
Sementara itu, di depan markas Third Scars.
"Berhenti di tempat! Sebutkan nama dan keperluanmu!"
Beberapa penjaga langsung mengarahkan senjata mereka dengan ekspresi kejam. Mereka sebenarnya cukup gugup ketika melihat sosok berjubah dan bertopeng berjalan ke arah mereka sambil memikul tombak dan membawa sebuah kotak di tangan kirinya.
"Suruh Viper turun atau aku akan pergi ke Zander secara langsung!" ucap sosok itu dengan nada dingin.
"KAMU—"
"Kalian semua diam!"
Suara menyela dari dalam bangunan terdengar. Sesaat kemudian, pintu depan terbuka dan sosok Viper muncul dengan beberapa orang di belakangnya.
"Ternyata itu anda, Mr Vadim!" ucap Viper dengan ekspresi penuh kejutan di wajahnya.
Vadim menatap ke arah Viper dengan mata dingin.
"Termasuk dirimu, ternyata ada 4 orang yang telah menyelesaikan evolusi, kah?" ucap Vadim datar.
"Hehehehe. Itu berkata bantuan anda, Mr Vadim. Apakah ada yang bisa saya bantu?"
"Aku membelot dari Dark Caravan, atau lebih tepatnya ... Sword of Sufferings."
Mendengar Vadim menyebutkan nama organisasi asli di belakang Dark Caravan, mata Viper langsung menyempit.
"Apakah orang itu, Hades mengetahuinya?"
"Seharusnya mengetahuinya, tetapi tidak memiliki waktu untuk mengurusku."
"Hah?! Bagaimana bisa dia—" Ekspresi Viper langsung berubah menjadi penuh dengan kejutan. "Badai salju dan binatang buas. Jadi seperti itu!"
"..."
"Hahahaha! Anda benar-benar menarik, Mr Vadim! Aku sangat takjub dengan kelicikan anda!
Namun, anda tidak datang untuk berbasa-basi, kan?"
"Aku akan bergabung dengan Imperial Tiger melalui rekomendasi darimu."
"Hah?! Alih-alih bergabung dengan Third Scars, kamu meminta aku mengajukan rekomendasi kepada orang-orang tidak berguna itu untukmu?!"
"Mungkin mereka kumpulan barang tua tidak berguna, tetapi mereka memiliki apa yang Third Scars tidak miliki."
"Katakan!" Mata Viper menyempit.
"Ilmuwan. Mereka memiliki para peneliti yang tidak kalian miliki. Itulah yang paling dibutuhkan saat ini."
"Lalu ... kenapa kamu tidak langsung pergi ke mereka?!" Viper mendengus dingin.
"Karena seperti yang kamu bilang, mereka adalah para orang tua tidak berguna. Oleh karena itu, aku ingin membuat kesepakatan denganmu."
Vadim dan Viper saling memandang. Setalah beberapa saat, Viper akhirnya membuka mulut.
"Masuk."
Setelah itu, Vadim masuk ke markas Third Scars. Mereka langsung menuju ke ruangan rapat yang tersembunyi dan sangat tertutup.
Viper dan Vadim duduk di sofa sementara tiga bawahan Viper yang paling setia berdiri untuk menjaga.
"Katakan. Apa yang kamu inginkan, Mr Vadim?"
__ADS_1
"Aku ingin menjadi wakil ketua Third Scars."
"Hah?! Apakah kamu gila? Kamu ingin menjadi anggota Imperial Tiger, tetapi juga wakil ketua kelompok ini?
Apakah kamu memandang rendah kami?!"
"Tentu saja tidak." Vadim menggelengkan kepalanya.
"Lalu?"
"Gelar ini akan disembunyikan sampai kita bisa membersihkan Imperial Tiger.
Jika tidak salah, seharusnya mereka juga memiliki 4 orang yang telah menyelesaikan evolusi, kan?"
"Tidak." Viper menggelengkan kepalanya. "Mereka hanya memiliki tiga."
"Melakukan penelitian?" tanya Vadim.
"Iya."
"Kalau begitu bagus." Vadim mengangguk. "Di dalam kotak ini ada 80 porsi ramuan evolusi dengan takaran asli. Cukup untuk membuat 8 orang lain menyelesaikan evolusi."
"..."
Viper tidak mengatakan apa-apa, tetapi mata pria itu menjadi lebih dingin. Namun saat itu suara Vadim terdengar.
"Jangan terlalu serakah atau kalian mungkin tidak bisa menanggung akibatnya."
"Apa maksudmu, Mr Vadim?" tanya Viper dengan senyum ramah.
"Lebih baik dengarkan semua ucapanku. Kita bisa membuat aliansi kuat daripada harus bertarung. Lagipula, jika bertarung ... itu hanya akan berakhir buruk bagimu."
"Apakah kamu pikir empat orang tidak bisa mengalahkan satu orang?"
"Apa kamu pikir kekuatanmu sudah sempurna dan mencapai puncaknya?"
Pertanyaan Vadim membuat ekspresi Viper menjadi luar biasa. Dia menatap ke arah Vadim dengan ekspresi tidak percaya di wajahnya.
