Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Janji Antar Pria


__ADS_3

"Apakah kami benar-benar boleh pergi, Tuan Ark?"


Gennady menatap ke arah Ark dan keempat temannya dengan ekspresi bingung. Benar-benar tidak menyangka kalau mereka akan melepaskan dirinya beserta anggota Northern Claws lainnya dengan begitu mudah.


"Apakah kalian tidak ingin pergi?" tanya Ark dengan nada hambar.


"T-Tentu saja kami akan pergi!"


"..."


"Kalau begitu kami pergi dulu, Tuan Ark!"


Gennady, Igor, dan anggota kelompok Northern Claws lainnya membungkuk sopan sebelum akhirnya pergi.


Setelah beberapa menit, orang-orang itu akhirnya menghilang dari pandangan Ark dan empat orang lainnya.


"Apakah kamu tidak berniat mengundang mereka, Ark?"


"Gennady dan Igor adalah pria jujur dan sederhana. Sebenarnya aku cukup tertarik pada mereka mereka. Belum lagi, mereka dulunya tentara bayaran. Cukup bisa diandalkan."


Ark sama sekali tidak menyangkal. Meski Gennady dan Igor kalah, tetapi mereka memiliki dasar yang kuat. Belum lagi mereka bukan tipe pria licik. Tampak kasar, tetapi mereka berpenampilan apa adanya. Itu yang membuat Ark cukup menghargai mereka berdua.


"Lalu kenapa kamu tidak mengundang mereka?"


"Aku tidak berniat untuk mengundang mereka. Khususnya karena ada beberapa pengikut mereka yang aku rasa cukup menjijikkan. Jadi, biarkan saja mereka pergi.


Mungkin kita akan bertemu dengan mereka di lain waktu. Entah sebagai rekan atau musuh. Yang pasti, jika saat itu keduanya tidak berubah, apabila mereka mau bergabung, aku tidak akan menolak mereka."


"Huh!" Jay menghela napas berat. "Sungguh, kamu bilang memerlukan banyak anggota. Namun sebaliknya, kamu benar-benar membuat banyak syarat untuk masuk."


"Tapi hal itu mencegah hal-hal buruk terjadi di masa depan, bukan?"


"Kamu benar, Ark. Omong-omong, kenapa tadi kamu langsung memberi perintah untuk menyerang mereka?"


"Gennady merubah ekspresinya ketika melihat pedangku, jadi aku curiga."


"Itu saja?"


"Ya. Itu saja."


"Kamu tahu, Ark? Kamu benar-benar keterlaluan."


"Siapa peduli? Aku tidak membunuh mereka, bukan? Terlebih lagi, aku mendapatkan informasi tempat Rotten Ghost Mantis berada."


"Kenapa juga kamu mencari makhluk itu? Tunggu! Jangan bilang ... kamu ingin membuatkan aku senjata bagus dari sabitnya?"


Jay berkata dengan mata berbinar. Namun jawaban Ark seperti air dingin yang menyiram kobaran semangat dan harapannya.


"Tentu saja aku akan membuat senjata untuk diriku sendiri. Lagipula, kamu tahu kalau aku pengguna dua pedang, bukan?


Jika aku mendapatkannya, aku juga akan kembali memproses pedang ini. Terlalu melengkung benar-benar kurang nyaman digunakan."

__ADS_1


"Aku tidak menyangka kamu begitu pelit terhadap sahabatmu sendiri, Ark.


Dua pedang dari sabit Rotten Ghost Mantis?


Aku pikir sekarang kamu sedang memroses dua taring Abyssal Shadow Lynx untuk dijadikan belati, kan? Kamu juga memproses kulitnya untuk dibuat jubah bertudung, kan?


Kamu benar-benar melakukan upgrade peralatan untuk dirimu sendiri! Benar-benar egois!"


Jay menatap Ark dengan ekspresi tegas, tampak marah.


"Padahal aku pikir Miracle Root dari Rotten Ghost Mantis yang kemungkinan memiliki kemampuan luar biasa sangat cocok untukmu. Namun bagaimana lagi, tampaknya aku terlalu pelit untuk memberikannya kepada sahabatku sendiri.


Ya ... Terpaksa biarkan saja tubuh makhluk itu membusuk di hutan. Lagipula terlalu berat jika aku harus membawanya."


Mendengar ucapan Ark, ekspresi Jay berubah dari marah menjadi tercengang. Dia kemudian menepuk bahu Ark dengan ekspresi sok keren sambil berkata.


"Tenang saja, Ark. Aku akan selalu menjadi sahabatmu."


Melihat Jay yang tak tahu malu, Ark menggeleng ringan sambil tersenyum.


