
‘Autumn Crocus ...’
Memikirkan perempuan itu, Ark langsung mengerutkan kening. Berbagai kenangan buruk muncul dalam benaknya.
‘Jika di kehidupan sebelumnya, pilihan paling baik adalah menghabisinya secara langsung. Namun setelah kembali, tampaknya si mata ungu belum kehilangan kewarasannya.
Bisakah itu dijinakkan seperti Angelica?’
Ark merasa ragu dan bimbang. Bukannya dia tidak menginginkan bakat gadis itu, hanya saja pengalaman di kehidupan sebelumnya membuatnya ingin melenyapkan perempuan itu agar tidak merusak pemandangan.
Di kehidupan sebelumnya, Autumn Crocus membuat banyak kelompok berjatuhan. Walau banyak yang menyangkal kalau perempuan itu terlibat, Ark sendiri percaya kalau Autumn Crocus ada hubungannya dengannya.
Alasannya sebenarnya cukup sederhana. Sama seperti Lone Star (dirinya), Autumn Crocus sama sekali tidak mempunyai rasa memiliki.
Maksudnya, walau tergabung dengan suatu kelompok, Autumn Crocus sama sekali tidak begitu mempedulikan mereka. Bisa dibilang, perempuan itu mau bergabung karena mendapatkan cukup bahan penelitian.
Dari sudut pandang itu saja, Ark percaya kalau Lone Star yang menyendiri lebih baik daripada Autumn Crocus yang menempel ke kelompok besar seenaknya. Benar-benar mirip dengan benalu.
‘Masih lembut, masih muda, belum memiliki banyak pengalaman ...’
Memikirkan kondisi Autumn Crocus yang sekarang, Ark menjadi semakin yakin. Jika bisa membuat Chelsea mempertahankan rasa hangat dalam jiwanya, maka kehidupan mengerikan yang menantinya sama sekali tidak perlu terjadi.
Hanya saja, pemuda itu merasa agak ragu. Baginya, Chelsea lebih mirip variabel yang tidak stabil. Menyimpannya sedikit merepotkan, tetapi lebih merepotkan jika dilepaskan.
‘Seharusnya ... menghapus perempuan itu adalah pilihan terbaik.’
Meski memiliki ide berani, Ark merasa ide semacam itu tidak realistis. Lagipula, dari penampilan, perempuan tersebut memiliki hubungan dekat dengan Jay. Bahkan Ark merasa kalau hubungan keduanya tampaknya cukup rumit.
Jay sudah memiliki Mona. Meski biasa bagi orang kuat untuk mengambil lebih, tetapi hubungan Jay dan Mona lebih ke arah setara.
Mona yang sekarang hampir bisa menyaingi Jay. Kekuatan mereka pun ada di tingkat yang sama. Jadi, jika sampai Jay membuat keputusan tanpa bertanya, hubungannya dengan Mona pasti mulai renggang.
Menurut ingatan Ark sendiri, kecuali para tiran, kebanyakan lelaki akan berkata kepada pasangannya jika ingin menambah jumlah ‘keluarga’. Itu juga berlaku bagi orang-orang kuat. Setidaknya orang-orang itu masih sedikit menghormati pasangan mereka.
Menyadari kalau dirinya memikirkan urusan rumah tangga orang lain, Ark segera menggelengkan kepalanya.
“Apakah kamu baik-baik saja, Ark?”
Pertanyaan Jay membuat Ark sadar dari lamunannya. Pemuda itu kemudian menjawab dengan ekspresi datar di wajahnya.
__ADS_1
“Tidak apa-apa. Hanya saja, aku baru saja menguji sesuatu, jadi cukup lelah.” Ark melirik Jay yang berjalan di sampingnya. “Kembalilah. Selesaikan dulu urusanmu.”
“EH?!”
Jay tercengang. Setelah beberapa saat, pria itu kembali bertanya.
“Apakah tidak apa-apa? Maksudku, apakah kamu benar-benar tidak mengenal Chelsea dan tidak memiliki kebencian kepadanya?”
“Aku tidak mengenalnya. Hanya saja, dia sedikit mirip dengan seseorang. Jadi aku bereaksi secara berlebihan.”
Setelah mengatakan itu, Ark berjalan sedikit lebih cepat. Meninggalkan Jay yang berdiri diam di lorong dengan ekspresi penuh keraguan di wajahnya.
Tidak berhasil mendapatkan informasi berarti dari Ark, Jay hanya bisa menghela napas. Pria itu akhirnya kembali ke tempat Mona dan Chelsea berada.
***
Malam harinya.
Pada waktu makan malam, semua orang termasuk para tamu berkumpul di tempat yang sama. Mereka semua berada di depan gedung, menyalakan api unggun sambil membagikan makanan.
