KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
MEMINTA BANTUAN PAMAN MAO


__ADS_3

Lu Sun hampir meledak suara tertawanya, dia berusaha sekuat tenaga untuk menahan tawa hingga wajahnya menjadi merah dan terbatuk-batuk kecil.


Lu Sun berusaha menghindari tatapan sepasang mata petugas interogasi yang sedang marah kepadanya itu.


Karena bila dia terus bertatapan mata dengan nya, Lu Sun pasti tidak dapat menahan gelak tawanya lagi.


Hal ini di karenakan setelah kacamata petugas interogasi yang emosional tersebut di lepaskan.


Ternyata sepasang biji mata hitam yang harusnya berada ditengah-tengah bagian putih, tapi dia malah kedua biji mata hitam nya masuk ke bagian dalam, mengarah ke sudut mata yang dekat dengan hidungnya.


Dia terlihat seperti sedang menatap ujung hidungnya sendiri, padahal matanya justru sedang menatap tajam kearah Lu Sun.


Kondisi inilah yang membuat Lu Sun mati-matian menahan diri sekuat tenaga agar tidak menertawainya.


Lu Sun malah sempat berpikir ingin menepuk jidatnya agar matanya kembali ke posisi semula.


Tapi Lu Sun tidak jadi melakukannya, ya lalu kembali ke posisi semula, bila membalik keatas gak mau turun lagi bukan kah kasusnya akan semakin rumit.


Petugas juling itu pada dasarnya sudah sangat sensitif dengan penampilan matanya, melihat reaksi Lu Sun dia jelas tahu Lu Sun sedang menertawainya.


Emosinya tak tertahankan lagi, dia langsung memanjat meja yang membatasi dirinya dan Lu Sun.


Dia ingin menerkam dan menghajar Lu Sun yang sepasang tangannya terborgol.


Temannya petugas itu, melihat reaksi rekannya sambil menahan senyum dia mematikan kamera, Kemudian menarik temannya yang sedang mencengkram kerah baju Lu Sun, sambil berkata,


"Along...! sudahlah tahan diri mu..!"


Dengan kesal dia melepaskan cengkeramannya di kerah baju Lu Sun dan mendorong Lu Sun hingga kembali jatuh duduk di kursinya.


Lu Sun hanya menanggapi aksi petugas tersebut dengan senyum tenang dan sabar.


Rekan petugas juling yang bernama Along itu, segera menarik Along meninggalkan ruangan tersebut.


Untuk menghindari keributan yang lebih besar lagi antara Along dan Lu Sun.


Dia sudah terbiasa dengan kejadian seperti ini, siapa suruh dia bernasib sial harus berpasangan dengan partner seperti Along, sehingga sering timbul masalah saat interogasi.


Lu Sun duduk tenang di tempatnya melihat kedua petugas itu pergi meninggalkan ruangan di mana dia di tahan.


Tidak sampai setengah jam kepergian kedua petugas itu, Edison Chen pengacara Lu Sun pun tiba.


Dengan wajah panik Edison Chen berjalan menghampiri Lu Sun dan berkata,


"Boss apa sebenarnya yang terjadi, menurut informasi yang ku peroleh dari kenalan ku di bandara.'


"Katanya Boss tertangkap tangan membawa narkoba saat ingin keluar dari ruang antrian bagasi."

__ADS_1


Lu Sun tersenyum tenang, dia bahkan lebih tenang dari pengacaranya.


"Benar semua itu memang tidak salah."


ucap Lu Sun mengakuinya dengan santai.


"Boss hal ini tidak boleh di buat main-main hukuman dari pemilik narkoba adalah tembak mati."


ucap Edison Chen sedikit pucat.


Lu Sun mengangguk dan berkata,


"Aku tahu, tapi saat ini aku tertahan di sini tidak bisa mencari pelaku yang menjebak ku ini."


"Bicara apapun saat ini akan percuma,. dan tidak akan ada yang percaya."


"Saat ini sebaiknya tolong kamu segera telpon Paman Mao dari biro Rahasia, minta dia menyelidiki kasus ini."


"Yang memberikan aku kotak musik berisi narkoba adalah pramugari bernama Ling Mei, dia adalah pramugari yang satu penerbangan dengan ku saat dari Bei Jing menuju Nanjing."


