Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Kebangkitan Pahlawan


__ADS_3

Di tempat Joseph berada.


"Aku mengakui kehebatanmu, Joseph. Namun jangan senang terlebih dahulu. Kalian belum menang!"


Zander yang berbaring terlentang dengan tubuh bersimbah darah berteriak dengan ekspresi gila. Dia benar-benar tidak menyangka kalau Joseph bisa mengalahkan pasukannya.


Bukan hanya mengalahkan pasukannya, tetapi juga menang melawan dirinya yang dibantu dua prajurit super lain!


"KETIKA MEREKA MUNCUL, KALIAN JUGA AKAN DIKUBURKAN DI SINI!


TIDAK ADA WAKTU BAGI KALIAN UNTUK BERBAHAGIA! HAHAHAHA!"


SLASH!


Joseph langsung memenggal kepala Zander. Setelah itu, tubuhnya langsung jatuh ke tanah.


Pria itu memaksakan diri untuk duduk. Setelah duduk, dia menatap langit dengan senyum puas di wajahnya. Meski menang, pria itu kehilangan kaki kanannya. Bukan hanya itu, tubuh Joseph juga penuh dengan luka.


Lebih dari separuh pasukan meninggal dan sisanya terluka dari ringan sampai berat. Bisa dibilang, pertempuran ini memiliki terlalu banyak korban!


Merasa akan pingsan karena kehilangan banyak darah dan kelelahan, Joseph bergumam.


"Aku harap mereka baik-baik saja."


Setelah itu, pria tersebut melihat kegelapan mengambil alih kesadarannya.


***


Di lokasi depan markas Imperial Tiger.


"PEPERANGAN INI TELAH SELESAI! JATUHKAN SENJATA KALIAN!"


Julian yang berdiri di atas tumpukan mayat berdarah meraung ke langit. Semua orang langsung mengalihkan pandangan mereka ke arahnya.


Melihat sosok pria tampan dengan tubuh penuh darah berdiri di atas mayat pada prajurit Imperial Tiger dan Third Scars, termasuk dua prajurit super ... mereka semua benar-benar tercengang.


Orang-orang itu tidak menyangka kalau satu orang bisa melawan puluhan orang sendirian! Bukan hanya tidak kalah, tetapi menang dengan cara yang begitu luar biasa. Tidak ada dari mereka yang tidak mengaguminya.


"CUKUP! HENTIKAN PEMBUNUHAN DAN LAKUKAN PENYERAHAN!


PEMIMPIN KALIAN SUDAH MATI, TIDAK ADA GUNANYA UNTUK MELANJUTKAN SEMUA INI!!!"


Mendengar teriakan itu, orang-orang dari Imperial Tiger dan Third Scars akhirnya menyerah. Mereka benar-benar tidak menyangka kalau mereka masih dikalahkan bahkan ketika memiliki jumlah lebih banyak dan peralatan lebih baik.


Namun saat mereka semua berpikir semuanya telah berakhir, pintu yang menuju ruang bawah tanah markas terbuka. Banyak sosok muncul dari sana.


Bayangan hitam melesat. Beberapa saat kemudian, teriakan penuh rasa takut dan kejutan mulai terdengar dari segala arah.


Julian menatap makhluk-makhluk yang baru muncul dengan ekspresi tidak percaya.


"German Shepherd?" gumam pria itu.

__ADS_1


Meski penampilan mereka tampak lebih gelap, kasar, dan mengerikan ... tetapi Julian bisa melihat kalau itu adalah German Shepherd yang biasanya dipelihara oleh polisi atau tentara.


Melihat rantai putus di berbagai bagian tubuh mereka, Julian langsung mengerti apa yang sedang terjadi.


"Subjek eksperimen penaklukkan binatang buas!" gumam Julian dengan ekspresi heran.


Jelas, orang-orang dari Imperial Tiger dan Third Scars telah mencoba untuk meniru Dark Caravan. Namun ketika melihat bekas luka di berbagai bagian tubuh makhluk-makhluk itu, dia tidak bisa tidak menggertakkan gigi.


"Ini terlalu kejam."


Saat itu juga, kepanikan mulai menyerang medan perang. Melihat puluhan monster yang tiba-tiba muncul, mereka semua langsung panik.


Jukian merasa tertekan ketika melihat orang-orang kacau dan tercerai-berai. Saat itu juga, dia berteriak.


"BERHENTI BERLARIAN! PEGANG ERAT SENJATA KALIAN DAN BERSIAP DALAM POSISI BERTAHAN!"


Teriakan Julian jelas cukup efektif. Kepanikan di antara orang-orang mulai mereda. Mereka langsung memegang erat pedang dengan kedua tangan. Orang-orang itu melihat sekitar dengan waspada, berusaha menjauhi para German Shepherd bermutasi tanpa mengganggu mereka.


"MUNDUR! Mundur dengan tenang! Jangan panik!


Semuanya akan baik-baik saja. Lihat sekitar kalian. Banyak dari kita bersama. Kita semua manusia, tidak perlu membandingkan dari kelompok mana. Saat ini, orang yang di sisi kalian adalah rekan kalian.


Jangan takut! Selama kita bisa bekerjasama, semuanya akan baik-baik saja!"


