
"TUNGGU!!!"
Pada saat Ark hendak menebas Black Doberman untuk menghilangkan kesadaran makhluk itu, teriakan keras terdengar dari kejauhan.
Bukan hanya Ark, tetapi anggota Sword of Sufferings lainnya juga menoleh ke arah sumber suara.
Di kejauhan, tampak seorang gadis yang berlari dengan putus asa. Meski penampilannya cukup kotor, tetapi masih lebih bersih daripada para survivor lain yang sejauh ini mereka temui.
Gadis itu agak pendek dan kurus. Dia memiliki rambut hitam panjang agak bergelombang dan iris biru.
Melihat gadis itu berlari mendekat dengan putus asa, Jay langsung menghadangnya.
"Jangan mendekat. Tempat ini berbahaya!"
Tidak hanya tidak berhenti, gadis itu terus berlari sambil berteriak.
"Jangan menghalangi jalanku, Paman!"
Senyum di wajah Jay langsung membeku. Tubuh pria itu kaku, tampak seperti terkena kutukan mata Medusa.
Gadis itu melewati Jay dan bergegas menuju ke arah Ark. Tidak, lebih tepatnya, ke arah Black Doberman yang terluka cukup parah.
"Berhenti menyakiti Debby, Orang jahat!"
Tidak seperti Jay yang terdiam di tempatnya, Ark dengan mudah meraih kerang belakang gadis itu dengan tangan kiri ketika hendak melewatinya. Dia kemudian mengangkatnya dengan santai karena terasa sangat ringan.
"Apa yang coba kamu lakukan, Bocah SD? Bunuh diri?"
Mendengar Ark menyebutnya sebagai Bocah SD, gadis yang diangkat itu berusaha memberontak. Memiliki otot di dahi, gadis itu memelototi Ark sambil berteriak.
"Ada yang salah dengan matamu! Aku akan bertarung denganmu sampai mati, Orang jahat!"
Mendengar teriakan putus asa dan marah gadis itu, Black Doberman itu menggeram marah. Dia berusaha bangkit untuk menyerang Ark, tetapi akhirnya masih jatuh.
Melihat kejadian itu, Ark menatap makhluk itu dengan ekspresi aneh. Bahkan cukup terkejut.
"Apakah makhluk itu benar-benar masih jinak, Ketua?"
Stacy bertanya dengan ekspresi terkejut sekaligus penasaran. Anggota Sword of Sufferings lain juga menatap dengan penuh keheranan.
"Seharusnya tidak mungkin."
Ark menjawab dengan ekspresi tak acuh. Mata dingin pemuda itu menatap ke arah Black Doberman. Dia jelas tidak percaya kalau ada binatang buas yang memihak kepada manusia. Karena di kehidupan sebelumnya, kasus semacam itu tidak pernah terjadi satu kali pun.
Belum lagi, Black Doberman ini terkenal sangat berbahaya di kehidupan sebelumnya. Bahkan lebih ganas daripada gerombolan serigala bermutasi. Juga, makhluk ini adalah musuh abadi dari salah satu kenalan Ark.
Tiba-tiba, Ark menjatuhkan gadis kecil yang terus mengoceh.
Dijatuhkan ke tanah begitu saja, gadis itu terkejut. Dia langsung bangkit, menunjuk ke arah Ark sambil berteriak.
__ADS_1
"Aku akan bertarung denganmu sampai mati!" teriak gadis itu dengan nada kasar.
Ark menatap ke arah gadis itu. Matanya sedikit menyempit. Dia memperhatikan seluruh tubuh gadis di depannya, membuat gadis itu menggigil dan tanpa sadar mundur dua langkah.
"Apa yang ingin kamu lakukan, Orang jahat?!" teriak gadis itu.
Mengabaikan teriakannya, Ark memiringkan kepala. Memiliki ekspresi datar, dia bertanya.
"Apakah kamu kenal dengan Old Franky?"
"..."
Mendengar ucapan Ark, gadis itu tercengang. Sesaat kemudian, dia berkata dengan ekspresi heran.
"Apakah kamu kenal kakekku? Tunggu! Nama kakek itu Frank, kenapa kamu memanggilnya dengan begitu tidak sopan?!"
Mengabaikan gadis itu, pikiran Ark berkelana jauh.
'Tidak mungkin. Seharusnya, cucu Old Franky mati dibunuh Black Doberman. Namun, kenapa gadis ini malah tampaknya sangat dekat dengan binatang itu?
Belum lagi, tampaknya makhluk ini jinak dan tidak menyerang gadis itu. Bahkan, tampak cukup peduli?"
Ark menatap ke arah gadis itu lalu berkata.