"CCTV di dalam kabin pesawat bisa jadi bukti, beberapa penumpang di Klass bisnis mungkin bisa menjadi saksi."


Edinson Chen mengangguk dan berkata,


"Baiklah kalau begitu aku akan segera menghubungi Paman Mao dari HP mu, yang kini di sita oleh petugas bandara."


Lu Sun tersenyum tenang dan berkata,


"Pergilah... tenang saja aku tidak akan ada apa-apa."


Lu Sun berkata dalam hati, jangan kan kalian manusia awam, Pasukan langit beserta kaisarnya sekalipun tidak bisa berbuat sesuatu terhadap diri ku,"


Lu Sun berdiri dari kursinya menuju suatu pojok ruangan, karena risih dengan borgol ditangannya.


Dengan sedikit Wu Xiang Sen Kung, borgol pun terlepas dan dia letakkan di sampingnya.


Lalu dia bermeditasi sambil memejamkan matanya.


Ditempat lain pengacara Edison Chen setelah melobi pihak petugas kepolisian Bandara, akhirnya dia diberi akses mencatat nomor telepon Paman Mao.


Tapi dia tidak di ijinkan menyentuh HP Lu Sun yang kini menjadi barang bukti kepolisian bandara.


Dengan tak berdaya Edison Chen segera menghubungi paman Mao.


Untungnya meski telpon datang dari nomor tak di kenal Paman Mao tetap mengangkatnya dan berkata,


"Hallo ..siapa ya ?"

__ADS_1


"Maaf Paman Mao saya pengacaranya Tuan Lu Sun, nama saya Edison Chen."


ucap pengacara Edison Chen cepat memperkenalkan diri.


Sebagai pengacara tentu dia tahu jelas siapa Paman Mao dan apa itu biro Rahasia.


Divisi ini hanya bisa di akses langsung oleh presiden.


Selain presiden tidak akan ada orang lain yang bisa mengaksesnya.


Kini dia bisa mengaksesnya, ini adalah suatu keajaiban dari Boss nya.


"Ada apa ya ? di mana tuan Lu sekarang ?"


tanya Paman Mao cepat.


Pengacara Edison Chen tidak berani berbelit-belit dia segera berkata,


"Tuan Lu kini di tahan di bandara Nanjing, dengan tuduhan tertangkap tangan membawa narkoba di bandara Nanjing."


Mendengar hal ini Paman Mao sangat kaget, baru saja mereka berpisah dua hari yang lalu, kenapa sekarang bisa ada kejadian seperti ini.


"Apa yang sebenarnya terjadi, apa ada petunjuk lain yang bisa membuktikan Tuan Lu gak bersalah ?"


tanya Paman Mao cepat.


"Menurut tuan Lu yang memberikan kotak musik berisi narkoba kepadanya, adalah seorang pramugari pesawat yang ditumpanginya dari Beijing ke Nanjing."


"Nama pramugari itu adalah Ling Mei.."


"Menurut tuan Lu selain Ling Mei CCTV pesawat dan beberapa penumpang Klass bisnis mungkin bisa menjadi saksi dalam kasus nya."


"Baiklah tolong sampaikan salam ku pada boss mu, aku akan segera mengurusnya."


Setelah berkata itu telpon pun ditutup oleh paman Mao.


Pengacara Edison Chen pun terlihat bergerak meninggalkan bandara menuju rumah kediaman Lu Sun untuk mengabarkan hal ini kepada ke tiga Istrinya Lu Sun.


Tak lama kemudian terlihat di ruang tengah kediaman Lu Sun yang mewah dan luas, duduk 4 orang yang sedang bercakap-cakap dengan serius.


Mereka adalah Edison Chen, Ying Ying, Xue Yen,.dan Giok Lan.


Mendengar kabar dari Edison Chen Ketiga istri Lu Sun menunjukkan sikap yang berbeda.


Adalah Ying Ying dan Giok Lan terlihat terkejut kaget cemas dan khawatir.


Sebaliknya Xue Yen bersikap santai dingin seperti biasa saja.

__ADS_1


__ADS_2