Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Mengendus Aroma Darah


__ADS_3

Tanpa terasa, tiga hari berlalu begitu saja.


Dalam beberapa hari terakhir, beberapa anggota Golden Maple Group benar-benar merasa mati rasa. Mereka sadar kenapa Ark dengan tegas berkata kalau mereka tidak perlu bantuan siapapun dan bisa berdiri sendiri.


Menghabisi banyak zombie, membangun tenda, memasak, dan berbagai hal yang mereka lakukan benar-benar sangat baik. Tidak seperti kelompok lain, daripada bertahan hidup di dunia yang kejam, Sword of Sufferings tampak seperti petualang yang melakukan perjalanan santai.


Benar-benar telah membaur dengan dunia yang kacau dan gila ini!


“Kita sudah sampai perbatasan lingkaran luar dan tengah. Meski sedikit tertunda karena beberapa kali memilih jalan memutar, sama sekali tidak ada korban.”


Selesai makan siang, Ark yang duduk di atas batu besar berkata kepada para prajurit yang beristirahat di jalanan. Mendengar ucapannya, tampaknya mereka sangat puas.


Dibandingkan perjalanan sebelumnya dimana cukup banyak dari mereka yang terluka, kelelahan yang mereka alami sekarang tidak ada apa-apanya.


Setelah melihat rekan-rekannya, Ark mengalihkan pandangannya pada anggota Golden Maple Group lalu berkata.


“Dikarenakan tujuan kita berbeda, maka kita harus berpisah. Meski kalian mengetahui jalannya, tetapi aku akan membiarkan Jay mengikuti kalian untuk menjamin keselamatan.”


Mendengar ucapan Ark, mereka semua terkejut. Beberapa orang itu jelas hidup dengan baik dalam beberapa hari ini. Jadi mereka tampak enggan ketika harus mengucapkan kata perpisahan. Bahkan, Chelsea sempat linglung ketika mendengarkan ucapan Ark.


Ada beberapa kelompok besar di lingkaran tengah. Dari segi penempatan wilayahnya, mereka akan terdiri dari Blade of Areia, Cursed Berserkers, Golden Maple Group, Imperial Phoenix, dan seterusnya.


Tempat yang Sword of Sufferings tuju adalah perbatasan antara wilayah Blade of Areia dan Cursed Berserkers. Hal tersebut jelas membuat orang-orang dari Golden Maple Group bingung.


Menurut mereka, wilayah yang Sword of Suffering tuju memang luas, tetapi sangat berbahaya. Bukan hanya karena binatang buas, tetapi juga para ‘tetangga’ yang ada di sana.


Wilayah di antara Golden Maple Group dan Imperial Phoenix juga luas, jadi mereka memberi saran kepada Ark karena tempat itu juga lebih aman dan memiliki tetangga yang lebih ramah.


Hanya saja, Ark menolaknya mentah-mentah. Sumber daya di sana kurang bagus, tempat yang Ark tuju memiliki sumber daya alam terbaik, tetapi sulit diambil karena makhluk yang ada di sana.


Walau alasannya cukup masuk akal, tetapi Chelsea berpikir kalau alasan Ark bukan hanya mencari tempat di mana sumber daya lebih banyak. Menurutnya, pasti ada alasan lain kenapa Ark memilih tempat itu.

__ADS_1


Hanya saja, sekarang tidak berniat untuk memikirkan alasan kenapa Ark memilih tempat itu. Sebaliknya, gadis itu merasa agak kecewa karena harus berpisah dengan Ark. Meski tidak pernah berbicara berduaan atau melakukan kontak lebih lanjut, tetapi dia masih enggan berpisah dengannya.


‘Apakah aku tidak akan bertemu dengannya lagi? Tidak. Dia akan tinggal di kota ini. Selama Sword of Sufferings dan Golden Maple Group terus menjalankan hubungan bisnis, ada kesempatan untuk melakukan kontak dengannya.’


Chelsea menatap tepat ke arah Ark. Baginya, pemuda itu adalah sekumpulan misteri yang tidak bisa dia pecahkan. Itulah kenapa gadis itu merasa penasaran, menjadi tertarik dan semakin tertarik padanya.


Merasakan tatapan yang diarahkan kepadanya, Ark menoleh. Saat itu juga, tatapannya bertemu dengan sepasang mata berwarna lavender yang menatapnya. Tidak merasakan sesuatu yang aneh, dia pun berhenti peduli.


Melihat bagaimana Ark mengabaikannya begitu saja, Chelsea sama sekali tidak sedih atau marah. Sebaliknya, tindakan dimana ada seseorang yang mengabaikannya begitu saja membuatnya tambah penasaran.


