
"Aku akan menelpon dan mendamprat anak kurang ajar itu.."
ucap Ying Ying sambil mengambil HP Lu Sun yang terlihat di depan nya.
"Sayang kamu tenang dulu, saat ini kamu menelpon dan memarahinya tidak akan ada guna.."
"Hanya akan membuat mu semakin BT dan marah, percayalah pada ku.."
"Kita makan dulu, lupakan tentang San er nanti setelah dari sini, aku janji pasti akan mengurus nya."
Mendengar ucapan Lu Sun, Ying Ying menjadi ragu, akhirnya dia menaruh kembali HP Lu Sun.
Lalu kembali menyandarkan punggungnya di sandaran kursi.
Ying Ying melihat keluar jendela melihat kearah pemandangan laut, untuk mengurangi rasa kesal nya.
Melihat Ying Ying sudah agak tenang, Lu Sun mempercepat laju kendaraannya menuju Yi Hua Restoran.
Afei masih menundukkan kepalanya, dia merasa sedikit bersalah, dia merasa dirinya lah penyebab pertengkaran dan suasana tidak nyaman ini.
Lu Sun melirik sekilas, kearah Afei.
Dia tahu apa yang sedang di pikirkan oleh anak itu.
Lu Sun menepuk pundak Afei dengan lembut, dia tidak berkata apa-apa.
Mata dan pandangan Lu Sun tetap fokus melihat kearah depan sambil tersenyum penuh pengertian.
Afei mengangkat wajahnya, menoleh kearah Lu Sun, dari ekspresi gurunya yang tersenyum lembut.
Dia tahu meski gurunya tidak berbicara, gurunya sedang memberi kode padanya.
Bahwa ini tidak ada hubungannya dengan dirinya.
Melihat sikap gurunya, Afei merasa sangat berterimakasih dan terharu dengan pengertian yang ditunjukkan oleh gurunya.
Suasana di dalam mobil berlangsung dengan hening, Lu Fei yang sedikit ketakutan.
tertidur pulas dalam pangkuan Giok Lan.
Sedangkan Dan er, asyik dengan HP nya bermain games dunia persilatan.
15 menit kemudian, mobil Lu Sun telah terparkir di halaman parkir restoran tersebut.
Meski saat ini jam sudah menunjukkan pukul 2 siang, tapi halaman parkir masih terlihat penuh dengan mobil mewah pengunjung yang terparkir dengan rapi disana.
Saat melihat kedatangan rombongan Lu Sun, manajer Ferry langsung berlarian datang dari dalam restoran, keluar menyambut kedatangan bos besarnya.
"Apa kabar pak Bos,Ari sini kita lewat sebelah sini pak Bos.."
ucap manajer Ferry dengan sikap sangat hormat.
Ying Ying sedikit heran melihat sikap manajer restoran yang over hormat pada Lu Sun..
"Sayang apa yang terjadi kenapa manajer restoran terlihat sangat takut dengan mu..?"
__ADS_1
ucap Ying Ying yang masih merangkul lengan Lu Sun.
"Lu Sun tersenyum dan berbisik di telinga Ying Ying, Restoran ini kini adalah milik kita."
"Atas saran Viktor dan David, Jimmy sudah mengambil alih restoran ini sejak 3 tahun yang lalu.."
Ying Ying menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
Dia gak heran, dengan kekayaan suaminya kini, mengambil alih sebuah restoran adalah perkara yang sangat mudah baginya.
Lu Sun dan rombongannya di antar ke ruangan yang sama dengan tempat perjamuan perpisahan Lu Sun dan guru Ciu.
Setelah duduk santai di dalam ruangan, Lu Sun berkata,
"Sayang beberapa waktu yang lalu, kita baru saja makan bersama di sini."
"Waktu itu kamu juga di sediakan tempat duduk yang sama dengan posisi yang sedang kamu duduki."
"Xue Yen duduk di sebelah sini, tapi sayang nya, acara kemaren cuma bayangan mu yang hadir."
"Sedangkan acara sekali ini, justru terbalik sekarang kamu hadir justru Xue Yen yang pergi."
ucap Lu Sun sedikit sedih.
