
Tidak tahu berapa lama waktu berlalu, Ark terus bergegas menuju ke tempat Silvia berada.
Mata merah pemuda itu berkilat dingin. Setiap kali melihat sisa kelompok binatang bermutasi yang menghalangi jalannya, pemuda itu langsung menghabisi mereka.
Sesampainya di sana, pemuda tersebut tertegun di tempatnya. Melihat pemandangan di depannya, tangannya terkepal erat.
Tepat di depan matanya, beberapa bangkai binatang bermutasi level 4 dan tak terhitung makhluk yang berada di level lebih rendah.
“Delapan. Itu adalah jumlah monster level 4 yang dibunuh oleh wanita itu sebelum kehilangan kekuatannya.”
Mendengar ucapan itu, Ark menoleh ke arah tertentu. Di sana, tampak sosok pria biru dengan dua tanduk di kepalanya. Makhluk itu menatapnya dengan ekspresi datar di wajahnya.
“Kamu adalah kanibal yang pernah Jay sebutkan.”
“Sungguh tidak sopan.” Makhluk itu menggelengkan kepalanya. “Aku pun memiliki nama. Kamu bisa memanggilku Xuann.”
“Cocok dengan penampilanmu.”
Ark mengangkat bahu dengan ekspresi tak acuh di wajahnya.
Sementara itu, ekspresi Xuan berangsur-angsur menjadi dingin. Dia langsung bergegas ke arah Ark. Dalam sekejap mata, muncul di dekatnya lalu memukul dengan keras.
Swoosh! BANG!
Ark menangkis serangan Xuann lalu menendangnya pergi. Mundur belasan meter jauhanya.
Melihat ke arah Ark yang tidak menempatkan dirinya di mata, Xuann akhirnya berkata.
“Seperti yang diharapkan dari orang yang membuat Yang Mulia mempercepat rencananya. Bahkan akhirnya menangkap wanita itu sebagai ‘wadah’ padahal masih bisa dikembangkan lebih jauh lagi.”
Setelah mengatakan itu, tubuh Xuann mulai membengkak. Otot-otot tubuhnya semakin menonjol, taring di mulutnya tumbuh, rambutnya semakin panjang, dan tanduk di atas kepalanya semakin membesar.
Penampilan Xuann yang sebelumnya tampak seperti pria biru bertanduk berubah total menjadi raksasa setinggi tiga meter. Bentuknya mirip denga Oni dalam mitologi dan cerita rakyat Jepang sebelumnya.
Melihat makhluk level 4 yang setara atau mungkin lebih dari Jay dalam kondisi prima, Ark menarik napas dalam-salam sambil memejamkan mata.
Xuann langsung membuar raugan ganas. Melihat Ark yang masih tampak tenang dan tampak tidak begitu peduli dengan perubahan besar yang terjadi padanya, dia merasa sangat marah.
Raksasa itu langsung bergegas ke arah Ark, mengayunkan tinju sebesar pilar dengan sekuat tenaga tepat ke kepala pria tersebut.
BLARRR!!
Ledakan keras tercipta. Beberapa saat setelah asap menyebar, Xuann menatap ke arah Ark dengan ekspresi tidak percaya.
Pemuda itu berdiri dengan kokoh sambil menangkis tinjunya dengan pedang di atas kepala. Meski begitu, penampilan tanah yang penuh retakan seperti jaring laba-laba tidak bisa menutup kekuatan mereka berdua.
__ADS_1
Xuann memukul dengan kuat, tetapi Ark jelas bisa menangkisnya.
Ark mendongak, menatap Xuann dengan mata merahnya sambil berkata.
“Kamu bilang makhluk itu ingin menjadikan Silvia sebagai wadahnya. Sudah berapa lama Silvia dibawa untuk menemuinya?”
Mendengar pertanyaan itu, mata Xuann menyempit. Ekspresi penuh kejutan tampak di wajah raksasa berkulit biru itu.
“Bagaimana kamu-“
BANG!
Ark mendorong tangan Xuann kembali lalu menebas dengan kuat, membuat tubuh besar makhluk itu terhempas belasan meter.
“Jawab saja.”
Ark berkata dengan ekspresi datar. Melihat ekspresi terkejut dan penuh keraguan di wajah Xuann, pemuda itu langsung mengerti.
“Seharusnya kurang dari sehari. Jika dihitung dengan kecepatannya, seharusnya sampai di tempat itu baru beberapa jam yang lalu.”
