
Tiga sosok serigala besar melintas dengan cepat. Mereka kemudian berpencar, bergegas menuju ke arah menara pengawas.
"SERANGAN MUSUH!!!" teriak salah satu prajurit di menara untuk mengingatkan rekan-rekannya.
Setelah sampai di dekat menara pengawas, Ark langsung melompat dari punggung Finn. Dia mendaki dengan lincah. Sampai di atas, empat orang prajurit yang menjaga telah mencabut pedang mereka dan bersiap untuk bertarung.
Ark langsung maju tanpa rasa takut. Sosoknya melintas cepat seperti hantu, dalam sekejap memukul dan menjatuhkan pedang empat orang itu. Dia kemudian memukul perut salah satu prajurit, menendang prajurit lain. Pemuda itu memutar tubuhnya untuk menghindari pukulan, langsung memukul tengkuk leher dua prajurit lain. Dalam sekejap, empat orang langsung ditundukkan, benar-benar kehilangan kesadaran mereka.
Berdiri di menara pengawas, Ark memandang ke arah pasukan Black Panther yang tampak kacau. Mereka saling memandang dengan ekspresi curiga, tidak sepenuhnya mengetahui apakah orang di sekitar mereka adalah musuh atau rekan.
Saat itu juga, Ark bertepuk tangan untuk membuat setiap prajurit yang ada di halaman fokus kepadanya.
"Para prajurit sekalian, perkenalkan ... aku adalah ketua Dark Caravan, Hades!
Aku di sini untuk membantu Mr Joseph melakukan reformasi Black Panther, membuang bagian busuk yang tidak diperlukan. Mencegah para prajurit yang memperjuangkan kehidupan dan kehormatan mereka tercemar oleh sistem korup yang berkuasa.
Banyak dari kalian mungkin tidak sadar sedang dimanfaatkan. Jadi-"
"Jangan dengarkan omongan orang luar itu! Dia hanya mengacaukan persatuan Black Panther! Dia-"
Swoosh! Jleb!
Salah satu kapten tim kecil berteriak marah, tetapi sebuah anak panah langsung mengenaik kepalanya. Pria itu langsung jatuh ke tanah. Setelah berkedut beberapa kali, dia kehilangan nyawanya.
Saat itu, banyak orang melihat sosok Kurona dan Shirona yang berdiri di menara pengawas berbeda sambil membawa busur. Tampaknya siap membidik siapa saja yang membuat suara.
"Sttt ... tolong diam sejenak dan dengarkan!"
Ark berkata santai dengan jari telunjuk di depan topengnya. Membuat gerakan agar orang-orang itu diam.
"Banyak orang ingin hidup, itu sudah pasti! Ada orang yang harus menjadi pemimpin, itu sudah jelas! Namun ... tidak semua orang pantas untuk melakukannya, bukan?
Maksudku, ini akhir dunia, Kawan. Mereka semua berkata kalau mereka akan memimpin hanya karena pangkat mereka sebelumnya. Ya ... jika hanya seperti itu, aku masih memakluminya.
Akan tetapi, ada sesuatu yang salah di sini.
Jika orang-orang itu memimpin, seharusnya mereka mau menunjukkan jalan kepada kalian, para prajurit yang dipimpin. Jadi, aku akan bertanya kepada kalian ... apakah mereka melakukan tugas sebagai pemimpin?
AYOLAH! PIKIRKAN BAIK-BAIK! MEREKA BERSEMBUNYI DI TEMPAT AMAN SAMBIL TERUS MEMERINTAH KALIAN PERGI MENGORBANKAN NYAWA DENGAN EMBEL-EMBEL DEMI KEBAIKAN UMAT MANUSIA?
JANGAN BERCANDA DENGANKU, B-JINGAN!
MEREKA MEMAKAN APA YANG KALIAN CARI. MEREKA TIDUR DI MALAM HARI DENGAN GADIS-GADIS YANG DISUKAI SEMENTARA KALIAN BERPATROLI. MEREKA TIDUR LELAP TANPA KHAWATIR SEMENTARA KALIAN TERUS TERJAGA UNTUK MELINDUNGI MEREKA. HEY! APAKAH OTAK KALIAN BAIK-BAIK SAJA?"
Ark membuka kedua tangannya lebar-lebar lalu berteriak.
"LALU SEKALI LAGI AKU AKAN BERTANYA. APAKAH MEREKA MAJU KE GARIS DEPAN DAN MENUNJUKKAN JALAN?"
__ADS_1
"TIDAK!!!" jawab para prajurit dengan mata merah.
"LALU ... APAKAH ORANG-ORANG SEMACAM ITU PANTAS MENJADI PEMIMPIN???"
"TIDAK!!!" teriak mereka serempak.
Ark bertepuk tangan, tampak puas layaknya guru TK yang melihat murid-muridnya bisa diajar dengan baik. Dia kemudian menunjuk ke langit sambil berteriak.
"TIDAK PERLU ADA PEMBANTAIAN! JATUHKAN SENJATA KALIAN!
SATU MENIT! SELAMA KALIAN MENJATUHKAN SENJATA KALIAN DAN MENYINGKIR KE KIRI, TIDAK PERLU ADA NYAWA YANG TERBUANG SIA-SIA! JADI AKU ULANGI ...