"Kamu benar-benar cucu Old Franky?"
"Sudah kubilang, jangan panggil kakek dengan tidak sopan, Orang jahat!"
"Kembalilah. Demi wajah kakekmu, aku tidak akan melakukan hal buruk kepadamu."
"Lalu, Debby—"
"Black Doberman ini akan tinggal bersama kami."
"Tidak! Aku tidak akan pergi tanpa Debby!"
"Ini bukan tawar-menawar, Bocah."
Niat membunuh langsung diarahkan ke gadis itu. Sambil menunjuk dengan belati di tangannya, Ark berkata.
"Jika kamu tidak pergi, kamu akan mati di sini."
Melihat Ark yang benar-benar berniat untuk membunuh seorang gadis kecil, anggota Sword of Sufferings tampak gugup. Mereka tidak menyangka, makhluk bermutasi yang biasanya dianggap berbahaya dan seharusnya dibunuh membuat ketua mereka sampai seperti itu.
Gadis itu terjatuh ke tanah karena takut. Namun, walau tubuhnya gemetar, dia bangkit sambil menyeka air matanya. Menatap ke arah Ark dengan ekspresi penuh tekad, dia berteriak.
"Aku, Lisa, tidak akan meninggalkan temanku! Aku akan bertarung denganmu sampai mati, Orang jahat!"
Melihat Lisa yang berteriak dengan tubuh gemetar dan air mata yang terus mengalir, ekspresi Ark menjadi lebih gelap. Sebenarnya dia hanya ingin mengusir gadis itu, tetapi tidak menyangka kalau gadis itu begitu keras kepala.
__ADS_1
"Kalau begitu ..."
ROAARR!!!
Sebelum Ark melangkah maju, dia langsung menghindar ke samping. Melompat beberapa meter.
Kemudian, ekspresi Ark berubah ketika melihat Black Doberman berdiri di depan Lisa. Menggeram dengan ekspresi mengancam meski tubuhnya penuh dengan luka. Tampaknya siap mati untuk melindungi gadis itu.
"Seharusnya tidak seperti ini," gumam Ark.
Melihat penampilan putus asa keduanya, pemuda itu merasa agak bingung. Pikirannya agak kacau karena apa yang dia lihat berbeda dengan pengetahuan yang ada dalam kepalanya.
'Bukankah seharusnya kamu membunuh tuanmu? Apakah sekarang, binatang sepertimu mulai bermain menjadi penipu? Mempermainkan perasaan gadis kecil yang percaya padamu sebelum akhirnya membunuh gadis itu?'
Berbagai pertanyaan muncul di benak Ark.
Merasa jengkel dan marah, mata pemuda itu berkilat dingin. Belati di tangannya langsung dilapisi energi biru yang nyaris transparan. Dia kemudian melesat ke depan, benar-benar berniat untuk membunuh.
KLANG!
Suara benturan logam terdengar. Dua sosok melesat mundur.
Di satu sisi, tampak Ark yang dingin dan tak acuh. Sementara itu, di sisi lain tampak Jay yang tubuhnya diselimuti dengan kabut tipis. Langsung menggunakan kartu truf miliknya untuk menghentikan sahabatnya itu.
"SUDAH CUKUP, ARK! SADARLAH!"
"..."
"BERHENTI MELAKUKAN HAL GILA!
APAKAH KAMU BENAR-BENAR INGIN MEMBUNUH GADIS KECIL YANG TIDAK BERSALAH KARENA DIA MEMILIKI PERBEDAAN PEMIKIRAN DENGANMU?
INI JELAS TIDAK SEPERTI DIRIMU YANG BIASANYA!"
Mendengar ucapan sahabatnya, mata Ark kembali normal. Dia langsung menyimpan belati sambil memegangi keningnya. Menggelengkan kepalanya, pemuda itu berpikir.
'Apa yang sebenarnya terjadi padaku?'
Ark menarik napas dalam-dalam setelah menanyakan hal itu dalam benaknya.
Ark kemudian menatap ke arah Lisa dan Debby. Jelas, hubungan mereka sangat bertentangan dengan apa yang selama ini dia yakini.
Binatang bermutasi tidak bisa akur dengan manusia!
Merasa kalau apa yang dia lihat sekarang agak mencurigakan, Ark akhirnya memutuskan untuk menyelidiki hal tersebut terlebih dahulu. Dia menatap ke arah Lisa sebelum berkata.
"Jika kamu ingin kalian berdua selamat. Maka buktikan ...
Buktikan kalau makhluk itu benar-benar tidak berbahaya bagi manusia!"
__ADS_1
>> Bersambung.