Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Kunjungan Dari Jauh


__ADS_3

"Kamu sudah mengetahui mereka?"


Julian bertanya dengan ekspresi heran di wajahnya.


"Aku tahu beberapa dari mereka, tapi tidak semuanya. Lagipula, aku bukanlah makhluk sempurna yang mengetahui segalanya."


"Kamu ada benarnya."


"Kalau begitu, mari kita bicarakan orang-orang yang kamu kenal di enam kelompok tersebut."


"Kalau begitu duduklah lebih dekat. Jangan membuatku berteriak dan membuang banyak tenaga. Kamu tidak tahu mahalnya energi di masa seperti ini."


"Baik."


Ark kemudian mendekat dan memilih untuk bersandar pada dinding.


"Duduklah. Tidak perlu berpura-pura sopan di depanku."


Julian berkata dengan ekspresi lelah. Dia duduk di sofa sambil menatap Ark. Menunggu pria itu duduk. Namun bukannya duduk, Ark malah berkata.


"Aku merasa tidak nyaman untuk duduk."


"Sudah kubilang, tidak perlu sopan. Kamu sudah masuk lewat jendela seperti pencuri!"


"Bukannya aku tidak mau, tapi rasanya tidak nyaman. Duduk di jendela lebar dan sofa itu berbeda. Maksudku ..."


Ark membuka jubahnya, memperlihatkan banyak senjata yang bergelantungan di pinggangnya. Di sisi kiri pinggangnya, tampak pedang dari sabit Rotten Ghost Mantis. Di sisi kanan pinggangnya, tampak dua katana. Di belakang pinggangnya, tampak dua belati yang terbuat dari Abyssal Shadow Lynx diikat bersilangan.


"..."


Melihat Ark kembali menutup jubahnya, sudut bibir Julian berkedut. Jimmy bahkan tercengang, merasa terpana dengan set senjata yang dibawa oleh Ark.


"Jadi, bisa kita bicarakan saja sekarang? Tenang saja, aku tidak akan lupa membayarnya."


Mendengar ucapan Ark, Julian menghela napas panjang.


"Dengarkan baik-baik. Aku tidak ingin mengulang-ulang."


Julian kemudian mulai menjelaskan segala informasi yang dia ketahui tentang keenam kelompok lainnya. Baik itu lokasi mereka berada, beberapa anggota inti mereka, dan beberapa hal yang sering mereka lakukan.


Satu jam lebih berlalu begitu saja.


Julian yang selesai menjelaskan semuanya tampak lelah dan haus. Dia menatap ke arah Ark lalu bertanya.


"Apakah kamu puas dengan informasi tersebut?"


"Hmmm ..." Ark mengelus dagu. "Kurang mendetail, tapi cukup memuaskan."


"Lalu bayar!"


"Tenanglah. Bagaimana kalau besok. Aku terlalu malas naik-turun. Tidak mungkin aku memunculkan dua karung kecil tepung jagung seperti sulap, kan?


Selain itu. Ada hal lain yang perlu aku bicarakan denganmu."


"Ada apa lagi?"


"Jangan terlalu emosional, Julian. Aku hanya ingin mencari orang dalam anggota kelompokmu."


"Jangan bilang kamu ingin mencuri lagi! Kamu sudah membawa Yonas dan Vadim pergi. Bukankah itu berlebihan?"


"Mereka yang ingin bergabung denganku, Okay? Kali ini berbeda. Aku hanya mencari, apakah ada kenalanku atau tidak."


"Jika ada, kamu ingin membawanya pergi?"

__ADS_1


"Tergantung pada orangnya."


"Kamu bilang tergantung, tetapi kamu pasti akan membujuknya dengan iming-iming kekuatan, tempat aman, dan makanan. Siapa yang coba kamu bodohi!"


"Itu berarti mereka tidak setia pada Silver Cross. Bukankah semudah itu?"


"..."


Julian memijat keningnya. Mencoba untuk tidak marah karena kata-kata datar tetapi menyindir dan menyakitkan tersebut.


"Jika kamu setuju. Aku mau membuka perdagangan denganmu. Memasok kalian tepung jagung setiap dua minggu. Tentu saja, masih dijual, tetapi dengan harga rendah."


"Kalau kamu begitu bersikeras, aku tidak bisa mencegahnya. Kamu boleh menawari siapa saja, tapi jangan paksa mereka untuk ikut bersamamu."


"Senang berbisnis denganmu."


Ark tersenyum puas di balik topengnya.


Tok! Tok! Tok!


"Masuk."


Julian menghela napas panjang. Dia tidak menyangka masih saja ada yang mencoba mengunjungi dirinya di waktu seperti ini.


Sekarang sudah hampir jam delapan malam. Seharusnya hal-hal yang tidak penting harus dilaporkan besok. Namun untuk berjaga-jaga, dia masih menyuruhnya masuk.