“Bagaimana kamu tahu? Sebenarnya kamu itu siapa?”
Melihat Xuann yang tidak percaya dan panik, Ark sama sekali tidak menyembunyikan semuanya.
“Ketika aku datang ke kota, aku pikir ‘Yang Mulia’ di mulutmu belum membangkitkan kesadarannya. Namun ternyata aku salah perhitungan.
Lagipula, ‘Yang Mulia’ di mulutmu ada di mana-mana.”
Mendengar penjelasan dari Ark tentang ‘Yang Mulia’, Xuann menggigil ketakutan. Dia sama sekali tidak menyangka ada yang lebih akrab dengan makhluk itu dibandingkan dengan dirinya.
“Kalau begitu aku akan berhenti berbasa-basi. Meski bertarung dengan kondisi biasa lebih menghemat tenaga, tetapi aku tidak memiliki waktu untuk melakukannya.”
Mengatakan itu, Ark berjalan ke depan dengan santai.
Meski merasa bingung dan takut, Xuann meraung marah karena tidak terima disepelekan. Dia tidak percaya kalau dirinya tidak bisa melukai pemuda di depannya. Menghilang lalu muncul di depan Ark, raksasa biru itu mengayunkan tinjunya sekuat tenaga.
Dia terus memukul, memukul semakin cepat dan semakin kuat.
BLARRR!!!
Bebatuan, tanah, lumpur, beton, bahkan beberapa potongan besi memercik ke segala arah. Debu berhamburan, bercampur dengan kabut kelabu sehingga hampir tidak bisa melihat apa-apa.
Setelah asap perlahan memudar, tubuh Xuann tidak bisa tidak gemetar.
Di depannya, tampak sosok ksatria yang memakai armor hitam legam menutup seluruh tubuhnya. Dia berdiri di tempat tanpa bergerak, tampaknya tidak terlalu peduli dengan serangan Xuann.
__ADS_1
Mata merah bak rubi di balik visor menatap Xuann dengan dingin. Saat itu juga, suara tak acuh terdengar.
“Sudah selesai?”
Mencengkeram erat pedangnya, aura merah darah muncul melapisi pedang itu. Aura merah bergejolak seperti gelombang pasang, membuat orang yang berada di dekatnya merasa takut dan kedinginan.
“Kalau begitu giliranku.”
SWOOSH!
Bersama dengan embusan angin, sosok Ark menghilang. Beberapa saat kemudian, dia muncul lebih dari dua puluh meter di belakang Xuann.
“Shadow Styx Stream.”
Bersama dengan ucapan pemuda itu, puluhan bekas tebasan berwarna merah muncul di belakangnya. Memotong hampir segala hal seperti akar, batu, pohon, besi, bangunan, dan ...
Tubuh besar Xuann.
Setelah menghabisi Xuann, Ark menarik kembali mode bertempurnya. Mendongak ke arah langit penuh kabut, pemuda itu bergumam.
“Berikutnya giliranmu.”
***
Waktu kembali berlalu.
Setelah melakukan perjalanan panjang, Ark akhirnya hampir sampai di tujuan.
Sekarang dia berada satu kilometer dari pusat kota kabut. Di sana, tampak tubuh pohon yang lebih besar dan lebih tinggi daripada gedung termegah di dunia.
Di bawah pohon raksasa, tampak monster yang tak terhitung jumlahnya. Setidaknya masih ada ribuan tikus mole di tanah, ribuan ulat beracun di batang, dan ribuan kelelawar di cabang-cabang rendah. Itu adalah jenis makhluk bermutasi dalam bentuk koloni.
Selain mereka, ada juga berbagai makhluk lain. Jumlah dan jenisnya sangat banyak dengan level yang sangat bervariasi.
“Akhirnya aku sampai di tempat ini.”
Setelah mengatakan itu, Ark mendongak ke atas.
Pada saat melihat ke atas, Ark hanya bisa melihat batang pohon besar yang tumbuh menembus awan. Jika diperhatikan, tubuh pohon itu benar-benar tampak agung dan luar biasa.
“Berada di sini membuatku mengingat kenangan buruk.”
Ark bergumam pelan. Tatapannya terus mengarah ke atas pohon karena apa yang dia cari ada di sana. Karena penampilan pohon yang agung dan luar biasa seolah mengantar mereka ke langit. Di kehidupan sebelumnya, tempat ini memiliki julukan ...
Stairway to The Sky.
__ADS_1
>> Bersambung.