Selain penelitian, otak gadis itu mulai diisi oleh pemuda misterius. Sosok yang diselimuti kabut hitam, membuatnya sangat penasaran dengan apa yang disembunyikan olehnya.


‘Kita akan bertemu lagi, Tuan Ark.’


Melihat Ark, Chelsea berpikir tanpa merubah ekspresi lembut di wajahnya.


Setelah makan siang, mereka pun berpisah. Ark memimpin Sword of Sufferings menuju ke tempat baru. Sementara itu, Jay memimpin tim yang dipimpin Rhodez kembali ke Golden Maple Group.


***


“Aku mendapatkan informasi yang menarik, Bos!”


Sosok pria kurus memasuki sebuah ruangan. Saat itu juga, dia tertegun di tempat. Pria itu hendak mundur, tetapi suara kasar penuh dengan nada tidak puas langsung menghentikannya.


“Kamu benar-benar menggangguku, Monyet Kecil. Katakan padaku, jika kamu sampai menggangguku karena alasan sepele, aku benar-benar akan membunuhmu.”


Sosok pria duduk di atas ranjang dengan eskspresi tidak sabar. Dia sedikit lebih pendek jika dibandingkan Leon, tetapi tubuhnya juga dipenuhi dengan otot. Berbeda dengan Leon yang tubuhnya sangat besar, tubuh pria ini sedikit lebih ramping.


Tidak begitu kurus tetapi juga tidak terlalu besar. Memiliki rasio otot yang sangat baik dan luar biasa.


Pria itu memiliki rambut panjang sebahu yang tampak berantakan. Wajahnya cukup tampan sekaligus ganas, khususnya karena dua tato hitam dari dahi kanan dan kiri mengarah ke bawah melewati kelopak matanya. Meski marah, dia masih menampilkan seringai di wajahnya.

__ADS_1


Seringai kejam dan jahat yang membuat anak kecil ketakutan.


Pria tersebut adalah satu dari 3 Beast terkenal yang Ark maksud, Crocodile.


Di sekitar Crododile, tampak ranjang berantakan di mana beberapa wanita berbaring hanya tertutup dengan selimut. Mereka sesekali menatap ke arah pria itu dengan ekspresi agak takut. Namun, mereka tidak berani mengucap sepatah kata.


“Pertama-tema, saya akan melaporkan kalau tim yang berpatroli akhirnya lolos dari kejaran Imperial Tiger, Bos.


Selain itu, ada berita penting tentang Golden Maple Group. Tampaknya mereka menghubungi kelompok di lingkaran luar.”


“Kelompok dari lingkaran luar? Kenapa mereka menghubungi orang-orang lemah itu? Apakah informasi itu benar-benar valid?”


“Mereka mengirim Rhodez dan ilmuwan jenius itu, jadi jelas tidak akan menjadi tipuan belaka, Bos. Selain itu, aku juga mendengar rumot menarik.”


“Kenapa kamu menunda-nunda! Katakan saja semuanya secara langsung. Berhenti berbeli-belit di depanku!”


“B-Baik, Bos! Aku dengar kelompok itu berasal dari luar kota. Mereka tampaknya cukup kuat, dan sedang bergerak ke lingkaran tengah.


Menurut laporan orang yang berpatroli, kelompok itu memiliki anggota sekitar 250 orang. Mereka berjalan melewati pinggiran wilayah kita. Tujuan mereka sendiri tidak diketahui. Haruskah kita mengumpulkan orang untuk menyergap mereka, Bos?”


“Tidak. Meski mereka kuat, jumlah mereka juga tidak cukup untuk menggoyahkan kita. Selama mereka tidak membuat masalah, maka biarkan saja.


Selain itu, aku lebih tertarik pada informasi sebelumnya. Kamu tahu kalau kita sama sekali tidak kekurangan petarung, kan? Namun, kita kekurangan orang-orang yang bisa diandalkan dalam berpikir karena kebanyakan anggota bodoh sepertimu.


Bukan hanya jenius, tetapi ilmuwan dari Golden Maple Group terkenal akan kecantikannya. Aku benar-benar ingin melihatnya dengan mata kepalaku sendiri.”


Crocodile menjilat bibirnya. Pria itu menyeringai lebih kejam daripada sebelumnya. Menatap bawahan yang linglung di depan pintu, dia berkata.


“Siapkan enam tim beranggotakan 5 orang setiap timnya. Lacak keberadaan Rhodez dan ilmuwan itu. Tangkap gadis itu dan bunuh sisanya! Biarkan Golden Maple Group marah dan menyesal karena bertindak sembrono dengan mengeluarkan hartanya dari markas!”


Melihat ke arah Crocodile, pria kurus itu berkata dengan hormat.

__ADS_1


“Sesuai dengan perintahmu, Bos!”


>> Bersambung.


__ADS_2