Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Unknown Creature


__ADS_3

Di atap gedung yang berangin, Ark dan Evans duduk berhadapan.


“Black Slime, kah?”


Ark memegangi dagunya. Mereka duduk di tempat itu untuk mendengar cerita Evans. Meski Ark sendiri yakin atas kesetiaan bawahannya, tetapi dia masih ingin menghargai rahasia adiknya sendiri. Selain itu, mungkin ada beberapa hal yang tidak pantas didengar oleh orang luar dan membuat Evans malu.


Slime.


Itu adalah nama makhluk aneh yang muncul di apocalypse. Berbeda dengan apa yang ada di dunia fantasi atau dalam game, makhluk ini sangat kuat. Sangat kuat dan mudah digunakan, begitulah cara peneliti melihat slime.


Slime sendiri sebenarnya makhluk yang membutuhkan inang untuk tumbuh. Inangnya sendiri adalah manusia yang belum pernah memecahkan batas. Menurut penelitian, makhluk itu tidak bisa menyatu dengan binatang bermutasi atau zombie. Makhluk itu tampaknya hanya bisa memilih wadah yang benar-benar masih bersih. Wadahnya sendiri akan tumbuh bersamanya, mungkin lebih mirip simbiosis mutualisme.


Slime tidak bisa tumbuh tanpa manusia, tapi manusia yang bergabung dengan slime itu bisa menembus batasan lebih mudah.


Slime bisa terus tumbuh dengan memakan jantung makhluk lain. Pada tahap awal, pertumbuhan penggunanya jelas lebih cepat daripada orang yang menggunakan ramuan. Namun ada juga kerugian, yaitu mereka tidak bisa menyerap miracle root. Itu berarti, mereka memiliki tubuh kuat tetapi tidak memiliki kemampuan binatang bermutasi lain.


Akan tetapi, bukan berarti para slime tidak memiliki kemampuan. Sebagai makhluk aneh, mereka memiliki beberapa kemampuan selain bergabung dengan manusia.


Pertama adalah ketahanan racun. Untuk menelan hampir semua jantung makhluk lain, para slime dibekali ketahanan racun tinggi. Berikutnya adalah kemampuan bereproduksi. Setiap kali memecahkan batasan, slime dengan judul ‘ratu’ bisa menghasilkan slime lain yang memiliki kemampuan mirip, kecuali bagian reproduksi.


Ketika menembus level 2, ratu bisa membuat 10 slime. Menariknya, para slime keturunan sang ratu tidak bisa tumbuh menyamai tingkat ratu itu sendiri. Selain itu, ratu juga bisa menentukan hidup dan mati mereka. Itulah alasan kenapa pengguna slime di bawahnya begitu setia.


Pada level 2, ratu bisa memiliki keturunan 10 slime tingkat 1. Pada level 3, ratu bisa memiliki keturunan 10 slime menembus tingkat 2 dan 100 slime tingkat 1. Begitu pula seterusnya.


Dari cara mereka berkembang saja, sudah bisa dilihat betapa mengerikannya jika menjadikan para makhluk itu sebagai musuh. Menurut Ark sendiri, ketua Crux of Shadow adalah pemiliki ratu slime tingkat 4. Memiliki 10 bawahan tingkat 3, 100 bawahan tingkat 2, dan 1000 bawahan tingkat 1. Itu bisa dipastikan sejak mereka menyebut judul jenderal untuk para pemilik slime tingkat 3.


Menurut penelitian bertahun-tahun kemudian, hanya ada 3 slime yang muncul pada awalnya.

__ADS_1


Mereka adalah Black Slime, Blood Slime, dan Cursed Slime. Karena memang hanya jenis itu yang muncul paling banyak, kecuali beberapa slime bermutasi aneh yang hanya memiliki jumlah tidak lebih dari satu setiap jenisnya.


Setiap slime memiliki kemampuan hampir mirip untuk tumbuh, melakukan reproduksi, atau bahkan menahan racun. Namun jenis berbeda juga memiliki kemampuan khusus yang berbeda. Sedangkan cara membedakannya, dapat dilihat dengan mudah dari warnanya.


Black Slime memiliki warna hitam seperti tinta. Blood Slime memiliki warna merah darah. Sedangkan Cursed Slime memiliki warna ungu tua, hampir hitam.


Blood Slime memiliki kemampuan yang disebut blood burn, yaitu membakar energi hidupnya sendiri untuk mendapatkan kekuatan luar biasa. Seperti peningkatan yang dibawa skill berserk. Tampaknya orang-orang dari Crux of Shadow belum mengetahuinya. Menurut Ark sendiri, kemungkinan besar hanya pemimpin yang mengetahuinya dan menyebarkannya ke beberapa orang yang paling dia bisa andalkan.