Ying Ying dan Giok Lan menatap Lu Sun dengan iba, mereka tidak tahu mau bicara apa.
"Sudahlah mari kita lupakan hal hal yang kurang menyenangkan itu.
Mari kita nikmati dengan gembira, acara makan siang ini."
ucap Lu Sun sambil merangkul Ying Ying dan Giok Lan dengan mesra.
Kedua gadis cantik itu, menyandarkan kepala mereka di dada Lu Sun.
"Sayang kenapa kita tidak diberikan daftar menu pesanan.."
tanya Ying Ying untuk mengalihkan pembicaraan.
"Gak usah sayang, semua menu andalan restoran ini, nanti akan di sajikan semua di sini.
jadi daftar menu sudah terpakai lagi."
ucap Lu Sun sambil membelai rambut Ying Ying dengan mesra.
Baru saja Lu Sun selesai bicara, pintu telah di ketuk telah di ketuk dari luar, tak lama kemudian pintu pun terbuka.
Puluhan pelayan dengan sigap datang, mulai meletakkan satu persatu masakan seafood yang sangat wangi dan menggugah selera.
Lu Fei dan Lu Dan dengan tidak sabar langsung, menyambar udang goreng tepung yang berukuran jumbo itu.
Setelah itu mereka kembali menyambar cingkong kepiting goreng.
Cingkong kepiting itu, hanya tinggal bagian bawahnya saja yang muncul, sedang kan bagian atasnya kulit kepiting nya sudah dilepas semua, tinggal daging kepiting saja yang dibungkus tepung roti lalu di goreng.
Melihat kelakuan anak anaknya Lu Sun hanya tersenyum dan berkata,
__ADS_1
"Kalian berdua tidak perlu berebut, makan dengan pelan jangan sampai tersedak.."
"Bila kurang nanti boleh pesan lagi.."
Ying Ying menatap dengan takjub masakan yang terhampar di depan nya, karena perutnya memang sedang sangat lapar.
Begitu para pelayan meninggalkan ruangan, dia langsung mulai mengambil kepiting saos lada hitam kesukaan nya.
Dia makan dengan sangat lahap sesekali dia melirik kearah Lu Sun dan berkata,
"Sun ke ke masakan di sini semakin enak saja, ternyata banyak menu yang belum pernah ku lihat dan cicipi."
Lu Sun tersenyum dan berkata,
"Nanti kedepan nya kita juga bakal sering ke sini, nanti nanti kamu juga bakal bosan.."
Giok Lan mengangguk dan berkata,
"Sun ke ke benar, setelah kak Xue Yen tiada, kedepannya kita mungkin bakal sering makan di luar.."
"Terutama kalian berdua yang tidak bisa makan roti dan buah untuk mengganjal perut."
Ying Ying sambil makan berkata,
"Kamu benar Lan Mei,.. kedepannya kita terpaksa delivery masakan.."
"Tapi aku mau belajar masaklah, agar tidak selalu delivery terus."
"Lan Lan besok kamu sibuk gak ?"
tanya Lu Sun sambil menyumpit ikan janggut kukus buat Giok Lan.
"Emangnya kenapa Sun ke ke..?"
"Aku besok ada meeting pagi, tapi jam 7 an sudah selesai."
"Setelah itu aku bebas.."
ucap Giok Lan sambil menatap suaminya.
"Aku besok mau pergi ke perpustakaan nasional menyelidiki sesuatu, aku membutuhkan bantuan mu di sana."
"Karena pengetahuan mu, tentang bahasa kuno, dan tekhnologi modern sangat ku butuhkan di sana."
"Sun ke ke mau menyelidiki tentang apa ?"
tanya Giok Lan sambil makan buah.
Dia tidak terlalu banyak menyentuh masakan diatas meja, dia hanya makan beberapa suap makanan yang Lu Sun ambil untuknya.
Sisanya dia lebih banyak makan buah buahan
"Besok saat tiba di lokasi baru ku jelaskan pada mu.."
ucap Lu Sun sambil memakan sepotong cumi
__ADS_1