Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
HADES


__ADS_3

Mengabaikan perubahan ekspresi anggota kelompok Silver Cross dan Golden Rose, Hugo berkata dengan tegas. Bahkan semakin bersemangat.


"Mungkin kalian tidak terlalu paham. Namun jika kalian tahu, kalian pasti akan terkejut.


Hutan hujan yang rimbun muncul di tengah kota!


Taman kota berubah total. Bukan hanya menjadi hutan, tetapi areanya menjadi lebih luas. Bahkan terbilang sangat luas.


Di sana terdapat banyak pohon buah yang bermutasi. Mungkin sebagian beracun, tetapi sebagian jelas tidak. Bukan hanya membantu menyelesaikan krisis pangan, tetapi ada kemungkinan bagi kita untuk menemukan resep untuk memperkuat tubuh manusia!


Tidak kalah dari para zombie atau makhluk bermutasi itu!"


Sementara ekspresi orang-orang di Golden Rose menjadi serius, Julian melirik ke arah Ark. Dia memikirkan kekuatan pemuda itu yang jelas-jelas tidak masuk akal. Namun tetap tutup mulut, sama sekali tidak berniat membicarakannya.


"Apakah kalian mengerti? Ini sangat berdampak bagi perkembangan hidup umat manusia ke depannya!


Oleh karena itu, kami ingin menyatukan semua kekuatan dalam misi ini. Jika kalian tidak membantu, itu berarti kalian tidak ingin berkontribusi dalam perkembangan umat manusia!"


Ekspresi Julian dan Randal menjadi lebih jelek. Mereka jelas tahu kalau Hugo sedang mengancam mereka.


Bahkan jika tidak menyukainya, mereka harus mengakui bahwa Imperial Tiger adalah organisasi terkuat di kota. Memiliki ribuan anggota. Meski kebanyakan dari mereka pengungsi yang kelaparan dan sekarat, masih ada lebih dari seribu pasukan dari polisi atau tentara.


Tentu saja, belum semua personel polisi dan tentara berkumpul di sana. Kebanyakan dari mereka masih menyebar. Tidak sedikit yang membentuk kelompok kecil atau bergabung dengan kelompok lain. Tentu saja, jumlahnya juga tidak mencapai puluhan ribu.


Kenapa hanya sedikit yang tersisa? Karena kebanyakan umat manusia hampir dimusnahkan ketika apocalypse tiba!


"Jika kita telah berhasil menaklukkan tempat tersebut, berapa luas area yang akan kami ... kelompok-kelompok besar dapatkan?" tanya Randal dengan ekspresi serius.


"Maaf. Dikarenakan kalian tidak memiliki peneliti yang bisa diandalkan, kami tidak bisa membagi wilayah. Tempat itu akan menjadi situs pemerintahan. Dikembangkan oleh pemerintahan dengan baik.


Tentu saja, kami akan mendistribusikan beberapa obat kepada kalian setiap bulannya. Setiap kali kami mendapatkan penemuan baru, kami akan membaginya kepada seluruh masyarakat.


Sama sekali tidak menyimpan untuk kami sendiri!"


Mendengar ucapan Hugo, Julian dan Randal hampir meledak karena marah. Mereka jelas tahu janji palsu semacam itu. Sama sekali tidak berniat memercayai hal tersebut. Namun mereka juga tidak berdaya.


Bahkan jika enam kelompok besar lain digabungkan, sulit untuk melawan Imperial Tiger. Jadi akhirnya mereka berdua hanya bisa menggertakkan gigi sambil menahan amarah.


Saat itu, Hugo mengalihkan pandangannya kepada Ark.


"Kami juga memerlukan bantuan dari Dark Caravan."


"Kami?" tanya Ark.

__ADS_1


"Ya. Kalian dicurigai menimbun persediaan secara pribadi. Jadi kami meminta kalian secara sukarela menyerahkan persediaan tersebut. Menyumbangkan semuanya ke pemerintahan agar kami bisa membaginya. Memastikan para pengungsi tidak lagi kelaparan.


Selain itu, kami juga menginginkan teknik yang kalian gunakan untuk menjinakkan binatang buas. Hal tersebut pasti akan sangat membantu."


Hugo berkata dengan nada serius. Menjunjung nilai-nilai kehidupan. Menarik simpati dan empati untuk orang-orang yang membutuhkan. Bertidak sebagai pahlawan di masa kekacauan.


"Maaf, Debby, Black Doberman itu tidak kami jinakkan. Kebetulan dia unik. Tidak kehilangan kewarasannya ketika bermutasi."


"Kalau begitu tolong biarkan kami membawanya ke markas pusat. Di sana dia akan diteliti. Pasti itu sangat berguna untuk—"


"Tolong tutup mulut kotormu sejenak."


Ark langsung menyela. Dia menyilangkan kaki sambil menopang dagu. Sama sekali tidak tampak peduli atau hormat kepada Hugo. Dia kemudian berkata.


"Dark Caravan adalah pedagang netral. Kami bukan bawahanmu apalagi alat yang bisa kalian gunakan. Selain itu, kami tidak berniat untuk mengikuti pengaturan kalian."


"Apakah kamu berani menentang pihak pemerintahan yang mencoba melindungi rakyatnya?! Hanya kalian, pedagang kecil yang bisa kami injak sampai mati!"


