KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
LU SUN VS TAN SIM HOUW 4


__ADS_3

Tan Sim Houw secara reflek menjepit ujung mata tombak dengan kedua telapak tangannya.


Sambil terseret mundur oleh dorongan tombak Lu Sun yang terarah ke jantungnya.


Lu Sun terus menekan mengejar dengan tombaknya sambil terbang diudara.


Setelah mundur belasan meter, akhirnya Tan Sim Houw berhenti mundur, dia menahan pergerakan mundurnya.


Dengan cara menancapkan sebelah kakinya lurus kebelakang, sedangkan kaki yang satunya sedikit di tekuk menahannya di depan.


Sedangkan sepasang tangannya yang menjepit mata tombak seperti dua jepitan baja


Membuat mata Tombak Lu Sun maju tidak bisa mundur juga tidak bisa.


Lu Sun tiba-tiba, mutar-mutar ujung tombak nya seperti mata bor, hal ini otomatis membuat Tan Sim Houw terpaksa melepaskan jepitan tangannya.


Memiringkan tubuhnya, sehingga tusukan tombak lewat didepan dadanya, Lu Sun menghantamkan badan tombak kesamping kearah dada Tan Sim Houw.


Sebelum hantaman tersebut mengenai dada Tan Sim Houw.


Golok Maut Tan Sim Houw yang tadi terlepas dari pegangannya, kini membalik menebas kearah tengkuk Lu Sun dari arah belakang.


Ternyata golok itu dapat bergerak sendiri, menuruti perintah Tan Sim Houw lewat tenaga batinnya.


Lu Sun terpaksa menarik pulang tombak ditangannya untuk menangkis serangan Golok Maut dari arah belakangnya


.


"Trangggg...!!",


kembali terdengar suara benturan Golok dan Tombak.


Serangan Golok berhasil Lu Sun tangkis dan pentalkan.


Tapi Golok Maut setelah terpental, dia melesat kembali kedalam genggaman tangan Tan Sim Houw.


Tan Sim Houw memisahkan golok hitam dan putih.


Tangan kanan memegang golok putih,.tangan kiri memegang golok hitam.


Kini dia memegang sepasang golok ditangan kiri dan kanan nya.


Setelah itu sambil tersenyum gembira dia melompat menerjang kearah Lu Sun dengan tebasan golok dari dua arah berlawan.

__ADS_1


Golok putih menggunakan tenaga Chi, sedangkan golok hitam menggunakan tenaga kasar.


Bayangan hitam putih melesat menyerang Lu Sun dari kanan kiri.


Lu Sun menggunakan ujung tombak yang memiliki mata tombak dan pengait untuk mengunci serangan golok putih.


Sedangkan ujung Tombak yang lain yang berbentuk kepala naga, digunakan untuk menangkis golok hitam.


"Tranggg...!!"


"Tranggg..!!"


Benturan kembali terjadi.


Lu Sun tidak berhenti di sana dia memutar tombaknya seperti kitiran, untuk menarik lepas golok putih dari tangan Tan Sim Houw.


Tapi tentu Tan Sim Houw tidak bersedia kehilangan goloknya lagi, tubuhnya berputar-putar seperti gasing mengikuti arah putaran tombak Lu Sun.


Lalu dia sambil berputaran, dia menebaskan Golok Hitam nya kearah bagian tengah tombak.


Di mana sepasang tangan Lu Sun bertindak sebagai pusat pengontrol putaran Tombak.


Lu Sun terpaksa menghentikan putaran tombak nya sepasang tangannya melebar menggunakan badan tombak di bagian tengah untuk menangkis dan mementalkan Golok Hitam.


Tan Sim Houw tidak berhenti sampai di sana setelah golok putihnya terbebas dari pengait di ujung Tombak Lu Sun.


Perlahan-lahan dia mulai mengurung dan menekan Lu Sun dengan jurus Im Yang Tao Fa


(Ilmu Golok Im Yang ).


Pergerakan golok yang lembut dan keras, cepat dan lambat panas dan dingin silih berganti dengan kekuatan yang saling berlawanan.


Membuat Lu Sun mulai tertekan hebat, hanya bisa menangkis sambil main mundur.