Saat itu, para German Shepherd bermutasi juga tidak mulai menyerang dengan sembarangan. Mereka menggeram kepada orang-orang di sekitarnya dengan kejam.


Sementara itu, diskusi antara orang-orang juga terjadi.


"Hentikan pertarungan kita. Setelah menghadapi monster-monster ini, kita bisa melakukannya. Saat ini, gencatan senjata."


"..."


Banyak orang yang pada awalnya musuh mulai melakukan gencatan senjata. Mereka menganggap orang-orang di sekitar sebagai rekan. Tampaknya bersiap untuk saling membantu melawan para monster yang tiba-tiba muncul.


"BAGUS! TIDAK PERLU GUGUP. USIR ... APA YANG PERLU KITA LAKUKAN ADALAH MENGANCAM LALU MENGUSIR MEREKA.


TIDAK APA-APA! SELAMA KITA SEMUA BEKERJASAMA, KITA PASTI BISA MENGUSIR MAKHLUK-MAKHLUK INI!"


ROOAARRR!!!


Saat itu, raungan monster terdengar. Sosok makhluk bermutasi yang tampak lebih besar dan lebih kuat daripada German Shepherd lainnya muncul. Setiap kali makhluk itu melangkah mendekat, rasanya jantung orang-orang melompat. Mereka merasa sangat gugup!


Pada saat semua orang memegang pedang sambil terus mundur perlahan untuk menjauhi gerombolan German Shepherd bermutasi yang tiba-tiba muncul, salah satu orang memilih untuk maju.


'Apa yang orang itu coba lakukan!'


Semua orang berteriak ketika melihat Julian berjalan mendekat. Pria itu menyarungkan pedangnya dan mengangkat tangan.


"Kami tidak berniat memusuhi kalian."


"Grrrr ..."

__ADS_1


Pemimpin kelompok German Shepherd bermutasi menatap ke arah Julian sambil menggeram. Tampaknya mengancam orang itu agar tidak mendekat.


SWOOSH! BANG!!!


Sosok pemimpin German Shepherd bermutasi langsung menyerang Julian. Pria itu menarik senjata lalu menangkisnya. Dia terpental mundur dan berguling-guling di tanah bersalju beberapa kali.


Julian segera bangkit lalu kembali menyarungkan pedangnya. Dia sekali lagi mengangkat kedua tangannya sambil menatap mata makhluk itu dengan tegas dan tulus.


Jelas, German Shepherd bermutasi level 2 itu adalah musuh paling kuat yang Julian lawan sampai saat ini. Namun daripada bertarung, tampaknya pria itu ingin berdamai dengan makhluk-makhluk itu.


Tentu saja, para German Shepherd bermutasi yang pernah ditangkap dan diperlakukan buruk oleh para manusia memiliki kebencian terhadap semua orang di sana.


Melihat mata tulus dan jernih Julian, sosok pemimpin German Shepherd akhirnya membuat lolongan. Saat itu juga, mereka benar-benar pergi tanpa pertarungan.


Setiap orang langsung membuat jalan untuk mereka.


Setelah semua makhluk itu pergi, orang-orang langsung jatuh duduk di tanah bersalju lalu menghela napas panjang. Mereka tidak bisa tidak melihat ke arah Julian dengan ekspresi takjub dan heran.


Semua orang tidak menyangka. Tidak hanya menghentikan perang ...


Orang itu ternyata menyelematkan mereka dari para binatang bermutasi yang ganas!


Sementara itu, Julian juga menghela napas panjang. Dia menyeka keringat di keningnya. Melihat sekitar, pria itu merasa sakit hati.


Korban dari semua pihak terlalu banyak!


Bahkan jika Julian menang, dia merasa kalau terlalu banyak nyawa hilang begitu sia-sia. Menatap langit biru, pria itu mengepalkan kedua tangannya.


"Meski menyedihkan ... ini tetap kemenangan bagiku, kan?"


Julian bergumam dengan hati penuh kebimbangan.


***


Sementara itu, jauh di luar area markas Imperial Tiger.


"Aku benar-benar tidak mempercayainya! Orang-orang itu adlah monster!"


Viper yang berhasil menyelamatkan diri dari kejaran Siegfried benar-benar ketakutan. Dia tidak menyangka kalau perang ini bisa dimenangkan hanya dengan tekad.


Jumlah musuh jelas lebih sedikit, tetapi mereka masih tetap menang.


Meski begitu, orang-orang dari semua sisi menderita. Semuanya hanya bisa dihentikan ketika pemimpinnya mati. Pada akhirnya, setelah para pemimpin Imperial Tiger dan Third Scars terbunuh, sisa orang akhirnya memilih untuk menyerah.


"Aku akan mengingat dendam ini dan—"


Bruk!


Rasa sakit menyerang indera saat Viper terkejut ketika melihat salah satu lengannya jatuh begitu saja. Dia langsung panik dan melihat sekitar untuk mencari keberadaan Siegfried.


Alih-alih Siegfried, Viper menatap sosok yang tidak dia sangka muncul di tempat ini. Dengan ekspresi penuh kejutan, pria itu bertanya.

__ADS_1


"KAMU KAN ..."


>> Bersambung.


__ADS_2