
Di tempat kelompok Silver Cross berada.
"Kamu tampak menyedihkan, Julian."
Datang bersama dengan Stacy, Ark melihat sosok Julian yang duduk melamun dengan ekspresi kosong di wajahnya. Tidak tampak seperti pria yang terluka, tetapi terlihat putus asa.
"Silahkan saja tertawa, Hades. Semua berjalan sesuai dengan rencanamu, bukan?"
Julian berkata dengan suara datar. Terdengar lelah, tidak lagi memiliki semangat seperti sebelumnya.
"Tidak."
Ark menggelengkan kepalanya. Menatap ke arah Julian, dia menghela napas.
"Aku sama sekali tidak berniat mengambil orang-orang darimu. Meski aku sedikit tertarik dengan Jimmy, tetapi aku tidak memaksanya untuk ikut denganku.
Jadi aku tidak menyangka dia akan membawa sepuluh temannya untuk bergabung dengan kelompokku."
"..."
"Jujur saja, aku ragu untuk menerima mereka. Mereka sebenarnya sudah dewasa, tetapi berperilaku seperti remaja dalam masa pubertas. Ya, begitulah manusia.
Memilih untuk menyalahkan orang lain karena menjauhkan diri dari perbuatan salah. Dalam kasus ini, mereka menganggap semua itu salahmu karena kamu adalah ketua dan yang paling bertanggung jawab. Padahal, di sisi lain, mereka sendiri juga salah karena kurang berhati-hati. Bahkan keempat orang mati juga karena salah mereka sendiri. Bertindak ceroboh dan tidak bisa menjaga nyawanya sendiri.
Jadi, kamu tidak perlu merasa bersalah. Berhentilah menyalahkan dirimu sendiri atas segala sesuatu yang terjadi."
Setelah mengatakan itu, Ark menghampiri Julian yang duduk dengan wajah lesu. Dia kemudian meraih kerah baju pria itu lalu menariknya.
BRUAK!
Tanpa mengubah ekspresinya, Ark langsung meninju wajah pria itu.
"Aku kira kamu seperti temanku (Jay) yang begitu merepotkan. Namun siapa sangka, kamu bahkan lebih merepotkan dari pria itu."
Setelah mengatakan itu, Ark terus meninju wajah pria itu. Satu kali, dua kali, tiga kali ... pemuda itu terus memukul wajah Julian tanpa henti.
Anehnya, Julian sama sekali tidak menangkis apalagi membalas. Pria itu tampak pasrah. Sama sekali tidak peduli apakah dia akan dibunuh atau tidak.
Melihat itu, Ark langsung melepaskan Julian. Membuat pria itu jatuh ke tanah dengan wajah penuh darah.
"Aku memiliki beberapa perkataan bagus, tetapi semua pasti sia-sia. Tidak perlu lagi membuang napas karena kamu tidak akan mendengarkannya."
Ark menarik pedang keluar dari sarungnya. Dia menunjuk ke arah Julian dengan pedang, merasa agak kecewa.
"Tolong hentikan itu, Mr Hades!"
Ark menoleh. Dia melihat Berto.
Pria itu tampaknya sudah tidak tahan lagi. Dia segera maju untuk melerai mereka berdua.
Pada awalnya, Berto berpikir kalau begitulah cara mereka berdua biasanya berinteraksi. Namun melihat Ark yang menarik pedangnya, dia sudah berubah pikiran. Pria itu takut ketuanya dibunuh oleh Ark.
"Berhenti di tempatmu jika tidak ingin terluka, Berto."
__ADS_1
"Aku dan adikku telah diselamatkan oleh Ketua. Kelompok Silver Cross mau menampung kami, itu adalah sesuatu yang kami syukuri. Oleh karena itu ...
Aku tidak akan mundur, bahkan jika terluka atau mati!"
Berto berjalan ke depan dengan tegas. Namun bukannya menyerang, Ark yang melihatnya malah mendongak.
Pria yang disebut sebagai Hades itu menarik napas dalam-dalam lalu berteriak dengan nada kesal.
"ORANG-ORANG YANG MEMILIKI OTAK TAPI TIDAK DIGUNAKAN BENAR-BENAR MENJENGKELKAN!"
Puas berteriak, Ark menyarungkan kembali pedangnya. Dia kemudian melihat ke arah Berto dan beberapa anggota Silver Cross yang ingin bertarung melawannya. Sekali lagi pemuda itu menghela napas.
"Apakah kalian benar-benar bodoh?
Jika itu aku, mendengar ucapan kalian pasti membuat telinga nyaman. Aku bisa mengorbankan kalian sesuka hati. Namun apakah kalian tidak mengenal ketua kalian sendiri? Maksudku ...
Pria ini terlalu bodoh, sama sekali tidak mementingkan hidupnya sendiri!
Jadi daripada kalian mengorbankan nyawa agar dia bisa terus hidup dan melarikan diri, jadilah lebih kuat. Jadilah lebih kuat sehingga bisa membantunya meloloskan diri dan terus menemaninya."
Ark menggelengkan kepalanya.
"Sejak pertama kali aku melihat kelompok Silver Cross, berapa banyak yang bertemu denganku untuk ke dua kalinya? Selain Julian, hampir tidak ada orang lain.
Lupakan orang yang melarikan diri karena mereka memang menempatkan Silver Cross di hati mereka. Namun setahuku, banyak anggota inti Silver Cross mati. Kebanyakan mati karena melindungi Julian agar bisa melarikan diri dan terus hidup.