Beberapa kali Lu Sun harus menggunakan Wu Ying 72 Pian PU (72 perubahan tanpa bayangan)


Untuk menyelamatkan diri dari tekanan sepasang golok hitam putih itu.


Sambil tertawa-tawa, Tan Sim Houw juga menambah kecepatan ilmu bayangan penembus langit nya.


Untuk mengejar dan terus mendesak Lu Sun, Lu Sun semakin tersudut oleh permainan golok Im Yang yang rumit dan banyak pecahan jurusnya.


Selain itu gerak tipu serangan nya juga sangat banyak dan terkadang sedikit tidak masuk akal.

__ADS_1


Tan Sim Houw terkadang sering menyerang dengan melepaskan goloknya, berterbangan menyerang Lu Sun dan di kontrol dari jarak jauh oleh Tan Sim Houw.


Saat golok terlepas dari tangannya, Tan Sim Houw sendiri akan menempel ketat dalam jarak dekat, sehingga tombak Lu Sun kesulitan untuk menyerang nya.


Memanfaatkan kesempatan ini Tan Sim Houw akan menyerang Lu Sun dan berusaha merampas tombak Lu Sun dengan Tapak Bunga Teratai (Lian Hwa Cang) yang lembut indah tapi mematikan.


Gerakan yang terlihat gemah gemulai itu ternyata mengandung kekuatan dahsyat.


Dalam beberapa kesempatan, karena di sibukkan oleh serangan golok terbang, Lu Sun terlambat menghindar.


Sehingga Tapak lemah gemulai dan lentur itu, bersarang dua kali, di dada dan perut Lu Sun.


Lu Sun terpental belasan meter kebelakang, untuk mematahkan daya dorong tapak tersebut.


Lu Sun merasa dada dan perutnya seperti habis di hantam oleh palu besar yang sangat kuat.


Perutnya terasa mules melintir,. dadanya terasa sesak hingga mau bernafas pun sulit.


Lu Sun memuntahkan beberapa teguk darah dari mulutnya.


Tanpa memberikan kesempatan kepada Lu Sun untuk memulihkan diri Tan Sim Houw kembali melesat mendekati Lu Sun dan melakukan serangan lanjutan yang lebih kuat dan dahsyat lagi.


Lu Sun tahu Tan Sim Houw tidak mau kehilangan kesempatan emas tersebut, selagi dia sedang terluka dalam.


Lu Sun terpaksa main menghindar dengan langkah ajaib nya, agar bisa berkesempatan memulihkan diri nya dengan Ih kin Cin Keng. dan tenaga 9 mataharinya.


Melihat Lu Sun sedang mencari kesempatan memulihkan diri, Tan Sim Houw menambahkan pukulan Cui Ming Cang Fa (Ilmu Tapak pengejar arwah). Sebagai variasi serangan nya,


Ilmu pukulan ini berlawanan dengan tapak bunga teratai yang lemah lembut.


Ilmu pukulan ini cepat ganas kuat dan mematikan, sebelum menemukan sasaran dia tidak akan pernah berhenti mengejar.


Lu Sun yang semakin terdesak, dan harus bergerak gesit, merasa Tombak di tangannya tidak banyak membantu.


Lu Sun untuk pertama kalinya, memerintahkan senjata Dewa nya berubah menjadi sebatang pedang.


Dengan pedang ditangan Lu Sun bisa memainkan ilmu pedang 8 dewa miliknya yang jarang dia mainkan, sejak kehilangan pedang sinar biru hadiah tanda cinta dari Xue Yen dulu.


Dengan pedang di tangan Lu Sun akhirnya bisa bergerak lincah dan mengimbangi serangan jarak dekat yang berbahaya dari Tan Sim Houw.


Melihat Lu Sun kembali merubah cara bersilat nya, sambil tertawa gembira Tan Sim Houw berkata,


"Bagus...!! brilian...!! kamu benar-benar bakat luar biasa' dalam bela diri..! semakin menarik...!! Ha...ha...ha..ha...!!"

__ADS_1


Tan Sim Houw tiba-tiba melompat mundur dia menyatukan sepasang Goloknya, kemudian mulai merapal tenaga Pei Ming Sen Kung untuk di salurkan ke goloknya.


Sebelum dia melakukan tebasan jarak jauh, terbentuk sebuah cahaya biru golok raksasa yang melesat kearah Lu Sun.


__ADS_2