"Pfft! Dasar b-jingan."


Melihat Ark sama sekali tidak marah, Jay tidak bisa tidak mengeluh kepada sahabatnya itu.


"Ayolah! Aku juga ingin senjata yang lebih baik. Membuat peralatan keren seperti petualang di dunia fantasi. Bukankah itu romansa pria, Sobat?!"


"Cari saja bahan yang bagus dan cocok. Aku akan membantumu untuk membuat pedang atau perisai."


"Tentu saja." Ark mengangkat bahu.


Jay tampak bersemangat. Namun setelah beberapa saat, ekspresinya menjadi muram. Hal itu terjadi karena dia sadar, bahan terbaik biasanya didapatkan dari makhluk yang sangat kuat di levelnya.


Contohnya Abyssal Shadow Lynx atau Rotten Ghost Mantis. Kedua makhluk tersebut bisa dianggap keberadaan tingkat atas. Memiliki kualitas yang baik, bahkan jika dibiarkan, memiliki kesempatan tinggi untuk terus berevolusi setelah berlalunya waktu.


"Kamu pasti sengaja," ucap Jay dengan nada kesal.


"Apa lagi?" tanya Ark dengan nada datar.


"Tidak semua orang bisa bermain solo melawan makhluk-makhluk mengerikan seperti itu, Bung! Kamu benar-benar terlihat sengaja!"


"Bukankah kamu bisa meminta bantuan orang lain? Menghadapinya bersama-sama?"


"Oh ... aku hampir lupa."


"..."


Ark menggelengkan kepalanya. Dia kemudian berkata.


"Ambil barang-barang, kita akan pulang."


Sementara Jay masih melamun, Darin, Yonas, dan Vadim menjawab bersamaan.

__ADS_1


"Baik, Ketua!"


Dengan begitu. Perjalanan kali ini pun diselesaikan. Kembali dengan banyak panen berharga.


***


Malam di hari yang sama, Ark dan empat orang lainnya tiba di markas.


"Selamat datang di rumah."


Melihat Ark dan tim pertama kembali, Nathan dan Nala adalah yang pertama kali menyambut mereka. Kedua bocah itu langsung berlari ke arah kelima orang tersebut. Lebih tepatnya, langsung menghampiri Ark.


Mengelus kepala kedua anak itu, Ark membalas.


"Kami pulang."


Bukan hanya Nathan dan Nala, anggota lain juga menyambut kembalinya mereka dengan senyum hangat dan semangat. Lagipula, mereka dianggap sebagai pahlawan yang telah memperjuangkan kehidupan dan perkembangan Sword of Sufferings, rumah mereka semua.


Seperti biasa, setelah Ark kembali, mereka mengadakan pesta.


Selesai pesta dan anggota-anggota lainnya beristirahat, Ark dan Jay duduk di atas atap.


Jay melihat Ark yang membawa sebuah botol kaca dengan aroma buah yang kuat. Ya. Di dalamnya ada anggur yang dibuat oleh Ark. Telah disaring dan dimasukkan ke beberapa botol.


Anggur (wine) itu dibuat dari anggur bermutasi dari kebun di atas atap yang telah berbuah sekitar satu bulan lalu. Selain beberapa butir untuk dibagi, Ark membuatnya menjadi anggur (wine). Tentu saja, bukan anggur yang dibuat dengan ragi.


Cara membuatnya juga agak rumit karena harus dibuka setiap beberapa hari untuk mengeluarkan gas akibat fermentasi. Jika tidak, wadah bisa meledak ketika dibiarkan tertutup rapat. Lagipula, dia tidak memiliki airlock. Jadi harus melakukannya secara manual.


"Cobalah. Rasa buah bermutasi lebih manis padahal dibuat dengan cara tradisional."


Ark menuang anggur ke dalam gelas kecil lalu menyerahkannya kepada Jay. Tentu saja pria itu langsung menerima lalu meminumnya.


"Ya. Sama sekali tidak buruk."


"Aku sudah bilang, kan?"


"Ya, ya, ya. Kamu sudah bilang. Jadi ..." Jay menatap Ark yang duduk berhadapan dengannya. "Jadi, ada apa?"


"Minum dulu."


Ark berkata dengan ekspresi datar. Jay menghela napas, tetapi akhirnya menemani pria itu minum.


Setelah beberapa saat dan menghabiskan beberapa gelas kecil, Ark membuka mulutnya.


"Aku ingin kamu berjanji, Jay."


"Janji macam apa? Kenapa kamu tidak mengatakannya saja?"


Ark menuang anggur ke gelas. Dia kemudian menatap tepat ke mata sahabatnya.


"Kalau begitu dengarkan baik-baik rencanaku."

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2