Suara lantang Hugo bergema di seluruh markas Silver Cross.


Ark tampak tidak peduli. Dia berdiri lalu berkata dengan santai.


"Sebenarnya aku tidak ingin memulai kekacauan secepat ini," gumam Ark.


"Apa yang kamu maksud dengan kekacauan! Hanya semut kecil, apa yang bisa kamu lakukan!"


"Jangan mengejek semut. Mungkin mereka akan mengerubungi kalian dan menggigit kalian sampai mati."


Ark mengangkat bahu dengan tatapan tak acuh. Dia kemudian melanjutkan.


"Silver Cross dan Golden Rose, kan? Tolong dengarkan baik-baik. Jangan lewatkan satu kata, karena ini adalah rahasia indah dan mempesona."


Julian dan Randal tiba-tiba menggigil. Saat itu, Ark berbicara dengan lantang.


"Imperial Tiger, organisasi resmi di bawah pemerintahan!


Pasukan hebat yang berisi banyak anggota. Bahkan setelah kekacauan dunia, lebih dari tiga ribu pasukan tentara dan polisi bergabung untuk mengabadikan diri kepada masyarakat! Orang-orang yang berjuang untuk kepentingan bersama!"


Orang-orang tercengang. Mereka yang mendengar ucapan Ark sama sekali tidak merasa kalau itu penghinaan. Sebaliknya, mereka menganggapnya sebagai pujian. Sedangkan ekspresi Hugo tampak bingung.


"Di bulan tiga, Imperial Tiger menemukan sebuah ladang jagung yang sangat luas. Tumbuh subur secara alami di bagian selatan, luar kota!


Demi mencegah kelaparan, mereka pun mengirim tiga ribu pasukan. Mencoba memanen jagung demi rakyatnya. Namun apa daya, dunia yang kacau ini terlalu ganas. Mereka malah dikepung dan harus berhadapan gelombang puluhan ribu zombie yang datang seperti tsunami.

__ADS_1


Mereka mengorbankan nyawa untuk masyarakat. Berusaha membawa sebanyak mungkin jagung kembali. Sampai pada akhirnya, hanya separuh pasukan yang selamat.


Mungkinkah misi ini dianggap gagal? Tidak juga! Karena mereka membawa cukup banyak makanan untuk disumbangkan pada masyarakat. Namun, aku memiliki beberapa pertanyaan yang ingin aku tanyakan.


Kenapa hanya seribu pasukan yang kembali ke markas utama? Kemana sebagian orang pergi? Selain itu, kenapa aku tidak mendengar kalau pemerintah melakukan pembagian makanan gratis?


Sebaliknya? Kenapa aku melihat banyak pensiunan tentara di kelompok-kelompok kecil? Kenapa aku melihat banyak anak kecil yang mati di sudut tempat penampungan?


Ah! Akhirnya aku menemukan jawabannya. Jadi dengarkan baik-baik."


Hugo melesat ke arah Ark dengan ekspresi marah, tampak gila, penuh dengan kemarahan.


Namun saat itu, Ark dengan mudah menghindarinya. Tangan kanan pemuda itu terulur. Dalam sekejap mata, jari telunjuknya mengetuk tengah kening Hugo.


Crack!


Di depan ekspresi terkejut banyak orang, Ark menembus tengkorak Hugo dengan satu jari. Membuat pria arogan tersebut jatuh ke lantai dan berhenti bergerak. Membunuhnya dalam sekali serangan.


Mengabaikan keterkejutan mereka, Ark membuka kedua tangannya lebar-lebar lalu berteriak.


"DI RUANG BAWAH TANAH BANK SWASTA BLUE LEAF MILIK ANGGOTA DEWAN!


DI RUANG BAWAH TANAH YANG GELAP DAN SURAM ITU KALIAN BISA MENEMUKAN BERTON-TON JAGUNG KERING YANG BISA KALIAN MAKAN!


JADI JIKA KALIAN INGIN ... MAKA GUNAKAN TANGAN KALIAN LALU DAPATKAN!!!"


Ark menarik napas dalam-dalam. Dia kemudian menghampiri empat anggota Imperial Tiger yang tersisa.


Mereka tampak ketakutan dan mencoba melawan. Namun akhirnya sama, berakhir jatuh ke lantai dengan kepala dilubangi.


Ark menatap ke arah Julian dan Randal. Dia kemudian berkata dengan lantang.


"AKU MEMBUNUH LIMA PERWAKILAN DARI IMPERIAL TIGER! KALIAN BISA MEMANGGILKU HADES!


KALIAN BISA MENCARIKU DAN MENCOBA UNTUK MEMBALAS DENDAM! SEPULUH, SERATUS, BAHKAN RIBUAN ORANG ...


AKU MENUNGGU KALIAN DATANG UNTUK MEMENGGAL KEPALAKU!"


Niat membunuh yang kuat memancar, membuat orang-orang yang mendengar suaranya menggigil ketakutan. Mereka benar-benar merasakan ancaman kematian hanya dari suaranya yang menggelegar bagai halilintar.


Ark kembali menarik napas dalam-dalam sebelum kembali berteriak.


"LAKUKAN ITU JIKA KALIAN MAMPU!"

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2