Sedangkan Black Slime lebih sederhana, yaitu kemampuan regenerasi. Meski tidak seperti Kraken yang nyaris bisa dianggap abadi, tetapi regenerasi Black Slime sendiri juga mengaggumkan. Bahkan jika tangannya dipotong, selama diberi waktu cukup, tangan itu bisa tumbuh kembali. Sama untuk bagian tubuh lainnya.


Untuk Cursed Slime sendiri ... Ark menggelengkan kepalanya. Dua makhluk muncul di satu kota sudah berlebihan. Jika yang lain juga berada di kota, itu berarti kota ini adalah tempat munculnya tiga ratu pertama. Dia sendiri tidak ingin melawan jenis Cursed Slime. Jika bisa, dia ingin menangkapnya dan memberikannya kepada orang kepercayaannya.


Alasannya sederhana. Makhluk lebih merepotkan dibandingkan dua jenis lainnya!


“Apakah kamu juga pemiliki slime sama sepertiku, Kak Archie?” tanya Evans.


“Apa? Maksudmu ... kemampuanku mirip dengan orang gila pemimpin sekte sesat itu?”


Sudut bibir Ark berkedut. Dia merasa ingin memukul adiknya. Selain mengutuk Crux of Shadow, pemuda itu tahu kalau Evans juga sempat menganggap Sword of Sufferings sebagai kumpulan orang gila. Bahkan lebih gila daripada sekte sesat dari mulutnya itu.


“Dengarkan aku, Evans. Tidak ada kemampuan yang salah, apakah kemampuan itu jahat atau tidak, itu tergantung pada penggunanya.”


“Um ... dimengerti.” Evans mengangguk. “Omong-omong, jika tidak memiliki slime, bagaimana kalian menembus batasan, Kak Archie?”


“Sebenarnya ...”


Ark mulai menceritakan konsep ramuan, menembus batasan, dan penyerapan miracle root. Mendengar itu semua membuat Evans merasa kalau kakaknya yang ‘mencuri’ pengetahuan dari masa depan tampak terlalu hebat dan jenius. Membuatnya merasa kakak yang selama ini dia kenal kurang dari 5% dari keseluruhan Archie itu sendiri.

__ADS_1


“Mendapatkan kemampuan makhluk lain, bukankah itu terlalu luar biasa?”


“Apanya yang luar biasa? Jika tidak berhati-hati dan ceroboh, mungkin skill yang kamu dapatkan tidak berguna. Selain itu, menemukan resep ramuan evolusi itu mudah? Bagaimana dengan bahannya? Kamu pikir itu semudah memetik sayur di kebun sendiri?”


Ark bertanya dengan nada datar, tetapi setiap pertanyaannya membuat Evans merasa agak malu. Pemuda itu jelas lebih tergiur tentang berbagai kemampuan khusus yang dikatakan oleh kakaknya. Dia kurang memikirkan sisi negatif dari perkembangan cara normal seperti itu.


“Kamu mendapatkan kemampuan khusus dan lebih praktis seperti berjalan di jalur VIP. Jadi lebih baik kamu bersyukur dan memanfaatkan kelebihan yang kami tidak miliki.”


“B-Baik, Kak!” jawab Evans.


“Aku dengar kamu belajar menggunakan pedang pendek? Apakah kamu memiliki teknik tertentu atau belajar secara otodidak?”


“Tentu saja belajar secara otodidak. Jika itu di masa normal, kenapa aku harus buang-buang uang untuk mempelajari teknik semacam itu?”


“...”


Mendengar itu, Ark terdiam. Dia melihat ke arah adiknya. Bocah yang selalu mengomel tentang menghemat uang muncul dalam kepalanya. Mungkin karena latar belakang mereka dan juga melihat betapa sulitnya dia mendapatkan uang, Evans selalu beperilaku hemat sejak kecil.


“Kalau begitu aku akan mengajarimu teknik yang ... bisa dibilang cukup keren. Aku sebenarnya ingin mengajarkannya secara langsung, tetapi tampaknya harus ditunda sebentar. Bukan hanya karena kamu belum sembuh total, tetapi kamu harus segera pergi dari sini bersama dengan Leon.”


“Eh? Kenapa?” Evans tampak bingung.


“Ya. Bagaimana bilangnya ...”


Ark bangkit, wajah agak santai berubah menjadi sangat dingin. Dia kemudian melirik ke arah tertentu sambil berkata.


“Kita kedatangan tamu yang tidak diundang.”

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2