhnya terhuyung-huyung dibuatnya.


Meski tidak menimbulkan cedera yang berarti tapi serangan-serangan tak terduga itu cukup merepotkan Lu Sun.


Badannya terasa ngilu-ngilu terkena sodokan Tongkat akar hitam tersebut.


Lu Sun sangat kesal, tapi dia tetap kesulitan mendeteksi keberadaan kakek itu.


Pertarungan terus berlanjut akar-akar itu tanpa henti mengejar Lu Sun dari berbagai arah.


Juga daun dan ranting pohon juga terus melesat mengejar pergerakan Lu Sun.


Mereka yang awalnya takut dengan api biru Lu Sun, kini mereka bergerak dengan nekad mengejar Lu Sun.


Karena saat akar-akar itu terbakar, kakek baju hijau itu dari tempat sembunyinya, akan membantu memadamkan api dari tumbuhan peliharaan nya itu.

__ADS_1


Di suatu kesempatan ketika Lu Sun sedang sibuk menghadapi serangan dari akar tanaman yang sedang menyerang tubuh bagian atas nya.


__ADS_2