JATUHKAN SENJATA KALIAN DAN BERBARIS DI SISI KIRI LAPANGAN!"
KLANG! KLANG! KLANG!
Ratusan senjata jatuh ke tanah. Banyak prajurit yang pergi sesuai dengan arahan Ark. namun, di antara mereka, masih ada puluhan orang yang berteriak dan membujuk.
"Jangan mudah dibodohi! Dia hanya menipu tanpa bukti yang jelas!"
"Ya! Jangan mudah ditipu dengan kata-kata kosong orang itu!"
"Dasar prajurit bodoh tanpa otak! Kembalilah ke tempat kalian!"
"..."
Melihat para prajurit mengabaikan mereka, orang-orang itu menarik senjata mereka dan menyerang dengan acak. Beberapa prajurit terluka karena serangan tiba-tiba, tetapi kebanyakan dari mereka bisa menghindarinya. Saat itu juga, beberapa anak panah melesat dan menembus kepala orang-orang yang menyerang secara acak.
Suara tenang Ark membuat orang-orang terkejut. Saat itu juga, pemuda tersebut membuka sedikit topengnya lalu membuat siulan keras.
Beberapa saat kemudian, tiga serigala besar dan ganas mendobrak pintu gerbang. Mereka kemudian langsung menyerang puluhan orang dengan ganas, membuat para prajurit yang berbaris terkejut dan panik.
Suara Ark kembali terdengar.
"PASTIKAN UNTUK TIDAK MENYERANG PARA PRAJURIT YANG BERBARIS DI SISI KIRI HALAMAN!"
"JANGAN MAKAN DAGING ORANG-ORANG ITU, ANAK-ANAK! AKU TIDAK INGIN HAL-HAL BUSUK ITU MEMBUAT PERUT KALIAN SAKIT!"
Setelah mengatakan itu, Ark melakukan backflip di udara. Jatuh ke bawah dari ketinggian belasan meter lalu mendarat dengan lembut di tanah tanpa terluka. Gerakan akrobatik indah itu membuat banyak orang kagum. Dia kemudian menarik pedang sambil berjalan menuju bangunan utama.
"Aku menyerah! Tolong hentikan monster ini!"
''Tolong! Aku benar-benar menyerah!"
"..."
Banyak orang berlari putus asa, tetapi Ark terus berjalan ke depan seolah tidak mendengarnya. Dia dengan tenang lewat tanpa peduli Finn, Luna, dan Starla yang terus membantai dengan ganas. Kurona dan Shirona juga turun, menarik pedang mereka sambil mengikuti di belakangnya.
__ADS_1
Sampai di depan pintu masuk utama, Ark langsung menendangnya sambil berteriak.
"SPADAAA!!!"
Pintu langsung terbuka. Lebih dari tiga puluh orang telah menunggu dan bersiap. Melihat sosok Ark, mereka langsung maju dengan senjata di tangan mereka.
"Bunuh dia!"
"Bunuh iblis ini!"
"Kembalikan kejayaan kita!"
"..."
Melihat orang-orang dengan mata merah, penuh dengan kebencian dan niat membunuh bergegas ke arahnya sama sekali tidak membuat Ark terkejut. Dia langsung menebas dengan pedang di tangan kanan yang diselimuti energi biru dan udara yang bergejolak keras.
BLARRR!!!
Ledakan keras yang disusul dengan asap beserta cipratan darah dan potongan organ berhamburan tercipta. Ark terus maju tanpa perubahan ekspresi di wajahnya.
***
Sementara itu, pertarungan lain terjadi di depan ruang persembunyian para tetua.
"Aku benar-benar terlalu khawatir. Seharusnya aku lebih mempercayai Hades."
Sosok Joseph yang berdiri sambil mencengkeram erat pedangnya bergumam. Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi tekad penuh semangat juang terlihat di matanya. Di belakangnya, tampak Siegfried yang memiliki kondisi sama. Mereka dikelilingi oleh belasan orang, ada juga beberapa mayat orang yang mereka bunuh.
"Sampah ini!" Thomas menggertakkan gigi. "Kenapa orang-orang dari Third Scars dan Imperial Dragon belum tiba!"
"Jika kamu bertanya kepadaku, aku harus bertanya kepada siapa?" ucap Joseph dengan nada penuh ejekan.
"BUNUH B-JINGAN INI!" teriak Thomas dengan ekspresi ganas di wajahnya,
Semua orang hendak bergerak, tetapi gerakan mereka terhenti. Suara aneh mulai terdengar di telinga orang-orang itu.
Tap! Tap! Tap ...
Tes! Tes! Tes ...
Suara langkah kaki menuruni tangga diikuti suara tetesan air terdengar di telinga orang-orang itu. Mereka kemudian mengalihkan pandangan mereka ke lorong gelap di sisi lain.
Sosok hitam berjalan mendekat. Semakin dekat ... semakin jelas mereka bisa melihat.
Di sana, tampak sosok pria bertopeng dan jubah hitam berjalan sambil membawa sebuah pedang. Seluruh tubuh dan pedangnya basah kuyup oleh darah. Ada beberapa potongan daging dan cipratan organ menempel di jubahnya.
Saat itu juga, suara tenang sekaligus tak acuh terdengar di telinga mereka.
__ADS_1
"Apakah aku ketinggalan pestanya?"
>> Bersambung.