Hal semacam itu bisa dianggap ceroboh karena bisa menarik zombie atau binatang bermutasi. Namun Ark dan rekan-rekannya tidak begitu peduli.
“Kabut kelabu menyebalkan ini ...” Jay mengerutkan kening. “Aku benar-benar tidak bisa membedakan apakah masih siang atau sudah malam.”
Mendengar keluhan semacam itu, Ark dan anggota Sword of Sufferings sudah biasa. Bagi mereka, itu memang salah satu sifat yang membuatnya agak mencolok.
Hanya saja, kali ini mereka sama sekali tidak memperhatikan Jay. Sebaliknya, seluruh anggota Sword of Sufferings menatap ke arah Ark yang duduk di atas alas dari kulit binatang bermutasi. Pemuda itu duduk dengan tenang sambil mengawasi para tamu yang datang dari jauh.
“Tidak perlu merasa ragu untuk memakannya. Kami tidak akan repot-repot membunuh kalian dengan racun.”
“Melakukan hal semacam itu merupakan pemborosan. Lagipula, sekadar membunuh kalian ... racun sama sekali tidak diperlukan.”
Ucapan Ark membuat para tamu tidak nyaman. Namun dia tidak peduli karena itu adalah fakta. Untuk membunuh delapan orang biasa. Bahkan salah satu prajurit tidak perlu maju. Satu sampai dua koki atau pengrajin sudah cukup untuk menangani mereka.
Sementara itu, para prajurit Sword of Sufferings makan sambil sesekali melirik ke arah para tamu. Tampaknya tertarik dengan respon mereka. Mereka tampak seperti kawanan serigala yang menatap beberapa kelinci.
Jika sampai orang-orang itu membuat gerakan yang tidak perlu dan menantang sosok yang mereka hormati, para prajurit siap untuk maju lalu menebas mereka dengan kejam.
Merasakan tatapan sengit yang diarahkan kepada mereka, para tamudari Golden Maple Group merasa gugup. Dibandikan dengan ‘kelompok ramah’ dari mulut Jay, mereka merasa sedang berada dalam sarang monster dan iblis.
__ADS_1
Benar-benar membuat mereka tidak merasa aman!
Pada akhirnya, mereka hanya bisa diam sambil menyantap makan malam mereka.
Selesai makan malam bersama, semua orang duduk beristirahat di tempat itu. Tidak langsung pergi karena Ark juga masih duduk di sana. Tampaknya pemuda itu ingin mengatakan sesuatu di depan orang-orang.
Duduk santai sambil menopang dagu, Ark melihat ke arah para tamu tanpa perubahan ekspresi di wajahnya.
“Jadi ... apa alasan kalian datang ke markas Sword of Sufferings? Aku tidak akan percaya jika kalian datang hanya untuk mengantar Jay.”
Mendengar pertanyaan tersebut, para utusan dari Golden Maple Group saling melirik.
Pada akhirnya, Rhodez bangkit lalu berkata dengan nada hormat.
“Sebenarnya, alasan kedatangan kami bukan hanya untuk mengantar Tuan Muda, Tuan Ark. Alasan kedatangan kami karena perintah dari Nyonya Lara untuk menghubungi anda.”
“Oh?”
Ark membalas dengan ekspresi datar.
“Apa? Kenapa aku tidak tahu itu?” tanya Jay.
Pria itu sama sekali tidak menyangka alasan kedatangan orang-orang dari Golden Maple Group adalah perintah ibunya. Melirik ke arah Chelsea yang menunduk dalam diam, dia merasa agak tertekan.
Awalnya, pemuda itu merasa kalau Chelsea ingin mengikutinya karena tertarik pada dirinya. Siapa sangka, ternyata kedatangan gadis itu ada hubungannya dengan sang ibu.
“Apa yang diinginkan Nyonya Lara dari Sword of Sufferings?”
“Beliau ingin mengundang anda datang ke markas besar Golden Maple Group. Bukan hanya Nyonya Lara, tetapi Tuan Chris juga ingin bertemu dengan anda.”
Mendengar itu, Ark mengangguk ringan. Dia tahu kalau Rhodez tidak mengatakan semuanya karena sadar tujuan mereka tidak mungkin tercapai dengan mudah. Oleh karena itu, pria tersebut malah mengundangnya untuk datang ke markas Golden Maple Group.
‘Sadar kalau dirinya tidak bisa meyakinkanku untuk membentuk aliansi, akhirnya langsung mengarahkannya ke ketua dan wakilnya, kah?’
Sudut bibir Ark sedikit terangkat.
‘Cukup menarik.’
>> Bersambung.
__ADS_1