Lihat baik-baik wajahnya. Apakah dia tampak seperti pria yang ingin menjadi abadi dan hidup selamanya?
Di mataku ... dia lebih mirip pria yang ingin bunuh diri tapi memiliki alasan kuat untuk terus bertahan.
Selain itu ..."
Ark menoleh ke arah Julian dengan tatapan kesal.
"Jika kamu tidak ingin ditinggalkan sendirian, maka katakan!
Jika kamu tidak mampu menanggungnya sendirian, jangan sok kuat lalu mati. Ucapkan saja kalau kamu butuh mereka.
Berhenti bersikap seperti gadis kecil yang malu-malu untuk mengungkapkan perasaannya! Itu menjijikkan!"
Mendengar gerutu Ark, bukan hanya Berto dan anggota Silver Cross lainnya, tetapi Julian yang berbaring di tanah juga tercengang.
Ark berbalik untuk pergi, tetapi Stacy menghadangnya lalu berkata dengan lembut.
"Jangan lupakan tujuan anda kemari, Ketua."
Ucapan Stacy membuat Ark sadar. Dia kemudian mengelus kepala gadis itu dengan ekspresi puas. Setelah berhenti, dia menoleh ke belakang.
"Aku di sini untuk menyampaikan kalau aku akan menerima Jimmy dan rekan-rekannya karena kelompokku juga sedang membutuhkan orang untuk pengembangan.
Aku berterima kasih dan minta maaf karena itu.
Juga, mungkin ini tidak etis, tetapi cobalah datang sendiri pada perdagangan berikutnya. Kamu butuh kekuatan, bukan? Sebagai balas budi, aku akan memberimu apa yang kamu butuhkan ... yaitu kekuatan."
__ADS_1
Setelah mengatakan itu, Ark berbalik pergi. Dia sama sekali tidak menunggu balasan mereka. Lagipula, pemuda itu merasa lelah jika dirinya harus berbicara dengan orang-orang seperti mereka.
Berjalan sambil menatap langit, Ark berpikir.
'Apakah aku berubah? Sejak kapan?'
Tidak tahu apa yang membuatnya sekali lagi bisa berinteraksi dengan orang-orang, Ark menggelengkan kepalanya. Dia tidak mau memikirkan alasannya. Yang jelas, pemuda itu cukup senang karena dia merasa lebih "hidup" dibandingkan sebelumnya.
Saat mereka sudah berjalan cukup jauh, Stacy bertanya.
"Apakah semuanya baik-baik saja, Tuan? Maksudku ... kamu benar-benar akan menjual "itu" kepada Julian?
Bukankah itu membuatnya tumbuh? Menjadikan dia sebagai ancaman bagi kita ke depannya?"
Mendengar pertanyaan itu, Ark menjawab dengan nada santai.
"Justru dengan "itu", semua bisa berjalan dengan lancar. Lagipula ..."
Ark tersenyum di balik topengnya.
"Julian masih dibutuhkan agar semuanya bisa terus berjalan."
***
Sampai di lokasi kereta Dark Caravan berada, Ark dan Stacy sedikit terkejut ketika melihat Lisa berbicara dengan gembira dengan sosok wanita cantik.
Ark melihat ke arah sebelas orang yang masih melakukan handstand dengan tubuh penuh keringat, bahkan menggertakkan gigi dan gemetar tetapi masih menahan diri. Pemuda itu kemudian mengangguk puas. Setidaknya mereka cukup disiplin, bahkan menerima hukuman tanpa memprotes sedikitpun.
"Kalian boleh beristirahat."
Ucapan Ark mengejutkan banyak orang. Namun setelah terkejut, sebelas pria itu menjatuhkan diri. Langsung jatuh ke tanah dengan kedua tangan gemetaran.
Lisa yang melihat Ark datang segera bangkit lalu berlari ke arah pemuda itu dengan gembira.
"Akhirnya kamu kembali, Ketua Bau! Aduh!"
Lisa langsung mundur secara refleks, benar-benar lupa kalau sedang memakai topeng sehingga sentilan Ark sama sekali tidak menyakitinya.
"Ada apa? Apakah pelanggan?"
Ark memiringkan kepalanya. Bertanya dengan nada datar. Benar-benar kembali menjadi dirinya yang biasa.
Roxanne dan delapan wanita yang mengikutinya berjalan ke arah Ark. Mereka tiba-tiba berlutut serempak.
"Tolong izinkan kami bergabung dengan Dark Caravan, Tuan Hades!" ucap Roxanne tegas.
Ark sedikit terkejut. Dia menghampiri Roxanne dan berdiri di depan wanita yang sedang berlutut tersebut. Tangannya terulur, mengelus pipinya lembut sebelum memegang dagu. Membuat wanita cantik itu mendongak.
Saat itu juga, Roxanne yang sedikit malu tiba-tiba merinding. Dia merasakan tatapan ganas dari tiga arah. Rasanya sosok yang menatapnya lebih berbahaya daripada beberapa binatang mutan ganas yang wanita itu temui sebelumnya. Benar-benar membuatnya merasa takut dan ingin menangis.
Mengabaikan Roxanne yang menggigil dan ingin menangis, Ark terus menatap wajah wanita itu. Setelah beberapa saat, dia tiba-tiba bergumam.
"Sepertinya aku tidak salah ingat."
__ADS_1
>> Bersambung.