"Kita bisa membicarakan hal ini lain kali karena saat ini kita harus membicarakan sesuatu yang lebih penting."
"Apa?"
"Pertama-tama, aku ingin membagi potion secara merata sehingga Imperial Tiger tidak curiga.
Setelah itu, seharusnya Imperial Tiger dan Third Scars bisa membuat orang untuk menjadi prajurit super. Third Scars akan menambahkan empat orang. Sementara Imperial Tiger, mereka pasti hanya menambahkan tiga orang dan meneliti 10 botol ramuan evolusi versi sempurna ini.
Dengan kata lain, Third Scars memiliki keunggulan 2 orang."
"Kenapa tidak memberikan semuanya kepada Third Scars? Dengan begitu, kita memiliki keunggulan mutlak terhadap Imperial Tiger." Viper berkata tidak puas.
"Memiliki keuntungan terhadap Imperial Tiger, tetapi bisa dimusnahkan oleh Sword of Sufferings kapan saja. Itu sama sekali tidak menguntungkan."
"Maksudmu ... mereka memiliki jumlah lebih banyak?!"
"Setidaknya puluhan."
Mendengar itu, Viper langsung menghirup udara dingin. Dia menatap ke arah Vadim dengan ekspresi aneh. Bahkan berpikir orang itu gila karena berkhianat.
"Aku tidak puas dengan posisiku. Itulah kenapa aku ingin sesuatu yang lebih dan membuat rencana bagus."
"Katakan ... apa rencanamu, Mr Vadim? Jika itu buruk. Aku benar-benar tidak ingin terlibat denganmu atau Hades serta bawahannya yang gila!"
__ADS_1
"Ini alasan kenapa aku membagi potion secara merata alih-alih memberikannya kepada Third Scars."
"Kenapa?"
"Biarkan mereka melakukan penelitian dengan lebih berani!" ucap Vadim tegas. "Jika kita bisa menciptakan potion sendiri dan membuat para tahanan kejam menyelesaikan evolusi ... bukan tidak mungkin untuk menyerang Sword of Sufferings!"
"KAMU GILA, MR VADIM! KAMU GILA, TAPI ..." Viper menyeringai. "Aku benar-benar menyukainya."
"..." Vadim mengangguk ringan.
"Namun, ada masalah." Viper berkata santai.
"Apa?"
"Ilmuwan itu benar-benar bodoh dan membuang banyak waktu."
"Tentu saja mereka lama. Oleh karena itu, kita harus mendorong mereka lebih kuat!" ucap Vadim dengan seringai di wajahnya.
"Maksudmu ..."
"Eksperimen manusia!"
"..."
Viper bergidik ngeri. Meski mengetahui kalau Imperial Tiger sempat melakukan hal semacam itu, saat ini semuanya langsung dibatalkan karena takut kemarahan publik.
"Aku yakin dengan eksperimen manusia, semuanya bisa tercapai lebih cepat. Lagipula, menurut informasi yang aku terima ...
Ark yang membuat ramuan menggunakan tubuhnya sendiri untuk melakukan eksperimen!"
"HADES ... ORANG ITU SUDAH GILA!"
Viper menjadi semakin terkejut. Dia kemudian memiliki ekspresi serius di wajahnya.
"Jika kita melakukannya, apakah Hades hanya akan diam? Apakah dia benar-benar membiarkanmu lolos begitu saja?"
"Tentu saja dia tidak akan membiarkan aku lolos. Hanya saja, saat ini dia tidak akan mengejar aku. Oleh karena itu, kita harus membuat potion sebelum dia mulai mengajar."
"Kenapa dia tidak mengejar? Seberapa kamu yakin?"
"Aku yakin 100%! Meski orang itu tampak dingin, dia memiliki tujuan khusus."
"Tujuan khusus?"
"Ya. Dia membuat pasukan kuat untuk membunuh para monster. Membiarkan manusia hidup lebih aman.
Jadi ketika semua menjadi kacau, orang itu pasti akan mengurus para monster yang lebih kuat dan mengabaikan orang-orang tidak penting seperti kita. Lagipula, para monster itu memiliki bahaya lebih besar terhadap umat manusia.
Karena itulah kita harus memanfaatkan waktu!"
Ucapan Vadim membuat Viper kembali terkejut. Dia mengingat tatapan dingin di balik topeng yang selalu membuatnya bermimpi buruk. Menyadari bahwa kesempatan akhirnya tiba, dia tertawa terbahak-bahak.
"HAHAHAHA! HADES ... OH, HADES!"
"SIAPA YANG MENYANGKA KALAU RAJA NERAKA YANG DITAKUTI SEMUA ORANG DI KOTA ..."
"TERNYATA ADALAH SEORANG PAHLAWAN?"
Viper menatap ke arah Vadim dengan senyum puas di wajahnya. Dia kemudian mengulurkan tangannya.
"Senang bekerjasama denganmu, Mr Vadim!"
__ADS_1
Meraih tangan Viper, Vadim pun ikut tersenyum.
>> Bersambung.