Pintu terbuka, tampak sosok pria agak kurus berkulit hitam dengan rambut acak-acakan. Di sampingnya, ada bocah yang berpenampilan mirip dengan dirinya.


"Maafkan saya jika mengganggu anda, Ketua."


"Itu kamu, Berto. Ada apa? Apakah ada sesuatu yang mendesak?"


"Maafkan saya, Ketua. Saya hanya ingin melapor. Saya ingin memasukkan adik saya ke dalam kelompok Silver Cross."


"Tidak. Dia yang datang kemari, diantar oleh Dark Caravan."


Pria bernama Berto kemudian menepuk pundak adiknya. Dia kemudian berkata.


"Kenapa kamu tidak menyapa ketua dan wakil ketua, Abel?"


Mendengar ucapan kakaknya, Abel membungkuk sopan sambil berkata.


"Perkenalkan, nama saya Abel. Senang bertemu dengan Ketua dan Wakil Ketua. Anda juga, Mr Hades."


Mendengar ucapan bocah bernama Abel, tiga orang lain melirik ke arah Ark.


"Kita bertemu lagi, Adik kecil."


Ark berkata dengan nada monoton. Dia kemudian melirik ke arah Julian.


"Apa? Apakah kamu pikir aku sengaja? Ini hanya kebetulan. Lagipula, dia membayar kami untuk melakukan tugas."


"Membayar kalian?" tanya Julian.


"Seperti yang kamu ketahui, kami mengumpulkan tanaman-tanaman unik. Kebetulan adik kecil itu memberi beberapa tanaman yang kami anggap berharga.


Sebagai gantinya, kami mengantarnya ke tempat ini. Tentu saja, ada juga beberapa kembalian. Untuk detailnya, kamu bisa bertanya padanya nanti.


Jika kalian belum tahu, Dark Caravan juga menerima komisi untuk mengawal. Ya ... kami juga bisa membunuh orang.


Selama harganya cocok, kami akan melakukannya."


Mendengar penjelasan Ark, Julian sedikit terkejut. Apa yang dia ketahui adalah informasi tentang Dark Caravan yang berdagang kebutuhan makanan. Sama sekali tidak pernah mendengar bahwa kelompok itu juga menjual jasa.

__ADS_1


Ark berjalan menuju jendela. Dia menoleh ke arah Julian sembari berkata.


"Karena kamu harus membicarakan masalah internal, mari kita lanjutkan perbincangan besok. Kalau begitu ... selamat malam."


Ark langsung menjatuhkan tubuhnya.


Pada awalnya, mereka berempat sama sekali tidak merespon. Namun setelah beberapa saat, Jimmy menatap ke arah Julian dengan heran.


"Bukankah ini lantai tiga, Ketua?"


Julian tidak menjawab. Hanya menatap ke arah jendela dengan ekspresi terpana.


***


Keesokan harinya.


Di belakang kereta, Ark yang baru saja keluar setelah sarapan melihat Julian, Jimmy, dan Berto.


"Benar-benar datang begitu awal? Kalian takut kami melarikan diri?"


"Tentu saja tidak. Namun kami membutuhkannya segera, Mr Hades."


Jimmy mewakili Julian, berkata dengan nada profesional.


"Kalau begitu tunggu sebentar."


Ark masuk ke dalam kereta. Setelah beberapa saat, dia keluar dengan dua karung kecil berisi tepung jagung.


Pemuda itu meletakkannya lalu berkata dengan nada santai.


"Dua karung kecil, berat kira-kira sepuluh kilogram. Senang berbisnis dengan kalian."


Julian menatap ke arah Ark dengan heran. Menghela napas, dia berkata.


"Tolong bawa ke ruang penyimpanan, Berto."


"Baik, Ketua!"


Setelah itu, Berto membawa dua karung kecil berisi tepung pergi.


"Apakah kamu ingin melakukan perdagangan lain, Julian?"


"Ya." Julian mengangguk. "Ada beberapa tanaman aneh yang kami temukan. Aku akan menyuruh bawahanku untuk membawanya kemari."


"Itu bagus."


"Beri kami harga adil, Hades."


"Tentu saja, harga kami sangat adil."


Ark berbohong tanpa mengedipkan mata.


"Ketua!"


Sosok pemuda berlari ke arah Julian dengan ekspresi cemas.


"Ada apa?" tanya Julian.


"Saya datang untuk melapor! Ada dua tim yang datang. Mereka mengaku sebagai perwakilan dari Kelompok Imperial Tiger dan Kelompok Golden Rose!"


Sementara orang lain terkejut, mata Ark menyempit ketika mendengar nama kedua kelompok tersebut. Dia tidak menyangka benar-benar akan bertemu mereka secepat ini.


Salah satu kelompok yang paling dia benci!

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2